
Dua bulan kemudian
Hari ini tepat acara pernikahan Tania yang diselenggarakan di rumahnya, Fandi dan Alisa kini sedang sibuk bersiap, ia masih belum mengenakan gamis yang ia pilih kemarin dia kini masih mengenakan daster rumahan yang masih ia pakai sampai saat ini.
Peluhnya sudah bercucuran kala mengikuti Rafa yang sudah bisa jalan, tingkah anak itu sangat menggemaskan dan berlari kesana kemari membuat Alisa tak dapat memakaikan pakaian untuk Rafa.
" Sayang, jangan lari terus dong, Mommy capek ", Ujar Alisa yang masih mengejar anak tersebut.
Tak lama kemudian Fandi pun masuk dan sudah mengenakan baju rapinya, ia berniat memeriksa apakah istrinya sudah siap atau belum dan ternyata ia masih belum dandan sama sekali.
" Kok belum siap ??", Tanya Fandi kepada istrinya, Fandi dapat melihat istrinya kini tengah berlari mengejar Rafa kembali.
Rafa berlari menuju ke arah fand membuat Fandi langsung menangkap putra nya tersebut.
" Rafa suka lari ya, jangan cepat-cepat ya nak nanti jatuh ", Fandi pun lalu mengecup pipi gembul putranya.
Alisa langsung menghampiri putranya dan langsung mendandaninya.
" Biasanya sama Bi sum, kok Rafa nya sama kamu sayang ??", Tanya Fandi kepada istrinya.
" Bi sum lagi kurang enak badan mas, jadi aku suruh istirahat saja ",
Ujar Alisa sambil mengusap lembut tuxedo yang ia pakaikan di badan putranya, " Sudah selesai, sekarang Rafa main sama Daddy ya, Mommy mau siap-siap dulu ",
Alisa pun berdiri, ia kembali memasuki kamar mandi dan menyalakan shower lagi, badannya kembali lengket dan guyuran air di shower dapat menghilangkan rasa lengket yang sudah ia rasakan sejak tadi.
Segera ia sudah mandi keduanya ini dan segera berganti pakaian, entah apa yang harus ia katakan kepada Tania jika pada acara pernikahannya Alisa harus telat.
Setengah jam kemudian Alisa sudah siap dengan gamis berwarna Salem yang melekat pada tubuhnya, ia sangat terlihat cantik, setelah dirasa penampilan nya sudah cukup memuaskan Alisa kemudian turun dan menghampiri suami beserta putranya.
" Ayo mas ", Ajak Alisa kepada Fandi,
Fandi pun seketika berdiri dan sambil menggendong putranya, entah bagaimana jika Rafa sudah ia kembali turunkan pasti anak itu akan berlari kesana kemari membuat pakaian nya akan berantakan kembali.
Suasana jalan pun lengang dan Fandi pun dapat melajukan mobilnya sedikit cepat, drama yang di buat Rafa harus membuat orang tuanya agak sedikit telat menghadiri acara pernikahan tersebut.
__ADS_1
Dirumahnya Tania sudah siap dengan kebaya putih yang sudah melekat di tubuhnya, pancaran wajah bahagianya sudah terlihat sejak tadi, bagaimana tidak Niko sudah beberapa Kali memuji dirinya yang sedari tadi melakukan panggilan video call, Awalnya Tania tidak ingin menerimanya tapi Niko sudah mengirimkan pesan berulang kali agar menerima panggilannya tersebut.
Jantung Tania seperti susah untuk di pompa ketika mendengar bahwa calon pengantin pria sudah datang, ada rasa gugup yang menghampiri Tania dan membuat wanita ini sulit bernafas.
" Tenangkan dirimu Tan, ayo tenang jangan gugup ", Ujar Tania menyemangati dirinya sendiri.
Tak lama kemudian pintu kamarnya sudah di buka dan terlihat mamanya beserta tantenya masuk dan mengajak Tania untuk turun
" Mah ??", Rengek Tania kepada Mama nya.
" Kenapa kamu sayang ??", tanya mamanya bingung.
" Aku gugup mah, bagaimana ini, aka rasanya ingin pingsan saja ", Ujar Tania.
Mamanya dan tantenya sontak saja tertawa.
" Kamu ini ada-ada saja, jika kamu pingsan duluan Niko malah jadi bingung ", Ujar Mama nya.
Segera tantenya menggandeng lengan Tania dan mengajaknya turun kebawah karena acara ijab Kabul akan segera dimulai.
Alisa dan Fandi pun sudah mendapatkan tempat duduk yang cukup jelas untuk menyaksikan acara ini.
Tak lama kemudian pengantin wanita yang sudah ditunggu pun sudah turun dari anak tangga dan berjalan ke arah pengantin pria yang sudah menunggunya dengan pak penghulu.
Niko pun menatap kilas wajah calon istrinya membuat Tania semakin malu Dengan Niko saat ini,
Pak penghulu pun juga sudah memulai acara pernikahan dan Niko sudah menjabat tangan penghulu tersebut.
Tak lama kemudian terdengar kata sah dari para saksi dan tamu undangan yang ada di rumah tersebut, Tania pun meneteskan air mata bahagianya karena sudah menjadi istri Niko yang sah.
Segera Tania meraih tangan Niko dan menciumnya, tak lupa Niko juga mencium kening Tania dengan sangat lama dan penuh kemesraan.
Niko kemudian mengambil cincin yang sudah berada di atas meja tersebut dan memasangkan di jari manis istrinya, begitu juga dengan Tania, ia pun juga memasangkan cincin di jari Niko yang saat ini sudah sah menjadi suaminya.
Betapa bahagia nya wajah Tania dan Niko saat ini, Mereka kini sudah sah menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1
Alisa yang melihat semua prosesi pernikahan Tania pun menjadi terharu, " Semoga kalian bahagia selamanya ", Ujar Alisa dalam hatinya.
Alisa sudah melupakan apa yang dilakukan Tania kepadanya dahulu, ia sudah menghapus semua memori buruk yang yang sudah pernah Tania lakukan kepadanya.
Tania dan Niko sudah berdiri di pelaminan yang sangat besar di taman rumahnya, Tania sengaja tidak menyewa gedung karena ingin melakukan acara pernikahannya di rumahnya saja.
Para tamu undangan sudah bersiap untuk memberi selamat untuk pengantin tersebut dan Alisa dan Fandi pun juga ikut dalam antrian.
Beberapa saat kemudian tibalah dirinya yang akan memberikan selamat kepada Tania.
" Selamat ya mbak, semoga sakinah mawadah warahmah ", Ujar Alisa sambil memeluk Tania.
Tania pun membalas pelukan Alisa ada rasa bahagia yang dirasakan Tania ketika melihat Alisa dan Fandi datang ke acara pernikahan nya.
" Terimakasih Al, sudah mau datang", Ucap Tania tulus.
Fandi pun juga menyalami Niko " Selamat ya nik, jaga Tania ya ", Ujar Fandi kepada Niko,
" Iya mas, terimaksih sudah datang", Jawab Niko sambil melepas jabatan tangan mereka.
Mata Tania pun tak lepas dari Rafa yang sudah minta diturunkan sedari tadi,
" halo sayang, raga sudah bisa jalan ya ", Ujar Tania.
Aliaa pun kembali meraih Rafa dan menggendong nya,
" Semoga cepat dapat momongan ya mbak ", ujar Alisa.
Tania pun tersenyum, Alisa dan Fandi pun segera turun karena dibelakang nya sudah banyak antrian yang ingin mengucapkan selamat kepada Tania.
Alisa dan Fandi pun kembali ke tempat duduk nya semula,
"Kamu nggak makan mas ??", Tanya Alisa.
" Iya sayang, mas sudah lapar, ayo kita kesana ", tunjuk Fandi ke area prasmanan yang sudah disiapkan oleh Tania untuk semua tamu undangan yang hadir saat ini.
__ADS_1