
Waktu sudah menunjukkan tengah hari, terik panas matahari saat ini tak menyurut kan sama sekali keinginan Fandi untuk menunggu Alisa di depan pintu gerbang kampusnya.
Sementara itu Alisa yang sudah selesai dengan mata kuliahnya langsung bergegas pergi menuju tempat parkir kampus untuk berangkat kerja, hari ini sahabat merek yang akan mengantarkan Alisa sampai ketempat tujuannya.
Saat berjalan melewati taman kampus, Alisa melihat Fandi yang berdiri di depan gerbang kampus dibawah teriknya mata hari,
"Mas Fandi", ucap alisa.
Mereka pun akhirnya berhenti sejenak, " Al, Lo temuin aja tunangan Lo, kasihan tau masak baru semalam resmi sekarang udah marahan kayak gini", ucap Vina.
"Ya udah gue sama mas Fandi aja ya, gak apa-apa kan??" tanya Alisa.
"Ya nggak lah Al, ya udah cepetan sana samperin, kasihan tau udah panas - panasan kayak gini", imbuh Fira.
Akhirnya Alisa pun mendekati Fandi, "Mas???" panggil Alisa.
Fandi pun yang mendengar suara yang amat ia rindukan langsung saja menoleh kearah Alisa.
Fandi pun langsung tersenyum karena Alisa sudah mau menemuinya.
"Mas ngapain kamu disini", tanya Alisa.
"Mas kan mau jemput calon istri mas, masak gak boleh sih??", tanya Fandi.
"Aku gak mau mas aku udah janji mau bareng sahabat - sahabat aku, lihat itu mereka udah pada nungguin aku", ucap Alisa sambil menunjuk kearah sahabatnya.
"Sayang, masak kamu tega sih lihat mas kepanasan dari tadi cuma buat nungguin kamu pulang", ucap fandi.
Alisa pun hanya terdiam pura - pura tidak mendengar ucapan Fandi.
"Kan mas sendiri yang mau nya panas panasan, aku kan gak nyuruh mas kesini", ucap Alisa yang masih saja cuek.
"Ya Allah, sayang jika mas ada salah mas minta maaf", ucap Fandi memelas.
Sekarang Fandi memang terlalu bucin kepada Alisa, hehehe.
Alisa pun terdiam, sebenarnya dia juga tidak tega terhadap calon suaminya tersebut, "Gimana ya enak nya , apa aku baikin aja ya" gumam Alisa.
"Ya sudah mas, aku sudah memaafkan kan mu, kalau mas sudah tau letak kesalahan mas saat ini, aku harap mas tidak mengulanginya lagi meskipun itu permintaan dari Papa", ucap Alisa.
"Iya deh mas minta maaf ya sayang", ucap Fandi memelas.
"Iya, iya udah aku maafin mas, ya sudah mas mau tetap disini apa mau ke Resto", ucap Alisa yang masih ketus.
"Ya mau ke Resto lah sayang, udah gak betah nih dari tadi kepanasan disini", seru Fandi.
Alisa pun akhirnya tertawa, " Lucu juga kamu ternyata mas", ucap Alisa.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke Resto berdua, Fandi pun segera membuka pintu samping mobilnya untuk Alisa.
__ADS_1
Alisa sekarang sudah berada di dalam mobil bersama Fandi,
Terlihat Fandi sudah nampak lebih santai dari semenjak pagi tadi.
Tiga puluh menit kemudian Alisa dan Fandi sudah sampai didepan Resto, sebelum keluar dari mobil, Alisa ingin membicarakan sesuatu dengan Fandi.
"Mas tunggu dulu, ada yang ingin aku bicarakan sama mas", ucap Alisa.
"Iya Al, mau bicara apa??", tanya Fandi.
" Mas sebaiknya kita rahasiakan dulu pertunangan kita, aku tidak mau nanti ada masalah lagi", ucap alisa.
"Dan juga aku minta sama kamu untuk merahasiakan identitas ku sebenarnya", ucap Alisa.
"Apa kamu yakin Al", tanya Fandi.
" Iya mas aku yakin, aku hanya ingin dikenal sebagai Alisa perempuan yang sederhana, bukan Alisa seorang gadis pewaris "Bachtiar Group" Jawab Alisa.
Fandi pun merasa terharu, ia tidak menyangka bahwa Alisa akan menyembunyikan identitas aslinya.
Bukannya jika semua tau jika Alisa adalah putri salah satu konglomerat disini, pasti Alisa akan banyak disegani oleh sesama karyawan resto, Tapi Alisa tidak mau hal seperti itu, Alisa hanya ingin dia bisa dianggap sama oleh sesama karyawan.
Setelah itu mereka pun turun dari mobil dan bersikap layaknya sebagai atasan dan karyawan nya.
Alisa dan Fandi kini tengah berjalan menuju jalan yang berbeda, Fandi masuk dari pintu depan, sedangkan Alisa masuk dari pintu belakang, pintu khusus karyawan.
***
Tepat pukul Sembilan malam, karyawan sudah banyak yang meninggalkan Resto, kini hanya tinggal Alisa, Dina dan Fandi.
" Al, aku duluan ya, pamit Dina".
"Iya kak hati hati dijalan ", ucap Alisa.
Fandi yang merasa Restonya sudah sepi dari beberapa karyawan nya langsung saja mengajak Alisa pulang.
"Sayang, ayo kita pulang sekarang" ajak Fandi.
"Iya mas tunggu sebentar, aku ambil tas dulu".
Setelah Alisa kembali Fandi langsung mengajak Alisa untuk segera pulang,
Tepat pukul Sepuluh malam Alisa sudah sampai dirumahnya, "Mas, kamu gak mampir dulu??" tanya Alisa.
"Gak usah deh sayang ,udah malam banget gak enak juga dilihatin tetangga kan belum halal juga", ucap Fandi.
"Ya udah kalau gitu, hati - hati dijalan ya mas", seru Alisa.
"Iya sayang, Ya udah mas pamit pulang dulu ya, langsung istirahat", ucap Fandi yang selalu perhatian kepada Alisa.
__ADS_1
"Iya mas", jawab Alisa.
"Assalamualaikum", ucap Fandi.
"Waalaikum salam", jawab Alisa.
Setelah Fandi sudah tak terlihat lagi Alisa segera masuk dan langsung menuju kamarnya, dia amat merindukan ranjangnya saat ini, hari ini begitu lelah karena tugas kuliah yang sangat menumpuk, dan tadi juga Alisa langsung bekerja.
Setelah melepas pashmina nya, Alisa kemudian meraih handuk mandinya dan segera membersihkan tubuhnya yang dirasa sudah sangat lelah.
Tak perlu lama untuk aktivitas mandinya kini Alisa sudah selesai dan sedang menggosok rambut basahnya.
"Ah.. segarnya", gumam Alisa.
Sejenak aktivitasnya terhenti karena suara bunyi ponselnya, lalu Alisa segera meraihnya dan melihat siapa yang menelfon nya.
"Hmm ... baru aja tadi pulang, sekarang udah telfon", gumam Alisa.
Alisa pun langsung menggeser layar berwarna hijau tersebut.
"Assalamualaikum sayang", ucap Fandi.
"Waalaikum salam mas", jawab Alisa.
"Kok belum tidur Sayang", tanya Fandi.
"Kan kamu lagi telfon aku mas, jadi aku gak jadi tidur", ucap Alisa.
"Hm... iya iya sayang, jangan ngambek lagi", ucap Fandi.
"Aku tuh gak sanggup ku jika kamu terus marah sama aku, masak baru tadi siang baikan sekarang marah lagi", ucap Fandi.
"Iya mas, aku cuma bercanda kok", ucap Alisa.
"Aku baru aja selesai mandi mas", imbuh Alisa.
"Kamu udah nyampek apa belum mas", tanya Alisa.
Sudah sayang, ini sudah d apartemen ku, jawab Fandi.
"Hmm... ya udah sayang, kamu istirahat ya biar besok segar lagi badan nya", imbuh Fandi.
"Iya mas, kamu juga harus istirahat mas", ucap Alisa.
"Assalamualaikum sayang", ucap Fandi mengakhiri panggilannya.
"Waalaikum salam mas ", jawab Alisa.
Setelah menerima telfon dari Fandi Alisa langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya, rasa kantuknya sudah tak bisa lagi untuk dihindari, tak butuh waktu lama akhirnya Alisa pun sudah tertidur.
__ADS_1