
Fandi yang baru saja masuk kedalam rumah langsung saja masuk kedalam kamarnya.
Namun yang ia lihat sekarang istrinya tidak ada dikamarnya.
Kemudian Fandi segera keluar kembali dan menemui istrinya yang sudah diduga oleh Fandi sedang berada di kamar atas.
" Sayang, mas boleh masuk??", Ujar Fandi yang meminta izin terlebih dahulu kepada Alisa.
Alisa hanya diam tak menjawab, ia sudah mengurung dirinya dibawah selimut dan mencoba untuk tidak menjawab semua perkataan Fandi.
Fandi kemudian membuka pintu kamar tersebut secara perlahan, terlihat istrinya tengah tidur dan tubuhnya ditutupi oleh selimut, hanya kepala Alisa yang terlihat tapi ia tidur dengan membelakangi Fandi , membuat Fandi tidak dapat melihat wajah istrinya.
Fandi kemudian menghampiri istrinya dan duduk disisi ranjang, kemudian ia belai lembut rambut istrinya, Fandi sedikit membungkukkan badannya dan mencium pucuk kepala Alisa dengan sangat lembut.
" Kalau kamu masih tak ingin di ganggu mas akan menunggumu sampai kamu bisa memaafkan mas ", Ujar Fandi sambil melangkah kan kakinya keluar dari kamar.
Tapi sebelum Fandi benar-benar menutup pintunya Alisa segera memanggil Fandi .
" Mas ... ", Panggil Alisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Fandi pun segera membalikkan tubuhnya
dan segera menghampiri istrinya.
Fandi pun segera memeluk istrinya dengan erat, pelukan yang sangat ia rindukan seharian ini.
Mereka pun menangis berdua dengan masih berpelukan.
" Maafkan mas sayang ", Ucap Fandi yang sudah Beberapa kali sudah didengar Alisa.
" aku juga mau minta maaf kepadamu mas ", Ujar Alisa sambil terus menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
" Kamu tidak salah sayang,mas lah yang salah membiarkan kamu menangis ",Ujar Fandi.
Kemudian mereka berdua saling melepaskan pelukan masing-masing.
" Jangan tinggalkan mas sendiri sayang, mas tidak bisa hidup tanpamu ", Ujar Fandi sambil menatap mata Alisa.
" Iya mas aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu apapun yang terjadi ", Ujar Alisa.
Mereka kemudian saling berpelukan kembali,
__ADS_1
Melepas rindu yang sama-sama mereka pendam karena ego mereka masing-masing.
" Sekarang kamu istirahat sayang, mas akan keluar dulu ", Ujar Fandi sambil membenarkan posisi tidur istrinya.
" Kamu mau kemana mas??", Tanya Alisa sambil menahan agar Fandi tidak keluar.
" Mas mau keluar sebentar sayang, mas haus", Ujar Fandi.
" Jangan lama-lama mas, aku mau mas menemaniku disini ", Ujar Alisa.
" Iya sayang, tunggu sebentar ya, nanti kalau sudah selesai mas akan menemanimu", Ujar Fandi sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur.
Fandi sekarang merasa sangat lega masalah dengan istrinya sudah terselesaikan, Ia pun segera mengambil minum dan langsung meneguknya sampai habis.
Kemudian Fandi menuju ke kamarnya terlebih dahulu untuk mengambil pakaian tidurnya dan segera ia bawa ke atas.
Saat Fandi sudah masuk kembali di kamarnya , Fandi melihat Alisa yang masih terjaga sedang menunggu dirinya.
" Kenapa kamu belum tidur sayang??", Tanya Fandi mendekat.
" Aku belum bisa tidur jika mas tidak memelukku ", Ujar Alisa.
" Kamu tunggu sebentar sayang mas mau mandi dulu, lihat penampilan mas sudah berantakan sejak tadi ", Ujar Fandi.
Setelah beberapa menit Fandi sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah dan badan yang terlihat segar, setelah ia mengusap kepalanya dengan handuk kemudian Fandi segera naik keranjang untuk menemani istrinya yang sudah menunggu sedari tadi.
Dengan beberapa kali kecupan dan pelukan hangat dari Fandi akhirnya Alisa bisa tidur nyenyak malam ini tanpa mengingat lagi masalah yang menimpanya.
Sama dengan Alisa Fandi kini juga menyusul istrinya dan sama-sama sedang terbawa mimpi yang sangat indah.
Keesokan paginya Alisa bangun seperti biasanya, bangun terlebih dahulu sebelum suaminya bangun, segera ia pergi Kekamar mandi dan langsung menunaikan sholat shubuh ya.
Setelah selesai sholat baru Alisa membangunkan Fandi yang masih terlelap di atas tempat tidurnya.
" Mas, ayo bangun dulu, kamu belum sholat shubuh ", Ujar Alisa sambil menggoyangkan bagian tubuh Fandi.
Fandi yang mendengar suara istrinya langsung saja bangun dan menampakkan senyum manisnya pagi ini.
"Selamat pagi sayang ", Ujar Fandi sambil tersenyum manja kepada Alisa.
" Selamat pagi juga mas, Ayo sekarang kamu kekamar mandi dulu mas nanti keburu siang", Ujar Alisa.
__ADS_1
Sebelum Fandi beranjak dari tempat tidurnya, ia tiba-tiba mencondongkan wajahnya ke arah istrinya dan bermaksud untuk menciumnya . sebelum Fandi mendapatkan ciumannya Alisa segera mendorong tubuh Suaminya.
" Sholat dulu mas baru cium ", Ujar Alisa sambil tersenyum.
Fandi pun dengan bersemangat berjalan menuju ke kamar mandi.
Setelah menunaikan sholatnya Fandi kembali lagi menuju kearah ranjangnya untuk menemani istrinya yang tengah bersandar.
" Cup ", Fandi pun tiba-tiba sudah mencuri ciuman di pipi Alisa pagi ini.
" Mas jika kamu masih ngantuk tidurlah lagi, aku mau ke dapur dulu ", Ujar Alisa.
" Iya sayang mas mau tidur lagi, tapi kamu harus temenin mas disini ", Ujar Fandi.
Tanpa menunggu jawaban dari Alisa Fandi pun tiba-tiba sudah menarik selimutnya untuk menutupi tubuh mereka.
Fandi kemudian memeluk tubuh istrinya secara erat, Aroma tubuh Alisa seakan menjadi candu untuk Fandi saat ini.
Sekitar pukul 8 pagi Fandi yang sudah bersiap untuk pergi ke resto tampak bingung mencari istrinya sedari tadi, Rasa trauma Fandi akan kepergian Alisa langsung saja muncul begitu saja, dengan sedikit berlari Fandi kini tengah mencari istrinya ke seluruh penjuru rumahnya.
" Sayang... sayang... kamu dimana ", Ucap Fandi sedikit keras agar Alisa bisa mendengar nya.
Mendengar Suaminya yang kini tengah mencarinya lalu Alisa segera keluar dari dalam kamar yang akan di tempati bayinya nantinya.
" Mas, kenapa kamu teriak-teriak ", Ujar Alisa yang sedang berjalan ke arah Fandi.
" Ya Allah sayang kamu kemana aja, mas mencarimu dari tadi ", Ucap Fandi yang sedikit lega melihat istrinya datang menemuinya.
" Aku lagi buka perlengkapan bayi kita yang belum sempat aku buka kemarin mas, mau aku bersihkan ", Ujar Alisa.
"Seharusnya kamu gak perlu melakukan itu sayang, kan ada Bibi ", Ujar Fandi.
" Aku ingin melakukannya sendiri mas, lagi pula aku sendiri yang akan menyiapkan segala keperluan untuk bayi kita nantinya ", Ujar Alisa.
" Baiklah sayang kalau itu sudah jadi kemauan mu, mas hanya bisa mendukungmu saja ", Ujar Fandi.
" Mas kenapa kamu belum berangkat??", Tanya Alisa yang melihat jam dindingnya sudah menunjukkan pukul setengah 9 pagi.
" Iya sayang, mas mau berangkat kok, Mas usahakan pulang cepat ", Ujar Fandi.
" Hati-hati dijalan sayang ", Ucap Alisa saat mengantarkan Fandi kedepan rumahnya.
__ADS_1
" Iya sayang, kamu jaga diri baik-baik ", Ucap Fandi sambil mencium lembut kening bibir dan seluruh bagian wajah Alisa.