Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Suami pengertian


__ADS_3

Pagi harinya di sebuah apartemen, mereka berdua masih tinggal di apartemen tersebut, dan permintaan kedua Orang tua mereka masih belum ia terima saat ini.


Tania dan Niko kini tengah tidur kembali, Setelah sholat shubuh tadi Tania memilih tidur kembali, semenjak kehamilannya Tania lebih sedikit malas, ia akan merasakan mual-mual di pagi hari dan itu membuat Niko kasihan kepada istrinya tersebut.


Wajah Tania terlihat tenang, ia masih tidur, dan Niko pun sudah terbangun, Niko tak mempermasalahkan jika tania tidak memasak sarapan untuk pagi hari, Niki mengerti jika Tania mencium bau bawang merah ia akan mual-mual dan terkadang matanya sampai memerah karena mual-mual nya tak kunjung mereda.


Niko turun dari ranjang tidurnya, ia kini tengah memakai kaos tipis dan celana pendek, ia pergi menuju dapur, ia akan membuat kopi sendiri dan juga susu untuk Tania, Niko tak masalah jika melakukan nya sendiri, jika ia bisa sendiri, dia tidak akan mengganggu istrinya saat ini.


Kopi yang ia buat sudah siap, dan susu yang ia bawa tadi juga sudah terletak di atas meja nakas tempat disamping istrinya, Niko sedikit menggoyangkan tubuh Tania dengan pelan, ia tak mau membuat Tania kaget, ia akan membangunkan istrinya dengan cara yang lembut.


"Sayang, bangun, aku buatkan susu untuk mu", Tania terlihat menggeliat, badannya kini terlihat sedikit kurus karena ia terlalu banyak memuntahkan makanan nya.


" Apa sayang", Tania pun mulai membuka matanya, ia melihat Niko yang sedang duduk dan tersenyum kepadanya.


"Aku membuatkan susu untuk mu sayang", Niko mengambil susu yang berada diatas nakas dan memberikannya kepada istrinya.


Tania menerimnya dengan senang hati, apalagi yang membuatkannya adalah Niko suaminya.


"Terimakasih sayang", Tania megambil gelas tersebut dan meminum susu tersebut sampai habis.


Tania mengusap ujung bibirnya yang ada sedikit sisa susu yang tertinggal di sana.


"Kamu sudah makan sayang??, Maafkan aku yang tidak bisa menyiapkan sarapan untuk mu setiap hari",Tania terlihat sedikit sedih mengingat ia selalu mual saat berada di dapur.


Niko menatap tania dengan tatapan penuh cinta. Ia belai rambut Istrinya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Jangan berkata seperti itu, aku tidak pernah mempermasalahkan itu semua, yang aku ingin kamu selalu sehat dan tentunya bayi kita juga sehat", Niki menarik Tania kedalam pelukannya, ia tahu istrinya merasa bersalah karena ini, dan Niko pun memahaminya,

__ADS_1


"Sekarang lebih baik kamu segera mandi sayang, aku mau mengajakmu sarapan diluar",Senyum Tania pun mulai terpancar, ia senang jika dirinya di ajak makan diluar oleh suaminya.


"Tunggu sebentar sayang, aku mandi dulu", Tania pun turun dari ranjangnya dan segera masuk kedalam kamar mandinya.


"Sayang Hati-hati", Niko terlihat menggelengkan kepalanya melihat reaksi Tania, memang semenjak hamil sikap Tania agak seperti anak kecil, ia terkadang gampang menangis dan kadang juga ia akan meminta sesuatu yang biasanya disukai oleh anak-anak, Niko pun menjadi keheranan terhadap istrinya.


Tak perlu menunggu lama Tania sudah keluar dengan rambut basahnya, wajahnya terlihat segar, dan kini handuk sudah melingkar di atas kepalanya untuk membungkus rambutnya yang basah.


Tania kemudian berjalan, ia kini membuka lemari pakaiannya dan mengambil gamis yang selalu ia pakai saat ia keluar, perlahan-lahan Tania sudah bisa menutup auratnya dan itu membuat Niko bertambah bahagia karena perubahan Tania.


"Aku mandi ya sayang, kamu tungguin aku", Tania pun menoleh, ia pikir suaminya itu sudah mandi, dan ternyata Niko pun belum mandi sama seperti dirinya.


"Jangan lama-lama sayang, aku sudah lapar", Tania sedikit berteriak hingga membuat orang yang berada di dalam kamar mandi itu juga menyahutinya.


" Iya sayang", Niko menjawab dengan berteriak juga agar istrinya mendengar perkataannya.


"Sayang, sayang, kamu dimana ??", Niko memanggil Tania berharap Tania akan masuk kedalam kamarnya lagi.


Sudah hampir 3 kali Niko memanggil tapi tak ada sahutan sama sekali dari Tania, Niko pun segera memakai pakaian nya dan segera keluar untuk mencari keberadaan istrinya.


Niko keluar dan ia sedang mencari Tania, di tempat lain Tania kini sedang menerima panggilan, suaranya terdengar sehingga membuat Niko berjalan kerahnya untuk mengetahui siapa yang kini sedang di telfon istrinya.


" Iya mah, nanti kami mampir kesana kok ", Tania ternyata sedang menerima telfon dari mamanya,


Niko pun mendekat, ia peluk istrinya dari belakang sehingga membuat Tania kaget, Tania sedikit menggerakkan tangannya dan ia mencubit tangan suaminya.


"Awww, sakit sayang ", Niko pun mengaduh kesakitan.

__ADS_1


Mamanya Tania mendengar keluhan dari Niko dari balik telfon,


"Tan, Mama seperti dengar suara Niko, dia kenapa Tan ??", Tanya Mama nya.


Tania menoleh ke arah Suaminya,


"Hmmm.. Nggak apa-apa ma,Mungkin digigit semut", Ucap Tania, tapi yang sedang di cubit itu malah tersenyum melihat istrinya yang kebingungan menjawab pertanyaan mamanya.


"Ya sudah, Mama tunggu ya, Mama harap kalian beneran datang ke rumah Mama", Ucap Mama penuh harap pada Tania dan. Niko.


"Iya ma",Jawab Tania dan kemudian Tania mengakhiri panggilannya.


Tania kembali berjalan menuju ke kamarnya, ia belum.memakai jilbabnya, maka dari itu setelah menerima telfon dari mamanya kini Tania akan bersiap-siap karena perutnya sudah semakin lapar.


Mereka kini sudah berada di dalam mobil, setelah memasang safety belt Niko segera melajukan mobilnya menuju ke tempat yang sudah ia janjikan kepada istrinya untuk sarapan pagi disana.


Tujuan Niko adalah resto yang kini sudah buka terlebih dahulu, kebanyakan resto akan buka pukul 10 pagi, dan kini Niko dan Tania sudah berada didalam resto yang sedari jam 8 pagi resto tersebut sudah buka.


"Kamu mau makan apa sayang ??", Niko mulai menunjukkan buku menu yang sudah di berikan oleh salah satu karyawan yang sedang bertugas.


"Aku mau nasi goreng udang, minumnya jus alpukat aja, kamu sayang??", Tania sudah memilih menu apa untuk dia sarapan nanti, sekarang giliran Niko.


"Mbak, saya sama kan saja sama istri saya", Niko memilih menu yang sama dengan istrinya, Dan karyawan itu pun segera pergi untuk membawakan pesanan mereka.


" Sayang, Mama minta kita kesana nanti", Ujar Tania memberitahu suaminya.


"Iya, habis ini kita kesana, kamu pasti kangen sama mama kan??", Niko sebenarnya tau jika Istrinya tengah rindu dengan Mama nya, dan Niko pun akan mengantar Tania kesana untuk menemui orang tua nya.

__ADS_1


__ADS_2