
Keesokan paginya sebelum Alisa dan Fandi berangkat ke kantor, Baby sitter yang dikirim agen penyaluran tersebut sudah sampai dihalaman rumah Fandi dan Alisa, dia seorang wanita berjilbab, beda dengan orang pilihan Alisa kemarin, ibu pengelola tersebut merasa jika customer nya tersebut tidak nyaman dengan para baby sitter cantik yang biasanya akan berpenampilan sexy dan tentunya pasti kebanyakan akan menggoda para Majikannya.
Maka dari itu malam tadi tiba-tiba ada seorang perempuan yang berjilbab datang untuk mencari pekerjaan jadi ibu pengelola tersebut mengirimkan dia untuk menjadi baby sitter di rumah Alisa.
Dia bernama Heni, setelah bertanya kepada pak Udin yang ada di depan untuk memastikan alamat nya , Heni kemudian masuk dan segera mendekat ke arah pintu.
Dengan sangat hati-hati dia mengetuk pintu rumah besar tersebut, " Assalamu'alaikum ", Ucap Heni saat mengetuk pintu tersebut, setelah mengetuk Heni diam menunggu seseorang yang akan membukakan pintu untuknya.
Bi Jum segera berjalan ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar, memang hari ini sangat pagi sekali untuk orang yang akan bertamu ke rumah seseorang, dengan segera karena takut tamu itu orang penting yang akan bertemu majikannya segera bi Jum membuka pintu rumah tersebut.
" Waalaikum salam, cari siapa ya mbak ??", Tanya Bi Jum yang belum pernah bertemu dengan wanita berjilbab itu, Bi Jum memperhatikan dari atas sampai kebawah orang yang ada dihadapannya tersebut.
" Saya Heni Bu, saya di kirim oleh agency baby sitter, dan saya disuruh kemari ", Ujar Heni menjelaskan.
" Oh ya silahkan masuk dulu mbak, saya panggilkan Nona dulu ", Ujar bi Jum mempersilahkan Heni duduk terlebih dahulu, dengan senyum malunya Heni kemudian duduk di sofa empuk yang ada di ruang tamu tersebut.
Bi Jum kemudian kebelakang meninggalkan Heni yang duduk sendiri di ruang tamu, sebelum itu Bi Jum naik ke atas untuk memanggil Alisa dan Fandi terlebih dahulu.
Suara ketukan pintu dari arah luar mengagetkan Fandi dan Alisa yang kini tengah sibuk bersiap-siap menuju ke kantor,
Alisa dengan segera membukakan pintu kamarnya dan terlihat bi Jum yang sedang berdiri disana.
" Non, di bawah ada seorang wanita yang katanya akan menjadi Baby sitter Den Rafa ", ujar bi Jum memberitahukan.
Alisa Kemudian teringat jika akan ada seorang baby sitter pagi ini yang akan datang kesini,
" Baiklah Bi, suruh dia tunggu dulu ya, saya mau siap-siap dulu ", Ujar Alisa.
" Iya Non, kalau begitu saya permisi kebawah dulu ", Ujar bi Jum yang akan kembali ke bawah dan menuju dapur.
Bi Jum kembali menuruni tangga untuk menemui Heni yang masih ada di bawah menunggu Bu Jum kembali,
" Sebentar mbk, Nona masih diatas, kalau begitu saya tinggal dulu ke belakang ", Ujar bi Jum.
__ADS_1
" Iya Bi ", Jawab Heni tersenyum.
Tak lama kemudian Bu Jum kembali lagi dengan membawa secangkir teh untuk Heni,
" Silahkan di minum mbak ", ujar bi Jum sambil meletakkan cangkir tersebut di hadapan Heni.
" Terimakasih Bi ", Tak lama kemudian Alisa datang dengan menggendong Rafa, Alisa kemudian segera menghampiri tamunya yang sedang menunggu di ruang tamu.
Setelah mereka berdua bersalaman, ada rasa aneh yang ada dipikiran Alisa, " Bukannya yang ku pilih bukan wanita ini ", Gumam Alisa dalam hatinya, yang datang sekarang bahkan jauh dari perkiraan nya.
" Nama saya Heni Bu, saya di kirim oleh ibu pengelola agen tempat ibu mencari baby sitter ", Ujar Heni.
" Saya Alisa, apa mbak bisa merawat seorang bayi ??", Tanya Alisa.
" Saya sudah punya anak Bu, jadi ibu tak perlu khawatir saya bisa merawat bayi dengan baik", Jawab Heni meyakinkan.
Heni, dia wanita berumur 29 tahun, dia sudah mempunyai anak yang berumur 7 tahun dan sudah bersekolah di sekolah dasar.
" Oh ya boleh saya tahu, mbak ini asli mana ??", Tanya Alisa yang ingin mengetahui asal usul orang yang akan menjadi Baby sitter putranya.
" Baiklah mbak, tapi maaf ya mbk, mbak akan saya pantau dulu bagaimana kerja mbak selama satu bulan ini ", Ujar Alisa.
" Iya Bu, Saya akan bekerja dengan baik dan tentunya akan menjaga putra ibu dengan baik", Ujar Heni meyakinkan.
" Suami mbak tau kalau mbak bekerja disini ??", Tanya Alisa.
" Iya Bu, suami saya tahu, jika diperkenankan saya akan pulang setiap hari, dan saya akan kesini pagi-pagi sekali ", Ujar Heni.
" Baiklah mbk, kalau begitu mbak Heni bisa mulai bekerja hari ini ", Ujar Alisa.
Heni segera menggendong Rafa untuk diajaknya bermain, dan Alisa pun kembali ke atas untuk menemui suaminya, saat akan berjalan ke lantai atas ia berpapasan dengan Bi Jum.
" Bi tolong lihat mbak Heni duku ya, jujur saya masih belum percaya dengan dia ", Ujar Alisa kepada Bi Jum.
__ADS_1
" Baik Non, Bi Jum segera berjalan ke arah Heni yang sedang berada di taman samping rumah itu, terlihat Heni sangat telaten merawat Rafa, bayi tersebut juga tak rewel saat Heni mulai menggendong nya.
Bi Jum mengawasi sambil ia menyapu di sekitar tempat itu, Bi Jum juga masih was-was dengan orang baru yang ada dirumah ini.
" Mbak boleh saya tanya ??", Ujar bi Jum saat berhenti di tempat dimana Heni dan Rafa duduk.
" Iya Bi, tanya apa ??", Tanya Heni.
" Dulu nya Mbak pernah kerja dimana??", Tanya Bi Jum yang ingin mencari informasi.
" Saya dulu pernah bekerja sebagai ART sebelum saya menikah, dan saya kemudian berhenti ", Ujar Heni.
" Kenapa mbak berhenti ??", Tanya Bi Jum semakin penasaran.
" Saya sudah tidak diperbolehkan bekerja sama suami saya dan saya harus sepenuhnya mengurus suami saya bi ", Ujar Heni.
Alisa kini tengah menunggu suaminya yang sedang mandi, setelah menunggu beberapa menit akhirnya Fandi keluar dengan menggunakan handuk saja yang dililitkan di pinggangnya.
" Mas, kamu tuh kalau keluar mesti kayak gini", Ujar Alisa yang merasa tergoda dengan bentuk lekuk tubuh Suaminya.
" Kenapa ??, Kamu suka kan kalau mas kayak gini ??", Ujar Fandi yang ingin menggoda istrinya lebih jauh.
Alisa semakin malu saat melihat suaminya mendekat, " Mas sudah jangan kayak gini dong, ini udah siang ", Ujar Alisa mengingatkan.
" Maaf sayang, habisnya kamu juga menggoda menurut mas ", Ujar Fandi.
" Ya sudah sebaiknya mas segera pakai baju mas, dan lihat ini udah jam 7 nanti mas telat lagi ",
Alisa kemudian segera mengambil pakaian untuk suaminya dan kemudian membantu suaminya untuk mengenakannya.
" Sudah mas sudah ganteng, kali begitu ayo kita kebawah duku, dan akan aku kenalkan dengan baby sitter Rafa yang baru ", Ujar Alisa.
Alisa dan Fandi segera turun dan menuju ruang makan dan mbak Heni juga terlihat menghampiri kedua majikannya.
__ADS_1
Fandi yang melihat mbak Heni seperti mengenal nya, tapi dimana , Fandi kini mencoba mengingatnya.