Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
season 2 part 37


__ADS_3

Anton kini berada di kamar Meisya putrinya Putri nya, Putrinya itu masih terlihat senyum-senyum sedari tadi, saat melihat papanya yang baru saja datang Meisya pun langsung memeluk Papanya.


"Mey, Apa yang membuat kamu tersenyum coba ceritakan sama papa??", Tanya Anton, Anton ingin tahu dari mulut putrinya sendiri jika ia senang jika Ghani putus dengan kekasihnya, Anton merasa tak enak kepada keluarga Fandi Jika benar putrinya lah yang menyebabkan putusnya hubungan Ghani dan pacarnya.


"Mesya lagi seneng Pah, soalnya sebentar lagi Meisya bakalan jadi pacar Kak Gani" ucap Meisya percaya diri,


"Maksud kamu apa Mey?? coba cerita sama Papa??", tanya Anton kepada Putrinya.


"Iya pa tadi siang tuh kagak nih sama pacarnya putus pas lihat Mesya pelukan sama Kak Gani",ucap Mesya dengan penuh percaya diri nya.


"Apa yang kamu lakukan sama Ghani, Ghani tidak akan sampai mau meluk kamu, Papa sudah tahu Ghani semenjak dulu dia memang nggak menyukai kamu dia hanya menganggap kamu sebagai adik Papa tau itu Mey", ucap Anton marah.


Mesya nggak mungkin bohong Pa, ini beneran, Kak Ghani tadi meluk mesya gara-gara Mesya mau jatuh, dan itu bukan salah Mesya kalau pacarnya itu tiba-tiba marah sama Meisya dan Kak Gani, itu kan salah dia sendiri", Ucap Mesya membela dirinya.


Anton tidak tahu dari mana jalan pikiran putrinya itu, kenapa putrinya bisa seperti itu apa mungkin ini kesalahannya dulu yang pernah ingin merebut Alisa kembali dari Fandi dan akhirnya nya wina yang direbut dari nya.


"Papa nggak mau tahu kamu harus minta maaf sama Ghani,Semua itu salah paham, Papa tahu itu dan itu semua adalah salah kamu", Tunjuk Anton kepada Mesya.


Mesya sangat marah sekali mengapa Papanya itu begitu membela orang yang telah merebut Ghani darinya, "Kenapa papa membela Wanita itu dari pada aku, aku ini Putri papa, aku tuh cinta sama kakak Ghani Pah", Ucap Mesya lagi.


"Kenapa papa dan mama tidak mendukung ku sama sekali, kenapa papa malah nyuruh aku untuk minta maaf segala, Aku nggak mau dan aku tidak akan pernah mau", Ucap Mesya.

__ADS_1


"Papa nggak mau tahu Mey, kamu harus minta maaf dan mengembalikan hubungan Ghani sama pacarnya itu, dan jika kamu tidak mau papa pastikan semua fasilitas yang Papa berikan kepadamu akan papa tarik kembali", Ancam Anton kepada putrinya.


Meisya memukul-mukul ranjangnya, Ia kesal kepada Papanya, mengapa Ia yang harus minta maaf, meskipun Mesya tahu dia yang salah tapi Mesya tidak mau, dan tidak akan pernah mau untuk mengembalikan hubungan Ghani dan Ratna.


Mesya sudah berhasil membuat Ghani dan Ratna berpisah, Dan ia sangat senang sekali ,dan tak mungkin juga Meisya harus mengembalikan hubungan itu, pastinya Mesya tidak akan mau meskipun ia berucap iya kepada Papa nya.


Saat ini Ghani memutuskan untuk tidak berdiam diri didalam kamarnya, Ia memutuskan untuk kembali ke rumah Ratna, apapun yang terjadi ia harus menjelaskan semuanya dan ia harus bisa mendapatkan hati Ratna kembali.


Mobil Ghani terus berjalan menyusuri Jalanan kota, dan Ghani sudah tidak sabar lagi untuk segera menemui Ratna.


Tepat setengah jam kemudian Ghani sudah sampai di depan gerbang rumah Ratna, Rumah yang selalu terlihat sepi menurut Ghani, Dan Ghani kemudian turun dan berjalan masuk membuka pintu pagar rumah Ratna.


Ghani kemudian mengetuk pintu rumah tersebut tak lama setelah itu Bibi pun datang dan buka pintu untuknya.


"Waalaikum salam, eh ada Den Ghani, silakan masuk Den", Ucap bibi kepada Ghani, dan Ghani pun tersenyum sambil masuk ke dalam rumah Ratna, Bibi kemudian masuk Setelah Ghani duduk dan kemudian menemui majikannya terlebih dahulu untuk memberitahu jika Ghani datang dan saat ini sudah berada di dalam ruang tamu dan sedang menunggu Ratna untuk keluar.


"Permisi Nyonya di luar ada den Ghani",ucap Bibi kepada Dina.


"Iya Bi terima kasih, habis ini saya temui", jawab Dina kepada Bibi.


"Oh ya Bi, tolong bikinin minum ya", Perintah Dina kepada Bibi.

__ADS_1


"Baik sebentar, Bibi kemudian berjalan menuju ke dapu, dan Dina kemudian berjalan untuk menemui Ghani yang kini sedang berada di dalam ruang tamunya, Ghani terlihat sudah lebih baik daripada tadi siang tadi mungkin Ghani sudah bisa mengontrol dirinya, dan pikirannya sudah jernih, berbeda dengan Ratna, Ratna masih saja mengurung dirinya di dalam kamar dan tak mau keluar sama sekali.


"Assalamualaikum Tante", ucap Ghani saat melihat Dina datang menemui nya. Ghani langsung mencium punggung tangan Dina.


"Waalaikum salam", jawab Dina,


"Bagaimana keadaan Ratna tante??", tanya Gani kepada Dina.


Ghina masih belum keluar dari kamar dan dia masih belum bisa diganggu", ucap Dina kepada Ghani.


"Tapi apa boleh saya menemuinya tante??", tanya Ghani lagi, Ghani sudah tak sabar ingin menjelaskan semuanya kepada Ratna agar ia bisa percaya kembali kepadanya.


"Kamu coba aja, mungkin dengan kamu terus membujuknya Ratna mau menemui kamu", ucap Dina yang mempersilakan Gani untuk menemuinya putrinya meskipun Dina juga tidak yakin Ratna mau membuka pintunya atau tidak.


Ghani Kemudian mendekat kearah kamar Ratna Setelah mendapat izin dari mamanya tentunya, dan kini ia mulai mengetuk pintu kamar Ratna berharap Ratna akan membukakan pintu untuknya.


"Rat, aku ke sini aku mau nemuin kamu, aku mau jelasin semuanya sama kamu, Apa yang kamu lihat itu tidak sesuai dengan apa yang kamu bayangkan, Aku dan Mesya tidak ada hubungan apa-apa pun, kamu harus percaya itu, aku mohon kamu keluar Ratna aku mohon" Ucap Ghani.


Ratna yang mendengar dari balik pintu kamarnya kembali menangis, sejujurnya Ia juga ingin menemui Ghani, Tapi jujur, hatinya sedang sakit saat ini, ia merasa dibohongi oleh Ghani dan itu tidak gampang untuk ia bisa memaafkan Ghani.


"Sudah mas, lebih baik kamu pergi aja Mas, stop jangan ganggu aku, kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi, hubungan kita udah selesai, jadi please tolong jangan ganggu aku lagi aku masih butuh sendiri, aku masih butuh banyak berpikir lagi dan sepertinya aku sudah tidak bisa kembali sama kamu Mas" jawab Ratna dari Balik pintunya.

__ADS_1


"Ratna aku mohon, aku enggak bakalan pulang dari sini Jika kamu nggak nemuin aku",


Ghani masih tetap kekeh ingin terus menunggu Ratna sampai Ratna keluar dari kamarnya meskipun itu sampai pagi akan Ghani lakukan itu itu demi Ratna, Ghanj sudah berjanji akan menjadikan Ratna sebagai istrinya, dan dari masalah ini semua itu sudah gagal dan Ghani sangat sangat menyesal.


__ADS_2