Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Bertemu teman lama


__ADS_3

Alisa dan Fandi segera mengambil makanan Yang sudah tersedia di sana, lalu tiba-tiba ada yang menepuk bahunya membuat Fandi kaget.


Fandi pun segera menoleh kebelakang melihat siapa yang menepuk bahunya tadi.


Seorang laki-laki tampan yang sedang menggendong putranya,


" Dirga ", Ujar Fandi tak percaya.


Dirga teman Fandi saat SMA kini juga datang di acara pernikahan Tania.


Fandi pun segera menaruh piringnya dan menyalami teman lamanya.


" Bagaimana kabarmu ??", Tanya Fandi kepada Dirga.


" Alhamdulillah Fand, aku baik dan kamu ??", tanya Dirga kembali.


" Alhamdulillah kita semua sehat ", Ujar Fandi sambil menggendong Rafa putranya.


Dirga tak menyangka jika Fandi sudah mempunyai putra seusia putrinya.


" Oh ya kenalkan ini Alisa, ini istriku", Ujar Fandi memperkenalkan Alisa kepada Dirga.


Alisa pun tersenyum dan menyambut uluran tangan Dirga kepadanya,


Dirga juga tak mau kalah dia memanggil istrinya untuk dikenalkan dengan Fandi dan juga Istri nya.


" Sayang ", Panggil Dirga saat istrinya Kembali dari mengambil minuman.


Mala pun menghampiri Dirga yang sedang memanggil nya saat ini.


" Ada apa mas ??", Tanya Mala kepada suaminya Dirga.


" Perkenalkan ini Fandi teman mas saat SMA ", Ujar Dirga kepada maka istrinya.


" Dan ini istrinya Alisa ", Ujar Dirga lagi, Maka mereka pun menyalami Fandi dan Alisa.


Dirga dan Fandi pun saat ini sedang sibuk mengobrol dan begitu juga dengan Alisa dan Mala, Setelah Alisa berkenalan tadi mereka kini tengah asyik membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah umum wanita.


Fandi dan Dirga pun mengambil kursi dan duduk bersama, anak-anak mereka juga terlihat saling diam saat berada di pangkuan para ayahnya.

__ADS_1


" Kenapa kamu gak bilang kalau kamu sudah menikah Fand ??",Tanya Dirga kepada Fandi.


" Maaf aku lupa mengundangmu ", Ujar Fandi santai.


Lalu tatapan Dirga menuju ke dua orang wanita yang tengah berbincang,


" Sepertinya istri-istri Kita sudah akrab Fand ", Ujar Dirga kepada Fandi.


" Iya, semudah itu wanita ya, mudah sekali akrabnya ", Ujar Fandi.


" Aku dengar kamu membuka resto yang besar ??", Tanya Dirga kepada Fandi.


Fandi pun hanya tersenyum tipis saja,


" Jangan berlebihan, Restoku tidak sebesar yang kamu pikirkan ", Ujar Fandi.


Dirga pun hanya tersenyum menimpali ucapan Fandi, Fandi masih sama seperti dulu masih merendah dan tak ingin di tinggikan dengan apa yang ia punya.


" Kalau kamu sekarang ?", Tanya Fandi kepada Dirga.


" Aku sekarang menjadi arsitek sesuai dengan cita-cita ku dulu fand, meskipun papaku dulu tidak setuju tapi aku berusaha meyakinkan papaku dan akhirnya mereka mengerti ", Ujar Dirga.


" Dengan senang hati Fand ", Jawab Dirga sambil menepuk bahu Fandi Teman lamanya.


Pandangan Fandi pun kini tertuju kepada istrinya,Lalu Fandi pun menghampiri istrinya, ia mengajak pulang Alisa karena Rafa sudah mulai mengantuk,


" Kita duluan Ga, lain kali kita bisa ketemu lagi ", Ujar Fandi kepada Dirga.


" Ok Fand, kapan-kapan aku kabari ", Jawab Dirga dengan senyum kepada Fandi.


Fandi dan Alisa pun keluar dari rumah Tania, dan Rafa pun juga sudah tertidur dalam gendongan Fandi.


Setelah mereka berada di dalam mobil dan Fandi sudah memasangkan safety belt Ke badan istrinya Fandi pun kini menyalakan mesinnya dan bersiap untuk pulang.


Satu jam kemudian, Fandi dan Alisa pun sudah sampai di depan rumah mereka, Fandi pun segera membukakan pintu untuk istrinya dan membantunya untuk keluar.


Rafa segera di tidurkan di ranjang besar milik nya, Segera Alisa mengganti pakaian Rafa agar Rafa bisa nyaman saat ia tertidur.


Fandi pun juga sama ia kini sudah melepas kemeja batiknya yang ia pakai tadi, Fandi kemudian merebahkan tubuhnya di samping putranya yang sedang tertidur.

__ADS_1


Kini Tania sudah selesai dengan para tamu undangan nya, kini Tania sedang di sibukkan dengan makeup yang menempel diwajahnya dan juga tengah sibuk membuka semua yang ada di badannya.


Niko pun masuk kedalam kamar Tania, meskipun bukan pertama kali mereka berduaan seperti ini, tapi kali ini ada rasa gugup yang sangat dalam dihati Tania, ia sangat malu saat ini dengan Niko yang sudah menjadi suaminya.


Niko pun mendekat, ia kemudian menangkupkan wajah Tania dan mencium bibirnya sekilas, ini ciuman pertama yang di berikan Niko selama Niko mengenal Tania, Tania pun malu dan wajahnya menjadi bersemu merah, dadanya sudah sedari tadi sudah tidak bisa di kontrol dan membuat Tania menjadi salah tingkah.


Niko kemudian membantu Tania untuk melepaskan semua pernak-pernik yang melekat di badannya, Tania pun hanya diam mematung merasakan sentuhan tangan Niko yang sedari tadi sudah berada di atas kepalanya melepas semua yang ada di kepalanya.


" Lebih baik kamu segera mandi, aku akan menunggumu ", Ujar Niko.


Tania pun masih tak berkedip, dengan hanya mengangguk Tania kemudian berjalan ke arah kamar mandinya, deru jantungnya seakan tak dapat berhenti ketika Niko sedari tadi menatap matanya dalam-dalam.


Kini Tania pun dapat bernafas lega karena sudah berada di dalam kamar mandi.


Segera Tania melepas semua pakaian nya dan menenggelamkan dirinya di dalam bathtub yang sudah berisikan air busa yang sudah ia tuangkan tadi.


Rasa tenang pun sudah Tania rasakan, setidak nya saat ini ia tak melihat wajah Niko yang membuat dirinya malu.


Niko yang berada di luar pun juga begitu, selepas ia mengecup bibir Tania ada rasa bahagia yang ia rasakan.


Deru nafasnya juga tak beraturan, ia sudah tak bisa menetralkan lagi nafasnya saat berdekatan dengan Tania.


Tania pun sudah memutuskan untuk menyudahi mandinya, ia tak mau berlama-lama didalam kamar mandi dan membuat Niko lelah menunggu dirinya yang tak kunjung keluar, Pada saat ia sudah selesai tania di kagetkan dengan handuk mandinya yang ia lupakan tadi, Tania pun semakin bingung bagaimana caranya agar sekarang bisa keluar dan mengambil handuknya yang masih menggantung di kamarnya.


Tania kemudian memberanikan diri membuka pintu kamar mandinya secara perlahan, ia keluarkan kepalanya saja dan mencari Niko yang berada di dalam kamar nya,


Niko yang melihat keanehan Tania langsung saja menghampiri wanita yang sudah sah menjadi istrinya tersebut.


" kenapa sayang ??", Tanya Niko yang membuat Tania kaget dan susah menelan ludahnya.


Tania kemudian menolehkan kepalanya dan melihat Niko yang berjalan dari arah balkon kamarnya dan menuju ke arahnya.


" Kamu kenapa ??", Tanya Niko lagi.


Tania pun malu harus mengatakan apa, sejujurnya ia membutuhkan handuk saat ini karena ia lupa membawanya tadi.


" A-aku lupa nggak bawa handuk ", Ujar Tania gugup.


Niko pun tersenyum, ia kemudian mendekat ke arah Tania dan membuat Tania menjadi bingung dan kembali menutup pintu kamar mandinya.

__ADS_1


__ADS_2