
Didalam ruangannya Alisa kini tengah menikmati kebersamaan dengan keluarga kecilnya, meskipun berada di tempat kerja namun Rafa sangat menikmati suasana di dalam kantor tersebut.
Dilain tempat, Tania sudah datang dan kini sudah berada di dalam rumah Fandi dan Alisa.
" Den Rafa nya ikut Non Alisa sama Den Fandi mbak, jadi mbak hari ini boleh libur ", Ujar Bi Jum memberitahu Tania, Bi Jum masih belum tahu siapa Tania jadi bi Jum masih bersikap biasa saja kepada Tania saat ini.
" Oh gitu ya Bi, ya udah aku pulang aja ya Bi ", Ujar Tania berpamitan.
Tak biasanya Rafa akan diajak ke kantor oleh Fandi dan Alisa, Tapi Tania tak mau terlalu berpikiran aneh.
Tania kemudian berjalan menuju gerbang besar rumah tersebut, Setelah pintu sudah terbuka Tania segera mengucapkan terimakasih kepada Pak Udin.
" Terimakasih Pak ", Ujar Tania kepada Pak Udin.
" Iya mbak Heni sama-sama, Mbak Heni mau kemana ??", Tanya Pak Udin.
" Saya mau pulang Pak, kan Rafa nya gak ada dirumah ??", Ujar Tania.
" Iya Mbak,tadi pak Fandi bawa Den Rafa ke kantor ",Ujar Pak Udin.
"Iya Pak, tadi Bi Jum juga sudah memberitahu saya, Ya sudah kalau begitu pak, saya pulang dulu, Assalamualaikum ", Ucap Tania sambil meninggalkan Pak Udin yang masih berada di balik pintu pagar besi tersebut.
" Waalaikum salam Mbak, hati-hati dijalan ", Ujar Pak Udin.
Tania segera pergi dari rumah besar itu, kemudian ia mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya,
Tania segera memesan taxi online dan menunggu taxi tersebut di bawah pohon yang berada di area kompleks tersebut.
Tania pun sudah berada di dalam taxi onlinenya, ia kini menuju ke apartemennya untuk beristirahat saja hari ini,
Setengah jam kemudian Tania segera turun dan berjalan menuju ke arah gedung besar tersebut.
Diperjalanan ia menuju ke arah apartemen nya, terlihat orang yang tak asing bagi Tania, segera ia berlari karena orang yang ada di hadapannya adalah Papanya, Papa yang telah mengusir Tania beberapa bulan yang lalu.
" Pah ???", Sapa Tania yang masih berada di belakang Papa nya.
Pak Danu kemudian membalikkan badannya ketika mendengar seseorang memanggil dia Papa.
Pak Danu terlihat kaget melihat Tania lah yang sedang memanggil dirinya.
__ADS_1
" Tania ", Ucap Pak Danu yang melihat Tania sudah berada dihadapannya.
Tania langsung saja memeluk Papa nya, ia amat merindukan sesosok ayah yang selalu menyayanginya selama ini.
" Pah, maafin Tania, Tania salah ", Ujar Tania yang kini sudah berderai air mata.
Pak Danu sebenarnya ingin membalas pelukan putrinya, tapi ia harus bersikap tegas agar putrinya tersebut bisa benar-benar mengakui kesalahannya.
" Lepaskan Papa, Papa kesini bukan untuk menengokmu, Papa kesini ada urusan penting ", Ujar Pak Danu berbohong.
Tania pun masih enggan melepaskan pelukannya kepada sang Papa.
" Tania gak akan melepaskan pa sebelum Papa memaafkan Tania",
" Jika kamu mau Papa maafkan, berubah lah, Papa ingin kamu menjadi wanita yang baik, wanita yang mau nurut apa kata orang tua ", Ujar Pak Danu.
" Iya Pa, Tania akan berubah ", Ujar Tania.
" Buktikan, Papa ingin bukti darimu ", Ujar pak Danu.
" Baik Pa, Tania akan membuktikan nya ", Ujar Tania.
Pak Danu kemudian pergi dan melepas pelukan putrinya.
Tania masih melihat sampai punggung Papa nya tak terlihat lagi, air matanya masih menetes karena ia masih belum mendapat maaf dari orang tuanya.
Segera Tania melangkah kan kakinya menuju ke apartemennya, ia sudah benar-benar bertekad untuk berubah menjadi wanita baik-baik.
Di loby apartemen tersebut Tania kini berpapasan dengan Niko yang sedari tadi mencarinya karena ingin mengantar Tania bekerja.
" Tan ", Ucap Niko saat Tania masuk kedalam lift dengan air mata yang berderai.
Tania pun tidak merespon sama sekali, ia terus melangkahkan kakinya menuju ke lift untuk segera naik menuju ke apartemennya.
Niko kemudian segera membalikkan badannya dan mengejar Tania yang sudah masuk kedalam lift dan lift pun hampir tertutup.
Niki segera menahan pintu tersebut agar tidak menutup dan kemudian segera masuk kedalamnya.
Tania masih saja meneteskan bulir-bulir air matanya membuat Niko tak tega melihatnya.
__ADS_1
" Tan kamu kenapa ??, cerita sama aku ", Ujar Niko yang ingin menenangkan Tania.
Tania kemudian menghambur ke pelukan Niko dan Niko pun menyambutnya dengan senang,
Kemeja Niko sudah basah akibat tangisan dari Tania saat ini.
Niko sengaja tidak bertanya kembali agar Tania bisa melampiaskan tangisannya sampai ia benar-benar sudah merasa membaik.
Tak berapa lama Tania pun melepaskan pelukannya, ia kemudian mengusap sisa air matanya dan terlihat malu kepada Niko.
" Maafkan aku Nik sudah membuat kemejamu basah ", Ujar Tania.
" Kamu kenapa Tan ??", Tanya Niko yang masih ingin mengetahui kenapa Tania bisa menangis.
Tania kemudian mengambil nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan ya secara kasar.
Saat Tania ingin membuka mulutnya tiba-tiba pintu lift pun terbuka dan mereka pun segera keluar.
Tania Segera membuka pintu apartemennya dan menyuruh Niko masuk.
" Silahkan masuk Nik ", Ajak Tania mempersilahkan Niko untuk masuk.
Niko pun segera duduk dan menunggu Tania yang sedang berjalan menuju kamarnya untuk melepaskan hijab sekaligus menaruh tasnya.
Tania pun keluar dari kamarnya dan menuju ke arah dapur untuk membuatkan minuman untuk Niko.
Setelah selesai Tania pun segera membawa minuman tersebut ke ruang tamu yang kini sedang ada Niki disana.
" Silahkan Nik ", Ujar Tania menyuruh Niko untuk meminum minuman yang sudah ia siapkan.
" Makasih Tan ", Niko pun segera meminum minumannya dan setelah itu meletakkan kembali gelas tersebut di atas meja.
" Kamu sebenarnya kenapa Tan, kenapa kamu menangis ??", Tanya Niko.
" Aku tidak apa-apa Nik, hanya saja aku tadi bertemu Papa ku di depan, dan dia masih belum mau memaafkan ku ", Ujar Tania yang mulai kembali berkaca-kaca.
Niko pun akhirnya mengerti apa yang membuat wanita yang sangat ia cintai itu menangis, meskipun Tania sudah pernah menolaknya tapi Niko masih berusaha untuk selalu memperhatikan Tania setiap hari.
" Sudahlah Tan, mungkin orang tuamu masih membutuhkan waktu untuk bisa menerima mu Kembali, kamu jangan sedih dan merasa sendiri, aku masih akan tetap terus bersamamu ", Ujar Niko.
__ADS_1
" Terimakasih Nik, maafkan aku yang dulu sempat menyakiti perasaan mu ,"
"Tidak apa-apa Tan, jangan merasa tak enak seperti itu, aku gak apa-apa kok, aku akan menunggu sampai kamu mau membuka hatimu untukku ", Ujar Niko yang membuat Tania tak enak dengan Niko.