Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
86


__ADS_3

Hari ini, hari keberangkatan Fandi ke Surabaya, dengan berat hati Alisa harus mengantar suaminya di depan rumahnya.


" Kamu hati-hati ya dirumah sayang, jaga kesehatan baik-baik, dan jangan terlalu capek", Ujar Fandi mengingatkan.


" Dan jangan lupa minum susunya ya, kamu jaga bayi kita baik- baik ", Ujar Fandi melanjutkan.


Alisa pun hanya mengangguk, " Mas hati-hati ya disana ,jangan lupa kabari aku kalau udah sampai, terus jangan lupa makan ", Ucap Alisa yang berbalik mengingatkan suaminya.


" Iya sayang, mas akan ingat terus ucapan mu", Ucap Fandi sambil mengelus puncak kepala Alisa.


" Ya sudah Mas berangkat dulu ya, ingat pesan mas ", Ucap Fandi sebelum ia pergi.


" Dan satu lagi sayang, Tunggu mas pulang ", Ucap Fandi sambil mencium kening, pipi dan bagian wajah lain istrinya.


Tak lupa juga Alisa menyalami suaminya sebelum pergi.


" Mas pergi dulu ya sayang, Assalamualaikum", Ucap Fandi sambil melangkahkan kakinya ke mobil.


" Waalaikum salam mas, hati-hati dijalan ", Jawab Alisa sambil melambaikan tangannya.


Mata Alisa kembali berkaca-kaca, kini rumahnya tampak sepi tanpa kehadiran suaminya yang beberapa hari ini tidak ada dirumah.


Setelah mobil Fandi sudah tidak terlihat lagi, Alisa pun segera memasuki rumahnya dan tak lupa mengucinya.


Kini Alisa memandangi sekitar kamar nya, tampak Begitu sepi menurut Alisa, baru saja beberapa menit Alisa sudah merindukan Suaminya tersebut.


Beberapa jam kemudian, Fandi sudah menginjakkan kakinya di Surabaya, setelah menaiki mobil yang sudah menjemputnya, Fandi kini mulai menuju tempat lokasi pembangunan Restonya.


Fandi kemudian merogoh saku celananya, ia kemudian mengambil ponselnya dan dengan cepat menghubungi istrinya yang sedang menunggu kabar darinya.


Alisa pun langsung Tersenyum saat melihat ponselnya hidup, dengan segera Alisa pun menggelar layar tersebut fan terdengar suara yang sudah ia rindukan sejak tadi.


" Halo sayang, Assalamualaikum ", Ucap Fandi.


" Waalaikum salam mas ", Jawab Alisa dengan senyum yang mengembang.


" Mas baru aja sampai sayang, dan ini mas lagi perjalanan langsung menuju lokasi pembangunan cabang Resto kita ", Ucap Fandi menjelaskan.


" Alhamdulillah kalau mas sudah sampai, hati-hati ya ma disana, aku akan selalu menunggu mas pulang ", Ucap Alisa yang membuat Fandi sangat bersemangat sekali.


" Iya sayang,mas akan bekerja keras, secepatnya mas akan pulang ", Ujar Fandi.


" Ya sudah mas tutup dulu telfonnya, nanti mas hubungi kami lagi ", Ucap Fandi mengakhiri panggilannya.


Fandi pun akhirnya kembali menatap jalan yang ia lewati, Tak lama kemudian Fandi sudah tiba di lokasi pembangunan Restonya dan disambut oleh Pak Deny sebagai orang kepercayaan Fandi.


"Selamat siang Pak ",Ucap pak Deny yang langsung menyambut kedatangan pemilik resto tersebut.

__ADS_1


Dengan cepat pak Deny langsung saja menyalami Fandi, Fandi pun juga menyambut balik sambutan yang pak Deny berikan kepadanya.


" Bagaimana Pak, Apa ada masalah serius??", Tanya Fandi langsung ke dalam pokok permasalahannya.


" Begini Pak, sepertinya ada orang yang ingin menyabotase pengiriman material untuk pembangunan Resto ini Pak ", Ucap Pak Deny.


" Maksud bapak apa??", Tanya Fandi yang tidak mengerti.


" Begini Pak, Material yang kita pesan semuanya belum datang, dan kita terpaksa berhenti sejenak untuk melanjutkan proyek kita ", Ujar Pak Deny.


" Mengapa bisa begitu Pak ??", Tanya Fandi.


" Seperti nya ada yang merencanakan semua ini Pak, saya juga belum menyelidikinya ", Ujar pak Deny menjelaskan.


" Baiklah kalau begitu Pak, Saya serahkan tugas ini kepada bapak ", Ucap Fandi.


" Baik Pak, saya akan menjalankan tugas dari Bapak dengan sebaik-baiknya ", Jawab pak Deny.


Fandi kemudian berkeliling di sekitar proyek pembangunan Resto nya, Bangunan ini sedikit lagi sudah memasuki tahap sempurna, jadi sepertinya tidak menimbulkan masalah yang cukup rumit menurut Fandi.


Setelah lama berkeliling, Fandi memutuskan untuk berpamitan, " Kalau begitu saya pamit dulu Pak, kalau ada apa-apa cepat hubungi saya ", Ujar Fandi.


" Oh ya, dan satu lagi saya meminta laporan keuangan selama membangun proyek ini, saya minta sore ini sudah di antar ke hotel tempat saya menginap ", Ujar Fandi.


Pak Deny tampak kelihatan gugup, Ia tidak menyangka bahwa Atasannya tersebut meminta laporan keuangan secepat ini, dengan keringat yang sudah bercucuran, Pak Deny mengangguki permintaan Fandi dengan terpaksa.


Pak Deny pun nampak kebingungan sekarang, memanipulasi data pun sudah terlambat, " Apa yang harus aku lakukan??", Gumam pak Deny dalam hati.


Di lain tempat, Fandi yang sudah tiba di dalam hotel langsung merebahkan tubuhnya karena merasa sudah sangat lelah, Fandi tampak termenung sejenak, Fandi terlihat curiga dengan gerak-gerik Pak Deny yang terlihat ketakutan saat ia meminta laporan keuangannya.


Dengan cepat Fandi langsung menghuni staf bagian keuangannya.


" Halo Jer, Bagaimana, sudah siap ??", Tanya Fandi langsung ke puncak masalah.


" Sudah Pak, saya sudah mengirimkan laporannya ke Email Bapak, Bapak bisa cek sekarang ", Jawab Jery dari bagian keuangan.


" Terimakasih Jer, kalau begitu saya cek sekarang ", Ucap Fandi sambil mematikan ponselnya.


Fandi pun kini membuka laptopnya, ia melihat begitu banyak pengeluaran selama beberapa bulan ini,


" Sebaiknya aku tunggu pak Deny menyerahkan laporannya kepadaku ", Ujar Fandi.


Fandi kini nampak melepas kemejanya, dan dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


***


Dilain tempat Alisa kini tengah berada di dapur, ia sengaja membuat susu nya sendiri karena Bibi sekarang tengah menyapu halaman belakang.

__ADS_1


Saat sudah meminumnya Alisa sama sekali tidak menyukainya, " Kenapa rasanya seperti ini ", Gumam Alisa.


" Ternyata lebih enak dibuatin Daddy kamu ya sayang ", Ujar Alisa sambil mengelus perutnya.


Setelah menghabiskan susunya, Alisa segera mencuci gelas yang ia pakai tadi,


Setelah selesai Alisa pun kembali menuju kamarnya untuk segera istirahat.


***


Fandi yang baru keluar dari dalam kamar mandi terlihat sangat segar, pikirannya juga sudah tenang, kini saatnya Fandi untuk menelfon istri tercintanya tersebut.


"Halo sayang, Assalamualaikum ",Ucap Fandi kepada Alisa.


" Waalaikum salam mas ", Jawab Alisa sambil tersenyum senang.


" Kamu sudah makan sayang ??", Tanya Fandi.


" Sudah mas, aku juga sudah minum susu seperti yang mas Ingatkan ", Ucap Alisa kepada Fandi.


" Kamu sendiri sudah makan mas ??", Tanya Alisa.


" Belum sayang, mas baru aja selesai mandi, baru datang dari lokasi proyek ", Jawab Fandi.


" Ya sudah sayang, mas mau pesan makan dulu, nanti mas hubungi lagi ", Ujar Fandi kepada istrinya.


" Iya mas ", Jawab Alisa.


Setelah mengakhiri panggilannya, Fandi kemudian segera memesan makanan lewat telfon.


Sambil menunggu makanan datang, tiba-tiba suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Fandi.


Fandi pun dengan segera membuka pintu tersebut.


Tampak di depan pintu Pak Deny yang datang dengan membawa Map yang berisikan laporan keuangan yang sudah ia ubah.


" Ini Pak laporannya, maaf saya tidak bisa menemani Bapak untuk mengeceknya, saya masih ada urusan lain ", Ujar pak Deny sambil meninggalkan kamar Fandi.


Fandi pun dengan cepat menutup pintu kembali, saat ia sudah duduk ia segera membuka laporan tersebut, dengan wajah kaget Fandi terlihat menatap laporan yang ia bawa tersebut dengan wajah anehnya.


Hai readers, sambil merayakan HUT RI ke 75, Aku bakalan ngasih hadiah buat kalian.


Aku udah up 3 episode sekaligus ya ..


Semoga kalian suka.


Happy reading semuanya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2