Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 8


__ADS_3

Tepat jam makan siang, Rafa kini berniat untuk keluar, rencananya ia akan mengajak orang tuanya beserta Ghina untuk makan siang bersama, Rafa sudah memesan makanan dan Rafa tinggal membawanya saja,


Rafa yang mengetahui jika Ghina juga disana akan semakin mudah jika harus berkumpul bersama seperti ini, tapi tidak dengan Ghani, adiknya yang satu itu susah sekali untuk ditemui karena jadwal tugasnya yang tak menentu.


Mobil Rafa sudah terparkir di basemen Bachtiar Group, Rafa kemudian meraih paper bag yang ada di samping nya, kemudian ia keluar dan segera masuk kedalam kantor tersebut, Rafa sudah pernah memegang perusahaan ini sebelumnya, tapi hanya sebentar, ia tidak terlalu nyaman karena perusahaan ini cukup besar dan cabang nya pun ada dimana-mana, jadi Rafa tidak mau ambil pusing dengan semua urusan itu, ia lebih memilih mengelola Wiratama Corp yang diserahkan Fandi kepadanya.


Para resepsionis sangat senang jika Rafa datang kesana, dengan ketampanan Rafa yang cukup menawan membuat para wanita di dalam kantor ini banyak yang mencari perhatian dengan putra sulung Presdir nya itu.


Rafa terus berjalan, ia tak memperdulikan resepsionis yang tengah tebar pesona sedari tadi, ia tak memperdulikan itu, Rafa kemudian segera masuk kedalam lift dan segera naik menuju ke lantai 15.


Tak lama setelah itu Rafa pun sudah tiba, ia kemudian mengetuk pintu ruangan orang tuanya tapi sebelum itu ia ucapkan salam terlebih dahulu


"Assalamualaikum", Rafa pun membuka pintunya dan terlihat orag tuanya yang kini sedang sibuk bekerja.


"Waalaikum salam", Jawab mereka bersamaan, Fandi dan Alisa mengakhiri pekerjaannya Setelah ia melihat putranya datang menemuinya.


Rafa masuk dan kemudian menghampiri Mommy nya terlebih dahulu, ia cium punggung tangan Mommy nya dan tak lupa ciuman untuk mommy nya seorang.


"Kamu bawa apa sayang??", Tanya Mommy nya yang melihat Rafa membawa Paper bag ditangannya.


"Rafa bawa makan siang untuk kita mom", Rafa kemudian beralih, menemui Daddy nya dan mencium punggung tangan Daddy nya.


"Ghina mana??, aku masuk tadi gak lihat dia sama sekali", Ucap Rafa kepada mommy nya.


"Mungkin dia masih ada diruangannya sayang, coba kamu telfon", titah Mommy nya, Rafa pun mengangguk dan kemudian mengeluarkan smartphone keluaran terbaru miliknya.


Ghina kini yang masih berada di dalam ruangan Zian terperanjat kaget karena suara ponselnya yang berbunyi.


Ghina kemudian merogoh saku yang ada di bajunya,melihat siapa yang sedang menelfonnya saat ini.


Terlihat nama Kak Rafa Yang tengah memanggil dirinya.


"Maaf pak, saya terima telfon dulu", Ghina pun meminta izin kepada Zian , dan Zian pun mengangguk.


Ghina segera menggeser layar ponselnya, dan suara ragya sudah terdengar ditelinga nya saat ini

__ADS_1


"Dek kamu dimana??, Keruangan mommy ya, kakak ada disana,kita makan bareng", ucap Rafa.


Ghina pun kini menatap Zian yang juga tengah memandang ke arahnya.


"Baik kak, tunggu sebentar ya, Ghina kesana", Suara Ghina sedikit pelan takut jika Zian akan mendengarnya.


Panggilan pun sudah terhenti dan Ghina kembali menyimpan ponselnya dia saku blazer nya.


Ghina kemudian kembali menatap Zian dan ingin meminta izin untuk keluar sebentar.


"Maaf pak, saya izin istirahat dulu, sudah jam makan siang, saya lapar pak", Ucap Ghina kepada Zian.


"Mau makan dimana, boleh saya ikut??", Tanya Zian.


"Hmm... maaf pak, saya makan siang bersama teman-teman saya pak", Jawab Ghina.


"Apa saya gak boleh ikut bergabung, saya mau kenal teman-teman kamu", ucap Zian lagi, Ghina pun sudah bingung harus berkata apa lagi, bagaimana ini, pasti semuanya akan diketahui oleh Zian saat ini.


Mau tak mau pun akhirnya Ghina mengangguk dan membiarkan Zian ikut.


Zian sempat mengerutkan keningnya saat mengikuti Ghina,


Ghina kini berjalan menuju lift dan menekan angka 15 yang disitu hanya ada ruangan Presdir disana


"Kita mau makan dimana??", Tanya Zian yang saat ini sudah berada didalam lift bersama Ghina.


"Nanti bapak akan tahu sendiri", Ghina lebih memilih diam, jika ia beritahu ia akan kemana, tak mungkin Zian akan percaya dengan kata-kata Ghina.


Pintu lift pun terbuka, Ghina segera keluar dan Ghina menuju pintu utama ruangan Presdir itu.


"Mau apa kita kemari, bukannya ini ruangan Presdir, apa kamu mau makan sama pak Fandi??, atau kamu memang sudah janjian sama pak Fandi??", tanya Zian lagi, Zian sempat menaruh curiga kepada Ghina karena perkataan orang yang kemarin sedang menegur Ghina.


"Jangan berpikiran buruk terhadap saya pak, saya bukan wanita seperti itu", Ucap Ghina yang saat ini sudah memegang handle pintu ruangan tersebut.


"Assalamualaikum", ucap Ghina, Ghina kemudian masuk kedalam ruangan orang tuanya dan diikuti oleh Zian dibelakang nya.

__ADS_1


Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut menatap Ghina dan Zian penuh tanya,Ada apa Zian ikut masuk kedalam bersama dengan Ghina.


Ghina kemudian duduk di samping Rafa, Zian juga duduk di sofa tersebut,


Mata Zian masih memandang ke arah Rafa, ia masih belum tahu siapa Rafa sebenarnya, meskipun Rafa sudah pernah menjabat Presdir disini, tapi itu sebelum Zian bekerja disini.


"Sudah semuanya kan, kita makan sama-sama saja", Ucap Rafa.


Zian merasa tidak enak jika harus berada di sini, apalagi melihat Ghina dan Rafa membuat hatinya sedikit merasa panas.


"Maaf sebelumnya, saya ada urusan, saya permisi", ucap Zian.


Saat Zian akan melangkahkan kakinya ada suara yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Mas, tunggu", ucap Ghina menahan Zian.


Zian sudah berhenti ia menoleh kembali menatap Ghina dan Rafa.


"Iya ada apa ghin??", Tanya Zian.


"Pak Zian,lebih baik kita makan sama-sama", Ucap Fandi kepada bawahannya.


"Tapi maaf pak Fandi, saya tidak bisa, saya ada urusan mendadak".


Semuanya pun sudah dilihat oleh Alisa, mata Zian tidak bisa berbohong, ada rasa cemburu melihat Ghina duduk berdekatan dengan Rafa yang notabennya adalah Kakak kandungnya sendiri.


Alisa juga dapat melihat jika Zian menyukai putrinya.


"Ayolah nak Zian,saya sangat bahagia jika nak Zian mau bergabung dengan kami", Ucap Alisa.


"Perkenalkan sebelumnya, kami semua adalah keluarga Ghina, saya sebenarnya adalah orang tua Ghina,dan dia adalah kakak kandung Ghina, maaf sebelumnya saya yakin Ghina menyembunyikan Semuanya kepada nak Zian", Tutur Alisa.


Mata Zian kemudian terbelalak, apakah ia salah dengar, tidak mungkin ia tak salah dengar, apa yang dikatakan oleh bosnya tadi, mereka adalah orang tua Ghina, jadi Ghina adalah putri dari pemilik dari perusahaan ini.


Mata Zian kemudian terarah ke mata Ghina, dan Ghina hanya mengangguk sebagai jawaban atas apa yang dikatakan oleh mommy nya.

__ADS_1


__ADS_2