
Suara riuh pagi ini terdengar dari lobi Rumah sakit, sejenak aku melepas semua beban ku yang hampir saja tidak dapat kupikul, Kejadian yang menimpa Alisa membuatku amat bersalah kepadanya karena tak mampu untuk menjaganya.
Kuhirup udara pagi ini yang Sedikit berbeda karena bercampur udara kimia dari Lingkungan sekitar Rumah sakit.
Kini aku berjalan menyusuri koridor Rumah sakit untuk menuju ruang perawatan Alisa,
Kini dia sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya, ada rasa lega dihati ini yang tak dapat ku ungkapkan karena rasa bahagia yang kini ku rasa saat melihat senyumnya kembali.
Tampak ada sedikit rasa trauma yang disebabkan oleh kejadian yang menimpanya tadi malam, Ingin rasanya agar aku bisa sedikit saja mengobati rasa trauma yang kini telah di alaminya.
Alisa yang kini tengah duduk bersandar di ranjangnya kini tengah menikmati sarapan yang dibawakan oleh suster tadi,
" Sudah mas, aku sudah kenyang ", seru Alisa.
" Sedikit lagi Al ??", pinta Fandi sambil menyodorkan sesuap bubur kedalam mulut Alisa.
Alisa pun akhirnya menyerah dan mengunyah sarapannya lagi.
" Mau minum Al ??", ucap Fandi, Alisa pun hanya mengangguk.
" Diminum juga obatnya ya Al ", ucap Fandi.
" Setelah minum obat lebih baik kamu istirahat aja lagi Al, biar cepat sembuh", seru Fandi melanjutkan.
Alisa pun berbaring kembali di ranjang tidurnya sambil melihat Fandi yang mulai membuka laptopnya.
" Mas, kamu kok gak ke resto ??", tanya Alisa.
" Nggak Al, aku mau jagain kamu disini, aku gak mau terjadi apa apa lagi dengan mu ", ucap Fandi.
" Lebih baik kamu tidur aja Al, biar aku jagain kamu disini", Ucap Fandi.
Alisa pun memejamkan matanya dan tak lama kemudian ia pun langsung tertidur.
Setelah dirasa Alisa sudah tidur pulas, Fandi pun berpindah tempat ke samping tempat tidur Alisa, dipandangi wajah sendu Alisa yang sedang tertidur, tiba tiba tangan Fandi memegang jemari Alisa yang sedang tertancap selang infus,
" Al, aku mencintaimu ", ucap lirih Fandi.
" Aku mohon jangan tinggalkan aku Al", Ucap Fandi. Terlihat ada genangan air mata yang sebentar lagi akan tumpah dari pelupuk mata Fandi.
Tak lama kemudian Papa Ardi tiba dengan membawa pakaian ganti untuk Alisa.
" Bagaimana keadaan putriku Fand ??", Tanya Papa Ardi.
" Alhamdulillah, kata dokter keadaannya semakin membaik, mungkin besok sudah bisa pulang", ucap Fandi.
" Alhamdulillah Fand, terimakasih sudah mau menjaga Alisa ", ucap Papa Ardi.
" Sama sama Om, itu sudah menjadi kewajiban ku, aku ingin selalu menjaga nya Om ", seru Fandi.
" Terimakasih Fand, kamu telah mencintai dan menyayangi putriku dengan tulus", ucap Papa Ardi.
" Lebih baik sekarang kamu pulang dulu, istirahatlah, biar aku yang menjaga Alisa" Ucap Pak Ardi.
" Apa om tidak apa jika aku tinggal sendiri??", tanya Fandi.
" Aku tidak apa apa Fand, mungkin habis ini kakek akan juga berada disini", Ucap Pak Ardi.
__ADS_1
" Ya sudah Om, saya pulang dulu ", ucap Fandi sambil mencium tangan Papa Ardi.
" Assalamualaikum ", ucap Fandi.
" Waalaikum salam", jawab Papa Ardi.
Fandi tidak langsung pulang ke apartemen nya, kini ia tengah menuju restonya hanya untuk sekedar memonitoring karyawannya.
Saat melihat Fandi datang, Dina segera menghampiri Fandi yang akan menuju ruangannya.
" Pak Fandi", panggil Dina
Fandi yang merasa ada yang memanggil langsung saja menoleh ke arah suara tersebut.
" Pak, bagaimana keadaan Alisa ??", tanya Dina.
" Alhamdulillah Din, keadaannya sudah semakin membaik, mungkin besok sudah bisa pulang" Ucap Fandi kepada Dina.
" Alhamdulillah pak, saya ikut senang mendengarnya", ucap Dina.
Dilain tempat yang tersembunyi, Leni tengah mendengarkan perbincangan Fandi dengan Dina.
" Untuk kali ini kami selamat Al, tunggu saja pembalasanku selanjutnya", Gumam Leni penuh kebencian.
Leni sangat marah besar ketika mengetahui Fandi sangat perhatian kepada Alisa, bahkan Fandi rela menjaganya siang malam di Rumah sakit.
Seketika Leni pergi dengan hati yang panas.
Kini Fandi sudah berada di dalam ruangannya dan kini tengah memutar ulang rekaman kejadian penyekapan alisa .
Setelah memutar berulang kali Fandi merasa tidak asing dengan orang yang telah menyeret Alisa.
Kemudian Fandi memanggil Dina dan karyawan lainnya untuk melihat rekaman tersebut.
Fandi segera mengangkat gagang telfon yang terhubung kesalah satu telfon yang ada didalam resto tersebut.
" Tolong panggilkan Dina dan beberapa karyawan lainnya" , perintah Fandi,
"Baik pak", ucap dari karyawan tersebut.
Setelah mengetahui bahwa mereka dipanggil oleh atasannya, Dina dan para karyawan lainnya termasuk Dewi, mereka semua segera menuju ruangan atasannya tersebut.
" Tok tok tok, permisi pak ", Ucap Dina sambil mengetuk pintu tersebut
" Masuk!!! ", Perintah Fandi, Kemudian mereka semua segera bergegas masuk setelah mendengar perintah dari atasannya itu.
" Maaf pak ada yang bisa kami bantu ", tanya Dina.
" Iya Din saya mau meminta tolong sama kalian", ucap Fandi.
" Minta tolong apa ya pak??? ", tanya Dewi.
Kemudian Fandi segera memutar laptopnya kearah beberapa karyawan lainnya untuk mereka lihat isi rekaman tersebut.
"Tolong perhatikan secara seksama, siapa wanita yang berada didalam rekaman ini, mungkin salah satu dari kalian ada yang mengenalnya.", Tanya Fandi.
Sementara itu, Leni yang mengetahui bahwa tindakannya berhasil direkam kamera cctv merasa takut sampai sampai apa yang dikerjakannya selau salah.
__ADS_1
Banyak pelanggan Resto yang tidak puas akan kinerja Leni yang hari ini nampak buruk,
" Gimana sih kamu, saya kan pesannya jus jeruk, kenapa kamu kasih saya jus apel ! ", ucap dari salah satu pelanggan yang memarahi Leni.
" Ma... maaf Bu, saya lupa, kalau begitu saya ganti ya Bu ", ucap Leni.
" Tidak usah saya sudah tidak ingin lagi minum disini", ucap pelanggan tersebut sambil beranjak pergi .
Karyawan lainnya yang melihat kejadian ini merasa heran, baru pertama ini karyawan senior seperti Leni dapat teguran keras dari pelanggan.
Leni yang semakin kesal akhirnya pergi ke dapur belakang dan membanting nampan yang ia bawa tadi.
"Brakkk..!!!." terdengar suara nampan yang di banting keras oleh Leni.
" Sial... !!!! Mengapa bisa aku jadi seceroboh ini ", gumam Leni.
" Mengapa aku bisa lupa kalau disini banyak CCTV nya ", Gumam Leni sambil berjalan mondar mandir sedari tadi.
" Jika pak Fandi mengetahuinya pasti aku akan dilaporkan ke kantor polisi", ucapnya gemetar.
" Apa yang harus aku lakukan???? ",Tanya Leni pada dirinya sendiri.
Dilain tempat, Dina, Dewi dan lainnya sedang memperhatikan isi rekaman tersebut di layar laptop Fandi.
" Kok seperti aku kenal ya, tapi siapa?? "Ucap salah satu karyawan.
"Iya nih seperti tidak asing ", ucap Dewi.
Tapi sayangnya wajah nya tertutup topeng jadi agak sedikit susah untuk mengenalinya.
***
Leni yang sekarang tengah berharap cemas, sedang memperhatikan pintu atasannya,
" kenapa mereka belum keluar , apa mereka sudah tau bahwa aku pelakunya??", gumam Leni yang merasa ketakutan .
Tanpa berpikir panjang akhirnya Leni pergi dari Resto saat waktu pulang masih sangat lama.
"Sebaiknya aku segera pergi dari sini ",
Gumam Leni.
" Iya aku harus kabur dari sini.
Aku tidak mau masuk penjara", ucap Leni Frustasi.
Segera Leni menuju loker tempat dia menaruh tas nya dan ia segera pergi dari resto.
Tapi sebelum dia pergi, ada salah satu karyawan yang melihatnya.
"Mau kemana mbak????" Tanya salah satu karyawan.
Wah nampak nya Leni mau kabur nih readers, kira kira Fandi berhasil gak ya menemukan pelakunya,,, yuk tetap terus ikutin kelanjutannya ya...
Jangan lupa Like, Vote, Rate, dan komentar nya ya....
Terimakasih
__ADS_1
😘😘😘😘