Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
50.


__ADS_3

Tania semakin menatap Alisa dengan penuh kebencian, Langkahnya pun semakin cepat dan ingin membalas tamparan Alisa, Sebelum tangannya berhasil menyentuh pipi Alisa, Pak Ardi pun sudah berhasil menghalangi Tania dengan menepis tangan Tania dengan kasar.


" Jangan sekali-kali kamu menyentuh kulit putri saya", Ucap Pak Ardi yang seketika membuat Tania kaget dan memundurkan kakinya.


Wajahnya pun menjadi pucat, ia tidak menyangka bahwa Alisa adalah pemilik rumah ini, Dan ia juga sangat ketakutan karena ia sudah menghina Alisa didepan Orang tuanya.


" Jangan pernah kamu menghina dan menyakiti putri saya, kalau sampai kamu menyentuhnya, saya jamin kamu tidak akan hidup dengan tenang ", Ucap Pak Ardi terhadap Tania.


Kemudian Pak Ardi berjalan menuju tempat telfon rumahnya, Setelah itu dia terlihat menelfon seseorang disana.


" Cepat kamu kemari ", Ucap Pak Ardi kepada orang yang sedang di telfon nya tersebut.


Tak perlu menunggu lama, terlihat dua orang yang memakai pakaian serba hitam sedang menuju kedalam rumah, kemudian mereka langsung menemui Pak Ardi .


" Ada apa tuan, ada yang bisa saya lakukan ", Ucap salah seorang yang sedang menemui Pak Ardi tersebut.


" Urus dia, Dan pastikan buat dia sangat menyesal karena telah menghina putriku ", Ucap Pak Ardi.


" Baik tuan, Akan segera saya laksanakan perintah tuan ", Ucap kedua orang tersebut.


Mereka pun langsung menyeret Tania keluar dari rumah tersebut, Alisa yang melihatnya menjadi sangat kasihan kepada Tania.


" Pah, Apa tidak terlalu berlebihan Papa menghukum Tania ", Ucap Alisa kepada Papanya.


" Itu hukuman yang tepat untuk dia yang sudah berani mengganggumu dan mengganggu hubunganmu dengan Fandi", Ucap Pak Ardi.


" Dari mana Papa tau semua ini ", Tanya Alisa kepada Papanya.


" Papa sudah tau sejak jauh - jauh hari, dan Fandi sudah menceritakan semuanya tanpa sepengetahuan mu", Ucap Pak Ardi yang membuat Alisa tidak percaya akan tindakan Papa nya dan Fandi yang ingin melindunginya.


" Terimakasih Papa sudah mau membantu Alisa dan mas Fandi ", Ucap Alisa dengan memeluk sang Papa.


" Papa ingin melihatmu bahagia dengan Fandi, Papa hanya ingin hubungan mu tidak sampai diganggu oleh wanita seperti itu", Ucap Pak Ardi yang membuat Alisa semakin mengeratkan pelukannya.


" Ya sudah, sebaiknya kamu segera istirahat, Dan jangan lupa belajar yang rajin biar cepat lulus kuliahnya dan segera menikah dengan Fandi", Ucap Pak Ardi yang membuat Alisa tersipu malu.

__ADS_1


Alisa kemudian segera pergi menuju kamarnya, Papanya juga sedang istirahat, Tak lama kemudian ponselnya tiba - tiba berbunyi dan terlihat di layar ponselnya bahwa Fandi sedang menelepon dirinya, Kemudian Alisa pun segera menerima panggilan tersebut.


" Halo sayang, Assalamualaikum ", Ucap Fandi dari balik telfon.


Alisa pun tersenyum mendengar nada suara manja Fandi yang hanya untuknya tersebut.


" Waalaikum salam mas ???", Jawab Alisa yang tak kalah manja dari Fandi.


" Sayang, malam ini aku mau jemput kamu ", Ucap Fandi terhadap Alisa.


" Mas bukannya kamu lagi sakit, Luka kamu belum sembuh benar mas?? ", ucap Alisa.


" Aku udah gak apa-apa sayang, kamu tenang aja, aku udah sembuh dan nanti malam kamu harus mau keluar sama aku " Ucap Fandi yang tak terbantahkan.


Alisa pun hanya pasrah dan mengiyakan ajakan Fandi, " Sebenarnya kita mau kemana mas ??", Tanya Alisa penasaran.


" Kamu gak perlu tahu sayang, Aku sudah menyiapkan kejutan spesial untuk mu", Ucap Fandi.


" Ya udah kalau gitu aku tunggu kamu dirumah mas ",Ucap Alisa.


" Waalaikum salam mas ", Jawab Alisa .


***


Sementara itu dilain tempat, Tania sudah dibawa oleh kedua orang tersebut kerumahnya, ia sudah diberi pelajaran yang tak akan Tania lupakan, Dan dia sudah berjanji tidak akan menggangu Alisa dan Fandi.


Tania masih terus menangis, Terlihat banyak memar di pipinya, Orang suruhan Pak Ardi hanya menampar Tania sampai Tania merasa jera dengan perbuatannya,


Pak Ardi juga menyuruh agar tidak melakukan hal yang akan merugikan Tania kedepannya.


Tania hanya menatap wajah nya dengan penuh dendam dan air mata, "Aku tidak menyangka perempuan yang selama ini aku anggap rendah ternyata bisa lebih merendahkan ku seperti ini, Aku tidak terima dengan semua ini, akan aku balas semua perbuatan kalian !", Ucap Tania dengan penuh amarah.


Seisi kamarnya sudah berantakan karena Tania sudah mengacak - acaknya karena merasa kalah dari Alisa.


" Haaaahhhhhh....!!!!", Tania berteriak dengan keras sambil terus menjambak rambutnya dengan kasar.

__ADS_1


Tania terus menangis dan sampai akhirnya dia tertidur kelelahan.


Hal yang sama juga sedang dialami Anton, Ibunya masih tetap mengacuhkannya, Ia melakukan semua hal sendiri termasuk mengobati lukanya sendiri.


" Bu, Kenapa ibu sangat tega melihatku seperti ini, Bukankah ini semua aku lakukan hanya karena keinginan ibu sendiri", Ucap Anton.


Bu Nita masih terus mengacuhkan Anton, " Jangan meneriaki ibu An, Kuping ibu sakit mendengar teriakan mu dari tadi ", Ucap Bu Nita.


Anton pun hanya pasrah, ini hukuman karena Anton tidak dapat menuruti permintaan gila ibunya,


Ibunya Anton yang sangat gila harta dan suka memanfaatkan orang lain seperti yang ia ajarkan kepada Anton sedari dulu,


Kini ia harus menelan pahitnya kekecewaan karena semua keinginan nya sekarang hanya mimpi belaka, dan tak mungkin bisa terwujud.


Impiannya yang ingin memiliki menantu seperti Alisa yang tak lain adalah seorang anak konglomerat sudah hanya angan-angan saja.


Bu Nita pun kembali menemui Anton,


" Anton ibu tak mau dengar alasan kamu lagi, kamu harus cari lagi wanita kaya dan kamu harus bisa menaklukkan hatinya", Ucap Bu Nita kepada Anton.


Anton pun hanya terdiam, berbicara pun tak bisa, ia harus kembali menyusun rencana dari awal untuk menggait wanita - wanita kaya Seperti yang ibunya minta.


Setelah Anton selesai mengobati lukanya sendiri, ia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan mengganti bajunya.


***


Malam pun tiba , Sesudah menunaikan sholat Maghrib Alisa segera bersiap-siap untuk pergi bersama Fandi.


Dibukanya sebuah lemari besar yang berada didalam kamarnya tersebut, ia pun kemudian memilih gamis yang sesuai untuk malam ini, meskipun Alisa tidak tahu tujuannya dengan Fandi, tetapi ia akan selalu mengenakan gamis yang sederhana tetapi tetap kelihatan elegan.


Dengan balutan jilbab berwarna salmon, Alisa nampak begitu cantik dan sangat anggun, Siapa pun yang melihatnya akan mengatakan bahwa Alisa sangat cantik malam ini.


Matanya masih saja menatap cermin didepannya, Ia rias wajahnya dengan makeup yang tidak terlalu tebal dan menggunakan lipstik yang berwarna soft.


Tak lama kemudian ponselnya berbunyi, terlihat satu pesan masuk ke ponselnya tersebut, seketika Alisa pun membuka lalu membacanya.

__ADS_1


" Aku mencintaimu sayang "


__ADS_2