Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
60


__ADS_3

Fandi masih memeluk tubuh istrinya dari belakang, Ia hirup dalam - dalam aroma tubuh istrinya tersebut yang sudah menjadi candu baginya.


" Mas udah, aku masih belum selesai ", Ucap Alisa kepada Fandi.


Fandi tidak menghiraukan perkataan Alisa sama sekali, malah ia semakin mempererat pekukannya tersebut.


" Mau aku bantu sayang", Ucap Fandi.


" Gak usah Sayang, aku bisa sendiri. Lebih baik mas sekarang duduk aja, bentar lagi aku udah selesai ", Ucap Alisa sambil melepaskan tangan fandi dari perutnya.


Fandi kemudian menuruti apa kata istinya tersebut " Ya sudah, Lebih baik aku tunggu di sofa sambik nonton tv ",Gumam Fandi.


Setelah selesai menata semua bajunya, Alisa kemudian beralih ke dapur ia lihat ke arah penjuru dapur tersebut dan pandanganannya tertuju pada arah kulkas yang berada di pojok dapur tersebut.


Ia buka kulkas tersebut dan melihat isinya,


" Ternyata gak ada apa - apa sama sekali", Gumam Alisa.


Alisa kemudian beralih menuju ke arah kompor dan kemudian menyalakannya, ia ingin membuat kopi untuk suaminya yang sedang duduk santai di sofa depan.


Tak lama kemudian secangkir kopi sudah terhidang di meja tersebut.


Fandi yang merasa sudah menghirup aroma kopi langsung saja membuka matanya yang hampir terlelap


" Aku buatin kopi mas", Ucap Alisa.


" Hm.... kamu mau buat aku begadang sayang, kok malam - malam gini kamu buatin aku kopi", Ucap Fandi bercanda.


"Apaan sih kamu mas, ya udah kalau kamu gak mau biar aku yang minum ", Ucao Alisa yang sudah memanyunkan bibirnya.


Alisa segera mengambil cangkir yang berada di meja tersebut, " Eh, kamu mau ngapain sayang, aku cuma bercanda", Ucap Fandi yang ingin mengambil kembali kopi yang sudah ada ditangan Alisa.


" Kita minum berdua aja sayang ", Ucap Fandi yang sudah meminum kopi tersebut, kemudian Alisa beralih untuk mengambilnya dan meminum di bekas bibir Fandi.


Waktu sudah menunjukkan jam 10 Malam, Fandi dan Alisa sudah berada di dalam kamar untuk istirahat karena sudah kelelahan dengan aktifitas nya yang pindah sore tadi.

__ADS_1


Ditambah lagi sebelum itu Fandi yang meminta haknya tanpa mengenal waktu.


Akhirnya mereka terlelap sampai shubuh, terdengar alarm ponsel Alisa sudah berbunyi dengan nyaring.


Alisa segera bangun dari tidurnya dan segera membangunkan Fandi yang berada disampingnya.


" Mas bangun, Udah shubuh ", Ucap Alisa sambil menggoyangkan badan Fandi.


Mereka berdua pun segera sholat berjamah, Setelah itu Alisa pergi menuju dapur untuk membuat sarapan untuk mereka berdua.


Alisa melihat hanya ada Roti tawar dan selai, dan tangannya langsung saja mengolesi roti tersebut dengan selai dan tak lupa juga margarin untuk membuat roti panggang.


Tak sampai setengah jam, sarapan sederhana mereka berdua juga sudah siap, Alisa juga sudah membuat secangkir kopi kesukaan suaminya dan segelas susu hangat untuk dirinya.


Setelah menyelesaikan sarapan, Alisa segera membersihkan bekas sarapannya, dan Fandi kini telah berada di dalam kamar mandi untuk memebersihkan badannya.


Setelah mereka keluar dari apartemen dan menguci pintu, Kini mereka sudah berjalan menyusuri koridor apartemen mereka, Alisa dan Fandi saat ini berniat untuk pergi menuju ke supermarket terdekat untuk berbelanja kebutuhan mereka untuk seminggu kedepan.


Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di supermarket yang di tuju, Fandi sudah mengambil troli belanja dan berjalan di belakang alisa yang sedang serius untuk memilih berbagai macam sayuran dan buah - buahan untuk mereka berdua.


" Mas kamu suka makan apa?? ", Tanya Alisa.


" Apa aja aku suka sayang, yang penting kamu yang memasak ", Ucap Fandi.


Alisa pun hanya tersenyum, Ia heran di tempat seperti ini masih sempat - sempatnya suaminya itu gombal di tempat umum.


Alisa kemudian mengambil ayam daging dan beberapa ikan segar, Setelah dirasa sudah cukup mereka berdua segera berjalan menuju kasir.


Setelah selesai melakukan pembayaran Mereka berdua segera meninggalkan supermarket tersebut dan segera pulang.


Fandi sudah menenteng dua kresek penuh belanjaan untuk stock mereka dikulkas,


Setelah sampai di depan pintu, Alisa segera membuka pintu apartemenya, terlihat fandi sudah meletak kan barang belanjaan mereka di meja makan.


" Kamu lelah mas?? Tanya Alisa yang melihat peluh yang sudah menetes di dahi suaminya.

__ADS_1


" Sedikit sayang, tapi gak apa - apa kok, kamu tenang aja, apapun akan ku lakukan buat kamu ", Ucap Fandi yang tersenyum kepada Alisa.


Alisa yang mendengar ucapan suaminya tersebut langsung menghampirinya dan duduk disamping laki - laki tersebut, ia kemudian mengusap peluh suaminya dengan sangat pelan.


Fandi yang mendapat perlakuan lebih dari Alisa tiba - tiba langsung mendekatkan wajahnya sampai jarak keduanya sangat dekat sekali, hembusan nafas mereka sudah sangat terasa di masing - masing wajah mereka, tiba - tiba bibir fandi sudah menempel dibibir Alisa yang membuat alisa seketika memelototkan matanya, Fandi semakin memperdalam ciumannya berharap Alisa membalas pagutannya tersebut.


Semakin dalam ia mencium Alisa, semakin dalam juga gejolak yang fandi alami saat ini, Tangannya kini sudah bergerilya ke arah balik baju Alisa, Alisa yang mendapat sentuhan dari Fandi tiba - tiba langsung mengalungkan tangannya di leher Fandi.


Ciuman mereka semakin memanas, hingga Fandi tiba - tiba melepas cimuannya dan beralih ke arah leher Alisa.


" Mas stop, Ini bukan kamar ", Ucap Alisa yang ingin menghentikan Fandi.


Alih - alih Fandi berhenti karena ucapan Alisa, kini ia tengah mencoba menggendong Alisa dan segera membawa ke arah kamar mereka.


" Mas, kamu mau bawa aku kemana??, turunkan aku", Tanya Alisa yang sudah meronta - ronta ingin diturunkan.


" Bukannya kamu ingin aku bawa kekamar sayang ", Ucap Fandi yang membuat Alisa ngeri.


" Mas, bukan itu maksudku, lagu pula ini masih siang mas?? ", Ucap Alisa.


" Aku tidak perduli ini siang atau malam sayang ", Ucap Fandi yang kini sudah merebahkan tubuh Alisa diranjang.


" Masss???? ", Ucap Alisa untuk yang kedua kalinya.


" Kenapa sayang, Bukannya kamu yang sudah menggoda ku tadi ", Ucap Fandi yang sudah berada diatas tubuh Alisa.


Alisa sudah tidak bisa berbuat apa - apa jika suaminya sudah menginginkan nya, Kini mereka tengah menciptakan peluh yang sudah bercucuran di kedua tubuh mereka saat ini.


Setelah Selesai dengan olah raga siangnya, Fandi segera menyelimuti tubuh Alisa dan tubuhnya, Alisa sudah tertidur pulas karena sudah teramat kelelahan.


Fandi kemudian mencium kening Alisa dan Mengusap rambut Alisa, Ada seulas senyuman yang sedari tadi ada dibibir Fandi


" Terimakasih sayang ", Ucap Fandi kepada alisa yang sudah tertidur.


Kini dia juga sudah ikut menarik selimutnya dan tidur sambil memeluk istrinya yang amat ia sayangi.

__ADS_1


__ADS_2