Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 part 40


__ADS_3

Di tempat lain, saat ini Ghani tengah berada di depan gedung kampus Ratna lagi, suasana hati jadi juga sudah membaik dan dia terlihat sudah seperti biasanya. kini dapat dilihat jika Ratna sudah keluar dari kampus dan segera menuju ke arah mobil Ghani yang sudah terparkir sejak tadi.


Ratna menghampiri Ghani dengan senyumnya yang mengembang,dan kemudian Ratna segera masuk ke dalam mobil Ghani.


"Kita jadi ke rumah Mesya kan Mas??", tanya Ratna.


"Iya aku mau agar Mesya segera tahu hubungan kita dan Mesya gak bisa mengganggu kita lagi, tapi kenapa wajahmu seperti itu??", tanya Ghani yang melihat wajah Ratna seketika berubah.


"Aku sedikit Khawatir jika Mesya nantinya akan merebut kamu dari aku Mas", Ucap Ratna.


Ghani kemudian mengelus pucuk kepala Ratna, "Kamu nggak perlu khawatir, Mas akan tetap selalu mencintai kamu dan ingat, sebentar lagi kita akan menikah", Ucap Ghani yang menenangkan Ratna.


Ratna pun mengangguk dan kemudian Ghani segera melajukan mobilnya menuju ke rumah mesya.


Kini mereka sudah sampai tepat di halaman rumah Mesya, rumah itu terlihat cukup besar dan bisa dipastikan jika kehidupan mesya selama ini cukup enak.


Ghani kemudian membuka pintu mobilnya dan berlari kecil untuk membuka kan pintu untuk Ratna.


Ratna tersenyum mendapat perlakuan romantis dari Ghani, Ratna kemudian segera keluar dan berjalan masuk kedalam rumah tersebut bersama Ghani.


Ghani masuk ke dalam Setelah pintu gerbang tersebut di bukakan oleh seorang Satpam rumah Mesya, dan Ratna pun juga ikut masuk mengikuti Ghani dari belakang, Ghani mengetuk pintu tersebut pelan dan tak lama setelah itu Bibi kemudian membuka pintu Setelah mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu tersebut.


"Assalamualaikum Bi", Ucap Ghani dan Ratna.


"Waalaikumsalam, cari siapa Den, Non??", Tanya bibi yang melihat ada dua orang yang bertamu ke rumah majikannya.


"Kami mau bertemu Mesya Bi, apa Mesya nya ada ??", Tanya ghani.


"Oh non Mesya, silahkan masuk Den, Non mesya ada di dalam", Ghani dan Ratna pun kemudian masuk dan duduk bersama.


Sedangkan Bibi saat ini tengah berjalan menuju ke lantai atas untuk memberitahu Mesya jika ada tamu.


Bibi saat ini sudah berada tepat di depan pintu kamar Mesya, dan kemudian Bibi mengetuk pintu tersebut, "Permisi Non, dibawah ada tamu", Ucap Bibi memberitahu.


Mesya kemudian mengerutkan keningnya, siapa siang-siang begini bertamu kerumah nya, dan mau apa tamu tersebut, bukannya biasanya tamu Papa nya akan datang malam hari.


"Makasih ya Bi, habis ini saya akan ke bawah", Ucap Mesya.


Tak lama setelah itu Mesya datang kebawah dan melihat Ghani dan Ratna yang sedang bertamu ke rumahnya.


Mesya terlihat bingung, bagaimana bisa, Ghani dan Ratna datang kerumahnya berdua, padahal mereka sudah putus.


Mesya pun kemudian mendekat ke arah Ghani dan Ratna, dan sedangkan mereka Seketika berdiri saat melihat Mesya datang.


"Mau apa kalian kesini??", Tanya Mesya Penasaran.

__ADS_1


Ghani pun kini menggenggam tangan Ratna dan bersiap untuk berbicara.


"Kami hanya ingin memberitahu jika kami sudah bertunangan dan kamu tidak bisa mengganggu hubungan kami lagi", Ucap Ghani.


Melly yang mendengar ada tamu pun kemudian beranjak masuk kedalam rumahnya, Melly kini sedang berada di halaman belakang, dan kini akan berjalan masuk.


Melly pun berhenti saat melihat Ghani dan seorang perempuan yang diyakini adalah kekasih Ghani, .Elly kemudian sengaja bersembunyi untuk mengetahui apa yang dilakukan Mesya putri nya, bukannya Melly tidak mau membela putrinya, tapi Melly rasa Mesya sudah keterlaluan sampai membuat hubungan seseorang putus.


Mesya pun memelototkan matanya, "Mengapa bisa kalian bertunangan, Bukannya kalian kemarin sudah putus??", tanya Mesya.


Ghani kemudian tertawa.


"Iya kami memang sudah putus, tapi putusnya hubungan kami ini membuat kami percaya jika hubungan kami itu kuat", Ucap Ghani.


Mesya tak percaya sama sekali, tak mungkin mereka bertunangan secepat ini, dan pasti mereka berbohong,


"Kalian pasti bohong kan??", Tanya Mesya lagi.


"Aku tidak bohong ini buktinya", Ghani mengangkat tangan nya dan tangan Ratna, dan bisa dilihat oleh Mesya jika ada dua buah cincin yang melingkar di jari manis Keduanya.


Mesya terlihat meneteskan air matanya, dan sejujurnya juga Ratna yang melihat Mesya seperti itu menjadi tidak tega, ia kemudian melihat ke arah Ghani, dan Ghani pun menggeleng pertanda jika Ratna tak perlu mengasihani Mesya yang sudah membuat hubungan mereka sempat putus.


"Kalian memang jahat, kalian tidak pernah memikirkan perasaanku", Ucap Mesya.


Air mata Mesya pun seketika berjatuhan, tak menyangka dirinya akan kalah lagi dan rencananya kembali gagal, sebaiknya kalian pergi dari sini aku sudah tidak mau melihat kalian", Mesya pun secara terang-terangan langsung mengusir Ghani dan Ratna.


"Sebaiknya kita segera pergi sayang, kita sudah tidak ada urusan lagi di sini", Ghani pun mengajak Ratna untuk segera pergi dan ia kemudian menggandeng tangan Ratna.


Akhirnya Ghina dan Ratna pun pergi, Bibi yang dari belakang membawa minuman bingung ketika melihat tamunya sudah pergi.


"Loh Non, tamunya kemana??, kok sudah pergi, Bibi baru saja keluar bawa minuman", Ucap Bibi kepada Mesya, dan Mesya kemudian menoleh ke arah Bibi yang sedang membawa minuman tersebut.


Cepat Bibi buang minuman itu, aku tidak mau melihatnya", Ucap Mesya yang kemudian berlari ke arah kamarnya, Melly yang melihatnya pun menghela nafasnya, Kenapa putrinya bisa sampai seperti itu.


Bibi semakin bingung tidak mungkin Bibi membuang minuman tersebut, lebih baik ia meminumnya dengan Pak satpam yang ada di depan.


Bibi kemudian membawa minuman itu ke depan, dia menyerahkan minuman tersebut kepada Pak Satpam yang ada di depan.


"Pak ini ada minuman seger, pasti Bapak haus kan??, Tanya Bibi kepada Pak Satpam.


"Wah, Bibi tahu aja kalau saya lagi haus, makasih ya Bi", Ucap Pak Satpam kepada Bibi.


"Iya Pak sama-sama", Ucap pak Satpam yang langsung meminum minuman yang dibawakan oleh bibi, rasa haus di tenggorokan Pak satpam itu pun seketika hilang.


"Wah.. seger ya Bu, makasih", Lagi-lagi pak satpam berterima kasih kepada bibi karena telah membawakan minuman untuk dirinya.

__ADS_1


Kini Ghani dan Ratna sudah lega bisa mengatakan itu semua kepada Mesya, Ghani sudah tidak perduli lagi bagaimana perasaan Mesya.


Meskipun Ghani terkesan egois, tapi demi menyelamatkan hubungan nya tak masalah buat Ghani.


Yang dia pedulikan adalah perasaan Ratna, calon istri yang ia cintai, dan bukan Mesya yang ia anggap seperti adiknya sendiri.


"Sekarang sudah tidak ada lagi yang mengganggu hubungan kita, kamu nggak perlu khawatir lagi sayang, Mas akan tetap menjaga hubungan kita sampai pernikahan kita", Ucap Ghani.


Ratna pun tersenyum kepada ghani, "Terima kasih ya Mas, kamu ternyata sayang banget sama aku, Terima kasih karena kamu sudah membuat Mesya berhenti untuk mengganggu hubungan kita",.


Ghani kemudian mengantarkan Ratna untuk pulang ke rumahnya, dan sesudah itu Ghani akan kembali ke rumah sakit karena jam kerjanya belum selesai.


Sore harinya, tepatnya di dalam Resto saat ini Zian dan Ghina sedang makan bersama saat mereka sudah pulang dari kantor.


"Ghin,Minggu depan aku mau ke Bandung, Mama minta aku untuk pulang sebentar", Ucap Zian.


"Kok mendadak Mas??", tanya Ghina.


"Iya katanya Mama kangen sama aku jadi, sebisa mungkin aku pulang dulu,mungkin aku ngambil cuti satu Minggu, nggak apa-apa kan??", Tanya Zian.


Ghina pun berpikir, ia tak boleh egois mamanya yang lebih di membutuhkan Zian dari pada dirinya, jadi Ghina Kemudian mengangguk mantap kepada Zian.


"Iya nggak apa-apa mas, kamu pulang aja, salam ya buat Tante Tania", ucap Ghina yang sudah mulai akrab dengan Tania.


"Pasti, aku pasti akan menyampaikan salam mu kepada Mama", Zian pun terlihat tersenyum senang, dan ia bisa pergi Minggu depan tentunya.


Makanan yang mereka pesan pun sudah datang, dan mereka segera menghabiskan makanan mereka.


Tak lama setelah itu, setelah mereka menghabiskan semua makanan mereka Zian dan Gihna pun memutuskan untuk segera pulang, Zian tak mau mengantarkan Ghina terlalu malam dan membuat Mamanya berpikiran jika Zian membawa Ghina terlalu jauh.


mereka pun masuk ke dalam mobil dan Zian segera mengemudikan mobilnya dan mengarah menuju ke arah rumah gina.


Ghina sampai di dalam rumahnya dan segera berjalan menuju ke kamarnya Ghina kemudian menghempaskan tubuhnya di atas kasur nya yang super empuk itu, rasanya hari ini ya sangat lelah sekali dan tak lama setelah itu Ghina pun akhirnya tertidur.


#Ini niatnya mau up tadi malam, tapi tiba-tiba ada hal yang tidak terduga, teks nya hilang tiba-tiba, dan auto aku nya kesel banget, jadi aku up malam ini,


Dan tadi siang aku buat ytiduran aja di rumah, jadi maaf bisa up nya malam ini, dan tungguin lagi, jika lancar ya up lagi nanti.


Selamat membaca.


Maaf curhat 🤭🤭🤭


🌸🌸Happy new year,semoga tahun ini kita semua diberikan kesehatan🌸🌸


😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2