Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 34


__ADS_3

Saat jam makan siang, Disya tidak benar-benar mengunjungi suaminya, pekerjaan nya yang banyak membuat ia kelelahan, barang-barang nya pun sudah tertata rapi di dalam lemari berukuran besar itu, dan Disya juga sudah merombak tatanan baju milik suaminya sehingga ia bisa mudah untuk mengambilkannya.


Disya menjatuhkan tubuhnya di sofa tinggal yang ada di kamarnya, jilbab yang menutupi rambutnya juga sudah terlepas dari tadi, Bahkan AC yang ada di kamar nya tak cukup untuk menyurutkan peluh yang terus membanjiri badan Disya.


Tak lama setelah itu, mungkin karena kelelahan akhirnya Disya pun tertidur, ia belum.sempat makan siang tapi karena ia tidak dapat melawan rasa kantuknya, akhirnya diapun tertidur dalam posisi tengkurap, posisi yang sangat nyaman dikala ia sendirian.


Rafa yang kini sedang berada di kantornya kini sedang menatap laptopnya, sungguh banyak sekali pekerjaan selama 6 hari ia tinggal, dan rasanya ini seperti balas dendam untuk dirinya sendiri karena cuti begitu lama sampai map yang ada dimeja nya banyak sekali.


Rafa kemudian beristirahat sebentar, kemudian ia merenggangkan tubuhnya dan dapat ia rasakan seluruh badannya terasa sakit karena tidak beranjak sama sekali dari kursi kerjanya.


Mata Rafa kemudian melirik jam yang ada dipergelangan tangannya, sudah saatnya jam makan siang, tapi ia ingin menghubungi Istrinya terlebih dahulu, apa yang sedang ia lakukan saat ini, mengapa Disya sama sekali tidak menghubungi dirinya sampai sekarang.


Panggilan pun tersambung, dan nada sambung juga sudah berbunyi, Disya sama sekali tidak mengangkat telfon dari Rafa, Rafa kemudian mematikan dan mencoba menelfon istrinya kembali, sudah dua kali tapi tetap saja, Disya sama sekali tidak mengangkat telfon dari Rafa.


Rafa terlihat bingung, kemana atau sedang apa istrinya disana, mengapa ponselnya dibiarkan saja tanpa menjawab panggilannya.


Rafa semakin khawatir, sudah lima kali, tapi masih belum.ada jawaban sama sekali, Rafa kemudian memutuskan untuk pulang saja, ia khawatir dengan keadaan istrinya, apa yang sedang terjadi saat ini Rafa sama sekali tidak tahu, dengan cepat raga keluar dari dalam ruangan nya dan kemudian segera turun menuju ke basemen kantor nya.


Rafa mengemudikan mobilnya cukup cepat, jalanan cukup padat, apalagi ini jam makan siang, jadi bisa dipastikan jalanan macet karena banyak para pegawai yang keluar untuk mencari makan di warung, Resto dan sebagainya.


Akhirnya setelah mengalami kemacetan di siang yang cukup panas ini, akhirnya Rafa tiba dirumahnya, Rafa kemudian seger turun dari mobil dan segera masuk rumah nya.


Rafa segera menaiki tangga rumahnya, ia ingin mengetahui keadaan Istrinya saat ini, apakah mungkin telah terjadi sesuatu, perasaan Rafa semakin tidak karuan kala melihat rumah ini sangat sepi, tak ada satu orang pun,dan Rafa kemudian seger membuka pintu kamarnya.


Terlihat Disya sedang tidur dengan posisi tengkurap membuat Rafa bisa bernafas dengan lega, dia kira istrinya kemana, pas Rafa buka pintu kamarnya ternyata Disya sedang tidur di kamar mereka.


Rafa melihat penampilan Disya yang sudah berubah, rambut yang dikuncir tinggi, hanya memakai kaos singlet dan celana pendek, mungkin itu mempermudah dirinya untuk menata semua barang-barang yang ada di kamarnya, toh di rumah saat ini sedang tidak ada siapa-siapa jadi Disya bisa leluasa untuk melakukan aktivitas di dalam kamarnya.


Rafa kemudian mendekat dan membenarkan posisi tidur istrinya, Rafa khawatir jika nantinya Disya tidak nyaman dengan posisi tidurnya saat ini, Setelah membalik posisi Disya, Rafa dapat melihat wajah polos istrinya tanpa makeup, sungguh cantik sekali, bibirnya yang polos dan tanpa lipstik sama sekali.


Disya masih tertidur pulas, bagaian tubuhnya kini terlihat menonjol semuanya, singlet nya yang ketat mampu membuat Rafa tak bisa mengontrolnya dirinya, Rafa kemudian melepas sepatu miliknya, dan naik ke atas ranjang, ia sengaja ingin menggoda istrinya, menggoda wanitanya yang saat ini tengah tertidur pulas.


Disya merasa tidurnya terusik, tapi ia masih enggan untuk membuka matanya, ia kemudian memindahkan posisi tubuhnya dan kini tepat menghadap ke arah Rafa Suaminya, Dan dapat Rafa lihat belahan dada milik Disya dapat dilihat dengan jelas oleh Rafa.


"Kenapa kamu menggodaku siang-siang begini??", Gumam Rafa dalam hatinya.


Dan kini tangan Rafa sudah akan menyusup ke dalam singlet milik Disya, Disya seketika pun membuka matanya, ia sangat kaget, mengapa ada tangan yang tiba-tiba menyusup kedalam kaos singlet nya, dan tangan siapa ini.


Disya kemudian menoleh dan dapat ia lihat kini Suaminya Yang ada di sampingnya dan sedang tersenyum menggoda kepada-nya.


Disya Seketika menjauhkan tubuhnya, dan ia benar-benar kaget dengan kedatangan Suaminya yang tiba-tiba siang ini, seharusnya Rafa belum pulang karena ini masih jam makan siang, tapi apa yang ia lihat saat ini adalah benar-benar Suaminya.


"Pulas banget tidurnya sampai kakak datang kamu gak tau", Ucap Rafa.


Disya kemudian mulai bangun dan duduk dia atas ranjangnya, "Iya kak, capek, habis bersih-bersih sambil masukin baju ku kedalam sana", tunjuk Disya pada lemari pakaiannya.


"Terus ngapain pakai baju kayak gini, mau goda kakak, atau gimana??", tanya Rafa, dan kini tangan Rafa kemudian memegang pundak istrinya.


"Nggak, GR aja, mana tau aku kalau kakak mau pulang jam segini, oh iya, kok udah pulang, bukann nya masih jam makan siang ya??", tanya Disya sambil turun dan melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.


Disya kemudian mencuci mukanya dan kemudian kembali keluar menghampiri Suaminya yang masih berbaring di atas ranjang.


Rafa pun tersenyum sambil mengelus kepala istrinya,


"Kakak tadi khawatir sama kamu, kakak telfon dari tadi tapi gak kamu angkat, jadi kakak terus pulang aja, dan ternyata kamu lagi tidur sayang", Ucap Rafa.


"Hmm... udah makan??", Tanya Rafa dan Disya pun menggeleng.


"Makan diluar yuk", Ajak Rafa dan Disya pun langsung senang kegirangan.

__ADS_1


"Ya udah aku mau mandi dulu ya suamiku, kamu tunggu dulu disini", Disya kemudian berbalik arah dan ingin pergi ke kamar mandi, tapi belum sampai Disya melangkahkan kakinya, tangan Disya sudah ditarik oleh Disya dan badan badan Disya kemudian terjatuh di pelukan Suaminya.


"Kakak mau mandi bareng sama kamu sayang", tanpa persetujuan Disya, Rafa kemudian menggendong tubuh istrinya dan membawanya kedalam kamar mandi.


"Kak, kamu curang", Disya sedikit meronta meminta di turunkan, tapi Rafa sama sekali tidak mendengarkan dan malah terus membawa istrinya ke dalam kamar mandi.


Disya tidak dapat menolak,ia kini sudah berendam bersama dengan Suaminya, dapat Disya lihat jika wajah Rafa terlihat sangat bahagia sekali dan menampakkan senyum kemenangan.


Tangan Rafa mulai bergerilya disana, mengabsen semua bagian tubuh Disya dan tak terlewat satu apapun.


Disya mulai terhanyut, ia mulai menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Rafa kepada nya, dan pergumulan siang hari itu pun seketika terjadi.


Setengah jam kemudian, mereka sudah bersiap, dan Disya juga sudah cantik, sesuai janji Rafa tadi kini mereka pergi menuju ke tempat dimana mereka akan makan siang.


Rafa menjalankan mobilnya cukup sedang, jalanan sudah cukup lengang karena jam makan siang sudah berakhir.


Setengah jam kemudian, Rafa dan Disya sudah sampai di salah satu mall ternama, Rafa ingin mengajak Disya pergi makan dan setelah itu berbelanja kebutuhan mereka.


Kini mereka saling bergandengan, Rafa dan Disya menuju area food court terlebih dahulu untuk mengisi perut mereka yang seharusnya sudah terisi dari tadi.


Kini mereka duduk berhadapan, sebagai sepasang suami-istri baru mereka kini terlihat sangat romantis, mungkin ini yang dinamakan pacaran setelah menikah, mereka selama pacaran tidak pernah bertemu karena jarak yang memisahkan mereka,sampai akhirnya mereka bertunangan dan akhirnya sampai menjadi sepasang suami istri.


Setelah makan siang selesai, Rafa mengajak Disya untuk pergi menuju tepat pakaian muslim wanita, Disana sudah tersedia berbagai baju muslim dan aneka jilbab, mulai dari yang instan hingga yang syar'i.


Disya pun langsung pergi dan memilih apa yang menurut nya ia sukai, dari baju sampai kerudung nya, dan saat ini Disya sudah membawa beberapa pasang gamis dan ia sudah meletakkan di meja kasir.


Tag kemudian mendekat, ia kemudian mengeluarkan kartu saktinya dan segera membayar semua barang belanjaan milik Disya.


Disya keluar dengan wajah yang sangat amat ceria, ia sangat senang sekali, dan Rafa dapat melihat itu.


Tak lama setelah itu ponsel Rafa berbunyi, dan ternyata adalah Sekertaris Rafa yang tengah menelfonnya.


"Maaf pak, anda harus kembali ke kantor saat ini, ada klien yang datang mendadak dan ingin bertemu dengan anda", Ucap wanita yang tak lain adalah Sekertaris Rafa.


Kini mereka sudah sampai di basemen mall dan Rafa segera membukakan pintu untuk Disya.


Rafa kini duduk dibalik kemudian dan siap untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kantor Wiratama Corp.


Disya pun tampak bingung, mengapa Rafa terlihat tergesa-gesa dan kini membawanya entah kemana.


"Sayang, ikut kakak ke kantor ya, ada klien penting", ucap Rafa, Dan akhirnya Disya pun mengetahui apa yang sedang ia pikirkan tadi,


"Iya kak", Jawab Disya. Tak lama setelah itu mereka sudah sampai di basemen Wiratama Corp dan mereka segera memasuki kantor.


Para resepsionis pun tersenyum saat melihat Rafa masuk, dan senyum itu pun seketika pudar, betapa tidak, Rafa membawa seorang perempuan cantik dan bisa dipastikan jika itu adalah istrinya.


Disya tersenyum kepada para karyawan Suaminya, dan ia masih tetap terus mengikuti langkah Suaminya.


Para resepsionis terlihat saling berbisik, membicarakan Disya yang jauh dari mereka, Disya sangat cantik, Apalagi jika mereka tahu jika Disya adalah lulusan dari luar negri mungkin mereka akan semakin tak percaya.


"Ternyata istrinya pak Rafa cantik ya, pantesan aja pak Rafa gak pernah lirik kita", ucap salah satu resepsionis, dan teman satunya pun mengangguk membenarkan.


"Dia cantik banget, kita kalah nih", ucap mereka yang masih membicarakan istri atasannya itu


Rafa sudah sampai di dalam kantor nya, dan Rafa mengajak masuk Disya masuk.


"Sayang, kamu tunggu disini dulu ya, kakak mau ke ruang rapat dulu, Paling cuma setengah jam, kalau Kaka udah selesai pasti kakak langsung kesini", Disya kemudian mengangguk dan Rafa kemudian mencium kening istrinya.


Rafa pun segera keluar, penampilan nya yang tak seperti biasanya dapat menghipnotis para gadis disini, saat ini Rafa tengah memakai kemeja kotak-kotak dan celana jeans yang membuatnya sangat tampan.

__ADS_1


Disya kemudian berjalan dan menuju kearah jendela ruangan Suaminya, Disya bisa melihat seluruh kota dari sana, pemandangan nya cukup bagus, dan Disya menikmati itu.


Didalam ruang rapat Rafa masih menjelaskan semuanya, dan klien pun kini bisa tersenyum puas,


"Terimakasih pak Rafa, saya tidak salah bekerja sama dengan perusahaan bapak", ucap klien tersebut.


"Iya pak, terimakasih", Jawab Rafa sambil tersenyum.


"Baik kalau begitu pak Rafa,saya rasa semuanya sudah cukup jelas, kalau begitu saya pamit dulu", Klien pun sudah pergi dan Rafa kemudian juga akan meninggalkan ruang rapat tersebut.


"Pak Rafa, tunggu sebentar", ucap Santi, ia menahan Rafa agar tidak pergi dahulu.


"Iya, kenapa San??", tanya Rafa, "Bapak kemana tadi, kenapa bapak pergi tanpa memberi tahu saya dulu", ucap Santi.


"Oh, maaf San, saya tadi ada urusan", ucap Rafa.


"Maaf San, saya tidak bisa berlama-lama disini, Istri saya sedang menunggu di ruangan saya, jika ada sesuatu kamu bisa datang langsung kesana", Santi yang merupakan sekertaris seksi itu terlihat kesal, caranya untuk menahan bosnya itu sia-sia ternyata, Rafa pergi tanpa menghiraukan dirinya.


"Gimana lagi aku harus menahan agar pak Rafa bisa tetap sama aku", Ucap Santi kesal, akhirnya ia juga meninggalkan ruang rapat itu dan kembali ke mejanya yang juga berdampingan dengan ruangan bosnya.


Rafa masuk kedalam, dan mendapati istrinya yang tengah mengotak-atik laptopnya, Disya sangat bosan sekali dan akhirnya ia menonton drama Korea dari laptop milik suaminya.


"Sayang, maaf ya kakak lama", ucap Rafa mendekat dan ingin mengetahui apa yang di tonton oleh istrinya, Rafa menjatuhkan tubuhnya di sofa, tepat disamping istrinya berada.


Rafa kemudian menyandarkan tubuhnya, dan bermanja-manja di pangkuan Disya.


"Kakak udah selesai??", Tanya Disya, dan Rafa pun mengangguk sambil memejamkan Matanya,


"Kakak seperti ini dulu gak apa-apa kan??", Tanya Rafa mencoba untuk membuka matanya kembali.


"Iya kak, kakak kalau mau tidur dulu gak apa-apa, aku juga masih mau nonton Drakor", ucap Disya, dan akhirnya Rafa pun terlelap karena dia tak sempat istirahat karena aktifitas siang nya tadi bersama Disya.


Dari luar, Santi dapat melihat jika bosnya itu tengah tidur dipangkuan istrinya, dan itu membuat Santi sangat kesal sekali, Santi busa melihat itu dari balik kaca pintu yang masih bisa terlihat tapi dengan cara sedikit mengintip.


Santi sedikit kesal, ia kemudian menghentak-hentakkan kakinya kelantai, mirip anak kecil yang sedang ngambek.


Satu jam kemudian Rafa sudah terbangun, memang Disya sudah mengalami kebas sedari tadi, tapi ia tahan demi tidak mengusik tidur Suaminya.


Rafa kemudian bangun dan melihat Disya yang tersenyum manis kepadanya.


"Sudah jam berapa sayang??", tanya Rafa, Disya kemudian melihat ke arah pergelangan tangan nya dan melihat jam Tangannya.


"Sudah jam 4 kak", jawab Disya.


"Ya Allah, Sayang kamu kok gak bangunin kakak, maaf sayang, pasti kamu kebas dari tadi, sekali lagi maaf ya", ucap Rafa menyesal, ia tahu istrinya itu pasti sedari tadi menahan sakit di pahanya.


"Aku gak apa-apa kak, ya udah, ayo kita pulang, sudah sore juga", Disya kemudian mencoba berdiri, tapi kakinya masih tak cukup kuat karena kakinya sedikit mati rasa.


Disya sedikit terhuyung jatuh, tapi Rafa kemudian menangkap tubuh istrinya dengan sigap, akhirnya Disya jatuh tepat diperlukan suaminya.


"Sayang, kamu tidak apa-apa??", Rafa sedikit khawatir dengan keadaan istrinya,


"Aku gak apa-apa kak, cuma mati rasa dikit, bentar lagi pasti udah sembuh", Tak perlu menunggu terlalu lama, kini Rafa menggendong tubuh istrinya, Disya kemudian Seketika mengalungkan tangannya di leher Suaminya, dan itu membuat Rafa tersenyum.


"Biar kakak Gendong kamu sampai mobil ya, dan gak boleh nolak", Disya pun mengangguk dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya, ia tahu ini pasti akan menjadi tontonan banyak orang, dan sebisa mungkin Disya harus menyembunyikan wajahnya dari sebagian orang yang saat masih belum pulang dari kantor tersebut.


Santi melihat Rafa begitu romantis kepada istrinya terlihat sangat kesal, ia kemudian mengikuti bosnya itu dari belakang tanpa sepengetahuan Rafa pastinya.


Santi tertinggal jauh, Rafa kini sudah masuk kedalam lift, dan Santi tak mungkin berada dalam satu lift bersama Rafa dan istrinya.

__ADS_1


Akhirnya Disya sudah di dudukkan di kursi mobil, dan Rafa kemudian juga memasangkan seat belt di badan Istrinya, Rafa kemudian berlari kecil dan membuka pintu mobilnya dan segera masuk.


Rafa terlihat sedari tadi menggenggam tangan milik istrinya, sesekali ia mencium tangan tersebut, dan itu membuat Disya merasa jika ia sangat disayangi dan dicintai oleh suami nya.


__ADS_2