
Alisa kini sedang berada di rumah Papanya sejak pukul 3 sore tadi, Alisa kini sedang merebahkan tubuhnya di atas kasurnya dan tengah memandangi ponselnya yang sedari tadi belum ada pesan masuk atau panggilan dari Suaminya.
Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu yang mengagetkan Alisa,
Terlihat Papa Ardi yang tengah menggendong Rafa dan membuka pintu kamarnya.
Papa Ardi kemudian masuk kedalam kamar Alisa dan ingin berbicara kepada putrinya tersebut.
Rafa kemudian diserahkan kepada Alisa lalu Rafa segera di rebahkan karena ia sekarang lebih aktif dan lebih suka jika dia tengkurap sambil memegang mainannya.
" Bagaimana pekerjaan kamu sayang ??", Tanya Papa Ardi kepada putrinya.
Pak Ardi takut jika tugas yang ia berikan kepada putrinya akan membuat beban bagi Alisa karena Alisa masih belum pernah terjun ke dunia bisnis.
" Alhamdulillah Pah, semua lancar Papa tidak perlu khawatir lagi karena mas Fandi juga sering membantu dan mengajari aku ", Ujar Alisa.
"Syukur lah sayang, Papa tahu pasti Fandi tidak akan membiarkan kamu bekerja sendiri pasti Fandi akan membantumu jika kamu sedang memerlukan bantuan nya".
" Ternyata Papa gak salah menjadikan Fandi menantu Papa",
Alisa pun tersenyum mendengar penuturan dari Papa nya,
" Mas Fandi selalu melakukan yang terbaik pah, Papa jangan khawatir, percaya pada kami berdua kami tidak akan mengecewakan Papa", Ujar Alisa kepada Papa nya.
Alisa kemudian turun bersama Papa nya dengan menggendong Rafa, Alisa sudah bosan menunggu kabar dari suaminya yang sedari tadi ia nanti-nanti kan dari ponselnya.
Kakek Bagas juga terlihat sedang santai dengan televisi yang sedang ia putar sedari tadi.
Saat melihat Cicit nya datang kakek Bagas pun tersenyum senang,
Kakek Bagas tidak dapat menggendong Rafa karena ia merasa takut karena badannya yang sudah tua , ia tak mau jika nantinya ia tak bisa mengontrol kelincahan Rafa saat berada di pangkuannya.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang sedang berhenti di halaman depan membuat Alisa seketika tersenyum.
" Pah, titip Rafa ya, aku mau buka pintu dulu ",
Alisa kemudian menyerahkan Rafa ke Papanya lagi, kemudian ia segera berjalan ke arah pintu belakang dan melarang Bi Minah untuk membukanya.
" Biar aku saja Bi, Bibi kedalam aja ", Ujar Alisa.
Bi Minah pun dengan tersenyum kembali menuju ke arah dapur kembali, sementara itu Alisa segera menuju ke pintu depan untuk membukakan pintu untuk suaminya.
__ADS_1
Fandi yang baru saja sampai langsung disambut hangat oleh Alisa dengan senyumnya yang manis membuat Fandi ikut tersenyum kepada istrinya tersebut.
Fandi dan Alisa segera masuk kedalam rumah dan melihat Papa Ardi, kakek Bagas beserta Rafa putra nya yang sedang berada di ruang tv.
"Assalamualaikum Pah, kek ", Ucap Fandi saat masuk kedalam ruang tengah.
" Waalaikum salam Fand ",Jawab Papa Ardi dan kakek Bagas secara bersamaan.
Fandi kemudian meminta izin untuk membersihkan badannya terlebih dahulu mengingat ia seharian ini belum mandi sama sekali.
" Alisa ke atas dulu ya pah, titip Rafa lagi gak apa-apa kan pah?", Tanya Alisa.
Pak Ardi Tahu jika putrinya itu tak mau merepotkan orang lain, tapi jika Papa Ardi direpotkan dengan cucunya pastinya tidak akan menolak sama sekali.
"Iya sayang, Papa senang kok, apalagi cucu Papa ini sangat lucu, jadi papa sangat bahagia sekali ",.
Alisa segera ke atas, menemani suaminya yang sangat terlihat lelah dari raut wajahnya, betapa tidak berkas yang di bawa oleh PT. Surya Bakti indah sangat membuat ia kelelahan dua hari ini.
Alisa segera menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi, rasa lelah ditubuh Fandi akan segera hilang ketika badan nya sudah tersentuh oleh air hangat yang sudah disiapkan oleh Alisa.
Fandi kemudian menarik tangan Alisa masuk kedalam kamar mandi, Alisa pun mengerucutkan bibirnya, Alisa pasti mengira kejadiannya akan lebih dari sekedar mandi.
" Mas kamu mau apa ??, aku mau keluar ah, Rafa nungguin mau minta ASI ", Ujar Alisa yang ingin kabur dari genggaman tangan Fandi.
Alisa pun bernafas lega, ternyata suaminya hanya meminta di ambilkan handuk yang tertinggal tadi,
Alisa pun segera menyerahkan handuk berwarna putih tersebut dan saat Alisa hendak keluar dari kamar mandi lagi-lagi tangan kekar Fandi menghalangi tubuhnya.
" Ada apa lagi mas ??", Tanya Alisa.
" Tunggu mas mandi ya sayang, tapi tunggunya disini ",
Alisa pun heran mendengar kata-kata suaminya yang sangat manja kepada dirinya.
" Mas, kamu kan lagi mandi masa aku lihat mas mandi, kan malu ??", Ujar Alisa.
Fandi pun tertawa mendengar perkataan istrinya.
" Kenapa harus malu sayang, kan sudah tahu satu sama lain ", Ujar Fandi menggoda membuat wajah Alisa seketika merona.
" Sudah mas, jika kamu tak segera mandi aku keluar saja ",
__ADS_1
Alisa pun mulai kesal dengan tingkah suaminya, entah apa yang membuat pikiran suaminya tiba-tiba aneh seperti ini.
Fandi pun mulai melepas semua pakaian yang ada di tubuhnya, satu persatu kancing sudah Fandi lepaskan satu persatu.
" Beneran nih gak mau mandi lagi ??",
" Nggak !!!",Jawab Alisa singkat.
Alisa pun mulai kesal, apalagi ia tak bisa keluar karena pintu dikunci oleh Fandi dan entah dimana sekarang keberadaan nya.
Fandi pun terkekeh melihat Alisa kesal,
" Sayang kamu lucu kalau ngambek kayak gini", Ujar Fandi sambil merendamkan tubuhnya di air hangat tersebut.
Masih ada saja kalimat yang diucapkan suaminya membuat mandi tersebut terasa lama.
Tak lama kemudian Fandi sudah selesai membersihkan tubuhnya dan tak sanggup meraih handuk yang ia gantungkan.
" Sayang, bantuin mas ambil handuk dong ??", Rengek Fandi dengan manjanya kepada istrinya.
Alisa pun dengan segera berjalan meraih handuk dan menyerahkan handuk tersebut ke suami nya.
Fandi pun mengambil handuk yang diberikan istri nya dan Fandi tiba-tiba berdiri dan membuat Alisa seketika menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Mas kamu tuh ya ", Ujar Alisa.
Fandi kemudian berjalan melewati Alisa yang masih menutup wajahnya,
Handuk tersebut sudah ia lilitkan di pinggangnya dan kemudian Fandi segera keluar.
" Sayang mana baju mas ??", Teriak fandi yang sudah berada didalam kamarnya.
Mendengar itu seketika Alisa membuka kedua telapak tangannya dan melihat sekelilingnya.
Segera Alisa keluar dari dalam kamar mandi dan menuju suaminya yang tengah duduk di pinggir ranjang nya.
"Kok lama sih sayang, mas nunggu kamu lho dari tadi " Ujar Fandi.
Alisa tak mendengar kan dan terus membuka
lemari pakaiannya yang ternyata masih tersimpan pakai santai Fandi yang ada di dalam kamarnya.
__ADS_1
Segera Alisa mengeluarkan kaos berwarna abu-abu dan celana jeans pendek untuk suaminya kenakan, tak lupa dalamannya yang juga ada di dalam lemari tersebut.
" Aku tunggu di bawah jangan lama-lama mas ", Ujar Alisa ketus dan membuat Fandi seketika tertawa.