Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Nempel terus


__ADS_3

Semua orang yang melihat Alisa hari ini sangatlah berbeda, dia semakin manja dan lagi-lagi Fandi pun menjadi sasarannya, Alisa sama sekali tak mau jauh dari suaminya pagi ini, dan ia memutuskan untuk ikut bekerja di kantor Suaminya.


" Pokok nya aku pengen ikut kamu mas ??", Rengek Alisa sedari tadi dan ia masih menyandarkan kepalanya di lengan Suaminya.


Fandi pun hanya mengangguk menuruti istrinya yang super aneh menurut nya hari ini.


Fandi pun terdiam ia kembali berkonsentrasi dengan jalan yang ada di depannya, Tak lama kemudian Fandi dan Alisa sudah berada di halaman gedung besar Wiratama Corp , Fandi pun turun dan Alisa pun juga ikut turun.


Alisa meraih tangan Suaminya kembali dan ia terus menempelkan dirinya di bagian tangan suaminya.


Mereka berjalan beriringan membuat semua orang yang berada di gedung tersebut menjadi iri dengan kemesraan kedua bos besar tersebut.


Fandi berjalan perlahan mengimbangi langkah kaki Istrinya yang berjalan pelan tapi tak terlalu lambat,


Pintu lift pun terbuka dan mereka berdua segera masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan.


Tak berapa lama kemudian pintu lift kembali terbuka untuk dua orang yang ada di Dalamnya,


mereka kembali berjalan dan menuju ruangan utama dikantornya.


" Selamat pagi Bos, Bu bos ", Ujar Denis,


Denis sudah duduk dibalik meja nya dan sedang menatap laptopnya sejak 10 menit yang lalu.


" Segera kirim jadwal ku hari ini Den", Perintah Fandi kepada Denis, lalu Fandi pun melanjutkan langkah kaki nya masuk kedalam ruangan nya bersama dengan istrinya.


" Tumben Bu bos ikut ", Gumam Denis,


Fandi kemudian masuk bersama Alisa dan mendudukkan istrinya di sofa yang ada di ruangannya.


" Mas tinggal dulu sayang ", Alisa pun mengangguk, tapi matanya masih mengekor Suaminya yang kini sedang memulai untuk membuka laptopnya.


" Mas, aku mau minum ", Ujar Alisa kepada Fandi, Fandi pun mendongak lalu ia menatap kembali Istrinya.


" Sebentar sayang, aku telfon pantry dulu ", Fandi mulai mengangkat gagang telfonnya tapi kemudian Alisa mencegah nya.


" Aku gak mau disini, aku mau jus alpukat mas, kita delivery ya ", Pinta Alisa.

__ADS_1


Fandi pun mengangguk kembali, ia kemudian mengurungkan niatnya untuk menelfon pantry kantornya dan malah ia mengambil ponselnya yang ada didalam saku kemejanya.


Fandi mulai mengotak-atik ponselnya dan mencari apa yang diinginkan istrinya lewat pemesanan makanan online,


" Kamu mau pesan apalagi sayang ", Ujar Fandi karena tak mungkin ia hanya memesan minuman saja.


" Aku mau makan seafood mas, boleh ya ", Alisa pun memasang wajah melasnya, dan Fandi pun kembali menyetujui permintaan istrinya.


Tiga jus alpukat dan tiga porsi seafood sudah terpesan dan sudah di konfirmasi oleh penjual online tersebut tinggal menunggu pengiriman saja.


Fandi kemudian meletakkan ponselnya kembali dan meraih gagang telfon yang ada di mejanya, ia memerintahkan resepsionis yang ada di depan untuk menerima pesanan nya nanti sekaligus membayarnya juga.


Fandi melanjutkan kerja kerjanya kembali sambil sesekali melirik istrinya, ia ingin tahu apa yang akan dilakukan istrinya hari ini, dan keanehan apalagi yang akan istrinya perlihatkan hari ini dikantornya.


Alisa terlihat berbaring di sofa dan sesekali memejamkan matanya, Matanya hari ini sungguh tak bisa di kondisikan, rasa kantuk yang Alisa alami akhirnya datang juga dan membuat ia Seketika langsung tertidur di sofa tersebut.


Tak lama kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangan tersebut, Fandi pun mendongakkan kepalanya dan menyuruh seseorang tersebut untuk masuk kedalam ruangannya.


Setelah pintu tersebut terbuka, terlihat salah satu resepsionis yang mengantarkan makanan tersebut dan kemudian segera memberikan makanan tersebut di meja Fandi.


" Terimakasih kamu boleh kembali ke bawah ", Titah Fandi.


Pandangan Fandi pun amat tajam sehingga membuat resepsionis tersebut ketakutan dan segera turun ke bawah.


Fandi pun beranjak tapi sebelum itu ia memanggil Denis agar datang ke ruangannya ,


Pintu ruangan tersebut terbuka kembali, dan Denis pun masuk.


" Ada apa bos ???", Tanya Denis kepada Fandi.


Fandi kemudian menunjuk kotak makanan dan minuman dengan ekor matanya.


" Kamu boleh ambil satu den, itu buat kamu ", Ujar Fandi.


Denis pun mengerutkan keningnya dan melihat arlojinya yang ada di tangannya.


" Bos sudah menyuruh ku makan sing di jam 9 ini bos ??", Tanya Denis.

__ADS_1


" Tidak den, sebenarnya Alisa yang tadi minta dibelikan itu semua, tapi sekarang lihatlah, dia sedang tidur pulas di sofa ",


Denis pun juga menyadari jika istri bosnya tersebut sedang tertidur pulas di sofa yang ada di ruangan tersebut.


" Apa Bu bos sedang sakit ??", Tanya Denis.


" Aku tidak tahu Den, hari ini tingkah nya sungguh sangat aneh, tidak biasanya istriku tidur seperti ini, biasanya sehabis sholat shubuh dia akan pergi kedapur, tapi hari ini Alisa terus saja tidur mulai pagi tadi", Ujar Fandi.


"Mungkin Bu bos sedang kelelahan bos, ya sudah aku keluar dulu bos, terimakasih sarapan kedua kalinya ini ", Ucap Denis kepada Fandi.


Fandi pun mengangguk, Setelah Denis keluar dari ruangannya Fandi pun segera membangun kan istrinya.


" Sayang, ayo bangun, makanan kami sudah datang,nanti dingin ", Fandi membisikkan di telinga istrinya dengan pelan.


Alisa pun menggeliat, ia merasakan kegelian di area telinganya.


Alisa kemudian terbangun dan duduk bersandar di sandaran sofa tersebut.


" Makanlah sayang ", Fandi kemudian menyerahkan satu kotak seafood dan satu gelas jus alpukat di atas meja.


Alisa pun tersenyum lebar, rasa kantuknya sudah hilang ketika melihat makanan yang sudah membuat air liur nya hampir menetes.


" Terimakasih ya mas ", Alisa kemudian segera membuka kotak makanan dan matanya pun berbinar melihat berbagai makanan laut yang ada di dalam kotak tersebut.


Alisa segera memakan nya, tak perduli ia akan sarapan untuk yang kedua kalinya pagi ini.


" Emmm ", Alisa sangat menikmati makanan yang ada di dalam mulutnya, berulang kali Alisa juga meminum jus alpukat nya yang membuat tenggorokan nya kembali basah.


Fandi hanya melihat istrinya, Fandi sangat senang melihat istrinya yang memakan makanan tersebut dengan lahap.


" Kamu kok gak ikut makan mas ??", Tanya Alisa.


" Mas masih kenyang sayang, kamu aja yang makan, mas nanti saja ",


Tangan Fandi kini beralih di bibir Istrinya, ia membersihakan sedikit sisa makanan yang ada di mulut istrinya dengan ibu jarinya.


Akhirnya beberapa saat kemudian makan yang ada di kotak tersebut sudah habis, Alisa juga terlihat menghabiskan nya alpukat nya tersebut.

__ADS_1


Fandi yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya karena melihat istrinya hari ini.


__ADS_2