Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 57


__ADS_3

Rafa dan Disya akhirnya tiba di rumah setelah mereka pulang dari apartemen nya, mereka yakin saat ini Mommy nya pasti sedang khawatirkan kepada dirinya dan Disya.


Mereka kini sudah sampai, setelah itu mereka segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah tersebut.


"Assalamualaikum" Rafa kemudian masuk kedalam rumah yang ternyata pintu tersebut masih belum dikunci.


Terlihat di sana Mommy dan Daddy nya sedang menunggu dirinya saat ini, dan juga dapat Rafa lihat jika Mommy nya saat ini begitu bahagia melihat dirinya pulang.


"Waalaikum salam, Kalian dari mana saja, kok baru pulang, kenapa gak telefon Mommy dulu kalau mau pulang malam" Sekilas Alisa memang sedikit mengomeli putra nya itu, tapi dibalik itu Alisa sangat menyayangi mereka berdua.


"Hmm maaf Mom, kita tadi sempat mampir ke apartemen dulu, oh ya Mom, Dad, ada yang ingin Rafa bicarakan sama Mommy dan Daddy" Ujar Rafa yang kini sudah mengajak istrinya untuk duduk di sofa bergabung bersama dengan orang tuanya.


"Ke apartemen??, ngapain kalian ke sana ??" Tanya Fandi, Fandi sebenarnya sudah menyerahkan kunci apartemen sudah sejak dulu, tapi Rafa jarang untuk kesan dan kali ini Dian bilang jika baru saja dari apartemen miliknya.


"Dad, Mom, kami rencananya akan tinggal di sana, gak apa-apa kan Mom" Rafa takut mommy nya lah yang tidak akan mengizinkan jika dirinya dan Disya pindah.


"Kalian mau tinggal di apartemen??, terus kalian mau ninggalin Mommy??" Tanya Alisa yang benar-benar kaget dengan apa yang dikatakan oleh puteranya.

__ADS_1


"Bukan begitu Mom, kami ingin mandiri Mom, kami ingin merasakan hidup berdua"


Fandi terlihat menghela nafasnya, seperti nya benar, Alisa lah yang berat untuk melepas Rafa dan tinggal bersama istrinya.


"Mah, biarkan mereka, bukannya mereka sudah bisa menentukan hidup mereka masing-masing, kita sebagai orang tua harus mendoakan mereka agar mereka bahagia ma". Fandi mencoba memberi pengertian agar istrinya itu bisa melepas Rafa.


Fandi juga tahu pasti Alisa akan sangat berat jika Rafa pindah dari rumah, tapi Rafa sudah menjadi kepala rumah tangga jadi ia berhak untuk menentukan hidupnya bersama istrinya.


"Ya sudah kalau itu ke inginkan kalian, tapi apa gak sebaik nya kalian tinggal di rumah Oma kalian??" Tanya Alisa.


Rumah Pak Dimas dan Bu Mira memang kosong, Alisa dan Fandi saat ini menempati rumah peninggalan Pak Ardi dan rumah mereka terdahulu juga sudah mereka jual.


"Ya sudah kalau itu mau kalian, jika kalian sudah siap, beritahu Daddy, Daddy kan menyerahkan kunci rumah Oma untuk kalian" Ujar Fandi yang di angguki oleh Rafa.


"Rafa juga mau bilang Dad, kalau Minggu depan Rafa dan Disya mau ke Surabaya, dan setelah itu pulangnya kita sudah pindah dari sini" Alisa dan Fandi pun mengangguk, ia menurut saja apa yang di inginkan putranti tersebut.


"Mommy hanya bisa mendoakan kalian, semoga kalian selalu bahagia" Ucap Alisa sambil berkaca-kaca.

__ADS_1


"Terimakasih Mom, Mommy baik sekali",


Setelah itu Rafa dan Disya pun berpamitan untuk pergi menuju ke kamar mereka.


Setelah sampai di kamar Disya segera melepas jilbabnya nya dan segera menghempaskan tubuhnya di atas ranjang nya, tubuhnya sangat lelah sekali karena sejak dari tadi mereka berkeliling, jadi Disya bisa merasa jika seluruh tubuhnya terasa sakit sekali.


Rafa pun menghampiri istrinya, mencoba bertanya apa yang dirasakan Disya sehingga dia kini terlihat sangat lelah sekali.


"Sayang, kamu kenapa??" Tanya Rafa sambil duduk di tepi ranjangnya.


"Aku tidak apa-apa kak, aku cuma capek aja, rebahan sebentar pasti udah enakan kok" Jawab Disya.


Tangan Rafa kemudian terulur untuk mengelus punggung istrinya, "Ya sudah kalau sudah enakkan cepat bersih-bersih dulu , setelah itu baru tidur, kamu belum cuci muka Lo sayang" Ujar Rafa mengingat, jika tidak diingatkan terlebih dahulu bisa dipastikan jika Disya pastinya akan tertidur setelah ini.


Disya kemudian bangkit, ia juga merasakan di seluruh wajahnya terlihat tidak enak sama sekali, jadi ia segera menuju ke kamar mandi untuk mengganti baju dan membersihkan wajahnya dari sisa makeup yang ia pakai tadi.


Tak lama setelah itu Disya pun keluar dengan menggunakan piyamanya, wajahnya sudah bersih dan ia sudah siap untuk tidur.

__ADS_1


Rafa kemudian mengulurkan tangannya kembali, menarik tangan istrinya hingga Disya terjatuh dia atas ranjang dan Rafa pun segera memeluk istrinya dan segera memjamkan matanya.


__ADS_2