Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
147


__ADS_3

" Bos beneran mau Nisa jadi sekertaris Mbak Alisa ??", Tanya Denis.


" Iya Den, Gimana jawaban kamu Nis ??", Tanya Fandi yang mengalihkan pandangan nya ke arah Nisa.


" Iya saya mau", Ujar Nisa.


" Bagus kalau begitu, besok bawa CV kamu dan kami bisa bekerja mulai besok ", Ujar Fandi.


Denis dan Nisa pun langsung tersenyum sumringah, tak menyangka jika bosnya sebaik itu, bahkan sudah beberapa kali Nisa melamar pekerjaan di berbagai kantor besar dikota ini, tapi tak ada satu pun yang menerimanya.


Dan sekarang, bukan Nisa yang mencari, bahkan pekerjaan tersebut datang sendiri kepadanya, betapa senangnya mereka saat ini karena Pasangan meendapat pekerjaan yang sama.


" Terimakasih bos ", Ujar Denis senang.


" Iya sama-sama, Oh ya Nia, jika kamu mau menemui istriku masuklah ke ruangan yang ada disana ", Tunjuk Fandi ke arah ruangan yang ada di samping meja kasir.


" Iya, kalau begitu saya menemui mbak Alisa dulu ", Ujar Nisa.


" Bang, aku ke mbak Alisa dulu ", Pamit Nisa kepada Denis.


" Iya yang ", Jawab Denis dengan penuh senyuman.


Nisa kemudian bangkit dari tempat duduknya dan pergi menuju ke tempat yang di arahkan Fandi kepadanya.


***


Keesokan paginya, Nisa sudah bersiap untuk mulai bekerja pagi ini, kini ia tengah menunggu suaminya yang masih berada di dalam kamar mandi sedari tadi, entah apa yang dilakukan laki-laki itu sampai hampir setengah jam ia tak keluar-keluar.


" Bang, kamu mandi atau ngapain sih kok lama ??", Tanya Nisa yang sedikit berteriak kepada suaminya.


Tak lama kemudian Denis pun sudah keluar dengan rambut yang basah dan lilitan handuk di pinggangnya.


" Iya yang, sebentar ", Ujar Denis.


" Aku tunggu di meja makan ya bang, semua keperluan Abang sudah aku siapin ", Ujar Nisa yang kemudian keluar dari dalam kamar.


Denis pun segera mengganti pakaiannya dengan kemeja kerja dan celana bahan yang sudah disiapkan oleh istrinya tadi, Setelah mengancingkan semua kemejanya, Denis segera mengambil dasi yang juga sudah ada di atas ranjang tempat tidurnya.


Setelah merasa semua sudah menempel di badannya kini Denis segera mengambil sedikit Pomade untuk membuat kesan agar rambutnya segar sepanjang hari.

__ADS_1


Denis pun keluar dari dalam kamarnya dan segera menuju ruang makannya karena Nisa sudah menunggunya.


Nisa tampak cantik pagi ini dengan gamis berwarna hitam dan juga blazer dengan warna senada membuat Nisa tampak cantik pagi ini.


" Bang, ini kopinya ", Ujar Nisa sambil menyerahkan secangkir kopi untuk Suaminya.


" Makasih yang, Setelah ini Abang antar kamu ke kantor Mbak Alisa dulu ya ", Ujar Denis.


" Iya bang, gak nyangka ya ternyata mbak Alisa punya perusahaan sendiri ", Ujar Nisa.


" Iya, Abang sendiri dulu gak percaya waktu lihat foto Pak bos dengan mbak Alisa yang sedang foto bersama dengan keluarga Bachtiar ", Ujar Denis.


" Ya sudah yang kalau sudah selesai kita berangkat aja sekarang, nanti keburu siang ", Ujar Denis.


" Iya bang tunggu aku beresin ini dulu ", Jawab Nisa.


" Jangan lupa CV kamu yang ", Ucap Denis mengingat kan.


" Iya bang ", Jawab Nisa.


Mereka kemudian berangkat menuju kantor Bachtiar Group Karena tak mau jika Istrinya akan telat dihari pertama nya Bekerja.


Dilain tempat Fandi dan Alisa kini juga sedang berada di jalan Setelah berpamitan dengan Mamanya, kebetulan Heni pagi ini belum datang, sehingga Alisa langsung saja menyerahkan Rafa kepada sang Mama mertuanya.


" Sayang, aku pernah lihat mbak Heni masuk kedalam apartemen ini ", Ujar Fandi.


" Apa mas, kamu mungkin salah lihat ", Ujar Alisa tidak percaya.


Alisa masih ingat jika Heni pernah mengatakan jika dia tinggal di kampung dan tak mungkin jika Heni tinggal di apartemen semewah ini.


" Aku beneran lihat sayang, dia keluar dari taxi online nya dan masuk kedalam apartemen itu", Ujar Fandi.


" Kenapa kamu bisa tahu sedetil itu mas, apa jangan-jangan kamu ", Ujar Alisa terhenti karena Fandi sudah membungkam mulut istrinya itu.


" Kamu jangan salah paham sama mas, mas tau nya waktu nganterin Mama pulang, dan Mama juga melihat itu semua", Ujar Fandi.


" Gak mungkin kan mas bohong, kamu bisa tanya sendiri sama Mama,


Mas kan awalnya udah curiga sama Heni, mas kayak pernah lihat gitu, tapi mas lupa, wajah Heni juga menurut mas sangat familiar, begitu juga Mama, Mama juga sempat bicara seperti itu sama mas ", Ujar Fandi menjelaskan.

__ADS_1


" Kamu lagi gak bohong kan mas ??", Tanya Alisa yang ingin memperjelas semua ini.


" Nggak sayang, Mas sama Mama lagi nyelidikin ini semua, tapi tanpa sepengetahuan Heni ", Ujar Fandi.


" Apa gak terlalu berlebihan mas??",


" Gak sayang, semua harus jelas, mas gak mau ada kebohongan sama sekali, dan mas akan membongkar secepatnya ", Ujar Fandi.


Alisa hanya terdiam, kini muncul keraguan Alisa pada diri Heni, " Sebenarnya siapa Heni ??", Gumam Alisa.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan kantor megah Bachtiar Group, segera Alisa turun dan bertepatan juga dengan Denis dan Nisa yang juga baru saja datang.


" Selamat pagi Bos dan Bu Bos ", Ujar Denis kepada keduanya.


" Selamat pagi juga Den, kebetulan kita barengan datangnya ", Ujar Fandi.


" Iya bos, aku nganter Nisa dulu ",


" Ayo kita masuk terlebih dulu ", Ajak Fandi.


Nisa yang baru pertama kali masuk kedalam gedung besar tersebut nampak sangat takjub dengan kemegahan gedung tersebut, saat masuk mereka disambut dengan ramah oleh dua resepsionis cantik yang sudah standby sedari tadi sebelum Presdir mereka datang.


Saat melangkah ke dalam lift Nisa juga tampak takjub dengan semuanya, apalagi dia sedang menaiki lift khusus petinggi yang tak semua orang bisa memasukinya.


Setelah dentingan lift berbunyi, mereka pun segera keluar saat hendak masuk tampaklah sebuah meja dan kursi yang ada dibaliknya yang merupakan tempat Nisa nantinya bekerja.


" Silahkan masuk ", Ujar Alisa membukakan pintu ruangannya agar ke empat orang tersebut masuk bersama kedalam ruangan tersebut.


Betapa besar nya ruangan Alisa Bekerja, bahkan ini dua kali lebih besar dari kamar tidurnya.


" Silahkan duduk ", Perintah Alisa.


Nisa kemudian menyerahkan terlebih dahulu CV yang ia bawa,


" Terimakasih ", Ujar Alisa sambil tersenyum, Alisa kemudian segera membaca biodata Nisa yang sudah tertera didalam lembaran kertas yang ada didalam map tersebut.


" Mulai hari ini kamu menjadi sekertaris pribadiku, sekaligus asisten pribadiku ", Ujar Alisa.


" Baik Bu, saya akan bekerja bersungguh-sungguh disini dan tidak akan mengecewakan Ibu ", Ujar Nisa.

__ADS_1


" Ya sudah kalau semua sudah beres aku mau berangkat ke kantor ", ujar Fandi berpamitan.


Alisa Kemudian mengantarkan Fandi sampai di ambang pintu bersama juga dengan Nisa yang mengantar suaminya juga.


__ADS_2