
Alisa turun dengan perlahan, Fandi sudah mewanti-wanti dirinya agar Alisa tak terlalu tergesa-gesa untuk menuruni tangga yang ada dirumahnya.
Fandi kali ini seketika menjadi cerewet jika menyangkut istrinya, dia tak mau nantinya terjadi sesuatu dengan istri ataupun anaknya.
Pandangan pertama kalinya yang dilihat adalah Papanya, Alisa pun tersenyum tidak menyangka jika papanya akan datang kerumahnya, sedangkan Mama Mira, beliau kini tengah berada di dapur untuk menyiapkan minuman untuk besannya Tersebut.
Alisa pun mendekat, ia cium punggung tangan Papa nya kemudian ia langsung memeluk Papanya.
Ada rasa rindu yang amat berat antara ayah dan anak tersebut.
" Bagaimana kabar kamu sayang ??", Tanya Papa Ardi kepada putrinya.
" Alhamdulillah Pah, Alisa baik-baik saja ", Jawab Alisa sambil melepaskan pelukan papanya.
Fandi yang melihatnya ikut tersenyum, ia akan bahagia jika istrinya tersebut bahagia,
Rafa, Anak itu tersenyum pada kakek nya, Tangannya pun langsung ia rentangkan, ia begitu rindu gendongan dari kakeknya.
Pak Ardi langsung saja mencium pipi cucu semata wayangnya,
Tak lama kemudian Mama Mira pun keluar, ia membawa beberapa minuman untuk dibawa ke ruang keluarga tersebut.
Alisa, ia sama sekali belum mengetahui jika sang Mama juga berada disana, senyumnya seketika melebar melihat wanita paruh baya yang telah melahirkan Suaminya itu juga berada di sini berkumpul bersama dengan dirinya dan lainnya.
" Mama ", Alisa pun langsung berdiri, kenapa ia bisa tak tahu jika sang Mama juga berada disini.
Mama Mira pun tersenyum, ia kemudian meletakkan nampan tersebut di atas meja, dan kini Alisa lah yang mengambil alih dengan apa yang Mama Mira kerjakan.
" Mama kenapa nggak bilang kalau mau datang ??", Tanya Alisa, Ini pasti rencana Suaminya, dan Alisa sama sekali tidak tahu.
" Mama dari satu jam yang lalu sayang, Gimana kabar kamu ??", Mama Mira kini duduk tepat disamping Fandi.
" Alhamdulillah ma, Alisa baik ", Jawab Alisa.
Hari ini berita kehamilan Alisa akan segera Fandi beritakan kepada seluruh keluarganya, Fandi ingin kabar bahagia ini juga menjadi kabar bahagia bagi keluarganya tentunya.
__ADS_1
" Mah, pah ", Ucap Fandi memanggil mama beserta papa mertuanya, mereka pun seketika menoleh, dan Alisa pun juga ikut menoleh memandang kearah Suaminya yang kini duduk bersebrangan dengan dirinya.
Semuanya pun terdiam, tapi mereka juga penasaran, ada apa Fandi memanggil mama dan papa mertuanya.
" Iya Fand, ada apa ??", Mama Mira pun membuka suara, dan Mama Mira ingin segera mengetahui apa yang akan di katakan oleh putranya.
" Ada yang ingin Fandi katakan pah, mah ", Ucap Fandi lalu, Fandi pun terlihat mengambil nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan pelan.
Papa Ardi dan Mama Mira pun diam, menunggu putra mereka untuk melanjutkan apa yang ingin dikatakan nya.
" Mah, pah, kami mau memberitahukan jika Alisa hamil lagi pah, mah ", Ucap Fandi, Papa Ardi dan Mama Mira saling pandang, apakah mereka salah dengar, tapi kedua wajah mereka terlihat sangat bahagia.
" Apakah benar sayang??", Tanya papa Ardi yang kini tepat berada di sebelah putrinya.
Alisa pun mengangguk dan tersenyum,
" Iya Pah, Alisa hamil ", Ujar Alisa.
Mama Mira yang berada di samping Fandi juga tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.
Mama Mira mengharapkan jika Fandi tak mempunyai hanya satu anak, Mama Mira ingin Fandi memiliki anak lebih dari satu.
Papa Ardi pun juga begitu, ia juga sangat bahagia, ia akan mendapatkan cucu lagi dari putrinya.
Tak lama kemudian Bi Jum datang, Bi Jum memberitahukan jika makan malam sudah siap, Alisa pun mengangguk dan mengucapkan terimakasih, dan Alisa pun mengajak semua untuk segera makan malam bersama.
Satu jam kemudian, makan malam sudah selesai, Mereka kembali berbincang-bincanf di ruang tengah, Sedangkan kini Alisa dan Mama Mira tengah bersama dengan Rafa sedang bermain bersama dikamarnya.
" Kamu sudah memeriksakan kandungan mu sayang ??", Tanya Mama Mira.
Alisa pun menggeleng, " Belum mah, Rencananya masih besok ", Jawab Alisa.
" Ya sudah, yang terpenting kamu jaga kandungan kamu, jangan terlalu capek di kantor, dan mintalah Fandi membantu kamu sayang ", Ujar Mama Mira.
" Iya mah, Makasih ya mah udah perhatian banget sama Alisa, Alisa bahagia punya Mama ", Alisa kemudian memeluk Mama Mira.
__ADS_1
" Mama juga bahagia sayang ", Jawab Mama Mira Sembari mengelus punggung menantunya tersebut.
Pukul 9 malam, Mama Mira sudah pulang setelah pak Rizal menjemputnya tadi, dan kemudian Papa Ardi, Awalnya Papa Ardi ingin lebih lama tapi mengingat masih ada pekerjaan yang ia kerjakan jadi secara terpaksa Papa Ardi pun juga berpamitan pulang kepada Putrinya.
Fandi dan Alisa pun masuk kedalam kembali, rafa sudah tidur sejak satu jam yang lalu,
Kini mereka sudah berada di atas ranjang, mereka sedang duduk bersama dengan bersandar di sandaran ranjangnya.
Tangan Fandi masih mengelus perut rata istrinya, kadang ia juga menciumi tangan istrinya.
" Mas, kamu gak bosen apa cium-cium terus ",
Fandi pun terkekeh, " Mas gak akan pernah bosan sayang, mas itu suka cium-cium kamu ", Fandi kembali mencium istrinya, tapi ciuman itu berpindah ke seluruh wajah istrinya dan tak lupa bibir ranum istrinya yang tak mungkin ia lupakan.
Alisa tak mau mengingkari, ia menikmati ciuman yang diberikan oleh suaminya, awalnya hanya biasa saja, tapi lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi ******* dan gigitan kecil yang membuat Alisa pun mendelikkan matanya.
Alisa pun melepas ciumannya dengan paksa, ia sudah kehabisan nafas,
Wajahnya pun seketika ia palingan dan tak menoleh ke arah Suaminya.
" Udah mas aku ngantuk ", Alisa pun membaringkan tubuhnya, ia mencoba memejamkan matanya tapi tidak bisa, ia sudah terganggu dengan tangan Fandi yang sudah bergerak-gerak di dalam bajunya,
Fandi pun tersenyum menang, ia ingin mendapat lebih dari ciuman tadi.
" Sayang ??", Fandi membisikkan kata itu tepat di telinga Alisa membuat Alisa kegelian.
" Mas, ingat aku lagi hamil, kita belum ke dokter sama sekali ", Fandi pun seketika berhenti, ia baru ingat jika Istrinya sedang hamil, ia pun mengurungkan niatnya, tali Tangannya kini berubah ke arah kepala istrinya, ia usap pelan rambut Alisa dengan penuh kelembutan.
" Maafin mas, mas lupa sayang ", Fandi pun masih mengusap-usap rambut Alisa sehingga membuat Alisa cepat tertidur.
Alisa sudah terlelap, dan Fandi pun mencium kening istrinya dengan lembut.
Setelah itu Fandi kini juga ikut tidur, ia tarik selimut dan ia selimuti tubuh istrinya terlebih dahulu dan kemudian dirinya,
Tak lama kemudian Fandi pun juga sudah terlelap sambil memeluk tubuh istrinya dari dalam selimutnya
__ADS_1