Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
142


__ADS_3

Anton segera berpamitan untuk segera keluar dari ruangan Alisa, ia tidak mau menatap Alisa lebih dalam lagi karena bosnya kini sedang menatap dirinya seperti entah ingin memakannya hidup-hidup.


" Kalau begitu saya mau permisi dulu ", ujar Anton berpamitan kepada Alisa dan Fandi.


Fandi dan Alisa hanya terdiam lalu mengangguk.


Setelah Anton keluar Alisa dapat bernafas lega karena ia sudah punya ruang untuk bernafas , suasana sebelum itu membuat Alisa sama sekali tidak bisa bernafas, bahkan melihat tatapan suaminya yang seperti ingin menerkam Anton membuat Alisa segera menyelesaikan pekerjaan nya.


" Mas kamu kenapa sih ??", Tanya Alisa yang melihat Fandi menatap Anton sampai Anton hilang di balik pintu.


" Emangnya aku kenapa ??", Tanya Fandi yang sedikit kesal.


" Mata kamu tuh mas, dari tadi aku perhatiin, kamu seperti mau makan orang ", Ujar Alisa.


" Aku tuh gak suka dia satu ruangan sama kamu, nanti kalau si mantan itu godain kamu gimana ??", Tanya Fandi yang mungkin sudah kehilangan akal sehatnya.


Alisa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya tersebut.


" Mas Anton gak akan kayak gitu ", Ujar Alisa.


" Kamu ngebaliin dia ", Ujar Fandi tambah kesal.


" Aku gak ngebelain dia mas, kamu kan tadi merhatiin Anton terus mana berani dia gangguin aku " Ujar Alisa.


" Iya kalau aku disini sayang, kalau aku lagi gak sama kamu, pasti dia langsung gangguin kamu ", Ujar Fandi.


" Mas mas, kamu tuh ya, kasihan Anton lah mas kamu lihat kayak gitu, emang kamu mau makan dia ", Ujar Alisa yang sedikit menahan tawanya karena kelakuan suaminya yang sudah seperti anak kecil.


" Iya, aku lapar, aku mau makan dia ", Ujar Fandi semakin kesal.


" ya udah deh kalau gitu, ayo kita makan, aku mau dinginin kepala kamu yang panas itu ", ujar Alisa.


" Sayang,... ", Panggil Fandi ketika melihat Alisa mulai mengambil tas nya.


Alisa tak menggubris panggilan suaminya sekarang, yah itung-itung ngerjain suaminya kan gak apa-apa.


Fandi pun masih mengejar Alisa yang terus berjalan keluar.


Setelah sampai di halaman kantor Fandi segera mengambil mobilnya,


" Kamu parkir disini mas ??", Tanya Alisa.


" Iya, habisnya aku takut keduluan Anton sampai di ruangan kamu, lagi pula mana berani satpam mau marahin suaminya bos ", Ujar Fandi yang sudah mulai dengan tingkat kepedeannya.

__ADS_1


Alisa pun segera masuk kedalam mobil dan diikuti oleh Fandi.


Fandi pun mulai melajukan mobilnya untuk menuju salah satu rumah makan yang ada di sekitar kantor tersebut.


Tak beberapa lama kemudian mereka pun sudah sampai disalah satu restoran seafood yang ada di kotanya tersebut.


Mereka segera turun dan berjalan memasuki area Resto tersebut, mereka kemudian memilih meja yang tepat disebelah jendela kaca.


Dari sana mereka dapat melihat jalanan yang ada di depan mereka.


Pegawai Resto pun menghampiri mereka segera ia memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua.


" Mbak Jus alpukat nya dua ya , es nya yang banyak ", ujar Alisa kepada mbak yang bertugas melayani mereka.


" Silahkan ditunggu ya Mbak mas ", Ujar pegawai tersebut.


Setelah pegawai Resto itu pergi Fandi pun seger menyandarkan punggungku di kursi yang tengah ia duduki.


" Kok minta es nya banyak sekali sih ", Ujar Fandi.


" Iya, biar kepala kamu gak panas lagi mas ", Ujar Alisa cemberut.


Fandi pun hanya terdiam ia tau istrinya lagi ngambek gara-gara tingkahnya yang sangat aneh hari ini.


" Iya sayang, ada apa ??", Tanya Fandi kepada istrinya.


" Kenapa bisa Anton yang datang ke kantor ??, Tanya Alisa membuka pembahasan soal Anton lagi.


" Mas gak tau sayang ", Ujar Fandi mulai dengan kelembutannya.


" Loh, kok bisa gak tau ??", Tanya Alisa aneh.


" Ya mas memang gak tau, Mas aja tau Anton kerja di kantor mas baru siang tadi ", Ujar Fandi.


" Terus Kenapa mas bisa tahu jika Anton akan kesini, " Tanya Alisa penasaran.


Fandi pun membuang nafasnya kasar, Alisa pasti sangat penasaran kenapa bisa Anton yang kesini.


" Tadi Denis yang nyuruh Anton ke kantor kamu sayang, dan setelah Denis cerita mas langsung aja kesini ", Ujar Fandi.


" Jadi kamu tadi ngebut di jalan ??", Tanya Alisa mulai menyelidiki tingkah suaminya.


" Sedikit ", Jawab Fandi singkat.

__ADS_1


" Mas kamu tuh ya, aku gak mau sampai kamu celaka ", Ujar Alisa sedikit memarahi suaminya tersebut, bukan Alisa tak mau Fandi datang ke kantornya, tapi jika mendengar suaminya kebut-kebutan dijalan pasti akan sangat khawatir terhadap keselamatan nya.


" Maaf ya sayang ", Ujar Fandi memelas.


" Gak mau, kamu tuh keterlaluan mas, Aku gak mau kamu kayak gini lagi, bahaya ", Ujar Alisa.


" Iya sayang, aku gak bakalan ngulangin lagi, suerrr ", Ujar Fandi sambil mengangkat kedua jari tangannya ke atas.


Tak lama kemudian Pelayan resto pun datang dengan membawa makanan dan minuman Yangs sudah di pesan sebelumnya.


" Silahkan ", Ujar pelayan tersebut.


" Terimakasih mbak ", Jawab Alisa dengan tersenyum.


Alisa pun segera meminum jus yang sudah ada di meja tersebut, kepala nya juga ikut panas karena suaminya tersebut.


Mereka pun segera memakan makanan yang sudah tersaji di atas meja.


Perut mereka sama-sama kosong, karena sudah sama-sama terbawa emosi karena insiden kedatangan Anton ke kantor Alisa.


Setelah mengabiskan makanan nya mereka kemudian segera keluar dari resto tersebut dan segera menuju ke arah rumahnya.


" Kamu masih marah sama mas ??", Tanya Fandi yang melihat istrinya masih terdiam.


" Nggak, biasa aja kok", Ujar Alisa.


" Kalau gak marah itu senyum dong sayang, jangan cemberut gitu, masa suaminya di cemberutin kayak gini ", Ujar Fandi.


Alisa kemudian menampakkan senyum tipisnya kepada suaminya, meskipun terpaksa setidak nya senyuman itu mampu membuat Fandi lega karena istrinya tak lagi marah kepada-nya.


" Mas, gimana kalau aku nyari sekertaris aja, aku merasa pekerjaan ku terlalu banyak ", ujar Alisa.


" Boleh sayang, tapi yang baik dan yang jujur ", Ujar Fandi.


" Iya mas, pastinya, aku mau yang pakek jilbab kayak aku ", Ujar Alisa mengutarakan kriterianya.


" Sebentar sayang, kayaknya mas tau deh siapa ??", Ujar Fandi.


" Hmm.... siapa mas ??", Tanya Alisa.


Alisa pun mulai curiga, kira-kira siapa yang akan direkomendasikan oleh suaminya untuk menjadi sekertaris nya tak mungkin kan jika Fandi punya kenalan wanita lain , Alisa pun mulai berpikir, kira- kira siapa yang akan di bawa oleh suaminya.


Pikiran Alisa pun kini tertuju pada wanita yang ada dirumahnya, "Apa mungkin mas Fandi akan menyuruh dia ??, apa jangan-jangan Heni yang akan menjadi sekertaris ku??", Gumam Alisa dalam hatinya.

__ADS_1


" Sayang, Bagaimana kalau yang jadi sekertaris kamu itu.... ???


__ADS_2