Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
66


__ADS_3

Satu bulan kemudian, Fandi masih dengan kecemasannya selalu membawa Alisa kerumah orang tuanya, terkadang juga Alisa ikut ke resto menemani Fandi yang kini makin hari tidak dapat jauh dari istrinya tersebut.


Pagi ini Alisa sedang menyiapkan kemeja untuk suaminya tersebut, ia sedang sibuk memadupadankan antara kemeja dan dasinya, " Kira - kira cocok yang mana ya ", Ucap Alisa yang masih sibuk dengan isi lemari tersebut.


Setelah mendapat kemeja yang pas, akhirnya Alisa memilih kemeja berwarna navy dan dasi yang serasi dengan itu.


" Mas, kamu udah selesai apa belum mandinya ??", Tanya Alisa yang sedikit berteriak.


Tanpa menjawab perkataan dari istrinya tersebut, Fandi kemudian membuka pintu kamar mandinya dengan secara perlahan.


Fandi kemudian berjalan secara perlahan karena saat ini istrinya tengah berdiri membelakangi pintu kamar mandi tersebut.


Dengan handuk yang masih melingkar di pinggangnya dan rambut yang basah, Fandi kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya.


Alisa kemudian kaget karena dekapan yang secara tiba-tiba di tubuhnya, apalagi tetesan air dari rambut Fandi juga membuat Alisa sedikit kebasahan di area lehernya.


" Mas, kamu bikin aku kaget saja, dan ini apa mas, rambutmu masih basah kenapa kamu malah memelukku seperti ini ", Omel Alisa kepada Fandi.


Alisa kemudian melepaskan dekapan tangan Fandi dan segera pergi mengambil handuk kecil untuk mengusap kepala suaminya tersebut.


Fandi kemudian duduk di kursi dengan masih memakai handuk, lalu Alisa segera menggosok rambut suaminya tersebut dengan sangat telaten.


" Udah mas ", Ucap Alisa.


Fandi kemudian segera berdiri dan mulai mengganti pakaiannya dengan kemeja kerjanya yang sudah dipilih langsung oleh Alisa.


Fandi pun langsung melepas handuk tersebut di depan istrinya, Alisa yang sudah mulai terbiasa dengan kelakuan Fandi hanya tersenyum saja.


Kemudian ia langsung berjalan lagi menuju lemari pakaian untuk mengganti bajunya juga.


saat hendak meraih gagang pintu kamar mandi tangan Alisa segera di raih oleh Fandi.


" Kamu mau kemana sayang ", Tanya Fandi.


" Aku mau ganti baju mas ", Jawab Alisa.


Fandi kemudian segera menarik tangan istrinya tersebut, " Kamu ganti baju disini aja sayang ", Ucap Fandi.


" Tapi aku kan malu mas sama kamu ", Ucap Alisa yang akan melangkahkan kakinya lagi.

__ADS_1


" No no sayang, kamu ganti baju didepanku ", Ucap Fandi.


Alisa hanya menuruti kemauan suaminya tersebut,


Setelah selesai mengganti pakaiannya Alisa segera menuju meja towalet nya dan segera merias wajahnya dengan make up yang tipis dan natural.


Fandi yang masih menunggu istrinya dengan sabar tersenyum saat melihat istrinya yang begitu sangat cantik setiap harinya.


" Ayo mas aku udah selesai", Ucap Alisa.


Kemudian mereka menuju ruang makan untuk sarapan sebelum berangkat ke Resto.


" Kamu masak apa sayang ", Tanya Fandi yang sudah menarik kursi makannya.


" Aku masak nasi goreng mas ", Ucap Alisa sambil menuangkan nasi goreng kedalam piring Fandi.


Sebelum Alisa memulai sarapannya ia kembali berjalan menuju dapur " Mas kamu mau kopi apa susu ??", Tanya Alisa.


" Aku mau kopi aja sayang ", Ucap Fandi.


Kemudian Alisa segera membawa kopi untuk suaminya tersebut dan segelas susu untuk dirinya.


Saat Fandi meminum kopinya ada yang beda dari rasa tersebut " Sayang kopinya kali ini kok rasanya beda ya ??", Tanya Fandi.


" Iya sayang, aku kok ngerasa rasanya semakin enak saja ", Ucap Fandi sambil tersenyum.


Alisa pun kemudian mencubit perut suaminya " Mas kamu itu "Ucap Alisa.


Setelah selesai dengan sarapannya, Mereka berdua kemudian berangkat menuju Resto, Alisa selai mengikuti Fandi untuk bekerja karena ini adalah permintaan Fandi sendiri.


Satu jam kemudian akhirnya mobil Fandi sudah terparkir di tempat parkir di depan resto Miliknya.


Saat mereka memasuki Resto, semua karyawan nya sudah selesai membersihkan Resto, Semua mata kini menuju kearah pemilik resto tersebut.


Fandi dan Alisa kemudian berjalan kearah ruangan pribadi Fandi.


Fandi segera menuju kursi kebesarannya dan sedangkan Alisa kini tengah duduk di sofa seperti biasanya dengan membawa laptop yang senantiasa selalu ia bawa untuk melihat drama Korea secara online.


Tepat pukul Sepuluh pagi, Fandi yang melihat istrinya tengah asyik dengan Oppa Korea nya, tiba - tiba Fandi menghampiri nya dan segera duduk disamping istrinya tersebut.

__ADS_1


" Sayang, Ayo kita keluar ", Ucap Fandi.


Alisa kemudian menoleh kearah samping, ketempat suaminya kini yang telah menyenderkan kepalanya dengan manjanya di bahu Alisa.


" Kenapa dengan mas Fandi, tidak sepertinya dia manja seperti ini padaku ", Ucap Alisa didalam hatinya.


" Kita mau keluar kemana mas ??", Tanya Alisa sambil mematikan laptop yang ia bawa tadi.


" Kita cari makan diluar, aku lagi pingin makan yang asem - asem nih ", Ucap Fandi.


"Bukannya di Resto ini juga tersedia mas ??", Imbuh Alisa.


" Aku gak mau makan disini sayang, aku mau makan diluar ",Ucap Fandi yang masih dengan keinginannya.


" Ya udah mas, ayo kita berangkat ", Ucap Alisa yang sudah mengambil tasnya.


Dengan semangat Fandi langsung meraih pinggang istrinya dan keluar dari ruangannya dengan tersenyum.


" Saya mau keluar dulu, kalau ada yang cari saya kamu bilang saya lagi keluar ", Ucap Fandi kepada Dewi , kasir Resto tersebut.


" Mbak, kita keluar dulu ya ", Ucap Alisa yang masih tetap ramah kepada teman kerjanya dulu.


" Iya Al, hati - hati dijalan ", Ucap Dewi.


Dewi sebenarnya tak enak jika harus memanggil istri bosnya dengan namanya secara langsung, tapi Alisa sudah melarangnya untuk memanggil nya dengan embel - embel Bu, atau Nona, Ia tetap ingin dipanggil seperti saat ia dulu bekerja disini.


Itulah Alisa dia masih tetap rendah hati meskipun ia seorang anak konglomerat dan istri dari pemilik Restoran terkenal di kota ini.


Setelah hampir satu jam mereka memutari jalanan kota, akhirnya Alisa pun membuka suaranya, " Mas, sebenarnya kita mau makan dimana sih ?", Tanya Alisa keheranan karena sampai hampir satu jam mereka tak sampai - sampai dan hanya berputar - putar saja.


Fandi pun hanya melirik istrinya, ia sekarang tengah berkonsentrasi untuk melihat ke arah jalanan dan mencari apa yang ingin ia makan saat ini, Tak seperti biasa nya Fandi seperti ini, Biasanya ia akan makan apa yang ada di restonya, ia juga tak pernah memilih makanan yang akan ia makan setiap harinya.


Alisa semakin bingung dengan tingkah suaminya yang tidak seperti biasanya, aura kekesalan sudah tampak diwajah keduanya,


Alisa yang kesal dengan tingkah Fandi yang tak seperti biasanya.


Berbeda dengan Fandi, ia sekarang teramat kesal karena tidak menemukan makanan yang sangat ia inginkan saat ini.


Tak lama kemudian seulas senyuman terukir di bibir Fandi, ia kemudian menepikan mobilnya di sebelah gerobak kecil yang sedang mangkal dipinggir jalan.

__ADS_1


Fandi pun segera keluar, Alisa juga mengikutinya dari belakang, Alisa nampak terkejut dengan apa yang dituju suaminya saat ini.


" Mang, Beli rujak manisnya Dua ", Ucap Fandi.


__ADS_2