
Ghani malam ini sedang berada di dalam ruangannya, setelah mengecek beberapa pasien kemudian ia segera kembali ke dalam ruangan dan segera mengambil ponselnya, Tadi pagi ia tidak semat menghubungi Ratna karena ia sibuk Dengan bantalnya, ia tidur seharian karena malamnya ia akan begadang di rumah sakit, jadi sebisa mungkin Ghani harus tetap terjaga sampai jam kerjanya habis.
Ghani kemudian menekan nomor Ratna, nomor yang sudah di ganti nama menjadi Honey di ponsel Ghani, Ghani kemudian menunggu nada sambung dari ponselnya, tapi ternyata nomor Ratna saat ini sedang tidak aktif, dan berada di luar jangkauan.
Berulang kali Ghani terus menelfon, hampir 10 kali tapi hasilnya tetap sama.
"Kamu kemana sih sayang??", tanya Ghani sambil terus menatap layar ponselnya, ia terlihat sangat khawatir, dan ia sedikit menyesal karena tak menghubungi Ratna mulai dari pagi tadi.
Ghani terus saja mencoba lagi, Mencoba beberapa kali lagi, tapi tetap hasilnya nomor Ratna masih belum aktif juga, Saat ini Ghani berniat untuk menelfon Mama Dina, tapi ia urungkan, melihat jam arlojinya sudah menunjukkan pukul 9 malam, jadi terpaksa Ghani urungkan karena ini sudah malam.
Ghani pun menyerah, mungkin besok pagi saja ia akan menelfon kembali, tapi sejujurnya ia saat ini tidak tenang sama sekali, Memikirkan Ratna, entah dia sedang dimana??, tidur atau dia sedang mengerjakan tugas kuliahnya.
Sedangkan di tempat lain, Ratna saat ini sedang pulas-pulasnya tidur, ponsel yang tadi ia charger belum juga ia hidupkan, Ratna sudah sangat lelah sekali, seharian di kampus ia harus mengerjakan tugas yang di berikan oleh dosennya dan baru selesai selepas Isyak tadi.
Mata Ratna memang sudah tidak bisa dikondisikan lagi, ia kemudian berjalan menuju ke ranjangnya dan merebahkan tubuhnya dan tak perlu waktu lama ia sudah tertidur.
Ghani memutuskan untuk keluar dari dalam ruangannya, membawa ikut serta ponselnya yang masukkan kedalam saku jas putihnya itu, Ghani saat ini tengah berjalan menghampiri teman-teman sesama dokter, Berbincang-bincang menjadi jalan lain untuk menghilangkan rasa bosan dan kantuk.
Ghani kemudian duduk di salah satu kursi panjang yang saat ini sudah banyak teman-teman dokternya yang sedang duduk juga Disana.
Wajah Ghani terlihat kusut, dan itu yang membuat teman-teman nya saat ini memperhatikan dirinya.
"Tumben wajah kamu di tekuk kayak gitu??", Tanya dokter yang juga seumuran dengan Ghani,
__ADS_1
"Iya tumben wajah dokter dingin ini ditekuk kayak gini, ada masalah??", Sahut salah satu dokter yang juga sedang ada di situ.
Kedua teman sesama dokter tersebut sama sekali belum tahu jika Ghani sudah bertunangan, yang mereka tahu Ghani ini adalah jomblo sama dengan teman-temannya.
"Ah, kalian berdua apaan, aku gak apa-apa, Cuma calon istri aku aja gak bisa dihubungi", Ujar Ghani membuat keduanya memelototkan matanya.
"Apa, calon istri??", Tanya mereka tak percaya.
"Wahh..kamu kok gak cerita sama kita, kapan kamu tunangan??", Tanya salah satu dokter tampan itu yang bernama Vio.
"Minggu lalu, acaranya mendadak, gara-gara si Mesya yang gangguin aku, jadi ya aku percepat aja", Ucap Ghani dan kedua temannya hanya melongo mendengarkan cerita dari Ghani, ke tiga jomblo itu pun sekarang berkurang menjadi dua orang dan itu adalah Vio dan Farel.
"Wah, selamat ya, akhirnya salah satu dari kita udah ada yang laku", Ucap farel dengan menampakkan kesedihannya.
"Kita memang harus lebih bersabar lagi, Ghani aja dapat jodoh masak kita enggak", Ucap Vio.
"Ya sudah, ayo kita ngopi, bisa-bisa nanti kita pada tidur", Ajak Ghani kepada dua temannya ini.
Ketiga dokter itu pun berjalan untuk mencari kedai kopi terdekat, mencari minuman panas yang membuat Mata mereka bisa terjaga sampai esok pagi.
Ghani sejenak bisa melupakan Ratna, ia kini tengah asik bercengkrama dengan rekan sesama dokter dan saling membicarakan kehidupan mereka.
Tepat tengah malam, Ratna terbangun, ia teringat jika ia masih belum melepas charger ponselnya nya, dan kemudian ia bangun dan berjalan pelan untuk melepas ponselnya nya dan segera menghidupkan nya, ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 1 malam,
__ADS_1
Dan Ratna kembali menuju ke atas kasurnya, sembari menunggu ponselnya aktif kembali.
Terlihat banyak sekali notifikasi panggilan tak terjawab dari WhatsApp nya, Ghani menelfonnya ada lebih dari 15 kali, Ratna kemudian memukul keningnya pelan, pasti laki-laki itu tengah khawatir kepadanya karena ponselnya sedari tadi mati.
Ratna ingin sekali menelfon Ghani, memberitahu dirinya jika ia tertidur dari tadi, tapi ia urungkan mengingat ini sudah lewat tengah malam, tapi tak tahu mengapa tiba-tiba saja jarinya tak senagaja menekan tombol panggilan, dan panggilan itu pun tersambung, dan cepat-cepat Ratna memutuskan panggilan itu.
Ratna kemudian memegang dadanya yang sedikit deg-degan karena ulah nya sendiri,berharap ia tak mengganggu Ghani, tapi Ternyata tak lama setelah itu ponsel Ratna tiba-tiba berbunyi, Ghani menelfon Ratna kembali, dan Ratna terlihat bingung, angkat atau tidak, tapi kalau tidak diangkat dia kangen, kalau pun di angkat ia jadi tak enak mengganggu Ghani tengah malam ini.
"Halo sayang, ada apa??, kamu tidak apa-apa kan??", Ucapan Ghani terlihat menghawatirkan Ratna yang tak bisa di hubungi sejak sore tadi, dan pas juga Ratna menghubungi tengah malam seperti ini, di saat Ghani tengah menghawatirkan dirinya.
"Aku gak apa-apa mas, maaf aku mengganggumu tengah malam seperti ini, kamu pasti kebangun kan tidurnya??, maaf ya mas", Ucap Ratna yang sama sekali tidak tahu jika Ghani saat Inis sedang berada dirumah sakit.
"Aku lagi gak tidur sayang, aku lagi di rumah sakit", Ucap Ghani memberitahu Ratna jika ia tak sedang tidur, melainkan berada di rumah sakit dan sedang bertugas.
"Kamu dari tadi sore kemana aja, kenapa gak bisa dihubungi??" Tanya Ghani.
"Hmm.. maaf mas, aku tidur mulai tadi sore, aku banyak tugas tadi dan baru selesai habis Isyak tadi", Ratna pun menjelaskan semuanya agar Ghani tak berpikiran macam-macam kepadanya.
"Lain kali kamu hubungi mas dulu, mas khawatir, apalagi ponsel kamu gak aktif, mas jadi kepikiran terus", Ucap Ghani sedikit mengomeli Ratna, dan itu membuat Ratan tersenyum,
"Iya mas, makasih udah perhatian banget sama aku, ternyata kamu beda banget ya mas, aku kira kamu itu Cuek banget, kan kamu terkenal dokter yang sangat dingin", Ucap Ratna sambil terkekeh.
"Iya, ya udah kamu lanjutin tidurnya lagi, besok aku mau ketemu kamu, besok aku jemput pulang kuliah ya, jadi ingat gak perlu bawa mobil", Ucap Ghani yang di angguki oleh Ratna,
__ADS_1
Ghani pun menutup ponselnya dan Ratna pun segera melanjutkan tidurnya dan berharap ia bermimpi bersama dengan Ghani.