Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Malam pertama


__ADS_3

Malam ini merupakan malam yang sangat mendebarkan bagi Tania, Tania yang biasanya akan tidur sendirian kini ada Niko disampingnya, orang yang sudah sah menjadi suaminya sejak beberapa jam yang lalu.


Kini mereka tengah makan malam berdua di hotel berbintang, ternyata Fandi dan Alisa memberinya kado menginap di hotel selama 3 hari 3 malam dan itu membuat Tania dan Niko merasa bahagia.


Setelah makan malam selesai mereka kini menikmati sasana luar dari balkon kamar hotel mereka, mereka dapat melihat seluruh kota dari balkon tersebut, lantai kamar mereka yang cukup tinggi membuat mereka bisa menikmati itu semua.


Hawa dingin pun menusuk permukaan kulit Tania, Tania pun sudah merasakan kedinginan,


Niko yang melihat istrinya kedinginan segera memeluk Tania dari belakang, nafas Tania pun kembali tak menentu melihat tangan Niko sudah memeluk perutnya saat ini.


" Ayo kita masuk ", Ajak Niko dengan menggandeng tangan Tania.


Jantung Tania pun semakin berdetak kencang, malam ini bisa dipastikan Niko akan meminta haknya sebagai suaminya.


Tania pun mengangguk pelan, menuruti perkataan suaminya dan kini ia tengah digandeng dengan mesra dan dituntun memasuki kamar hotel mereka.


Tania dan Niko masih dapat merasakan angin yang masuk kedalam kamar mereka membuat Niko kembali berjalan untuk menutup pintu dan korden yang tertuju ke arah balkon kamarnya.


Tania pun mulai bingung, ia sungguh sangat malu dan nervous,


Kemudian Tania berjalan menuju ke arah kamar mandi dan masuk kedalamnya, Niko menyadari jika Tania tengah masuk kedalam kamar mandi karena sewaktu Niko menutup korden terdengar suara pintu yang tertutup dari arah kamar mandi.


Tania pun kini menghadap di cermin besar yang ada di dalam kamar mandi tersebut, ia masih merasa gugup, bagaimana setelah ini dirinya, Tania pun tak bisa membayangkan jika dirinya berdekatan dengan Niko.


Tania kini mencuci mukanya dan membersihkan make-up tipis yang melekat di wajah cantiknya, Setelah merasa sudah selesai Tania pun keluar dan melihat Niko yang tengah memainkan ponselnya.


" Sudah sayang ??", Tanya Niko kepada Tania.


Tania hanya mengangguk saja, ia kemudian berjalan menuju meja towalet yang ada di sebelah ranjang tersebut.

__ADS_1


ponsel yang di pegang Niko sudah ia taruh kembali dan kini ia berjalan ke arah Tania.


Niko kembali memeluk istrinya dari belakang dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Tania, Tania pun merasa geli dan Niko senang jika sentuhannya kini bereaksi.


Niko mengahadapkan wajahnya ke wajah Tania, Niko kemudian mendekatkan wajah nya, kemudian ia kecup bibir Tania dan ada sedikit luma*an kecil yang ia berikan dibibir istrinya.


Niko dapat merasakan kekenyalan bibir istrinya, ia semakin bernafsu ingin segera meminta hak nya kepada Tania.


Niko kini mengangkat tubuh Tania sehingga membuat Tania langsung berpegangan karena ia takut jatuh.


Niko merebahkan tubuh Tania diatas ranjang besar tersebut, kini mata mereka saling bertemu membuat Tania menjadi hanyut dalam tatapan mata Niko.


Semua sentuhan yang Niko berikan membuat Tania terus terbuai Sampai akhirnya percintaan mereka pun terjadi, Nafas mereka masih tersengal-sengal karena aktivitas panas yang mereka lakukan tadi.


Beberapa saat kemudian Niko kini menatap wajah lelah istrinya yang sudah tertidur, betapa bahagianya Niko saat ini, dan ia patut berterima kasih kepada Fandi dan Alisa yang telah memberikan kado bulan madu nya ini.


🌼🌼🌼


Meskipun Tania dulu sering berdua dengan laki-laki di luar negri, tapi Tania masih bisa menjaga kesuciannya yang tak ingin ia berikan kepada laki-laki bejat yang pernah ia manfaatkan dulu.


Niko pun menggeliat, tangannya meraba-raba di samping nya dan tak menemukan istrinya, Niko pun langsung terbangun dari tidurnya dan mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


Segera Niko turun dan membuka pintu kamar mandi tersebut, benar saja Tania lupa untuk menguncinya karena tadi sebelum ia pergi Kekamar mandi Tania masih melihat Niko yang masih tertidur pulas.


Niko segera membuka celana boxer nya dan ikut mandi bersama dengan istrinya di bawah guyuran air shower.


Dilain tempat, Alisa dan Fandi sedang duduk bersama setelah menunaikan sholat shubuh nya, ia duduk sambil menikmati secangkir kopi yang sudah disediakan oleh Alisa selepas Alisa melaksanakan sholat shubuh tadi.


Mereka berdua kini tengah menunggu Rafa yang belum juga bangun, semakin besar Rafa semakin agak siang bangun dari tidurnya, mungkin karena ia sudah bisa berjalan jadi membuat energi Rafa terkuras habis karena aktifitas yang membuat anak itu menjadi lelah.

__ADS_1


Sambil menikmati kopinya, Fandi kini sibuk dengan surat kabar pagi yang selalu diantar oleh petugas yang ada di komplek perumahan nya.


Fandi pun terus membolak-balik kan surat kabar tersebut sampai akhirnya Fandi memelototkan matanya karena melihat Perusahaan Surya yang dinyatakan bangkrut.


Tangan Fandi pun meraba pundak istrinya karena Alisa sama sekali tak ikut membaca, ia kini sedang memainkan ponselnya di samping Suaminya.


" Kenapa mas ??", Tanya Alisa kepada Fandi.


" Sayang lihatlah,apa mas salah baca atau salah lihat ", Ujar Fandi kepada istrinya.


Alisa Kemudian melihat isi surat kabar tersebut dan membacanya, sama seperti Fandi,Alisa juga terlihat kaget karena perusahaan Surya tiba-tiba bangkrut.


" Mas ...", Panggil Alisa kepada Fandi.


Fandi pun menatap mata istrinya, ia sungguh tak percaya, mengapa cobaan datang kepada perusahaan Surya Setelah apa yang dilakukan Pak Surya kepadanya.


" Kasihan mereka mas ??", Ujar Alisa.


Fandi pun juga merasa kasihan kepada Surya, tapi mengingat apa yang Surya katakan dan Surya inginkan membuat Fandi merubah rasa belas kasihnya.


" Sudah lah sayang, biarkan saja, mungkin itu cobaan untuk mereka agar mereka bisa memperbaiki diri mereka ", Ujar Fandi.


Bukan Fandi dendam kepada Surya tapi ia sangat mengingat apa yang dilakukan Surya kepada nya membuat Fandi enggan mengasihani.


Alisa pun dapat mengerti apa yang dirasakan Suaminya, Fandi harus berjuang mempertahankan rumah tangganya yang hampir goyah karena Surya yang menginginkan Fandi menjadi menantunya meskipun Fandi sudah beristri.


Fandi pun mengambil surat kabar tersebut dan meletakkan di bawah meja, ia tak ingin istrinya membaca dan merasa kasihan kepada Surya.


" Jangan dibaca lagi sayang, mas sudah tidak ingin melihatnya ", Ujar Fandi kepada istrinya yang membuat Alisa menghela nafasnya.

__ADS_1


Kini Fandi harus bersiap jika sewaktu-waktu Surya datang Kembali dan meminta bantuan kepadanya, Yang jelas Fandi tidak akan pernah memberikan dana bantuan kepada perusahaan Surya nantinya.


__ADS_2