Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Makan malam bersama keluarga Surya


__ADS_3

Tepat pukul 12 siang rapat di ruang meeting PT. Surya Bakti indah telah selesai, Fandi Denis dan Anton segera kembali menuju hotel mereka dan masuk kedalam kamar mereka masing-masing.


Tugas pertama hari ini sudah selesai dan dilanjutkan besok, tapi ada undangan makan malam nanti yang hanya di tujukan hanya untuk Fandi seorang, tapi Fandi secara terang-terangan menolak karena Denis dan Anton tidak diundang juga, ia akan pergi jika Denis dan Anton juga ikut.


Pak Surya mau tak mau harus menuruti permintaan Fandi, akhirnya Denis dan Anton pun juga diundang makan malam bersama dengan keluarga Pak Surya.


Aku tunggu di loby jam 7 malam, Pesan Fandi untuk kedua laki-laki yang ikut dengan nya saat ini.


Fandi terlebih dulu menelfonnya istrinya via video call, ia sudah rindu terhadap istrinya saat ini, tak melihat atau mendengar suaranya sehari saja membuat hidup Fandi seperti ada yang kurang.


Wajah istrinya sekarang sudah terlihat jelas dilayar ponselnya, Alisa kini sedang berada di dalam kamarnya tanpa menggunakan jilbab membuat Fandi tersenyum bisa melihat wajah dan rambut Istrinya meskipun dari kejauhan.


Fandi akan memberitahu semua yang ia lakukan mulai dia bangun tidur hingga akan tidur kembali, Fandi tidak ingin menutupi satu apapun dari istrinya.


" Jadi mas sekarang mau makan malam dengan keluarga pak Surya ??", Tanya Alisa kepada Fandi, ada perubahan diwajah Alisa saat mendengar Suaminya hendak makan malam bersama dengan keluarga Kliennya tersebut.


" Bukan mas saja sayang, Denis dan Anton juga, oh iya mas lupa ngasih tau kamu jika Anton ikut mas ke Bandung ", Ujar Fandi memberitahu istrinya.


Meskipun bersama dengan Denis dan Anton Alisa masih terlihat sedih karena suaminya tadi sempat bilang jika awalnya hanya Fandi lah yang diundang secara pribadi oleh Pak Surya.


" Sayang kamu harus percaya sama mas, mas tidak akan melakukan apapun tanpa sepengetahuan kamu ", Ujar Fandi meyakinkan istrinya.


Alisa kini terlihat tengah berkaca-kaca membuat Fandi semakin tak ingin membuat hati istrinya semakin sakit.


" Lebih baik kamu segera berangkat mas, nanti Pak Surya menunggu kedatangan mu ",


Alisa pun segera mengakhiri panggilan nya secara sepihak, ia mulai tidak bisa mengontrol hatinya karena sudah tak tahan lagi untuk Menahan tangisnya.


Alisa yakin pasti ada sesuatu melihat pak Surya menginginkan Suaminya lah yang datang secara pribadi ke sana.


Di kamar hotelnya Fandi pun semakin bingung dengan sikap istrinya, ia sudah tidak bersemangat lagi untuk berangkat memenuhi undangan dari Pak Surya.


" Kamu harus ingat sayang, semua cinta ku hanya untuk mu ", Ujar Fandi dalam hatinya.

__ADS_1


Tak lama kemudian ponsel Fandi pun berbunyi dan terlihat Denis lah yang sedang menghubungi nya.


" Bos kita sudah di loby, bos ada dimana ??", Denis kini mulai mengedarkan pandangannya ke loby hotel mencari dimana bosnya kini berada.


" Iya tunggu sebentar, saya akan turun ", Jawab Fandi.


Denis kira bosnya sudah ada di loby, ternyata bosnya tersebut masih ada didalam kamarnya.


Tak lama kemudian Fandi pun sudah keluar dari balik pintu lift dan Fandi segera melangkahkan kakinya menuju ke dua orang yang tengah menunggunya.


Wajah Fandi terlihat sangat tidak bersemangat membuat Anton dan Fandi pun kini saling memandang satu sama lain.


" Ayo kita berangkat ", Ajak Fandi dengan nada datarnya.


Anton dan Denis semakin tidak mengerti dengan sikap bosnya yang tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat dari sore tadi.


Setengah jam kemudian Fandi Denis dan Anton sudah tiba di tempat mereka kan di jamu oleh keluarga Surya, undangan ini termasuk undangan pribadi dan tanpa ada embel-embel perusahaan.


Fandi langsung disambut hangat oleh Pak Surya dan Bu Susi istri dari Pak Surya, Fandi dan lainnya pun segera dipersilahkan duduk dan Fandi pun dengan senang hati melakukan nya.


" Ayo silahkan Nak Fandi ", Bu Susi pun memperlakukan Fandi secara istimewa malam ini.


Fandi pun hanya tersenyum tipis dan hanya mengangguk saja, pikiran nya sudah tak berada di sini memainkan sedang melayang memikirkan istrinya.


Tak lama kemudian seseorang yang ditunggu pun sudah datang, seorang gadis cantik yang mempunyai paras cantik dengan berkaian sexy datang dan langsung menghampiri Bu Susi.


" Hai Mom ", Sapa Fattiya dan kemudian mencium pipi Mamanya.


Bu Susi terlihat sangat bahagia karena kedatangan putrinya sangat ia nantikan, setelah kepulangan Pak Surya dari Jakarta Bu Susi langsung saja penasaran dengan sesosok Fandi yang di ceritakan oleh suaminya.


" Duduklah sayang ",Bu Susi pun menyeret tempat duduk untuk putrinya tepat di samping Fandi.


Fandi semakin tidak enak jika harus berdekatan dengan perempuan lain selain istrinya.

__ADS_1


Denis mengerti akan tingkah Fandi yang merasa tidak nyaman saat kedatangan Fattiya di acara makan malam ini.


Benar perkiraan Fandi akan ada sesuatu karena pak Surya sempat mengundangnya secara pribadi.


" Sayang, ayo kenalkan dirimu, Ini Fandi dia CEO dari Wiratama Corp ", Bu Susi pun secara sengaja memperkenalkan Fattiya kepada Fandi.


Fattiya kemudian mengulurkan tangannya dan Fandi pun menyambutnya dengan senyum tipis nya.


" Fattiya ", Ujar Fattiya memperkenalkan dirinya.


" Fandi ", Jawab Fandi dengan datar dan sekenannya saja.


" Kenalkan juga ini Denis dan Anton ", Fattiya pun juga dengan senyum manisnya menyapa Denis dan Anton juga


Fandi kembali menatap lurus ke depan, ia sama sekali tak menikmati acara malam ini.


Denis pun semakin mengerti jika bosnya tersebut sekarang sangat tidak menikmati acara ini, beruntung Denis dan Anton bisa ikut makan malam saat ini, jadi bisa membuat Fandi sedikit merasa nyaman berada di acara ini.


Mereka kemudian makan malam bersama dan Fandi langsung menyelesaikan makannya terlebih dahulu dan kemudian meminta izin untuk pergi ke toilet sebentar.


Didalam toilet Fandi menatap wajahnya di cermin yang ada di dinding toilet tersebut.


Fandi tak menyangka jika kedatangan nya di Bandung akan menjadi seperti ini, dan ia juga yakin jika Pak Surya telah merencanakan ini semua.


" Maafkan mas sayang, mas sudah membuatmu sedih dan menangis ", Ujar Fandi sambil terus menatap ke arah cermin.


Fandi kemudian segera kembali dan ingin segera meninggalkan acara makan malam ini.


Ini masih hari pertamanya di Bandung, entah apa yang akan terjadi selama seminggu kedepan jika ia tetap berada disini bersama keluarga Pak Surya yang sepertinya ingin mendekatkan dirinya dengan Fattiya putrinya.


Denis dan Anton melihat Fandi sudah kembali dari toilet,


Fandi segera mengutarakan niatnya untuk segera pergi meninggalkan tempat acara makan malam tersebut ia ingin segera menghubungi istrinya dan ingin menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Pak Surya tidak mengetahui jika Fandi adalah menanti dari keluarga Bachtiar, keluarga konglomerat yang sangat terkenal dengan keberhasilan nya dalam dunia bisnis.


Dan pak Surya juga belum tahu jika Istri dari Fandi juga CEO dari Bachtiar Group sekarang.


__ADS_2