Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 7


__ADS_3

Pagi ini rencananya Alisa akan menghubungi Nisa, Alisa ingin membahas bagaimana kelanjutan acara pernikahan putra putri mereka.


Setelah sampai dikantornya, Alisa kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan nya, meninggalkan Fandi yang kini sudah duduk di kursi kebesarannya tepat di samping meja kerja Alisa.


Alisa kemudian mengeluarkan ponselnya, ia kemudian mencari nomor kontak ponsel Nisa, sudah lama juga Alisa tidak menghubungi Nisa semenjak acara pertunangan putra dan putri mereka.


"Assalamualaikum Nis", Ucap Alisa saat panggilan nya sudah di terima oleh Alisa.


"Waalaikum salam mbak, ada apa mbak??", Panggilan Nisa masih tetap sama , masih memanggil Alisa dengan sebutan mbak karena ia menganggap Alisa sebagai kakaknya dan begitu juga sebaliknya, kini mereka berdua akan semakin dekat dengan hubungan antara putra dan putri mereka.


"Aku mau membicarakan soal pesta pernikahan Rafa dan Disya, Kapan kiranya kita bisa bertemu Nis, kita perlu fitting baju pengantin kan??", Alisa ingin semuanya cepat selesai mengingat acara tersebut kurang dari satu bulan lagi, dan keduanya juga belum bersiap-siap.


"Iya mbak, aku juga berpikiran seperti itu, Semuanya harus Sesuai dengan rencana mbak, dan aku tidak ingin mengecewakan Disya",


Nisa sependapat dengan Alisa, para ibu-ibu ini harus turun tangan sendiri menyiapkan pesta pernikahan putra dan putri mereka, meskipun jarak menghalangi mereka berdua tapi tak membuat para ibu-ibu ini menyerah.


"Aku akan menemui mu akhir Minggu ini nis", Ucap Alisa dan disambut baik oleh Nisa.


"Baik mbak, dengan senang hati",


Fandi masih memperhatikan istrinya yang sepertinya tengah asyik dengan orang yang sedang ia telfon,


"Sedang telfon an sama siapa nama", ucap Fandi dalam hatinya, melihat istrinya tengah asyik dengan ponselnya membuat Fandi penasaran dan akhirnya pergi menemui istrinya.


Alisa kemudian menutup ponselnya kembali saat Fandi sudah duduk tepat disamping dirinya.


"Kamu lagi telfon siapa mah, kok kayaknya asyik banget", ucap Fandi, meskipun sudah tidak muda lagi tapi melihat istrinya yang sedari tadi tersenyum membuat Fandi sedikit curiga.

__ADS_1


"Mama lagi telfon Nisa pah, lagi membicarakan tentang pesta pernikahan Rafa dan Disya, masa udah dekat gini masih belum ada persiapan sama sekali, Mama rencananya Minggu ini mau ke Surabaya mau bahas pernikahan anak kita, semuanya butuh Persiapan pah", ucap Alisa.


"Papa ikut ya mah, lagi pula masa iya Mama mau berangkat sendiri kesana", Fandi memohon kepada istrinya, Fandi tahu jika nantinya Alisa hanya mengajak Rafa bukan dirinya.


"Ya udah papa boleh ikut, kita pergi bertiga, Mama, papa, dan Rafa juga", Ujar Alisa.


Alisa berencana akan berangkat Jumat sore, Alisa berencana akan menginap dua malam di Surabaya, hitung-hitung sambil liburan, tapi mengingat Ghina putrinya pastinya Ghina akan merengek minta ikut jika tahu ujung-ujungnya acara tersebut untuk liburan juga.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Di dalam rumah sakit, seperti biasanya, Ghani pagi ini akan pulang ke rumahnya, Setelah tadi malam ia berjaga sampai pagi kini saatnya untuk dia membalaskan semuanya di atas tempat tidurnya, matanya juga sudah sangat lelah sekali, sedikit saja ia berbaring, maka saat itulah Ghani akan langsung tertidur.


Sebelum berangkat kuliah Ratna menyempatkan dirinya untuk pergi kerumah sakit terlebih dahulu, membawakan sebuah rantang makanan yang ia masak khusus untuk mama dan papanya, Ratna terlihat setengah berlari, Ratna sudah hampir telat, ia haru ini ada ujian mendadak membuat Ratna pagi ini kalang kabut karena disebabkan dengan urusan kampusnya.


Ratna kemudian masuk kedalam ruang rawat tersebut, terlihat papanya sudah semakin sehat dan mamanya juga tengah duduk di samping papanya,


"Iya, papa sudah sehat, kamu mau kuliah??", tanya pak Bambang kemudian.


"Iya Pah, oh iya mah, Ratna sudah masak buat Mama, tapi Ratna tidak bisa lama-lama, Ratna harus segera ke kampus ma", Ratana kemudian menyerahkan rantang tersebut di tangan mamanya, Setelah itu Tangan Ratna kembali meraih tangan papa dan mamanya dan ia segera berpamitan untuk berangkat, kemudian Ratna segera pergi dari ruang rawat papanya dan segera pergi menuju ke kampusnya.


Langkah Ratna sedikit tergesa-gesa, kini Ghani pun juga tengah keluar ia juga sedang berjalan di sepanjang koridor rumah sakit dan berniat untuk pulang.


Ponsel Ratna kemudian berbunyi, dan kini Ratna sibuk mencari ponselnya yang ada didalam.tasnya, ia tak memperhatikan jalanan yang ada di depannya sampai ia tak sadar jika ia akan menabrak seseorang.


"Bugh", Kepala Ratna terasa sakit saat bersentuhan dengan punggung orang tersebut, Ratna pun mengaduh sakit, dan sebaliknya yang ditabrak pun Kini membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Ghina.


"Aduh, kalau berhenti jangan mendadak dong, sakit kepalaku", Ucap Ratna yang belum mengetahui siapa yang ia tabrak tadi.

__ADS_1


"Hey, kenapa menuduhku, siapa yang menabrak ku tadi, bukannya kamu, lain kali kalau jalan pakai mata", Ratna kemudian mendongak dan merasa mengenali suara tersebut, mulut Ratna seketika ternganga saat mengetahui siapa yang ia tabrak tadi.


Ratna pun mengangkat kepalnya, benar dugaan Ratna yang dia tabrak adalah dokter Ghani.


"Maaf Dok, saya tidak tahu", Ratna pun terlihat sedikit menunduk karena wajah Ghani kini mulai tampak menyeramkan.


"Lain kali kalau jalan pakai mata", ucap Ghani mengulang, Ratna kemudian melirik jam nya lagi, ia kaget, ia hampir telat.


"Maaf dok, saya harus pergi sekarang, permisi dok", Ratna pun berjalan meninggalkan Ghani yang masih kesal terhadap nya.


"Hai kamu mau kemana, urusan kita belum selesai", Ratna terus saja berjalan, dan kemudian menolehkan kepalanya sebentar.


"Saya akan bertanggung jawab dok, tapi maaf saya sudah telat mau ke kampus", Ratna semakin mempercepat jalannya sehingga ia sudah terlihat kembali di mata Ghani.


"Dasar cewek aneh", Ghani masih terlihat kesal, tapi kemudian ia melanjutkan perjalanan nya untuk menuju ke basemen rumah sakit.


Ghani sudah mengantuk sekali, tapi karena ada kejadian barusan, rasa kantuk yang dialami Ghani perlahan-lahan hilang.


Ghani mengemudikan mobilnya di dengan pelan, ia tak di saat ia ngantuk seperti ini ia mempercepat laju mobilnya, ia tidak mau mommy nya khawatir, jadi ia akan menjaga keselamatan nya sampai ia sampai kedalam Rumahnya.


Suasana rumah tampak sepi, hanya ada bibi saat ini tengah membersihkan rumah.


"Selamat pagi den", ucap bibi kepada Ghani.


"Selamat pagi juga bi, Tolong buatkan sarapan ya Bi", perintah Ghani kepada Bibi.


"Baik den, tunggu sebentar", Setelah bibi pergi dari hadapan Ghani, Ghani ikut juga pergi naik ke lantai atas untuk membersihkan badannya terlebih dahulu dan setelah itu turun kembali untuk menikmati sarapannya karena saat ini ia sudah sangat lapar sekali.

__ADS_1


__ADS_2