Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
73


__ADS_3

Pagi harinya ketika Alisa sedang berada di dapur dan Fandi yang masih berada dikamarnya seketika dikejutkan dengan suara ponselnya yang berbunyi, Tangan Fandi kini meraba ke arah meja nakas yang berada di sebelah tempat tidurnya, dengan mata yang masih sedikit mengantuk Fandi melihat layar ponselnya yang bertuliskan Panggilan dari Papa Ardi.


Dengan sangat kaget Fandi pun mulai mengumpulkan kesadarannya dan menjawab panggilan tersebut dengan segera.


" Halo Assalamualaikum Fand ??",Ucap Papa Ardi dari balik telfon.


"Waalaikum salam pah ", Jawab Fandi.


" Fand ada yang ingin Papa bicarakan denganmu ", Ucap Papa Ardi.


" Iya pah ada apa ", Tanya Fandi dengan rasa penasarannya.


" Apa kamu akan membawa Alisa ke tempat kerja kamu seperti bisanya ??", Tanya Papa Ardi.


" Tidak Pah, Fandi akan menyuruh Alisa dirumah dan istirahat, dan Fandi juga akan menyewa jasa ART untuk mengurus seisi apartemen Fandi Pah ", Ucap Fandi.


" Syukurlah Fand kalau begitu, jadi Papa gak khawatir lagi ", Ucap Papa Ardi.


" Papa tenang saja, Fandi tidak akan membiarkan Alisa kelelahan pah ", Ucap Fandi meyakinkan.


" Terimakasih Fand, Papa percaya, kamu bisa menjaga istrimu dengan sangat baik ", Ucap Papa. tersenyum.


" Tapi Fandi masih takut meninggalkan Alisa sendirian di rumah pah, Fandi takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan nantinya", Ucap Fandi jujur dengan Papa Ardi.


" Tenang saja Fand, Papa akan mengirim para Bodyguard Papa untuk berjaga di sekitar apartemen kamu, dan Papa akan mengirim salah satu dari ART Papa untuk mengurus Alisa selama kamu kerja ", Ucap Papa Ardi.


" Terimakasih banyak Pah, Fandi jadi bisa tenang meninggalkan Alisa sendiri di rumah, dan Fandi akan menyiapkan satu orang supir khusus untuk Alisa jika ia mau pergi dan tentunya harus dengan pengawasan Bodyguard Papa ", Ucap Fandi.


" Ya sudah Fand, Papa tutup dulu telfonnya, secepatnya sebelum kamu berangkat ke Resto, ART yang Papa kirim akan datang ke Apartemen kamu", Ucap Papa Ardi.


" Iya Pah, sekali lagi terimakasih banyak Pah ", Ucap Fandi.


" Iya Fand, Assalamualaikum ", Ucap Papa Ardi.


" Waalaikum salam Pah ", Jawab Fandi.


Setelah mengakhiri panggilannya, Fandi kemudian segera menuju kekamar mandi untuk membersihkan badannya.


Saat Alisa sudah menyiapkan sarapannya ia segera kembali Kekamar untuk memanggil suaminya yang biasanya sudah siap untuk berangkat ke Resto, tapi setelah masuki kamar Alisa masih mendengar guyuran air dari dalam kamar mandi.


" Tumben baru mandi, biasanya udah siap ", Gumam Alisa.

__ADS_1


Didalam kamar mandi Fandi kini tengah mencari handuknya, kemudian dia membuka pintu kamar mandinya dan mengintip ke segala arah penjuru kamarnya, Tak disangka istrinya ternyata ada didalam kamar tersebut.


" Sayang, ambilin mas handuk dong ", Ucap Fandi memelas kepada Istrinya.


Alisa yang melihat suaminya tengah mengintip ke arahnya seketika menggelengkan kepalanya.


" Kok bisa handuknya ketinggalan sih ", Ucap Alisa sambil berjalan ke arah pintu kamar mandi.


" Mas ini handuknya ", Seru Alisa.


Fandi kemudian membuka pintu kembali dan mengambil handuk dari tangan Alisa,


Saat mengambil handuk dari tangan istrinya Fandi malah menarik tangan Alisa untuk masuk kedalam kamar mandi dengannya.


" Mas kamu apa apain sih ", Ucap Alisa


" Sayang mandi bareng yuk ",Ucap Fandi menggoda Alisa.


" Aku udah mandi mas ", Ucap Alisa sambil keluar dari kamar mandi.


Fandi pun tertawa kencang karena melihat istrinya malu saat melihat tubuh Fandi.


Wajah Alisa pun menjadi merah merona karena kekakuan suami nya.


Tak lama kemudian Fandi sudah keluar dengan lilitan handuk di pinggangnya.


" Mas ini tuh udah siang, kamu kok nyantai banget sih", Ucap Alisa.


" Hmmm... kamu kenapa sih sayang, aku mau berangkat kapanpun itu nggak apa-apa sayang kan aku bosnya ", Ucap Fandi.


" Iya deh, kamu bos nya mas , dan aku sekarang Bu bosnya ", Ucap Alisa sambil tertawa.


Setelah mengganti pakaiannya dengan kemeja, Fandi segera menuju ke meja makan untuk sarapan bersama dengan istrinya, tak berapa lama terdengar bunyi bel dari luar, Alisa yang sedang menikmati sarapannya kemudian beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan untuk membuka pintu.


" Sebentar ya mas aku buka pintu dulu ", Ucap Alisa yang langsung diangguki oleh Fandi.


Setelah pintu terbuka terlihat ada Bi Jum berdiri didepan pintu apartemen Alisa.


" Lho, Bi Jum ", Ucap Alisa kaget.


" Ayo Bi, masuk ", Ajak Alisa yang langsung diikuti oleh BI Jum dari belakang.

__ADS_1


Setelah masuk kedalam Alisa dan Bi Jum duduk di sofa ruang tamu, dan tak lama kemudian Fandi datang dan ikut bergabung bersama dengan Istrinya.


" Oh, Bibi sudah datang rupanya ", Ucap Fandi yang membuat Alisa menjadi bingung.


" Maksud kamu apa mas ", Tanya Alisa bingung.


" Oh ya, Mas lupa gak ngasih tau kamu sayang, Mulai pagi ini Bi Jum yang akan urus semua pekerjaan di rumah ini dan kamu tugas nya adalah istirahat gak boleh ngapa ngapain ", Ucap Fandi.


" Tapi mas kok bisa Nyuruh Bi Jum yang kesini ", Ucap Alisa.


" Itu semua Papa yang udah urus sayang, kita tinggal terima beres ", Ucap Fandi.


" Iya Non, mulai pagi ini Bibi akan membantu Non untuk membersihkan tempat ini dan memasak masakan buat Non Alisa.


Tapi Bibi gak nginap Non, Bibi nanti tetap pulang kerumah Tuan ", Ucap Bibi.


" Kalau gitu Mas berangkat dulu ya sayang, Mas usahakan akan pulang cepat " Ucap Fandi kepada istrinya.


Alisa kemudian mengambil tas kerja Fandi dan mengantar Fandi sampai ke luar pintu apartemen,


" Hati - hati ya mas ??", Ucap Alisa sambil mencium tangan suaminya.


" Iya sayang, kamu jangan bandel ya, aku gak mau kamu kecapean, dan nanti jangan lupa minum susu sama vitaminnya", Ucap Fandi sambil mencium kening istrinya.


" Jagain Mommy ya sayang ", Lanjut Fandi sambil mengelus perut istrinya.


Fandi kemudian pergi meninggalkan Alisa dan Bibi di dalam apartemen nya.


Saat Fandi keluar dari Apartemen nya Fandi dikagetkan dengan suara seseorang yang memanggil nya.


" Tuan ", Panggil Salah satu Bodyguard yang berjaga di depan Apartemen Fandi.


Fandi pun menoleh dan setelah itu ia tahu bahwa yang memanggil dirinya adalah Bodyguard suruhan mertuanya.


" Terimakasih kalian sudah datang, kalau begitu saya pergi dulu dan pastikan Istri saya aman dalam pengawasan kalian ", Ucap Fandi.


Para Bodyguard pun mengangguk mengerti apa yang akan dilakukannya.


" Baik tuan ", Ucap Bodyguard tersebut.


Fandi akhirnya pun berangkat menuju ke restonya dengan perasaan lega, ia sudah sedikit lebih tenang karena ada yang menjaga istrinya selama ia bekerja.

__ADS_1


Fandi tidak mau jika ada orang yang ingin mencelakai istrinya tersebut di saat ia sedang hamil.


Lebih - lebih Fandi harus menjaga Alisa dengan extra dari Tania yang selalu ingin menyelakai Alisa.


__ADS_2