Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
41. Bertemu Tania.


__ADS_3

Keesokan harinya, tepatnya pukul 04.00 Alisa terbangun ketika mendengar suara adzan subuh, Seketika dia langsung beranjak dari tempat tidur nya dan segera menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelah selesai sholat ia langsung menuju kamar Fandi dan langsung membukanya, terlihat Fandi juga sedang menjalankan ibadah sholat subuh di kamarnya.


Alisa pun tersenyum lalu ia menutup kembali pintu kamar tersebut dan menuju ke kamar sebelumnya dan langsung melipat mukenanya kembali,


Saat ia Alisa keluar kembali dari kamarnya, ia melihat sosok Fandi yang kini sedang berada di dapur, " Mas, kamu ngapain ??" tanya Alisa heran yang melihat Fandi tengah memakai celemek masak.


" Aku mau membuat sesuatu untukmu ", ucap Fandi sambil mengambil beberapa bawang dan bumbu masakan lainnya.


Alisa hanya melihat Fandi dari samping, " Mas bukannya kamu masih sakit, kenapa kamu harus capek - capek kayak gini, lebih baik kamu istirahat ", Ucap Alisa.


" Aku sudah sembuh sayang, aku juga sudah sehat , kamu gak perlu khawatir, lebih baik kamu duduk aja, aku mau nyiapin sarapan untuk kita ". ucap Fandi sambil meracik bumbu masakan.


" Aku mau bantuin kamu aja mas", ucap Alisa.


" Baiklah, Sekarang kamu potong - potong bawang dan lainnya " ucap Fandi sambil mengarahkan Alisa.


Fandi terlihat lihai dalam memasak, " Mas, kamu bisa masak ??" tanya Alisa penasaran.


" Sedikit lah sayang, dulu kan aku kuliahnya ngekost, jadi mau tidak mau aku harus bisa masak", ucap Fandi yang membuat Alisa menjadi kagum terhadap calon suaminya tersebut.


" Mas, ini sudah", ucap Alisa sambil menyerahkan bumbu yang sudah ia potong tadi, " Sayang kamu suka pedas apa gak ??" tanya Fandi sambil memasukkan bumbu tersebut ke dalam wajan.


" Suka sih mas, tapi jangan terlalu pedas", ucap Alisa memberi tahu.


Fandi kini tengah membolak - balik kan nasi yang ia goreng, tercium bau dari masakan Fandi yang membuat perut keduanya menjadi sangat keroncongan.


" Mas, aku goreng telur nya ya?? " ucap Alisa sambil mengambil telur dari lemari pendingin dan segera menggoreng nya.


Lima menit kemudian semua telah siap dihidangkan, aroma dari masakan tersebut membuat keduanya ingin segera menikmati nya.


"Ayo sayang kita sarapan", ajak Fandi sambil menggeser kursi makan untuk Alisa.


Alisa yang merasa di istimewa kan oleh Fandi merasa bahagia karena perlakuan Fandi kepadanya.


" Nanti kalau kita menikah, kita gak apa-apa kan tinggal disini sayang ", ucap Fandi.


Alisa pun hanya tersenyum, ia mengangguk menandakan ia setuju dengan ucapan Fandi.


" Aku mau kita hidup mandiri, kita jalani suka duka kita bersama ", ucap Fandi .

__ADS_1


" Iya mas aku mau ", ucap Alisa sambil tersenyum.


Fandi pun tersenyum bahagia, dia merasa senang karena Alisa mau hidup bersama dirinya.


Setelah sarapan selesai, mereka berdua langsung membereskan meja makan tersebut, Alisa yang mencuci piring nya dan Fandi mengelap meja makan yang mereka gunakan tadi.


" Mas aku mau mandi dulu ", ucap Alisa sambil berlalu dari hadapan Fandi.


Fandi yang merasa badannya juga lengket segera pergi ke kamarnya dan membersihkan badannya juga.


Setengah jam berlalu, mereka berdua sudah siap, Alisa yang terlihat cantik dengan gamis polos berwarna maroon dan tak lupa dengan pashmina kesukaan nya.


Fandi juga terlihat lebih segar sekarang, badannya juga sudah terasa sehat dan siap untuk beraktivitas kembali.


" Ayo " ajak Fandi kepada Alisa yang sudah duduk di sofa ruang tamu Fandi.


Dengan cepat Alisa sudah berjalan di belakang Fandi.


" Kita mau kemana mas ?? " Tanya Alisa yang masih mengikuti Fandi berjalan menuju lift Apartemen.


Setelah sampai di lift Fandi segera menekan tombol angka 1 untuk segera turun dari apartemennya.


" Kita jalan - jalan aja sayang, menikmati udara pagi ", ucap Fandi sambil tersenyum.


Fandi kini tengah berencana mengajak Alisa ke taman terdekat di sekitar apartemennya, tak perlu jauh - jauh, hanya butuh waktu 10 menit akhirnya mereka sudah sampai ke tempat tujuannya.


" Ayo turun sayang ", ajak Fandi kepada Alisa.


Alisa pun membuka pintu mobilnya dan segera keluar.


Suasana taman tersebut nampak ramai karena hari ini merupakan hari Minggu, Mereka pun menuju tempat duduk disekitar taman tersebut.


Mereka kini tengah duduk di bangku dibawah pohon Cemara, mereka sangat menikmati suasana taman tersebut.


Dilihat dari kejauhan banyak orang yang sedang olah raga, karena hari Minggu merupakan hari santai dan bisa untuk berolah raga.


" Sayang, kamu tunggu sini ya aku mau beli sesuatu dulu ", ucap Fandi.


" Iya mas, tapi jangan lama - lama ya ", ucap Alisa.


" Iya sayang cuma bentar ", ucap Fandi yang berjalan meninggalkan Alisa sendirian.

__ADS_1


Tiba tiba dari arah kejauhan nampak ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka berdua, Dia melihat dengan tatapan tajam dan dengan penuh amarah, " Dasar wanita kampung !!", ucap Tania yang berada tidak jauh dari tempat Alisa.


" Aku harus memberinya pelajaran kali ini ", ucap Tania


Setelah dirasa Alisa sudah sendirian akhirnya orang tersebut menghampiri Alisa.


" Heh, kamu !! ", ucap Tania dengan ketus.


Alisa yang merasa ada yang memanggil nya dengan suara tinggi langsung mendongakkan kepalanya.


Alisa pun kaget setelah melihat perempuan yang ada dihadapannya.


" Kamu, kan....??? ", Ucap Alisa mengingat - ngingat.


" Iya aku ", Ucap nya dengan nada mengejek.


" Aku peringatkan, jangan sekali - kali kamu mendekati Fandi", ucap Tania


Alisa hanya diam, dia hanya mendengarkan saja.


" Asal kamu tahu, Fandi itu sangat mencintaiku, kamu lihat sendiri kan kemarin dia mendekatiku dan dia amat bahagia sekali berada didekatku" ucap Tania dengan percaya dirinya.


Alisa pun hanya terdiam, dia tidak mau membalas perkataan Tania.


" kamu sama Fandi itu tidak selevel, kamu itu hanya karyawan nya saja, mana mungkin Fandi menyukaimu, jangan mimpi kamu.


Fandi denganmu itu ibarat bumi dan langit.


Dia lebih pantas bersama denganku, dia sangat mencintaiku, begitu juga aku juga sangat mencintainya ".


" Kamu hanya wanita kampung, Melihat penampilanmu saja tidak sebanding dengan ku ", ucap Tania dengan nada mengejek.


Benar saja, Alisa kini hanya memakai gamis biasa, membawa tas yang harganya tidak seberapa, dia tidak menunjukkan kepada semua orang siapa dirinya sebenarnya.


Berbeda dengan Tania, penampilannya sangat jauh dari Alisa, dia sangat sexy, rambutnya panjang lembut dan terurai dengan indahnya, pakaiannya sangat ketat sehingga lekuk tubuhnya dapat terlihat,


Dan tak lupa juga dengan tas branded nya yang selalu ia bawa kemanapun.


Karena Alisa tidak merespon sama sekali, Tania pun jadi kesal dan dia kemudian mendorong Alisa sampai Alisa terjatuh.


" Aww... "Alisa pun mengerang kesakitan,

__ADS_1


Tania yang melihat Alisa terjatuh langsung tertawa dengan sangat kencang.


__ADS_2