
Hari ini tepat hari dimana Anton dan Melly akan melangsungkan pernikahan mereka, sesuai dengan tanggal yang sudah di tentukan dan jam yang sudah di sepakati hari ini mereka akan mengucapkan janji suci mereka kepada Allah SWT.
Pernikahan mereka memang tidak lama-lama mengingat Melly sudah hamil terlebih dahulu, orang tua masing-masing pun juga meminta agar semuanya dipercepat, jadi tepat setelah Satu bulan kejadian yang menimpa mereka, akhirnya saat ini mereka akan melangsungkan acara pernikahan mereka.
Alisa datang bersama dengan Fandi, perut Alisa juga terlihat sudah membuncit, mungkin karena Alisa sedang mengandung bayi kembar jadi usia kandungan yang baru dua bulan sudah terlihat seperti sudah berjalan empat bulan.
Banyak tamu yang datang, termasuk para sahabat-sahabt Alisa, mereka semua sudah tau yang sebenarnya, termasuk juga Shinta, Shinta yang mengetahui langsung dari mulut Melly sendiri seakan tak percaya dengan apa yang melky ucapkan, Shinta sungguh tidak menyangka jika akhirnya akan begini, Melly akan menikah dengan Anton.
Alisa, Vina, Shinta dan Fira sudah berkumpul dalam satu meja,
Mereka semua membawa pasangan masing-masing, hanya Alisa yang sudah halal dan nanti akan disusul Melly yang akan berubah status nya menjadi seorang istri.
Sedangkan Shinta, ia datang bersamaan dengan tungan nya, Shinta akan menikah jika tidak ada halangan dua bulan lagi ia akan menghalalkan hubungannya.
Berbeda dengan Vina dan Vira, mereka juga mempunyai kekasih yang juga turut hadir menemani mereka berdua, tapi Vina dan Fira masih belum memikirkan masalah pernikahan sampai saat ini, mereka berdua masih fokus memikirkan pekerjaan mereka masing-masing.
Apa yang ditunggu semua orang sudah datang, pak penghulu sudah datang meskipun agak sedikit terlambat karena kemacetan jalanan,
Pak penghulu itu pun duduk tepat di hadapan Melly dan Anton.
Di satu tempat yang sama, Wina juga datang, ia terlihat begitu terpukul, ia tidak ikhlas melihat Anton menikahi wanita lain selain dirinya, Wina terlihat meneteskan air matanya, rasa nya teramat sakit jika melihat lelaki yang dicintainya beesanding dengan wanita lain,
tapi kini nasi sudah menjadi bubur, dirinya sendiri lah yang telah memilih menikah dengan laki-laki yang sudah di jodohkan oleh orang tuanya dan membuat Anton mundur dan terjadilah sesuatu yang tidak diinginkan seperti saat ini.
Pak penghulu mulai mengulurkan tangannya, dan Anton menyambutnya dengan mantap, ia sudah yakin jika ini lah yang terbaik untuk dirinya.
"Baik bisa saya mulai", ujar oak penghulu.
__ADS_1
*Saudara Anton Andreas, saya nikahkan anda dengan Melly Andriani dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.
Saya terima nikah dan kawinnya Melly Andriani dengan mas kawin yang tersebut tunai*.
Anton mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan tanpa ada salah sedikit pun , kini mereka sudah sah menjadi suami istri.
Air mata Wina terus saja mengalir, ia tak dapat lagi mengharapkan Anton lagi, ia sempat ingin pergi dan kabur bersama dengan Anton, tapi ia urungkan, sekarang Wina sangat menyesal kenapa dirinya tak kabur saja saat itu dan pastinya kini ia sudah sah menjadi istri dari Anton Andreas.
Ada rasa kelegaan yang ada di hati Melly, setidaknya bayi yang sekarang ada di dalam kandungannya sudah mempunyai ayah, ya ayah kandungnya sendiri, Anton kemudian mengulurkan tangannya dan Melly pun mengerti, ia raih tangan tersebut dan kemudian ia sentuh dengan bibir nya, semua yang menyaksikannya pun tersenyum melihat pengantin baru yang kini terlihat sangat bahagia, entah benar atau cuma keterpaksaan.
Mereka kini duduk di singgasana nya,menjadi raja dan ratu sehari.
Para tamu bergiliran untuk mengucapkan selamat atas pernikahannya, Fandi dan Alisa juga ikut mengantri, dan dibelakang nya juga diikuti oleh para sahabat dan sekaligus para pasangan masing-masing.
"Selamat atas pernikahan kalian", Ucap Fandi memberi selamat.
Kini giliran Alisa yang bersalaman dengan Anton.
"Jaga, cintai dan sayangi sahabatku, aku tau kamu laki-laki penyayang", Ucap Alisa.
Anton pun tersenyum kepada Alisa.
"Pastinya Al, aku akan menjaga, mencintai dan menyayangi Melly dengan sepenuh hatiku, terimakasih sudah datang", Anton berbicara dengan hati yang tulus dan Melly pun tersenyum mendengarnya.
"Selamat ya Mel, semoga samawa", Ucap Alisa.
"Terimakasih ya Al, dan terimakasih juga sudah datang", Ucap Melly tersenyum.
__ADS_1
Satu persatu mulai dari Shinta sampai Fira ikut mengucapkan selamat kepada Melly dan Anton, kini tanpa di duga, Wina naik keatas, matanya sedikit merah dan bisa dipastikan Wina terlihat seperti sedang habis menangis, di belakangnya ada laki-laki yang mengikutinya, wajahnya tak asing dan Anton pun juga kaget melihat siapa yang mengikuti dan kini menggandeng tangan Wina.
"Hey bro, selamat, gak nyangka tiba-tiba langsung nikah", ucap laki-laki itu yang ternyata Brian.
Brian tidak tahu jika Wina istrinya adalah mantan pacar sahabatnya di kantor, dan Anton pun akan menutupnya rapat-rapat dari Brian.
"Terimakasih Bri, terimakasih sudah datang", Kini giliran Wina ikut menyalami Anton, mata mereka bertemu, ada sedikit genangan air mata yang dapat Anton lihat disudut mata Wina.
Wina segera menghapusnya, ia tak mau banyak orang yang tahu jika dirinya terlihat habis menangis.
Brian dan Wina turun, tapi Wina masih penasaran bagaimana Brian bisa kenal dengan Anton, sejak kapan Anton kenal dengan Brian pun Wina tidak tahu.
Wina masih mengikuti Brian dari belakang, ada rasa ingin tahu dari dalam diri Wina, dengan segenap keberanian Wina pun menanyakan hal itu kepada suaminya.
"Kamu kenal Anton??",Tanya Wina.
Brian pun tak menjawab ia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Wina,
"Jawa aku Bri, Apa kamu mengenalnya??", Tanya Wina yang masih penasaran, di curigai Brian pun tak masalah, yang paling penting sekarang Wina ingin tahu bagaimana Brian bisa mengenal Anton.
"Aku dan Anton satu divisi di kantor, dan kami sangat akrab", Mata Wina pun membulat, mengapa dunia ini begitu sempit, mengapa Suaminya bisa kenal dan bahkan sahabat dari Anton mantan kekasih nya.
"Kamu kenapa??", Tanya Brian.
Wina pun seketika menggeleng, ia kemudian berjalan lurus dan tak mau membahas Anton lagi, ia tak mau membuat Brian curiga kepadanya, ia menaruh kata-kata nya lagi jika tahu bahwa Brian dan Anton sudah saling mengenal.
Alisa dan Fandi sudah meninggalkan tempat acara tersebut, Fandi tak ingin Alisa kelelahan jadi sebelum acara selesai Fandi segera mengajak Alisa keluar dan kembali ke ruang mereka, Fandi ingin Alisa segera istirahat, ia tak mau melihat wajah Alisa pucat lagi karena terlalu lelah dengan aktivitas nya.
__ADS_1