Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Ada yang beda


__ADS_3

Pagi ini menjadi pagi yang tak biasanya bagi Fandi, istrinya masih saja meringkuk di dalam selimut dan enggan untuk bangun, tangannya pun masih memeluk erat dirinya dan enggan pula untuk ia lepaskan.


" Sayang, ayo bangun udah shubuh ", Sudah 3 kali Fandi berucap seperti itu sambil mengusap lembut kepala istrinya, namun Alisa tidak bergeming sekali pun dan ia masih mempererat pelukan di perut suaminya.


Fandi pun mencoba bergerak perlahan, mencoba untuk melepaskan pelukan istrinya,


" Emmhh... ", Alisa pun bergumam, tetapi ia masih memejamkan matanya.


" Sayang bangun, kita sholat dulu ", Fandi pun semakin tak sabar Tanpa aba-aba Fandi pun menggendong tubuh istrinya dan ia bawa menuju ke kamar mandi.


Alisa merasakan tubuhnya di angkat seketika ia pun membuka matanya.


" Mas ???", Ucap Alisa saat mengetahui dirinya sudah berada di gendongan suaminya.


Alisa kemudian mengalungkan tangannya di leher Fandi dan menenggelamkan kepalanya di dada Suaminya.


Fandi kemudian menurun kan istrinya,


" Sekarang kamu ambil wudhu dulu, kita sholat bareng ", Titah Fandi kepada istrinya.


Alisa mengangguk ia kemudian berjalan menuju kran air dan mengambil wudhu.


Alisa hanya menurut saja walaupun rasa nya tubuhnya sangat malas sekali untuk bergerak, dia kemudian keluar dan mengambil mukenah, ia kemudian menunggu Fandi dan setelah Fandi keluar dari kamar mandi mereka pun sholat shubuh secara berjamaah.


Selepas itu biasanya Alisa akan keluar kamar dan pergi ke dapur, tapi pagi ini tidak, ia menyeret kembali Fandi kedalam selimut dan memeluknya Kembali.


Alisa kemudian memejamkan matanya kembali dan menenggelamkan wajahnya di dada Suaminya,


Fandi juga tak habis pikir dengan tingkah istrinya pagi ini.


Pagi ini Alisa sangat manja sekali kepadanya dan sama sekali tak bersemangat.


" Sayang kamu sakit ??", Tangan Fandi sudah berada di kening istrinya untuk memeriksa suhu badan Istrinya, tapi hasil nya normal-normal saja tak hangat ataupun panas.


Alisa masih tak menjawab malah ia menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya.

__ADS_1


" Ya udah, kalau kamu masih ngantuk atau kamu merasa nggak enak badan kamu istirahat saja, mas mau keluar dulu ", Fandi pun beranjak dan Alisa sama sekali tak merespon, ia sudah pergi terbawa mimpi nya kembali.


Diluar kamar sambil menuruni tangga Fandi masih memikirkan keanehan istrinya pagi ini, biasanya Alisa tak suka ber malas-malas an seperti ini, malah Alisa lah yang bersemangat jika pagi datang karena ia akan membantu bibi di dapur.


Fandi berjalan menuju ke dapur dan duduk di meja makan dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi tersebut.


Bi Jum yang melihat Fandi segera menghampirinya Tak biasanya Fandi akan datang sendiri ke dapur apalagi pagi-pagi seperti ini.


" Ada yang bisa bibi bantu Den ??", Tanya bi Jum yang sudah berada di samping Fandi.


" Tolong buatkan saya kopi bi ", Ujar Fandi dan bi Jum segera pergi dan membuatkan Fandi kopi.


Tak lama kemudian Bi Jum sudah membawakan secangkir kopi dan kini sudah berada di hadapan Fandi.


" Terimakasih bi, oh ya tolong buatkan susu untuk istriku juga bi", Perintah Fandi dan langsung diangguki oleh Bi Jum.


" Baik den, Ngomong-ngomong non Alisa kemana den ??", Tanya Bi Jum yang tak melihat Alisa pagi ini, biasanya Alisa sudah berada di dapur bersamanya dan ikut menyiapkan sarapan di pagi hari.


" Alisa masih tidur bi, tadi sehabis sholat shubuh dia tidur lagi ", Ujar Fandi.


Beberapa saat kemudian susu sudah berada di atas nampan dan Fandi meletakkan kopi nya di dalam satu nampan dan membawanya ke kamar .


Saat Fandi membuka pintu kamarnya, Alisa masih sama seperti saat Fandi meninggalkan nya, ia masih menenggelamkan tubuhnya dibawah selimut tebalnya dan tak berpindah posisi Sama sekali.


Fandi pun semakin bingung apa yang terjadi dengan istrinya pagi ini mengapa tingkahnya berubah seratus delapan puluh derajat.


Fandi mendekatkan tubuhnya, ia kini duduk di tepi ranjang menyaksikan istrinya yang tengah tertidur pulas.


" Sayang, kalau kamu gak enak badan lebih baik hari ini gak usah ke kantor ", Fandi terus berbicara, dan tanpa sepengetahuan nya Alisa pun perlahan terbangun karena mendengar suara Suaminya.


Alisa terbangun dan merenggangkan otot nya, Wajahnya terlihat sangat segar mungkin karena ia bisa tidur lebih lama dari biasanya dan itu bukan kebiasaan Alisa semenjak menikah dengan Fandi.


" Aku ke kantor aja mas, aku gak apa-apa, cuma lagi malas bangun aja ", Ucap Alisa.


Fandi kemudian memberikan susu kepada istrinya, " Kamu minum sayang, dihabiskan, biar badan kamu segar ", Titah Fandi.

__ADS_1


Alisa menerima dengan senang, biasanya Alisa tak terlalu suka susu


tapi pagi ini ia meminumnya dengan cepat dan tak menunjukkan jika ia kurang suka dengan minuman tersebut.


Fandi pun tersenyum tapi juga heran, biasanya istrinya akan menawar untuk meminum sedikit kadang setengah gelas dan itu pun harus dengan pemaksaan, tapi pagi ini Alisa menghabiskan satu gelas susu tanpa protes dan hambatan sama sekali.


Alisa tersenyum senang, ia mengusap sisa susu dengan ibu jarinya yang tertinggal di bibirnya.


Alisa pun turun dari ranjangnya, sebelum ia pergi ke kamar mandi ia terlebih dahulu merapikan seprei dan bedcover yang berantakan karena bekas ia tidur tadi.


Segera Alisa mengambil handuk kimono nya dan segera masuk kedalam kamar mandi, tapi beberapa detik Alisa masuk Alisa sudah memuntahkan semua susu yang ia minum tadi,


Alisa menjadi mual setelah menghirup bau sabun yang ada di dalam kamar mandinya.


Fandi pun berlari, ia mendengar suara istrinya yang sedang memuntahkan isi perutnya di dalam kamar mandi tersebut, ia ingin mengetahui keadaan Istrinya saat ini, mengapa Alisa bisa muntah-muntah padahal sebelum masuk ia baik-baik saja.


Fandi membuka pintu kamar mandi, kebetulan masih belum dikunci oleh istrinya.


Fandi kemudian melenggang masuk kedalam kamar mandi dan melihat istrinya yang masih berada di depan wastafel.


" Sayang, kamu kenapa ??", Fandi masih ingin mencari tahu apa penyebab istrinya bisa muntah-muntah pagi ini.


Alisa kemudian berbalik, matanya masih terlihat berkaca-kaca,


" Aku nggak Apa-apa mas, cuma tadi aja tiba-tiba mual ", Jawab Alisa ia kemudian berjalan menuju ke arah shower mandinya untuk segera membersihkan tubuhnya.


" Kita ke dokter aja, mas yakin kamu sedang tidak baik-baik saja pagi ini, mas lihat kamu pagi ini aneh banget dan itu bukan kebiasaan kamu sayang ", Fandi masih mengharap agar istrinya mau diajak ke dokter.


" Sudah mas, aku baik-baik saja, kamu gak perlu khawatir, Ya udah aku mau mandi dulu, kamu keluar dulu ya ",Pinta Alisa kepada suaminya, namun Fandi pun menggeleng dan tetap berdiam dikamar mandi.


" Mas akan tetap disini sayang, mas tidak mau terjadi sesuatu kepadamu", Fandi tetap kekeuh ingin menjaga istrinya didalam kamar mandi, bukan bermaksud ingin mencari kesempatan tapi ini murni kekhawatiran Fandi kepada istrinya.


Alisa mempercepat durasi mandinya, ia kali ini tak menggunakan sabun mandi miliknya, malah ia mengambil sabun mandi milik suaminya, aroma maskulin dari bau sabun itu kini menempel di tubuh Alisa.


Alisa kemudian segera memakai handuk kimono nya karena sejujurnya saat ini ia sangat malu karena sedari tadi Suaminya terus memperhatikan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2