Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
119


__ADS_3

Rafa kini tengah berada di gendongan Papa Ardi, Suasana rumah yang biasa tampak sepi kini menjadi ramai dengan kedatangan cucu satu-satunya tersebut.


Fandi yang masih di kamar kini di sibukkan dengan telfon dari Denis yang memberitahu bahwa besok akan ada meeting dadakan.


" Kenapa dadakan Den, sepertinya itu di luar schedule ku Minggu ini ", Ujar Fandi mengingat.


" Iya bos, dari pihak klien kita meminta dengan sangat mendadak dan saya tidak dapat menolaknya ", ujar Denis.


" Baiklah, atur jam dan tempat nya ", ujar Fandi mengakhiri panggilannya.


" Baik bos, maaf sudah mengganggu waktu bos ", ujar Denis.


Denis kini baru saja keluar dari perusahaan, ia kemudian langsung menuju mobilnya dan segera pulang.


Saat sampai di rumahnya istrinya tengah menunggunya di depan rumah.


" Assalamualaikum yang ", Ucap Denis.


" Waalaikum salam bang, kok wajah nya kucel banget sih, lagi banyak kerjaan ya??"Tanya Nisa.


" Iya yang, banyak yang harus Abang kerjakan soalanya besok ada meeting mendadak, dan bis tadi pulang cepat karena mengajak istri dan anaknya ", Ujar Denis.


" Oh, jadi box bayi yang kemaren buat anaknya si bos ", Ujar Nisa.


" Iya yang ", Jawab Denis dan langsung masuk kedalam rumahnya.


Denis segera menyerahkan tas kerjanya kepada Nisa dan ia segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.


***


Fandi yang kini sudah turun melihat Papa Nardi yang masih setia memangku Rafa yang tengah tertidur.


" Pah, Papa gak capek, Rafa nya kan udah tidur, nanti tangan papa kebas lagi ", Ujar Fandi.


Papa Ardi hanya tersenyum kepada Fandi,


" Nggak apa-apa Fand, Papa senang kok kalau Rafa tidur di pangkuan papa", Ujar Papa Ardi.


Terlihat dari arah pintu utama Kakek Bagas datang dengan mang Dirman yang selalu berada di samping Kakek.


" Assalamualaikum ", Ucap kakek dan langsung di balas oleh Fandi dan Papa Ardi.


" Waalaikum salam Pah, kek ", Jawab mereka bersamaan.


" Sudah lama kamu Fand??", Tanya kakek kepada Fandi, Kakek lebih jarang dirumah karena ia masih sibuk dengan urusan bisnisnya.


" Kami dari tadi siang Kek ", Ujar Fandi.


" Fandi kesini mau memberitahukan sesuatu kepada kakek ", Ujar Fandi yang berbicara dengan nada serius.

__ADS_1


" Apa itu Fand??", Tanya Papa Ardi.


Sebelum Fandi melanjutkan pembicaraannya Alisa kemudian datang dan memecahkan keseriusan antara mereka bertiga.


" Kek ", Sapa Alisa yang langsung saja memeluk kakeknya.


" Kamu masih saja seperti dulu, suka meluk-meluk kakek ", Ujar kakek sambil tertawa.


" Alisa kan sayang sama Kakek ", Ujar Alisa yang melepas pelukannya.


Kemudian Alisa melihat Rafa yang kini tengah tertidur di pangkuan Papa nya.


" Loh, Rafa nya udah tidur, kok Papa gak ngasih tau aku, kan nanti tangan papa bisa capek ", Ujar Alisa sambil mengambil alih Rafa kedalam gendongan nya.


" Tidak apa-apa, papa senang kok ", Ujar Papa Ardi.


Mendengar banyak orang yang sedang berbicara membuat Rafa kini Seketika membuka matanya


" Rafa nya udah bangun nih ", Ujar Fandi yang melihat putra nya mengerjapkan matanya.


Bayi tersebut terlihat tersenyum ketika melihat banyak orang yang ada di sekitarnya.


" Oh ya Fand, sepertinya kamu tadi ingin mengatakan sesuatu ", Ujar Papa Ardi mengingat Fandi yang akan berbicara sesuatu.


Fandi kemudian melirik Alisa untuk meminta persetujuan dari istrinya, Alisa kemudian mengangguk kan kepalanya untuk memberikan isyarat agar Fandi melanjutkan perkataannya yang sempat tertunda tadi.


Papa Ardi dan Kakek Bagas tampak tersenyum kepada Fandi.


" Bagus kalau begitu Fand, jadi kamu bisa belajar memimpin perusahaan besar ", Ujar Papa Ardi.


" Tapi apakah Papa bisa meminta satu permintaan kepada kalian ??", Tanya Papa Ardi.


" Apa pah??", Jawab Fandi penasaran.


" Papa juga sebenarnya ingin memberikan perusahaan Papa kepada Alisa??


Tapi apakah kamu membolehkan istrimu bekerja Fand ??", Tanya Papa Ardi yang membuat Fandi dan Alisa memandang satu sama lain.


" Tapi bagaimana dengan Rafa pah, jika aku bekerja ", Ujar Alisa ditengah-tengah pembicaraan Fandi dan Papa nya.


" Begini saja pah, beri kami kesempatan buat berpikir, saya juga tidak melarang Alisa buat berkarir ", Ujar Fandi.


" Baiklah, kalian bicarakan ini dengan baik-baik ya, tapi Papa tidak ingin memaksa kamu Fand sehingga kamu bertengkar dengan putri Papa ", Ujar Papa Ardi.


" Iya Pah ", Jawab Fandi.


Setelah makan malam bersama, Fandi Alisa beserta Rafa pamit untuk segera pulang.


" Kami pait dulu ya pah, kasihan Bi Jum di rumah sendirian ", Ujar Fandi.

__ADS_1


" Iya kalian hati-hati dijalan ", ujar Papa Ardi.


Fandi segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya, terlihat Rafa yang belum tertidur sedang menikmati perjalanannya.


" Sayang, lain kali kita undang Denis makan malam dirumah kita ya ", Ujar Fandi kepada Alisa.


" Iya mas boleh, aku lihat Denis orangnya baik dan juga jujur ", ujar Alisa.


" Iya mas juga merasa begitu, mas nyaman bisa bekerja dengan Denis ", Ujar Fandi.


" Alhamdulillah kalau mas nyaman, jadi kan enak kalau kerja ", Ujar Alisa.


Tak berselang lama mereka pun berhenti di salah satu supermarket karena Fandi ingin membeli sesuatu.


" Sayang mau ikut aoa tunggu di mobil ??", Tanya Fandi kepada Alisa.


" Hmm.. ikut aja deh mas, siapa tau mau beli sesuatu juga ", Ujar Alisa yang kemudian ikut turun dari mobilnya.


Setelah sampai di dalam supermarket Fandi segera membeli apa yang ia butuhkan, Alisa yang mengikutinya tampak melihat barang-barang khusus bayi yang ada di sekitar etalase yang ada dihadapannya.


" Mas beli diapers ya, kayaknya stok dirumah habis ", Ujar Alisa.


Fandi pun segera mengambil merek diapers yang bagus untuk Rafa.


" Apa lagi sayang, sekalian beli aja ketimbang nanti kehabisan ", Ujar Fandi sambil terus mendorong troli belanjaannya.


Alisa kemudian mengambil beberapa camilan dan perlengkapan Fandi dan dirinya yang menurutnya sudah habis.


" Sudah mas ", Ujar Alisa.


Fandi segera mendorong troli tersebut menuju ke arah meja kasir, Alisa yang kini sudah mulai capek kini sedang istirahat di depan supermarket tersebut.


Melihat istrinya yang terlihat cepek Fandi segera berjalan menuju ke tempat air mineral untuk membelikan istrinya minum.


" Ini sayang ", Ujar Fandi sambil menyerahkan sebotol air mineral dari tangan nya.


" Makasih ya mas, tau banget kalau aku lagi haus ", Ujar Alisa tersenyum.


Alisa kemudian segera meminum air yang di belikan oleh suaminya.


" Ayo mas ", Ujar Alisa yang kini mengajak Fandi pulang.


Fandi kemudian memasukkan barang-barang nya terlebih dulu kedalam mobil.


Setelah barang-barang semua sudah masuk kini mereka semua bergegas untuk pulang.


setengah jam kemudian Fandi dan Alisa akhirnya sampai di depan halaman rumah, segera Alisa masuk kedalam rumahnya tanpa menunggu Fandi yang kini tengah menurunkan barang belanjaan mereka.


Setelah sampai di dalam kamar Alisa segera menidurkan i karena Rafa sudah tidur semenjak di perjalanan tadi.

__ADS_1


__ADS_2