
Kini di Apartemen nya Alisa tidak sendiri, ada Bi Jum yang akan menemaninya dikala suaminya sedang bekerja.
" Non, hari ini mau dimasakin apa ??",Tanya Bi Jum kepada Alisa.
" Apa aja Bi ", Ucap Alisa.
Bi Jum pun kini tengah membuka lemari pendingin dan melihat apa yang bisa ia masak untuk Alisa.
Bibi kini mengambil ikan gurame dan beberapa sayuran, dan Bibi dengan cekatan pun langsung menyulap Ikan dan bahan lainnya menjadi makanan yang membuat nafsu makan Alisa bertambah.
Satu jam kemudian Bibi sudah selesai dengan berbagai masakannya,
Meja makan pun sudah terisi penuh dengan Gurame asam pedas dan berbagai macam sayur untuk pelengkapnya.
" Non, makan siang nya sudah selesai, Non mau makan sekarang ???", Tanya Bibi.
Alisa pun berdiri dan berjalan menuju ke meja makan, " Wah, kelihatannya enak nih Bi ", Ucap Alisa.
Alisa segera mendudukkan dirinya ke kursi dan segera mengambil piring dan mengisinya dengan nasi.
" Bi, ayo ikut makan, temani aku ", Ajak Alisa kepada Bibi.
" Nggak usah Non, Bibi makan dibelakang
aja ", Ucap Bibi menolak.
" Ayo Bi, gak apa-apa, Aku malah senang Bibi mau makan sama aku , jadi aku ada temannya ", Ucap Alisa
Bibi kemudian menerima tawaran Alisa untuk menemani makan siangnya, meskipun agak canggung Alisa mencoba untuk membuat Bibi bersikap biasa jika sedang bersamanya seperti ini.
Setelah makan siang bersama, kini Bibi mulai membereskan sisa makanan yang mereka santap tadi, dan Alisa kini sedang beristirahat sesuai dengan janjinya kepada suaminya untuk tidak terlalu capek.
Alisa yang kini sedang berbaring terlihat sangat bosan sekali, sudah beberapa kali ia membalik posisi badannya berulang kali tapi tetap saja ia tidak dapat memejamkan matanya.
Lalu ia meraba ke arah meja nakasnya untuk mengambil ponselnya yang sedari pagi tadi belum ia sentuh sama sekali.
Alisa mulai mencari kontak suaminya untuk sekedar melepas rindunya dan menanyakan apakah ia sudah makan siang atau belum.
Nada panggil pun sudah terhubung kini tinggal menunggu Fandi untuk mengangkat panggilan dari Alisa.
Tak beberapa lama panggilan pun sudah terhubung, ada seulas senyuman dari Alisa bisa mendengar suara suaminya yang tak ia dengar mulai pagi tadi.
"Halo, Assalamualaikum mas ", Ucap Alisa.
" Waalaikum salam sayang, kamu sudah makan ??", Tanya Fandi.
" Sudah mas ", Jawab Alisa.
" Hm... padahal aku telfon kamu mau nanyain kamu udah makan apa belum, eh ternyata aku kalah cepet ya ", Ucap Alisa sambil terkekeh.
__ADS_1
" Hmmm... Istriku perhatian ya ", Ucap Fandi.
" Iya dong mas, aku mau mastiin Daddy nya baby ku udah makan apa belum ", Ucap Alisa.
" Iya Mommy, Daddy udah makan kok ", Ucap Fandi.
Alisa pun terlihat bahagia jika menyebut diri nya dan suaminya adalah Daddy dan Mommy.
" Sekarang lebih baik kamu istirahat sayang, Mas usahain akan pulang cepat setelah urusan mas selesai ", Ucap Fandi.
" Iya mas, Ya udah cepetan pulang ya, Aku udah kangen banget sama mas ", Ucap Alisa.
" Iya sayang, I love you ", Ucap Fandi.
" I love you too mas ku ", Jawab Alisa.
Mereka pun sama sama mengungkapkan kata cinta.
Tak lama pun setelah alisa meletakkan kembali ponsel nya, Alisa sudah larut kedalam mimpi-mimpinya.
***
Di Resto Fandi masih memonitoring karyawannya yang sedang melayani pelanggan.
Terlihat dari luar ada Wina dan Anton yang akan makan siang di Resto milik Fandi.
Wina pun kembali melangkahkan kakinya menuju kedalam resto dan mencari tempat duduk.
Salah satu karyawan pun juga sudah menghampiri Wina dan segera menulis berbagai macam pesanan.
Setelah semua sudah dicatat Pandangan Wina tertuju pada meja kasir yang sekarang ini tengah menampakkan keberadaan Fandi.
Dengan segera Wina segera berjalan menuju meja kasir untuk menemui Fandi yang tengah duduk disitu.
" Hai ", Sapa Wina.
Fandi yang merasa di sapa segera melihat ke arah wanita yang sudah berada di depannya tersebut.
Sekilas Fandi menatap kearah Wina dan Fandi pun seperti pernah melihat wanita ini.
" Iya ", Jawab Fandi.
" Kamu masih ingat aku ", Tanya Wina.
" Maaf, sepertinya saya lupa ", Ucap Fandi yang benar - benar lupa.
" Hey, kamu sudah lupa ya, aku yang punya pohon mangga itu ", Ucap Wina mengingatkan.
" Oh iya maaf saya baru ingat, oh iya Nona sendirian , Tanya Fandi berbasa basi.
__ADS_1
" Oh tidak, saya kesini bersama e.... ,,", Wina pun bingung harus memperkenalkan Anton sebagai siapa.
Tak sampai Wina melanjutkan perkataanya Anton sudah muncul dan memanggil Wina.
" Sayang ...", Panggil Anton yang begitu nyaring.
Segera Wina pun menoleh, " Maaf aku sudah di panggil ", Ucap Wina.
Fandi pun hanya tersenyum dan sama sekali tidak menanggapi.
Wina pun kemudian segera menghampiri Anton di meja yang sudah ia tempati tadi.
Karena Anton berada di balik Wina dan tadi Fandi juga tidak bisa begitu jelas terlihat akhirnya mereka sama - sama tidak mengetahui bahwa pemilik Resto ini adalah Fandi, dan Fandi pun juga tidak begitu memperhatikan pengunjung yang sedang datang kerestonya.
" Sayang, tadi kamu bicara sama siapa ??", Tanya Anton.
" Oh itu, itu tadi aku tanya toliet sayang ", Jawab Wina berbohong.
" Oh, gitu, Kamu sudah pesan ??", Tanya Anton.
" Sudah, bentar lagi juga datang ", Ucap Wina.
Wina pun masih sempat-sempatnya melirik ke arah Fandi yang masih berada di meja kasir, tak lama kemudian Fandi masuk kembali ke dalam ruangannya.
Wina yang kembali melihat ke arah meja kasir terlihat kecewa karena sudah tidak menemukan Fandi disana.
" Sayang kamu lihat apa sih ", Tanya Anton yang melihat Wina tidak fokus kepadanya.
" Oh.. i..itu sayang aku lihat - lihat aja, Resto nya nyaman banget ", Ucap Wina yang sudah dua kali membohongiku Anton.
"Oh itu sayang, iya ini Resto yang lagi viral, jadi ini merupakan tempat yang sangat nyaman dan romantis kalau pas datangnya malam hari ", Ucap Anton.
Setelah beberapa saat kemudian makanan yang dipesan Wina tadi sudah datang dan sudah tertata rapi dimeja ya.
" Silahkan mbk ", Ucap salah seorang karyawan.
" Iya mbak, makasih ya ",Ucap Wina.
Wina dan Anton pun segera menikmati hidangan yang sudah dipesan tadi.
***
Didalam Ruangan nya Fandi pun langsung melanjutkan pekerjaannya dan tak mau lama - lama lagi karena ia ingin segera pulang dan bertemu istrinya.
Setelah ia selesai Fandi segera membereskan meja kerjanya dan dan segera meraih tas kerjanya dan bergegas untuk keluar.
Diparkiran Resto Fandi melihat Wina yang sedang bersama laki - laki yang tak asing menurut Fandi.
Setelah mengingatnya Fandi kini pun mengetahui jika dia adalah Anton, laki - laki yang pernah menjalin hubungan dengan istrinya semasa kuliah
__ADS_1