Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
63


__ADS_3

Keesokan paginya Fandi mengantar Alisa sebelum ia berangkat ke Resto, Fandi sangat khawatir jika meninggalkan Alisa sendiri di apartemen nya.


Tak perlu memakan waktu lama Fandi dan Alisa sudah sampai di depan gerbang rumah Alisa,


Pak Galih yang melihat mobil menantu majikannya langsung saja membuka gerbang dan mempersilahkan mobil Fandi untuk masuk.


" Selamat pagi Den, Non ", Ucap Pak Galih.


" Selamat pagi juga Pak ", Ucap Fandi yang sudah menurunkan kaca mobilnya dan hendak untuk masuk.


Setelah Turun dari mobil, mereka masuk kedalam rumah dan menuju ruang makan yang sudah ada Papa dan Kakek nya yang akan sarapan pagi.


" Assalamualaikum Pah, Kek?? ", Ucap Alisa dan Fandi bersama.


Papa Ardi dan Kakek Bagas sangat terkejut akan kedatangan Putri dan menantunya pagi ini.


" Waalaikum salam ", Jawab mereka bersama.


Kemudian Fandi dan Alisa mencium tangan Papa dan Kakek nya.


Kemudian mereka menyeret tempat duduk di meja makan tersebut.


" Tumben kesini Pagi - pagi sekali ", Ucap Kakek kepada Fandi.


" Iya kek, hari ini saya mulai bekerja lagi Di Resto, dan saya tidak tega melihat Alisa sendirian di Apartemen selama saya tinggal", Ucap Fandi menjelaskan.


" Baguslah kalau begitu, jadi hari ini aku tidak kesepian", Ucap Kakek senang.


" Kalian sudah sarapan?? ", Tanya Papa Ardi.


" Sudah pah, Kita sudah sarapan tadi ", Ucap Alisa.


" Mas, kamu mau kopi lagi ", Tanya Alisa.


" Boleh sayang ", Ucap Fandi.


" Ya udah, mas tunggu dulu aku buatin ", Ucap Alisa dan beranjak dari tempat duduknya.


" Papa mau teh???, Dan Kakek pastinya Susu jahe ", Ucap Alisa.


" Iya sayang, kamu selalu ingat minuman kesukaan Papa dan Kakek ", Ucap Papa Ardi.


" Ya sudah, tunggu sebentar, biar Alisa sendiri yang buat ", Ucap Alisa.


Alisa sudah berjalan menuju dapur, Kini tinggal mereka bertiga yang sedang duduk bersama di ruang tengah.


" Bagaimana Alisa Fand???, Apa dia merepotkanmu??? ", Tanya Papa Ardi.


" Tidak Pah, Alisa istri yang sangat baik, dia memperlakukanku juga sangat baik, Dia tidak pernah manja sama sekali, dia melakukan semua hal sendiri ", Ucap Fandi.


" Syukur lah Fand, aku sempat takut jika Alisa merepotkanmu, Meskipun dia sudah berubah tapi Papa tidak pernah menyangka dia bisa berubah Banyak sekali dari yang dulu", Ucap Papa Ardi.

__ADS_1


" Sebenarnya Fandi sangat keberatan jika Alisa melakukannya sendirian, Fandi pernah menawarkan Alisa untuk menyewa jasa Pembantu Rumah tangga, Tapi dia menolak pah ", Ucap Fandi.


" Biarkan saja Fand, kalau itu permintaan Alisa sendiri, meskipun kita juga tidak tega tapi biarlah asal Alisa bisa bahagia ", Ucap Kakek Bagas.


" Bagaimana Restomu Fand?? ", Tanya Papa Ardi.


" Alhamdulillah Pah, sejauh ini lancar dan selalu ramai pengunjung ", Ucap Fandi.


" Alhamdulillah kalau begitu ", Ucap Papa Ardi.


Mereka pun kemudian membahas tentang masalah bisnis.


Sedangkan Alisa dibelakang tengah membuat minuman yang akan dibawanya menuju ke Orang - orang terkasih untuk Alisa.


" Sudah Non, biar Bibi saja ", Ucap Bibi yang melihat Nonanya sedang sibuk di dapur.


" Sudah Bi, Bibi lakukan pekerjaan yang lain aja, biar aku yang buatin minuman ", Ucap Alisa menolak.


Bibi pun hanya pasrah, tugas nya untuk membuat minuman sudah diambil alih oleh Alisa.


" Oh iya Bi, Nanti bantuin aku buat kue ", Ucap Alisa.


" Memangnya Nona mau buat kue apa ", Tanya Bibi.


" Aku ingin buat Brownies buat Mas Fandi, Papa dan juga Kakek ", Ucap Alisa.


" Iya Non, pasti Bibi bantu ", Ucap Bibi sambil tersenyum.


Ketiga orang tersebut menyudahi pembicaraan nya ketika melihat Alisa datang, " Makasih sayang ", Ucap Fandi yang menerima secangkir kopi dari istrinya tersebut.


Begitu juga Papa dan Kakeknya juga merasa sangat senang dan berterima kasih kepada putri nya tersebut.


Setelah lama berbincang - bincang, akhirnya Papa Ardi dan Fandi berangakat menuju Kantor dan Resto,


Alisa dan Kakek Bagas mengantar mereka sampai ke teras depan.


Alisa kemudian mencium tangan Fandi, tak lupa rutinitas Fandi sekarang dengan mendaratkan sebuah ciuman dikening Alisa.


" Aku berangkat dulu ya sayang ", Ucap Fandi sambil mengelus kepala Alisa.


" Iya Mas, hati - hati ", Ucap Alisa kepada suaminya.


Kemudian Fandi beralih ke Kakek Bagas untuk berpamitan.


" Papa berangkat dulu ", Ucap Papa Ardi.


Alisa juga tak lupa mencium tangan Papanya.


" Hati - hati kalian dijalan ", Ucap Kakem kepada Papa Ardi dan Fandi.


" Iya pah, Iya kek ", Ucap Mereka bersamaan.

__ADS_1


Kemudian mereka berdua memasuki mobil masing - masing dan berangkat menuju ke arah yang berbeda.


Setelah Mobil kedua majikannya sudah keluar Pak Galih pun segera menutup kembali Pintu gerbang utama rumah tersebut.


Papa Ardi kini berbelok ke arah Kanan menuju ke Kantor pusat " Bachtiar Group ".


Sedangkan Fandi berbelok ke arah kiri untum menuju ke Restonya " Fandys Food ".


Setelah keberangkatan Papa dan Suaminya Alisa segera menuju ke kamarnya, Jujur ia sangat merindukan kamar yang selalu ia tempati mulai dia kecil.


Alisa kemudian membanting tubuhnya ke arah kasur empuknya,


Ia kemudian melihat foto Pernikahannya bersama Fandi yang sudah terpasang di dalam kamar tersebut.


" Pasti Papa yang sudah memasangnya ", Gumam Alisa dalam hatinya.


Setelah beberapa lama ia berada didalam kamarnya, Ponsel Alisa tiba - tiba berbunyi, Ia sudah tau siapa yang akan menelfonya sekarang " Pasti Mas Fandi ", Ucap Alisa yang mengambil ponsel dari dalam tasnya.


Benar ucapan Alisa, Fandi kini sudah menelfonnya ", Baru aja setengah jam yang lalu, kamu sudah telfon aku mas ", Ucap Alisa sambil menggeser tombol berwarna hijau di layar ponselnya.


" Assalamualaikum sayang ", Ucap Fandi dari balik telfon.


" Waalaikum salam mas?? ", Jawab Alisa.


" Mas, ini baru setengah jam yang lalu tapi kamu sudah menelfonku ", Ucap Alisa.


Fandi pun hanya tertawa.


" Aku sudah Rindu padamu sayang", Ucap Fandi.


" Mas, Kamu itu ", Ucap Alisa.


" Aku akan menelfonmu satu jam sekali sayang, jadi kamu jangan pernah meninggalkan ponselmu ", Ucap Fandi.


" Mas, kamu itu sedang bekerja, Mana mungkin kamu bisa menelfonku satu jam sekali ", Ucap Alisa yang sudah menggelengkan kepalanya.


" Sayang, apa kamu lupa, bukannya aku pemilik Restonya, jadi kapanpun aku bisa menelfonmu tanpa ada yang memarahiku ", Ucap Fandi.


Alisa oun kemudian Tertawa, " Iya mas, aku lupa jika kamu bosnya, dan aku karyawanmu", Ucap Alisa.


" Iya sayang karyawanku yang sekarang telah menjadu istriku ", Ucap Fandi


" Ya sudah mas, sebaiknya kamu tutup telfonnya, jika nanti ada karyawan yang tahu gimana?? ", Tanya Alisa.


" Kamu gak perlu khawatir sayang, Pintu Bos selalu tertutup ", Ucap Fandi.


" Iya mas,Ya sudah mas aku mau kebelakang dulu, aku mau buat sesuatu untuk kamu ", Ucap Alisa.


" Iya sayang, Jangan lupa bawa selalu ponselmu ", Ucap Fandi.


" Iya mas, Assalamualaikum ", Ucap Alisa.

__ADS_1


" Waalaikum salam ", Jawab Fandi.


__ADS_2