
Setelah melihat isi pesan tersebut Alisa tersenyum bahagia ia juga mengatakan hal yang sama tapi hanya didalam hatinya, berharap agar Fandi juga mendengar suara hatinya saat ini " Aku juga sangat mencintaimu mas ", Ucap Alisa dalam hatinya.
Ia sengaja tidak membalas pesan dari Fandi karena saat ini ia ingin menjahili Fandi.
Di apartemen nya Fandi yang masih menunggu balasan dari pesannya nampak memandangi benda pipih yang masih ia genggam, " Hmm... Kamu sengaja sayang tidak membalas pesanku, jelas - jelas pesanku sudah kamu baca ", Ucap Fandi tersenyum.
Tanpa berpikir panjang Fandi kemudian langsung keluar dari apartemen nya untuk segera menjemput Alisa, walau rasa sakit diwajahnya belum terlalu sembuh, tapi hasrat ingin bertemu Alisa sangat tinggi karena Fandi sudah menyiapkan kejutannya sedari pagi untuk Alisa.
Tepat pukul Tujuh malam Fandi sudah berada di rumah Alisa, Bibi yang membukakan pintu untuk Fandi sudah mempersilahkannya untuk duduk dan menunggu Alisa.
" Den, mau minum apa ??", Tanya Bibi.
" Gak usah Bi, saya mau jemput Alisa saja, habis ini kita mau keluar ", Ucap Fandi kepada Bibi dan segera di Angguki oleh Bibi.
" Ya sudah kalau begitu Den, Saya mau kebelakang dulu sekalian mau memberitahu Non Alisa kalau Aden sudah datang ", Ucap Bibi sambil meninggalkan Fandi diruang tamu.
Alisa yang masih berada didalam kamar kini sudah selesai dan siap berangkat, setelah mengambil tas nya ia segera keluar kamar dan ingin menunggu Fandi di bawah saja,
Tak sampai Alisa membuka pintu kamarnya, Bibi sudah memberitahukan bahwa Fandi sudah menunggunya di bawah.
Setelah sampai di lantai bawah Alisa segera menemui Fandi, " Mas kamu sudah lama ??", Tanya Alisa yang melihat Fandi sedang duduk bersandar di sofa ruang tamu.
" Nggak sayang, baru aja aku datang, kamu udah siap ??", Tanya Fandi.
" Sudah mas, Ayo kita berangkat ", Ajak Alisa .
Fandi pun bangkit dari duduknya, dia ikuti langkah Alisa yang berjalan menuju luar rumahnya.
Didalam mobil, Alisa masih terus memandangi wajah Fandi yang agak sedikit memar, " Mas, apa masih sakit ??", Tanya Alisa yang sedikit khawatir.
" Udah nggak sayang, kamu gak perlu khawatir, Aku sudah nggak apa-apa, Buktinya aku bisa jemput kamu kan ??", Ucap Fandi.
" Alhamdulillah kalau begitu mas, aku sempat khawatir tadi meninggalkan mu sendirian", Ucap Alisa.
" Hm... kalau kamu khawatir ngapain tadi kamu pulang sayang??", Tanya Fandi.
__ADS_1
" Kamu mulai lagi mas ??", Ucap Alisa sambil mencubit perut Fandi.
" Aw.. sakit sayang, ampun aku hanya bercanda ", Ucap Fandi yang membuat Alisa tertawa.
" Mas, ada yang ingin aku bicarakan denganmu ", ucap Alisa.
" Apa sayang ??", Tanya Fandi yang melihat wajah Alisa begitu serius.
" Tadi siang sepulang aku dari apartemen mu, Tania mendatangi rumahku dan dia membuat keributan didepan Papa mas ?", Ucap Alisa.
" Apa !!!! ", Ucap Fandi kaget.
" Iya mas, dia menghinaku habis habisan didepan Papa, dia kira aku seorang pembantu dan ingin merayu Papa ku sendiri ", Ucap Alisa.
"Awalnya aku diam mas dan membiarkan Tania mengucapkan apa yang ia mau, tapi lama-lama aku sudah geram dengan tingkahnya, jadi tanpa sadar aku sudah menamparnya dua kali mas, Apa aku sudah keterlaluan mas dengan Tania ??", Ucap Alisa.
" Nggak sayang tindakanmu sudah benar, Tapi aku tidak percaya jika kamu sudah menamparnya sebanyak dua kali ", Ucap Fandi sambil tertawa.
" Aku gak bohong mas, ini benar adanya ", Ucap Alisa.
" Iya mas, aku gak bakalan lagi ngomongin Tania lagi di depanmu ", Ucap Alisa sambil menatap Fandi.
Tanpa terasa mereka pun sudah sampai ditempat tujuan mereka, Alisa pun nampak terkejut, " Kenapa mas Fandi mengajakku ke Resto miliknya ", Ucap Alisa dalam hatinya.
" Mas, kenapa kita kesini?? ", Tanya Alisa kepada Fandi.
" Iya sayang, Ayo kita masuk ", Ajak Fandi yang sudah menggandeng tangan Alisa.
Alisa pun hanya pasrah, Ia lalu mengikuti Fandi dari belakang dengan tangan yang masih terus di genggam oleh Fandi.
Setelah mereka memasuki Resto, semua mata tertuju kepada mereka berdua, apalagi semua karyawan Fandi, mereka terlihat kaget melihat karyawan Resto ini digandeng oleh Fandi dengan mesranya.
" Mas, aku malu sama yang lainnya, semua nya menatapku Dengan aneh ??", Ucap Alisa kepada Fandi.
Fandi pun tidak menghiraukan perkataan Alisa, dia terus saja berjalan dan masih memegang tangan Alisa secara erat.
__ADS_1
Tujuan Fandi pun berhenti di depan meja kasir yang terletak tepat di bagian tengah, seluruh karyawan pun sudah diminta untuk berkumpul di hadapan Fandi.
" Terimakasih kalian sudah mau berkumpul disini, dan untuk pengunjung Resto ini, saya minta maaf untuk ketidaknyamanan ini, " Ucap Fandi.
Semua karyawan pun nampak saling berbisik, kira - kira apa yang membuat mereka di kumpulkan disini dan didepan banyak pelanggan resto yang sedang berkunjung.
" Saya cuma ingin mengumumkan bahwa saya dan Alisa akan segera menikah, jadi mulai saat ini dia sudah bukan karyawan Resto ini lagi", Ucap Fandi yang membuat semua karyawan saling memandang satu sama lain.
" Dan saya harap kalian juga bisa menghormati Alisa sama dengan kalian menghormati saya ", Ucap Fandi Sambil menatap Alisa.
Alisa pun wajah nya sudah merah merona menahan malu, dia tidak menyangka bahwa Fandi akan memberinya kejutan ini.
" Mas, sudah jangan diteruskan lagi ", Ucap Alisa yang sudah malu kepada semua rekan kerja nya.
Fandi tidak menghiraukan sama sekali permintaan Alisa, dia hanya ingin semua nya tau dan bisa menghormati Alisa sebagai Calon istrinya.
" Dan satu hal lagi, saya akan memberitahukan siapa sebenarnya Alisa", Ucap Fandi sambil memandang Alisa meminta persetujuan.
Alisa yang dipandang Fandi akhirnya menganggukkan kepalanya memberi isyarat bahwa ia memberi izin Fandi untuk membuka identitas aslinya.
" Memang siapa Alisa, bukan kah dia sama seperti kita hanya karyawan biasa yang beruntung bisa mendapatkan bos kita ", Ucap salah satu karyawan kepada teman di dekatnya.
Alisa yang mendengar pun semakin menjadi tak enak, Fandi pun memberi isyarat agar Alisa tetap tenang.
Fandi pun mulai berbicara kembali.
Pengunjung Resto pun juga sangat antusias terhadap ucapan Pemilik Resto yang ia kunjungi saat ini.
" Sebenarnya yang ada dihadapan kalian semua bukan lah orang biasa yang seperti kalian pikirkan, Sebenarnya dia adalah putri dari Pak Ardi Bachtiar pemilik perusahaan terbesar dikota ini " Bachtiar Group ", Ucap Fandi yang membuat semua karyawan dan pengunjung Resto ternganga.
Merek pun nampak kaget, mereka tak menyangka bisa bekerja dengan putri seorang konglomerat.
Semua karyawan pun nampak mulai meminta maaf kepada Alisa karena sudah meremehkan Alisa dan sudah berani membicarakan tentang nya selama ini.
Alisa pun dengan senang hati menerima maaf semua teman temannya.
__ADS_1
" Ya sudah, semua nya sudah selesai lebih baik kalian mulai kembali bekerja dan segera siapkan apa yang saya minta ", Ucap Fandi yang langsung di angguki oleh semua karyawannya.