Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
165


__ADS_3

Fandi masih menampakkan wajah cemberut nya di lantai bawah membuat Papa beserta Kakek nya pun bertanya-tanya.


" Kenapa kamu sayang ??", Tanya Papa Ardi kepada Alisa.


Alisa pun seketika tersadar dan merubah mimik wajahnya yang semula cemberut menjadi tersenyum.


" Alisa gak apa-apa kok pah", Ujar Alisa kepada Papa nya.


Alisa Kemudian mengambil Rafa dari pangkuan Papa nya untuk mengalihkan pembicaraan Papa nya.


Tak lama kemudian Fandi sudah turun dari kamarnya dengan wajah segarnya setelah melakukan aktifitas mandinya.


Papa Ardi pun langsung saja mengajak putri beserta menantunya untuk segera menuju ke meja makan untuk makan malam yang sudah di siapkan oleh Bi Minah tadi.


Merekapun makan malam dengan hening tak ada satu pun yang mengeluarkan suara selama makan malam berlangsung.


Setelah selesai kakek pun segera pergi istirahat karena merasa sudah sangat lelah karena usia faktor usianya.


Lain halnya dengan Alisa dan Fandi, kini mereka tengah berada di samping rumah sedang menikmati udara malam di bawah pepohonan yang ada di sekitar kolam renang.


"Sayang ada yang ingin mas bicarakan sama kamu ", Ujar Fandi dengan tatapan serius, ia harus terlebih dahulu membicarakan perihal keberangkatannya ke Bandung bersama Denis, ia tak mau istrinya akan tahu mendadak karena Fandi akan memakan waktu cukup lama selama satu Minggu disana .


" Iya mas, mau bicara apa ??", Alisa pun terlihat antusias dengan apa yang akan dibicarakan Suaminya melihat ada keseriusan yang terpancar dari mata suaminya.


" Lusa mas dan Denis harus ke Bandung sayang, dan mas akan disana selama satu Minggu ", Ujar Fandi kepada Alisa.


Alisa pun mengerti dengan pekerjaan suaminya, mengingat dua hari ini suaminya lembur dan pulang malam, jadi Alisa pun mengizinkan suaminya untuk pergi meskipun harus berat di tinggal suaminya untuk yang kedua kalinya keluar kota.


"Iya mas, tapi kamu harus tetap jaga kesehatan kamu, dan jangan lupa makan, kamu itu sering sekali lupa makan siang", Ujar Alisa mengingatkan Suaminya.


" Iya sayang, makasih ya selalu perhatian sama mas ",


" Itu sudah pasti mas, sebagai istri aku akan selalu memperhatikan mu ",.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan Fandi sudah mulai mengantuk, malam ini kita tidur disini saja sayang, mas sangat lelah sekali ", Ujar Fandi yang kemudian mengajak istrinya untuk kembali ke kamar.


Fandi melihat putra nya yang sudah tertidur pulas membuat ia tersenyum bahagia, Fandi tak menyangka akan memiliki keluarga yang sangat bahagia seperti ini.

__ADS_1


" Sayang, kamu gak mau cari Baby sitter ??", Tanya Fandi kepada Alisa.


" Maunya sih gitu mas, aku sudah memikirkannya, tapi aku mau baby sitternya yang udah ibu-ibu mas, jadi mengerti jika harus mengurus bayi, dan yang terpenting sudah berpengalaman ", Ujar Alisa.


" Baiklah sayang, aku serahkan semuanya kepada mu, jika suka mas juga suka ",


Mereka pun kemudian segera tidur karena harus bekerja kembali besok pagi.


Keesokan harinya seperti biasa Alisa bangun pada waktu shubuh dan segera bergegas sholat dan kemudian turun kebawah untuk membantu Bi Minah di dapur, meskipun di rumah tersebut tak hanya bi Minah tapi Alisa masih tetap ingin membantu pekerjaan di dapur, apalagi jika ada suaminya pastinya Alisa sendiri yang akan menyiapkan sarapan untuk suaminya tersebut.


Alisa kini tengah menyiapkan kopi hitam untuk suaminya, dan teh rendah gula untyu Papa beserta kakeknya.


Fandi kemudian turun dengan menggendong Rafa, setelah Alisa keluar dari kamar Rafa kemudian terbangun dan Fandi langsung saja mengajak putranya tersebut keluar dari kamarnya.


" Mas kayaknya aku gak kerja deh hari ini, aku mau pulang kerumah aja ", Ujar Alisa sambil membawa secangkir kopi untuk Fandi.


" Terimakasih sayang ",.


Alisa kemudian mengambil Rafa dari gendongan suaminya dan duduk di sebelah Suaminya.


" Aku selalu menyukai kopi buatanmu sayang sejak pertama kali kamu di resto dulu ", Ujar Fandi mengingat.


Alisa pun tersenyum, tak menyangka jika Fandi akan menyukai kopi buatannya sejak pertama kali Alisa membuatkannya di resto dulu.


" Gak sangka sayang ternyata pegawai ku jadi istriku ", Ujar Fandi terkekeh.


" Iya mas, kamu kan dulu bos aku, ternyata jadi suami ku ", Jawab Alisa.


Mereka pun jadi mengingat masa lalu mereka yang membuat Alisa dan Fandi jadi tersenyum ketika mengingatnya.


Alisa tadi sudah berbicara kepada Papa nya jika ia tak dapat ke kantor hari ini dan Papa nya lah yang akan datang menggantikannya.


Alisa dan Fandi sudah berpamitan dan segera berangkat menuju rumahnya terlebih dahulu, Setelah mengantarkan istrinya Fandi kemudian berangkat menuju kantornya untuk persiapan besok ke Bandung.


🌼🌼🌼


Sementara itu setelah Denis berbicara kepada istrinya Nisa terlihat sangat sedih jika harus berpisah dengan suaminya meskipun cuma satu Minggu.

__ADS_1


" Kamu jaga baik-baik kesehatan kamu ya sayang, Abang cuma satu Minggu gak lama kok ", Ujar Denis kepada Nisa.


Nisa yang tak pernah ditinggal pergi suaminya hanya pasrah saja karena ini merupakan tugas dari kantor Suaminya.


"Kamu juga bang, harus jaga kesehatan dan makanan kami, dan yang pastinya jaga hati kamu, cewek bandung kan cantik-cantik bang, aku takut kamu tertarik dengan perempuan lain ",Ujar Nisa yang membuat Denis tersenyum.


" Kamu tenang saja yang, Abang akan jaga hati Abang hanya untuk kamu, kamu gak perlu kuatir yang??, percaya sama Abang ", Ujar Denis meyakinkan, ia tau istrinya begitu sangat mencintainya hingga takut kehilangan dirinya.


" Ingat yang, Abang cuma cinta sama kamu, dan selamanya akan selalu cinta ", Ujar Denis yang kemudian mengecup kening Nisa.


" Aku percaya bang ", Jawab Nisa.


Mereka pun kini bersiap untuk pergi kekantor,


" Oh ya, nanti Abang gak lembur lagi kok, jadi tunggu Abang jemput ya, jangan naik taksi ", Ujar Denis.


" Iya bang ", Jawab Nisa dengan tersenyum.


Nisa sudah sampai di gedung megah tempat ia bekerja,dan Deni pun sudah pergi dan pergi menuju tempat kerjanya.


Nisa segera masuk kedalam dan segera menuju ke ruangannya,


Saat ia duduk dan membersihkan mejanya terlihat bukan Alisa yang masuk kedalam ruangan Presdir tersebut melainkan Pak Ardi Bachtiar, Pemilik perusahaan besar ini.


" Selamat pagi Pak ", Ucap Nisa saat Pak Ardi akan masuk kedalam ruangan tersebut.


" Selamat pagi, kamu sekertaris putriku ??", Tanya Pak Ardi kepada Nisa.


" Iya Pak, saya sekertaris Bu Alisa ", Ujar Nisa.


Pak Ardi pun tersenyum kepada Nisa dan kemudian segera masuk kedalam ruangannya.


Pak Ardi kemudian mengangkat gagang telpon Yang ada di meja nya dan langsung menyambungkan kearah meja Nisa.


" Nisa tolong kamu ke ruangan saya ", Ujar Pak Ardi kepada Nisa


Setelah mendapatkan perintah dari Pak Ardi Nisa pun langsung masuk kedalam ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2