Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
77


__ADS_3

Fandi yang kini tengah mandi tiba-tiba lupa akan janji istrinya yang akan menemaninya untuk mandi bersamanya,


Fandi masih saja berada didalam kamar mandi sambil terus bernyanyi.


Alisa yang baru masuk kekamar nya juga mendengar Fandi tengah bernyanyi dengan keras.


" Ya Allah, kenapa lagi ini, didalam kamar mandi kok teriak - teriak ", Ujar Alisa.


Alisa pun kini tengah membuka lemarinya dan ingin menyiapkan Kemeja untuk Fandi,


Tak lama setelah itu Fandi sudah keluar dari dalam kamar mandinya.


" Sayang ???", Ucap Fandi sambil memeluk tubuh Alisa dari belakang.


Alisa kini merasakan bahunya sangat basah karena Fandi sudah menyandarkan kepalanya di bahu Alisa.


" Mas, jangan gini dong aku bisa basah semua ", Ucap Alisa.


Fandi kemudian melepaskan pelukannya, dan Alisa juga berjalan mengambilkan Fandi handuk untuk menggosok rambutnya yang basah.


Setelah siap, mereka pun keluar dan segera sarapan bersama-sama.


Alisa segera mengambil piring dan mengisinya dengan nasi goreng yang sudah Bibi siapkan tadi.


Setelah sarapan usai Fandi segera berpamitan kepada Istrinya.


" Sayang, nanti Mas pulang nya agak sorean ya, Mas lagi banyak pekerjaan di Resto ", Ujar Fandi kepada Alisa.


" Iya Mas, Mas hati-hati ya dijalan, jangan lupa nanti makan siang nya jangan sampai telat ", Ucap Alisa.


" Iya sayang, Ya udah kalau gitu Mas berangkat dulu ",Ucap Fandi.


Alisa pun kemudian mencium tangan Fandi, dan Fandi pun membalas dengan mengecup kening serta Bibir istrinya dengan lembut.


" Jangan bandel ya dirumah, Assalamualaikum ", Ucap Fandi.


" Iya Mas, Waalaikum salam ", Ucap Alisa.


Setelah Fandi memasuki lift, Alisa kemudian masuk dan menutup pintunya kembali.


Fand yang kini tengah berada di mobil berencana untuk membuat kejutan untuk istrinya yang akan berulang tahun Minggu depan.


Fandi kemudian menelfon Papa Ardi dan berencana untuk bertemu siang ini.


" Halo, Assalamualaikum Pah ??", Ucap Fandi.


" Waalaikum salam Fand ", Jawab Papa Ardi.


" Pah, nanti siang kita jadi kan bertemu di Kafe Bintang ",Ucap Fandi.

__ADS_1


" Iya jadi Fand, Nanti jam makan siang Papa akan kesana", Ucap Papa Ardi.


" Ya sudah kalau begitu Pah, Fandi tutup dulu telfonnya, Assalamualaikum ", Ucap Fandi.


" Waalaikum salam Fand ", Jawab Papa Ardi.


Fandi pun kini melajukan kembali mobilnya menuju Restonya, ia sengaja mengatakan jika ia pulang sore agar Alisa nanti tidak menunggunya.


Fandi pun kini tengah mengecek beberapa berkas yang akan di buat untuk bekerja sama dengan kliennya, setelah Beberapa kali membuka file-file nya Fandi melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.


" Sudah siang ternyata, lebih baik aku segera pergi ", Ucap Fandi.


Fandi pun kini meninggalkan ruangannya dan membawa serta tas kerjanya.


" Tolong nanti jika ada yang bertanya, Bilang saja saya lagi meeting ya ", Ucap Fandi kepada Dewi yang duduk di meja kasir.


"Dan jangan menunggu saya datang lagi, karena saya nanti langsung pulang ", Ucap Fandi melanjutkan.


" Iya pak ", Hanya itu yang dikatakan oleh Dewi kepada Bosnya tersebut.


Fandi kini melajukan mobilnya kembali menuju kafe bintang untuk bertemu dengan Papa mertuanya tersebut.


Tiga puluh menit kemudian Fandi sudah tiba di kafe tersebut fan langsung mencari meja yang tidak terlalu ramai.


Tak berapa lama kemudian Papa Ardi juga sudah tiba di kafe tersebut, Papa Ardi pun mengedarkan pandangannya sampai ia menemukan Fandi yang tengah duduk di meja paling pojok sendiri.


Dengan sigap Fandi pun langsung menyalami tangan Papa Ardi, " Sudah lama Fand ??", Tanya Papa Ardi.


" Kamu sudah pesan ??", Tanya Papa Ardi yang sudah duduk berhadapan dengan Fandi.


" Belum Pah, aku sengaja nungguin Papa ", Ucap Fandi.


Fandi pun akhirnya memanggil karyawan kafe tersebut dan segera memesan makanan.


" Fand, bagaimana kita jadi melihat lokasinya?? ", Tanya Papa Ardi.


" Jadi Pah, Nanti sehabis makan siang kita akan kesana ", Ucap Fandi.


" Apa Alisa tahu Fand ??", Tanya Papa Ardi melanjutkan.


" Belum Pah, Alisa belum tahu, aku sengaja merahasiakannya", Ucap Fandi.


" Baguslah Fand ",Ucap Papa Ardi.


Tak lama kemudian mereka menghentikan pembicaraan mereka karena makanan yang mereka pesan sudah datang.


30 menit kemudian setelah mereka menghabiskan makanan mereka, mereka segera pergi untuk melihat lokasi yang akan mereka tuju.


Setelah hampir Satu jam perjalanan, dengan mobil yang terpisah akhirnya mereka berdua sampai dimana mereka akan melihat Rumah yang akan Fandi dan Alisa tempati.

__ADS_1


Mereka kini sudah memasuki kawasan perumahan elit yang hanya di huni oleh beberapa orang saja, Rumah tersebut juga tidak terlalu jauh dari rumah Papa Ardi sehingga memudahkan mereka untuk berkunjung ke sana.


Rumah ini merupakan kado ulang tahun Alisa dari Fandi.


Fandi sengaja mengajak dan mendiskusikan tentang pembelian rumah tersebut dengan Papa Ardi.


"Bagaimana Fand??", Tanya Papa Ardi.


" Aku suka pah ", Ucap Fandi.


" Baguslah kalau kamu suka, kapan kamu akan mengajak Alisa pindah kesini ??", Tanya Papa Ardi.


" Fandi akan mengajak Alisa pindah kesini di malam ulang tahunnya Pah ",Ucap Fandi tersenyum.


Mereka pun kini memasuki rumah tersebut, Mereka juga sudah disambut oleh Pak Udin yang bertugas membersihkan rumah tersebut.


"Selamat siang Den, Tuan ",Ucap Pak Udin menyambut.


" Selamat siang Pak", Ucap Fandi dan Papa Ardi bersamaan.


Pak Udin kini mengantarkan Fandi dan Papa Ardi untuk melihat sekeliling rumah dan melihat semua isi ruangan tersebut.


Perabotan pun sudah tertata rapi disana tinggal menunggu merek untuk pindah saja.


" Kapan Aden akan pindah kesini ??",Tanya Pak Udin.


" Insya Allah Minggu depan Pak ", Ucap Fandi.


" Do'a kan semoga semua lancar dan tidak ada halangan apapun Pak ", Ucap Fandi kepada Pak Udin.


" Iya Den, Bapak selalu mendoakan semoga lancar selalu ", Ucap Pak Udin.


"Saya tinggal di belakang sini Den, kalau sewaktu-waktu Aden butuh kepada saya , Aden bisa langsung cari saya di belakang sini", Ucap Pak Udin.


"Iya Pak, terimaksih ", Ucap Fandi.


"Pah, ini udah sore lebih baik kita segera pulang ", Ajak Fandi kepada Papa Ardi.


" Iya Fand, Ayo ", Jawab Papa Ardi.


" Kalau begitu Kami pamit dulu Pak ", Ucap Papa Ardi.


" Iya Den, Tuan, Hati-hati dijalan ", Ucap pak Udin.


Mereka pun kini melajukan mobilnya kerah yang berbeda,


Fandi pun kini melajukan mobilnya menuju kearah supermarket, Fandi ingin membelikan istrinya susu hamil karena ia tadi melihat susu hamil istrinya sudah habis.


Fandi kemudian mengambil beberapa susu dengan varian rasa, tak lupa juga Fandi mengambil beberapa Snack kesukaan istrinya karena akhir-akhir ini istrinya Sangat suka ngemil saat hamil.

__ADS_1


Fandi kini tengah berada tepat didepan pintu apartemennya, dengan pelan Fandi segera mengetuk pintu tersebut dan tak lama kemudian Bibi pun sudah membukakan pintu untuknya.


__ADS_2