Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 82


__ADS_3

Pagi harinya, Rafa dan Disya sudah bersiap, Rafa dan Disya kembali ke rumah sakit karena pagi tadi Daddy nya menelfon jika Zian dan Ghina sudah bisa pulang, dan Rafa lega mendengarnya, setelah sarapan Rafa dan Disya berjalan keluar, dan di luar Mereka berdua bertemu dengan Ghani yang baru saja pulang dari rumah sakit.


"Baru pulang??" Tanya Rafa melihat wajah kusut adiknya itu, Ghani hanya mengangguk, ia sangat lelah sekali pagi ini.


"Bagaimana hubungan kamu dengan Ratna, kapan mau diresmikan??" Tanya Rafa lagi.


"Iya sudah lama juga Mbak gak lihat Ratna" Ucap Disya menerus kan.


"Aku belum tahu kak, Ratna masih kuliah, aku tidak mau membebankan urusan dia nanti, Aku akan bersabar, dan Untuk saat ini dia lagi sibuk kuliah mbak, jadi aku juga jarang bertemu dengannya, hanya weekend saja" Ungkap Ghani.


Disya pun manggut-manggut, dan Rafa kemudian menepuk bahu adiknya itu, "Jika itu yang terbaik menurut mu kakak hanya bisa mendukung saja, Ya sudah kakak mau pergi dulu" Disya dan Rafa pun berpamitan dan Ghani melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam rumah.


Ghani membersihkan badannya terlebih dahulu dan kemudian nantinya dia akan Sarapan dan setelah itu Ghani akan beristirahat.


Satu jam kemudian, Rafa dan Disya sudah sampai di rumah sakit, ternyata Orang tuanya sudah berada di lobby rumah sakit, Dan juga Zian sekaligus orang tuanya, Disya dan Rafa pun segera menghampiri, mereka kemudian segera mencium Punggung tangan para orang tua itu.


"Sudah siap semuanya??" Tanya Rafa, Ia dan Disya memang sengaja ingin menjemput Mommy nya, tapi Daddy nya pasti juga bawa mobil, jadi Hany Ghina saja yang akan ikut kedalam mobil Rafa.


"Sudah kak, ayo kita pulang" Ajak Ghina, tapi mata Ghina masih menatap Zian yang juga sedang menatap dirinya.


"Mas, aku pulang dulu, kamu jaga kesehatan kamu, jangan kerja dulu" Ucap Ghina dan Zian pun mengangguk.


"Iya, kamu juga" Zian dan Ghina pun akhirnya terpisah, para orang tua juga sudah sepakat jika pernikahan Ghina dan Zian akan dipercepat.


Siang hari nya, semuanya berkumpul di meja makan, bibi sudah menyiapkan hidangan makan siang untuk semua anggota keluarga tersebut.

__ADS_1


"Gimana keadaan mu Ghina??" tanya Disya yang sudah duduk berhadapan dengan Ghina.


"Sudah Mbak, Alhamdulillah badanku sudah sangat sehat sekali, dan aku juga sudah siap untuk fitting baju pengantin" Ucap Ghina sambil tersenyum, Disya pun juga ikut tersenyum, "Ternyata ada yang udah gak sabar buat nikah nih" Ujar Disya mulai meledek Ghina, dan Ghina hanya tersenyum malu.


"Apaan sih mbak ini" Ujar Ghina, Rafa yang baru saja datang tak sengaja juga mendengar pembicaraan mereka.


"Beneran udah gak sabar mau nikah,Hm.." Ujar Rafa sambil menjawil dagu adiknya itu.


"Nggak, kata siapa??" Ghina pun mengelak, tapi pendengaran Rafa tak mungkin salah.


"Jangan ngeles lagi, Aku udah dengar sendiri tahu, Ternyata udah besar kamu ya dek, kakak kira kamu masih anak SD" Disya yang melihat keakraban kakak beradik itu menjadi tersenyum senang.


Beberapa saat kemudian semuanya pun sudah berkumpul, dan semuanya segera makan siang karena semua hidangan juga sudah tersaji di atas meja makan.


Setelah makan siang selesai, Rafa dan Disya pun Segera pamit, mereka akan tetap.oulang ke apartemen mereka.


"Iya Mom, lain kali aja" Ujar Rafa, dan kemudian mereka segera berpamitan.


"Kami pulang dulu ya Mah" Ucap Disya sambil mencium punggung tangan ibu mertua nya itu.


"Iya, kalian hati-hati dijalan ya" Ucap Alisa sambil mengantar anak dan menantunya itu ke teras depan.


Rafa dan Disya pun akhirnya pulang ke apartemen mereka, Di perjalanan kini Disya mempunyai kebiasaan baru, yaitu tidur dalam mobil, dan itu membuat Rafa tersenyum.


"Kmu pasti capek banget sayang" Ucap Rafa sambil mengelus pucuk kepala istrinya. Rafa kemudian segera menatap kembali jalanan yang mereka lewati untuk sampai di apartemen mereka dengan selamat, Rafa tidak hanya berhati-hati, tapi ia menjaga istrinya yang saat ini sedang mengandung anak mereka yang sudah berusia 3 bulan.

__ADS_1


Disya terlihat menggeliat, mungkin ia merasakan jika mobil yang dikendarai nya sudah berhenti, tak lama setelah itu Disya pun mulai mengerjap kan matanya, ia menatap ke sekeliling, dan ternyata benar, ia sudah samapi di basemen apartemen nya.


"Sudah sampai kak??" Tanya Disya kepada Rafa, Rafa pun menoleh, Ternyata istrinya benar-benar sudah bangun.


"Iya sayang, kamu kok sudah bangun baru aja kita sampai, dan rencananya kakak mau gendong kamu sampai ke apartemen kita" Ucap Rafa.


"Jangan kak, aku kan sekarang berat, nanti kakak capek lagi kalau gendong aku" Benar saja, berat badan Disya saat ini sudah naik beberapa kilo sehingga benar apa yang dikatakan Disya jika Rafa menggendong nya pasti tak akan kuat karena ia sedang hamil dan berat badannya sudah bertambah.


"Nggak apa-apa sayang, kakak kuat kok, mau bukti??" Tanya Rafa dan Disya pun seketika menggeleng kan kepalanya, ia lebih memilih keluar dari dalam mobil dan segera berjalan masuk kedalam apartemennya.


Rafa pun tersenyum, ia kemudian segera keluar dan mengikuti Disya yang sudah berjarak cukup jauh darinya.


"Sayang tunggu" Rafa berlari mengejar istrinya, dan setelah Disya memasuki lift, Rafa pun segera ikut masuk juga kedalam lift tersebut.


Beberapa saat kemudian mereka pun keluar dari dalam lift dan segera berjalan untuk menuju apartemen mereka, setelah sampai mereka pun segera masuk.


Saat ini Ghina tengah berada di dalam kamarnya, pernikahan yang ia impikan sudah ada didepan matanya, tepatnya satu Minggu lagi ia akan menjadi istri sah dari Zian.


Tak lama setelah itu ponselnya pun berbunyi, dan ternyata Zian lah yang sedang menghubungi nya.


"Assalamualaikum calon istri ku" Ucap Zian yang membuat Ghina seketika tersenyum lebar.


"Waalaikum salam calon suami ku" Balas Ghina , dan Zian pun ikut tersenyum mendengar nya.


"Bagaimana keadaan mu sayang??" Tanya Zian yang memang masih khawatir terhadap kesehatan Ghina, Walaupun cuma demam, tapi itu semua itu disebabkan karena Ghina menjaganya dengan sangat baik di rumah sakit.

__ADS_1


"Alhamdulillah aku sangat baik mas, apalagi jika mendengar suara mas, membuat aku jadi lebih sehat dan bersemangat" Ujar Ghina.


Zian pun tertawa, ternyata calon istrinya itu bisa juga menggombal, dan itu membuat Zian senang.


__ADS_2