Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
126


__ADS_3

Jalanan malam di ibukota terlihat sangat padat sekali, sesekali Fandi terlihat sangat kesal ketika sedang terjebak macet seperti ini.


" Sabar dong mas, namanya juga akhir pekan, pasti banyak yang pulang dari liburan ", Ujar Alisa menenangkan suaminya.


Fandi agak sedikit lebih sabar ketika istrinya membelai pundaknya, lalu dia melirik ke arah istrinya dan mendapat senyum manis dari sang istri.


" Makasih ya sayang, udah ingetin mas ", Ujar Fandi yang kini melajukan mobilnya Kembali dengan pelan, Dari jarak satu kilo jalanan pun sudah lancar sehingga Fandi sudah mempercepat laju mobilnya.


Tak sampai satu jam perjalanan mereka sudah sampai di depan gerbang rumah mereka.


Pak Udin langsung membukakan pintu gerbang untuk majikan mereka yang baru saja datang.


" Selamat malam Tuan,Nyonya ", Ujar Pak Udin tersenyum.


" Selamat malam juga Pak ", Jawab Fandi , kemudian Fandi segera melajukan mobilnya untuk sampai di depan rumahnya,


Bi Jum yang mendengar suara mobil dari depan langsung berjalan cepat untuk segera membukakan pintu untuk Fandi dan Alisa.


Alisa baru saja turun dari dalam mobil, dan langsung disambut oleh BI Jum dengan senyum ramahnya.


Bibi langsung menuju ke arah Fandi yang tengah mengeluarkan barang-barang dari dalam bagasi mobilnya.


" Biar Bibi bantu Den ", Ujar bi Jum yang ingin mengambil barang dari dalam mobil.


Fandi lalu menyerahkan barang yang ringan untuk dibawa bi Jum kedalam rumah.


Setelah semua sudah dibawa masuk, Fandi segera mengambil 2 kotak makan untuk diberikan kepada Bi Jum dan pak Udin.


" Bi, ini buat bibi dan pak Udin, tolong kasihkan ke Pak Udin ya ", Ujar Fandi.


" Iya den Terimaksih, kenapa Den Fandi repot-repot ??", Tanya bi Jum.


" Tidak apa-apa Bi, Bibi cepat kasihkan ke pak Udin keburu dingin makannya ", Ujar Fandi.


Bi Jum kemudian segera berjalan keluar dan menyerahkan kotak makan tersebut kepada Pak Udin.


" Mau makan disini atau di dapur Pak ??", Tanya Bi Jum sambil menyerahkan satu kantong plastik ke tangan Pak Udin.


" Di sini aja Bi, Kalau di dapur masih jalan ke sana , lebih enak ke sini langsung makan ", Ujar pak Udin.


" Ya sudah Bibi tinggal kedalam dulu, mau makan juga ",


Fandi dan Alisa kini sudah berada dikamar untuk menidurkan Rafa kedalam box bayinya.


" Sayang, kapan kamu mulai kerja di kantor Papa ??", Tanya Fandi sambil.melepas kemejanya.

__ADS_1


" Gak tau mas, aku juga masih bingung, aku masih kepikiran Rafa ", Ujar Alisa.


Fandi kemudian berjalan ke arah Alisa,


" Mas kan udah bilang sayang, Mama mau buat jagain Rafa, jadi kamu gak perlu kuatir ".


" Kamu atur ya mas, nanti kamu diskusikan sama Papa ", Ujar Alisa.


" Baik sayang, kamu mintanya beres gitu kan ??", Tanya Fandi.


" Iya mas, lagi pula aku juga tidak terlalu mengerti dunia bisnis ".


" Nanti kapan-kapan mas ajarkan, kamu tenang saja ", Ujar Fandi.


" Iya mas, makasih ya ", Kata Alisa sambil mendarat kan ciuman di pipi Fandi.


Fandi kemudian menoleh kan kepalanya ke arah istrinya,saat ingin membalas ciuman istrinya , Tiba-tiba Alisa bangkit dari duduknya.


" Loh, mau dicium kok pergi ", Ujar Fandi.


" Sayang, mau kemana ??", tanya Fandi.


" Aku mau kekamar mandi dulu mas ", Ujar Alisa.


Fandi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ia masih belum berhasil untuk membalas ciuman istrinya, Fandi yang kini mencoba menunggu akhirnya Alisa sudah keluar dari dalam kamar mandinya.


" Iya mas, ada apa?",


" Duduk disini", Perintah Fandi sambil menepuk kasur di sebelahnya.


Dengan senang hati Alisa menghampiri suaminya tersebut.


" Cup ", Fandi kemudian mencium pipi Alisa.


" Ini balasan dari mas karena kamu tadi nyium mas duluan ", ujar Fandi tersenyum menang.


Kemudian Fandi pun mulai mencium seluruh wajah istrinya.


" Mas kamu itu, menang banyak ", Ujar Alisa.


" Harus dong sayang ", Ujar Fandi tersenyum.


Tak sehari pun mereka lewati tanpa kasih sayang yang mereka curahkan satu sama lain membuat Fandi dan Alisa menjadi lebih mencintai satu sama lain.


" Kita tidur aja yuk mas ", Ajak Alisa yang sudah membaringkan tubuhnya, di tarik selimut sampai menutupi separuh dadanya.

__ADS_1


" Kalau kamu ngantuk,kamu tidur saja, mas masih ada pekerjaan dan harus menghubungi Denis ", Ujar Fandi.


Fandi mengelus puncak kepala istrinya, dan tak lama kemudian Alisa sudah tertidur.


" Selamat malam sayang ", Ujar Fandi mencium pucuk kepala Alisa.


Fandi kemudian segera turun dan berjalan menuju ruang kerjanya, tak lupa ponsel yang sudah ia geletakkan di atas meja ia bawa kembali.


Di dalam ruang kerjanya Fandi segera mulai pekerjaan nya,


ia terus mengecek email-email yang masuk dari Denis, lalu ia merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya, tapi terlebih dahulu ia menghubungi Papa mertua nya untuk membicarakan masalah perusahaan yang akan di pegang oleh Alisa.


" Assalamualaikum Pah ",Ujar Fandi yang kini tengah duduk bersandar di kursi kerjanya.


" Waalaikum salam Fand, ada apa ??", Tanya Papa Ardi karena Fandi menelfonnya sudah malam sekali.


Fandi mulai berbicara dengan Papa Ardi tentang kapan Alisa akan mulai bekerja di perusahaan Papa mertuanya tersebut.


" Itu terserah kamu Fand, Papa semua serahkan kepada mu, nantinya kamu juga akan membantu ", Ujar Papa Ardi memberi keputusan.


" Baiklah Pah, terimaksih sudah mempercayai kami ", Ujar Fandi.


" Sudah seharusnya kalian yang mengelola perusahaan keluarga ", Ujar Papa Ardi tersenyum.


Setelah mengakhiri panggilannya, Fandi segera menelfon Denis


" Maafkan aku jika aku mengganggumu semalam ini Den ", Gumam Fandi dalam hatinya.


Setelah panggilan tersambung terdengar suara khas bangun tidur Denis dari balik telfon.


" Halo bos ada apa ??", Tanya Denis yang sedikit mengumpulkan kesadarannya.


" Apa aku mengganggumu Den ??",Tanya Fandi.


" Apa bos tidak lihat ini jam berapa, ya jelas dong bos, lagi enak meluk istri eh malah di gangguin ", Gerutu Denis dalam hatinya.


" Oh tidak Bos, memangnya ada apa ??", Tanya Denis.


" Besok ikut saya ke Bachtiar Group pagi-pagi sekali, jadi kamu harus datang kerumah saya", perintah Fandi.


" Iya bos, ada lagi?", Tanya Denis yang sebenarnya sudah tak kuat lagi ingin memejamkan matanya Kembali.


" Tidak, Maaf sudah mengganggu waktu mu ", Ujar Fandi sambil menutup telfonnya.


Denis kemudian segera membanting tubuhnya kembali, untung saja istrinya tidak terbangun, bisa-bisa dia berpikiran aneh kalau melihat aku menerima telfon malam-malam begini.

__ADS_1


Dipeluk lagi pinggang istrinya, sejujurnya Denis baru saja melakukan pergumulan dengan istrinya, " Untung udah selesai bos, kalau belum pasti aku udah kesal sekali sama bos ", Gumam Denis yang membayangkan jika dirinya tengah enak-enaknya bosnya itu tiba-tiba mengganggu nya.


Setelah puas menggerutu dalam hatinya, Denis kemudian terlelap kembali dan menyusul istrinya yang sedang bermimpi indah.


__ADS_2