
Alisa kini dibaringkan di atas ranjang nya, Fandi kemudian melepas semua kerudung yang masih Alisa kenakan agar Alisa tak merasa gerah.
Rafa kini sudah tidur dengan di temani Bi sum dikamarnya, sedang kan bi Jum kini mengambilkan air putih dan teh hangat untuk Alisa nanti, Bi Jum juga membawakan serta baskom yang berisikan air es beserta waslapnya agar Fandi bisa mengobati luka memar diwajahnya.
Bi Jum pun datang ke kamar Alisa dan Fandi, segera ia meletakkan kedua minuman tersebut dan baskom di atas meja nakas dan pamit keluar kembali kepada Fandi.
" Terimakasih bi ", Ujar Fandi tersenyum tipis kepada Bi Jum, Fandi sudah merasakan jika wajahnya sudah kaku dan untuk tersebut saja ia sudah meringis kesakitan.
Tak lama kemudian Alisa perlahan sadar, obat biusnya perlahan hilang, Kepala Alisa terasa pusing ketika ingin membuka matanya.
" Aduh ", Runtuh Alisa saat ingin bangun, ia kini memegangi pelipis nya dan ia merasakan pusing yang sangat hebat karena efek dari obat bius tadi.
Dengan segera Fandi membantu istrinya untuk bangun, Alisa masih belum bisa mengingat kejadian sebelum ia pingsan sampai-sampai ia mengetahui luka lebam yang ada di wajah Suaminya.
" Mas wajahmu ", Ujar Alisa kaget, ia kemudian memegang pelan wajah suaminya tapi Fandi langsung saja mengaduh kepada istrinya.
" Sayang pelan-pelan sakit ", Ujar Fandi.
Alisa Kemudian teringat apa yang ia alami, mata Alisa sudah berkaca-kaca ia kini tahu kenapa wajah Suaminya sampai lebam dan semua pakaian yang dikenakannya saat ini tengah berantakan.
" Mas, apa kamu dipukuli ??", Tanya Alisa.
Fandi pun hanya tersenyum saja,
" Kamu nggak perlu khawatir sayang, ini cuma lebam saja, mas lebih. khawatir jika kamu di bawa oleh Leni, bagaimana hidup mas kedepannya ", Ujar Fandi sedih.
Alisa dapat melihat raut kesedihan diwajah Fandi.
" Maafkan aku yang membuatmu khawatir mas ", Ucap Alisa.
Fandi Kemudian memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat, " Kamu jangan khawatir dan jangan takut lagi sayang, Leni sudah berada di dalam penjara lagi, dan bisa dipastikan dia tidak bisa menggangumu lagi, dan akhirnya hidup kita bisa tanang tanpa gangguan dari Leni.", Ujar Fandi.
Alisa kemudian melihat baskom yang ada di atas nakas, segera Alisa melepaskan pelukannya dan meraih baskom yang terletak di atas meja nakas,
" Kamu mau apa sayang ??", Tanya Fandi kepada Alisa.
__ADS_1
" Aku mau mengobatimu mas, jika tidak cepat di kompres nanti bisa bengkak ", Alisa mulai telaten mengusap wajah suaminya dengan waslap yang sudah di rendam oleh air es.
Fandi terlihat meringis menahan sakit, tapi Fandi juga tersenyum kepada istrinya, ia tidak mungkin menampakkan wajah menahan sakit, sebisa mungkin Fandi bersikap biasa agar istrinya tak bertambah khawatir kepadanya.
Alisa kemudian turun dari ranjang dan mengambil kotak P3K, Alisa mengambil salep anti memar dan ia oleskan perlahan diwajah tampan Suaminya.
Fandi pun tersenyum, istrinya begitu telaten merawatnya meskipun kepalanya masih pusing karena efek obat bius tadi.
" Kita istirahat saja sayang ", Fandi kemudian mengajak istrinya istirahat, Fandi sangat bersyukur masih bisa memeluk istrinya hari ini, entah apa yang terjadi kalau Leni membawa istrinya dan tak kembali lagi kepadanya.
Sore harinya Fandi sudah bangun dan masih melihat istrinya yang tengah tertidur, Fandi kemudian mengecup kilas kening istrinya lalu ia turun dari ranjangnya, badannya sangat lengket sekali karena setelah perkelahian tadi Fandi masih belum membersihkan tubuhnya.
Dengan langkah gontai nya Fandi kemudian meraih handuk dan masuk kedalam kamar mandi, dinginnya air yang membasahi tubuhnya membuat pikiran Fandi menjadi tenang,
Badannya juga menjadi segar dan semua rasa sakit dibadannya perlahan hilang.
Fandi pun segera menyudahi mandinya dan melilitkan handuk dipinggangnya.
Alisa kini sudah bangun, ia menatap sekeliling kamarnya dan melihat suaminya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, Alisa juga beranjak turun dari tempat tidurnya dan berniat mengambil kan baju ganti untuk Fandi.
Alisa pun mengangguk, ia kemudian mengambil handuk kimono yang tergantung di samping kamar mandinya, Alisa segera masuk dan segera merendam tubuhnya di bathtub,
Alisa bisa merasakan ketenangan dan kesegaran saat berendam.
Alisa yang masih berada di dalam kamar mandi membuat Fandi sedikit khawatir karena Alisa belum keluar sedari tadi.
Sudah setengah jam Alisa mandi tapi masih belum keluar membuat Fandi ingin memastikan jika Istrinya tidak apa-apa.
" Sayang... sayang... kamu nggak apa-apa kan ??", Tanya Fandi.
Alisa kemudian membuka matanya,sedari tadi selama Alisa berendam ia memejamkan matanya perlahan dan bisa merasakan ketenangan.
Belum sempat Alisa menjawab, Fandi sudah masuk kedalam kamar mandi dan melihat Alisa yang masih berendam.
Alisa pun mendongakkan kepalanya, ia melihat suaminya yang kini mendekat ke arahnya.
__ADS_1
Fandi pun merasa lega karena tidak terjadi sesuatu dengan istrinya.
" Kenapa mas ??", Tanya Alisa kepada Fandi.
Fandi pun tak menjawab ia masih menatap tubuh istrinya yang masih berbalut busa sabun mandi di dalam bathtub.
" Mas...mas.. mas... ", Sudah tiga kali Alisa memanggil suaminya tapi tak ada sahutan sama sekali.
" Mas ....", Ke empat kalinya Alisa memanggil Fandi dan akhirnya Fandi pun tersadar jika sedari tadi Alisa memanggil nya.
" Iya sayang, ada apa ??", Fandi pun mulai tersadar.
" Kamu kenapa mas ??", Alisa masih menatap heran Suaminya yang masih diam terpaku menatap dirinya.
" Aku tidak Apa-apa, aku hanya menghawatirkan mu ", Ujar Fandi.
Alisa Kemudian mengambil shower yang ada di dekatnya dan membasuh badannya.
Fandi pun semakin susah menelan ludahnya melihat pemandangan istrinya, apakah istrinya tengah menggodanya Fandi pun tak tahu, yang jelas Fandi sekarang sudah merasakan hawa panas yang sudah menjalar di tubuhnya.
Alisa juga tidak menyadari jika tindakannya ini dapat mengakibatkan ia akan mandi untuk kedua kalinya.
Benar saja, Fandi kini sudah tidak dapat mengontrol dirinya, tanpa aba-aba Fandi sudah mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke atas ranjangnya.
Alisa baru menyadari jika tindakannya secara tidak langsung mampu membuat Suaminya menjadi seperti ini.
Fandi pun dengan segera membuang handuk kimono milik istrinya dan kejadian itu pun tidak bisa dihindari,
Mereka kini sudah terlihat lemas dan sama-sama memeluk satu sama lain.
" Mau mandi bersama ??", Tanya Fandi saat melihat istrinya yang juga menatapnya.
Alisa pun mengangguk, Fandi Kemudian mengangkat kembali tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar mandi dan mereka pun mandi bersama.
Mereka kini sudah sama-sama Menganti pakaian mereka, mereka akan keluar dari kamar bersama-sama.
__ADS_1