Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 74


__ADS_3

Semuanya pun sudah duduk dalam satu lingkar meja, mereka saat ini makan malam dalam diam, hanya ada suara sendok yang kini mulai terdengar dengan jelas.


Tak sampai setengah jam, Makan malam pun selesai, dan Ghina segera membantu Calon Mama mertuanya untuk membereskan meja, dan para lelaki tentunya sudah di usir oleh mama Tania agar menjauh dari kedua wanita itu.


Tania melihat Ghina yang sangat cekatan sekali, saat ini Ghina sedang mencuci piring, Dan Tania hanya memandang saja dari arah belakang.


"Kamu gak apa-apa cuci piring seperti ini??, nanti tangan kamu kasar sayang" Ujar Tania.


"Nggak apa-apa Tante, Ghina sudah biasa, Ghina setiap hari bantuin Mommy sama bini di dapur, dan itu tidak menjadi masalah buat Ghina" Tania pun tersenyum mendengar pernyataan Ghina.


"Memang Mommy mu mendidik kamu dengan sangat benar sayang" Ujar Tania, dan Ghina pun tersenyum.


Setelah selesai mencuci piring, Ghina dan Tania tak ikut bergabung, malah Tania saat ini menarik Ghina untuk ikut naik ke lantai atas.


"Kita mau kemana Tante??" tanya Ghina.


"Kamu ikut ke atas ya, oh ya, jangan panggil Tante, panggil Mama, sebentar lagi kan kamu jadi anak Mama" Ucap Tania dan Ghina pun mengangguk.


"Iya Ma" Jawab Ghina dan Tania pun tersenyum mendengarnya.


"Sekarang kita pelan-pelan aja, Biar Zian sama papa dulu, nanti juga bingung cari kita dimana" Tania memang sengaja membawa Ghina naik ke atas, Tania ingin memberikan sesuatu kepada Ghina tentunya.


Tania pun membuka sebuah kamar, dan dapat Ghina tebak jika itu kamar mama Tania.


"Kamu duduk dulu ya sayang, Mama mau ambil sesuatu" Ghina kemudian menuruti perkataan Tania, dia duduk sambil melihat Tania yang terus berjalan dan berhenti tepat di depan lemari pakaiannya.


Tania menarik sebuah laci kecil dan mengambil sesuatu di sana, setelah itu Tania menutup kembali lemari nya dan kembali ke tempat di mana Ghina tadi duduk.

__ADS_1


Tania duduk tepat di samping Ghina.


"Mama ada sesuatu buat kamu, di dalam ini ada sebuah gelang, dulu Oma pernah memberikan gelang ini kepada Mama setelah mama menikah, dan sekarang Mama akan memberikan gelang ini kepada kamu sayang", Tania kemudian membuka kotak tersebut dan mengambil gelang yang ada didalamnya, kemudian ia pasangkan pada pergelangan tangan Ghina.


Ghina saat ini melihat gelang tersebut sudah melingkar ditangannya, ada rasa tidak enak, mau menolak pun takut akan menyinggung perasaan calon ibu mertua nya itu.


"Ma, apa tidak berlebihan Mama memberi aku gelang ini??" Tanya Ghina, Jujur saja Ghina masih belum merasa pantas memakai gelang tersebut, dan Ghina masih belum resmi menjadi menantu mama Tania dan menjadi istri Zian.


"Tidak apa-apa sayang, pakailah, sebentar lagi kan kamu akan jadi menantu Mama" Ujar Tania, dan Ghina akhirnya mengangguk karena tak ingin membuat Tania tersinggung.


"Terimakasih Ma, aku akan menjaga gelang pemberian Mama ini" Ucap Tania dan kemudian keduanya saling berpelukan.


Dilain tempat, saat ini Zian baru saja menyadari jika Mama dan calon istrinya masih belum keluar dari dapur, Zian pun penasaran, apa yang sedang di lakukan kedua perempuan yang sama-sama ia sayangi itu.


"Pa, sebentar, aku mau cari Mama sama Ghina dulu, kok dari tadi gak keluar-keluar" Ucap Zian memberitahu Papanya sekaligus meminta izin untuk pergi mencari Mama dan Ghina.


"Iya Zi, lihat Mama mu sana, kok dari tadi gak kelihatan" Zian akhirnya pergi meninggalkan sang Papa yang saat ini tengah serius dengan layar datar yang ada di depannya, Papa Niko saat ini tengah menonton acara berita malam yang saat ini sedang berlangsung.


Zian nampak kelimpungan mencari mamanya, Ghina juga tidak ada, "Kemana mereka??", Tanya Zian dalam harinya, Zian kemudian berjalan kembali ke arah Papanya.


"Mama sama Ghina gak ada pa??, kemana ya??" Tanya Zian dan Papa Niko hanya menggelengkan kepalanya tanda ia juga tidak tahu.


"Ditanam belakang??, atau mungkin di kamar??" Kamu coba cari lah Zi" Ucap sang Papa.


"Iya pa, aku cari dulu" Zian kemudian kembali berjalan ke arah taman belakang, tapi sesampainya di sana tidak ada siapapun, Mama dan Ghina sama sekali tidak ada di sana.


"Mama sama Ghina kemana sih" Gumam Zian, dan Zian kemudian kembali masuk kedalam rumahnya, tujuannya saat ini adalah ke lantai atas, ke arah beberapa kamar yang ada di sana.

__ADS_1


Zian sama sekali tidak yakin, kapan dirinya melihat Mama dan Ghina ke atas, dan Zian merasa tidak mungkin jika keduanya ada di sana, tapi Zian akan mencarinya terlebih dahulu .


Zian kemudian berjalan menuju ke arah tangganya, dapat ia lihat jika pintu kamar Mamanya.


"Kayaknya ada disini" Gumam Zian dan kemudian Zian segera menuju ke kamar Mama dan Papanya.


Zian kemudian mengetuk pintu kamar Mamanya, dan seketika kedua wanita itu menoleh ke arah pintu tersebut, dan terlihatlah Zian yang sedang berdiri di tengah-tengah pintu tersebut.


"Ma, Ghina, Ternyata disini??" Tanya Zian sambil masuk kedalam kamar Mamanya.


"Iya Mama sengaja bawa Ghina ke kamar" Jawab Tania,


"Kamu cari Ghina atau Mama??" Tanya Tania lagi, Dan Ghina melihat ekspresi Zian hanya bisa menahan senyuman nya saja.


"Iya Ma, aku dari tadi cari Mama sama Ghina, kok bisa ada disini sih, kapan naiknya??, perasaan aku sama papa gak tau kalau mama sama Ghina disini" Ujar Zian.


Kedua wanita itu pun saling melempar senyum, seperti nya apa yang mereka ingin kan terjadi, Zian kebingungan mencari dimana Keberadaan diri nya.


"Ya udah sekarang kita turun aja, udah malam kayaknya, dan aku mesti ngantar Ghina pulang ma" Tania pun mengangguk dan mengajak Ghina untuk turun kembali.


Mereka saat ini sudah berada di lantai bawah, Ghina kemudian segera berpamitan kepada tani dan Niko, Ghian tak mau jika dirinya harus pulang telat, karena Daddy nya sudah memberi batas waktu sampai jam sepuluh malam untuk Ghina sampai di rumah.


"Ma, Ghina pulang dulu ya" Ghina kemudian mencium punggung tangan Niki dan Tania.


"Iya sayang, hati-hati dijalan ya," Ghina dan Zian pun mengangguk.


"Ya udah Ma, Pa, Zian antar Ghina pulang dulu, Assalamualaikum", Ucap Zian dan Ghina.

__ADS_1


"Waalaikum salam" Jawab Niko dan Tania secara bersamaan.


Zian segera menuju mobilnya dan kemudian membukakan pintu mobil untuk Ghina, Zian segera menyalakan mobilnya dan segera juga untuk mengantar Ghina pulang karena sebentar lagi sudah habis waktu yang di berikan oleh orang tua Ghina kepada nya.


__ADS_2