Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
99


__ADS_3

Satu bulan kemudian Kandungan Alisa sudah memasuki usia 8 bulan, Kini Alisa terlihat sangat mudah lelah dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.


Kini mereka tengah sibuk memilih berbagai pelengkap bagi yang akan ia butuhkan nantinya.


Dengan wajah yang sangat antusias dan juga peluh yang sudah menetes tidak mengendurkan semangat Alisa untuk tetap memilih sendiri apa yang akan di kenakan bayinya nanti.


Alisa sedang bingung untuk memilih beberapa pakaian bayi yang menurutnya sangat lucu semua.


" Mas aku bingung milihnya, kira-kira yang ini apa yang itu ", Ujar Alisa sambil menunjukkan baju bayi yang tengah ia pegang saat ini.


Fandi yang tidak terlalu mengerti hanya mengatakan jika semuanya bagus.


Alisa yang mendapat jawaban seperti itu seketika menjadi cemberut.


Dengan memantapkan hatinya akhirnya Alisa memilih pakaian bayi dengan motif Teddy bear.


Alisa hanya mengambil beberapa potong pakaian, lalu ia kemudian beralih menuju bedong, popok dan lain sebagainya.


" Kenapa hanya sedikit saja sayang ??", Tanya Fandi yang melihat Alisa hanya memilih 5 baju bayi.


" Mas buat apa beli banyak-banyak toh, satu bulan kemudian juga sudah gak di pakai ", Ujar Alisa.


Barang-barang pun sudah terbeli semua, dan tampak nya Fandi tidak bisa untuk membawanya sekaligus karena semuanya ia akan beli hari ini, mulai dari box bayi yang besar dan sampai dari yang kecil semua sudah terbeli hari ini.


Kemudian Fandi menyuruh bagian pengiriman mall tersebut untuk mengirimkan barang-barangnya menuju kerumahnya dengan memberikan kartu nama kepada salah satu pegawai kasir yang ada di baby shop tersebut.


" Terima Pak, nanti secepat nya barang-barang bapak akan dikirim di rumah bapak ", Ujar pegawai yang duduk di balik meja kasir tersebut.


Setalah keluar dari area baby shop tersebut, Alisa dan Fandi kini tengah menuju area food court yang ada tak jauh dari tempatnya saat ini.


Dengan tetap menggandeng tangan istrinya Fandi secara pelan-pelan mensejajarkan langkahnya dengan istrinya.


" Kamu mau pesan apa sayang ??", Tanya Fandi.


" Aku lagi pingin makan udang goreng mas, terus steak juga , kentang goreng dan minumnya jus alpukat ", Ujar Alisa.


" Kamu yakin mau menghabiskan semua itu sayang ??", Tanya Fandi ragu.


" Iya dong mas, aku laper banget ", Ujar Alisa.

__ADS_1


Diusia kehamilannya yang sekarang porsi makan Alisa bertambah dua kali lipat dari sebelumnya, bahkan pernah pukul 3 dini hari Alisa merengek lapar dan mau tak mau Fandi pun yang akhirnya memasak untuk Alisa.


Fandi tidak mau melihat istrinya sedih saat tengah mengandung seperti ini, jadi apa yang diinginkan istrinya selagi Fandi bisa pasti akan ia lakukan.


" Mas kamu mau pesan apa??", Tanya Alisa yang melihat Fandi masih terdiam.


Dengan segera Fandi kemudian mulai memesan makan nya.


Setengah jam kemudian makanan yang mereka pesan sudah datang, dengan segera Alisa mulai menyantap makan siangnya yang begitu menggoda lidahnya.


" Sayang,, Pelan-pelan makannya ", Ujar Fandi yang melihat istrinya begitu lahap.


Alisa masih tidak menghiraukan suaminya, ia tetap berkonsentrasi dengan makanannya yang ada di mejanya.


Setelah menghabiskan makanannya mereka pun langsung saja pulang karena sudah sangat lelah.


Mereka pun berjalan menuju tempat parkir mobil tanpa sengaja mereka bertemu Wina disana .


" Hai ... ", Sapa Wina saat melihat Fandi dan Alisa yang tengah masuk kedalam mobil.


Wina sangat senang sekali bisa melihat Fandi , sudah lama Wina ingin sekali bertemu dengan Fandi tapi waktu sangat tidak bersahabat dengan wanita itu.


" Maaf mbak siapa ya ??", Tanya Alisa yang sedikit lupa.


Alisa yang merasa ingatannya sudah kembali tiba-tiba hanya menyunggingkan senyum tipisnya.


" Oh ya maaf ya mbk, saya lupa ", Ujar Alisa sedikit malas.


Alisa masih ingat betapa jengkelnya nya dia kala melihat wanita ini memegang tangan suaminya waktu itu, sehingga setelah sampai rumah Alisa tidak mau memakan mangga muda yang diambil dari rumah Wina.


Alisa juga melarang Fandi untuk menyentuh mangga tersebut, begitu besar rasa cemburu Alisa waktu itu kepada suaminya yang masih tetap sama hingga saat ini.


Tak lama kemudian muncullah seorang yang sangat tidak asing lagi bagi Alisa dan Fandi.


Anton, dia tiba-tiba datang dari arah belakang Wina dan tiba-tiba merangkulnya.


" Sayang ayo ", Ujar Anton tanpa melihat lawan bicara Wina yang ada didepannya.


Saat Wina masih belum ingin pergi dari tempat itu baru lah Anton sadar jika yang ada dihadapannya adalah Alisa dan suaminya.

__ADS_1


" Al...", Sapa Anton yang masih menatap lurus ke arah Alisa.


Fandi yang menyadari kedatangan Anton langsung saja mengepalkan tangannya, Fandi sangat cemburu melihat Anton yang kembali menyapa istrinya tersebut.


Fandi sangat tidak suka dengan kehadiran orang yang pernah ada dalam hidup istrinya tersebut.


Alisa kemudian memandang Fandi, ia bermaksud meminta bantuan kepada suaminya tersebut berharap ia bisa cepat pergi dari sini.


" Mas ayo kita pulang, aku sudah lelah ", Ujar Alisa.


Alisa kemudian membuka pintu mobil dan langsung masuk terlebih dahulu sebelum Fandi.


Fandi yang melihat istrinya masuk kedalam mobil kemudian segera mengikutinya tanpa mengatakan sepatah kata apapun.


Terjadi keheningan saat mereka berada didalam mobil, Alisa yang merasa jengkel kepada Wina ditambah lagi dengan kedatangan Anton yang membuat Alisa menjadi tambah geram.


Alisa tidak menyangka jika akan dipertemukan kembali Dengan Anton setelah sekian lama ia tidak pernah bertemu.


Fandi yang melihat istrinya diam saja langsung saja mengerti jika istrinya sedang tidak merasa baik-baik.


" Sayang ...", Ucap Fandi sambil memecahkan keheningan diantara mereka berdua.


Alisa masih saja diam tidak menjawab perkataan dari tadi.


Setelah sampai Dirumah Alisa segera pergi Kekamar nya tanpa menunggu suaminya.


Fandi yang masih di depan kemudian segera masuk kedalam untuk menemui istrinya.


" Sayang kamu kenapa??", Tanya Fandi yang kini duduk di samping istrinya.


" Kamu senang kan mas ketemu dia lagi ??", Ujar Alisa.


" Maksud kamu apa sayang??? " Tanya Fandi tak mengerti.


" Kamu bisa lihat sendiri bagaimana dia terus menatapmu tadi mas, dan itu juga bukan yang pertama sudah dua kali ini dia menatap mu secara dalam seperti itu. ".


" Sayang, mas juga gak mengerti kenapa dia bisa menatap mas seperti itu, Lagi pula tadi juga Anton menatapmu dengan tatapan yang lain ", Ujar Fandi tak mau kalah.


" Oh jadi mas sekarang merasa aku juga senang jika Anton menatapku seperti tadi ", Ujar Alisa yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


" Iya , kenapa kamu tadi diam saja saat Anton disana , kenapa kamu tidak menghindar saat Anton masih menatap mu ", Ujar Fandi yang sudah mengeraskan suaranya.


" Terserah kamu mas, yang jelas aku tidak menginginkan itu, dan aku juga gak suka jika Wina menatapmu seperti tadi ", Ujar Alisa sambil keluar dari kamarnya.


__ADS_2