
Setelah keluarga Fandi pulang Papa Ardi segera masuk kedalam rumah dan ingin segera menemui Alisa,
Alisa yang kini tengah menunggu penjelasan sang Papa, dia sudah berada di kamarnya dan ditemani oleh kakeknya.
"Kek, jelas kan semua ini!!, Apa maksut dari Papa Dimas tadi, kenapa bisa Minggu kemarin kakek bisa menjalin hubungan bisnis yang besar bersama Papa Dimas??" , Tanya Alisa kepada kakeknya.
Kakek Bagas pun semakin mendekatkan diri kepada Alisa, ia Elus kepala Alisa dengan sangat pelan, Kakek pun masih membiarkan Alisa berkeluh kesah kepadanya saat ini.
"Bukannya Kakek dan Papa sudah bilang kalau perusahaan kita sudah bangkrut, dan bahkan Papa juga selama ini menjadi pengangguran" , Ucap Alisa.
Kakek yang masih mendengarkan pertanyaan Alisa masih saja diam dan belum bisa berkata apapun, Kakek juga bingung harus dari mana kakek menceritakan rencana konyolnya kepada Alisa.
Tiba - tiba Papa Ardi pun masuk kedalam kamar Alisa.
Kakek pun langsung menatap manik mata Papa Ardi seketika untuk memberitahu jika ini sudah saatnya agar Alisa tahu semuanya.
"Nak, Papa mau bicara sesuatu denganmu", ucap papa Ardi gugup.
Alisa terus saja menatap Papa nya dan dia juga ingin segera tahu apa yang telah disembunyikan selama ini oleh sang Papa.
Papa Ardi pun kini mendekat ke arah ranjang Alisa dan duduk disana .
"Begini nak, Sebenarnya perusahaan Papa tidak pernah bangkrut" ucap Papa Ardi.
Alisa pun meneteskan air matanya, Rasa nya begitu teramat sakit selama ini dia dibohongi oleh sang Papa.
"Maafkan Papa nak, Papa tidak bermaksud untuk menyembunyikan semua ini kepadamu, Papa hanya ingin kamu bisa berubah menjadi gadis yang baik dan penurut" Ucap Papa Ardi.
"Maksud Papa apa??", tanya Alisa yang tidak mengerti.
"Memang Papa salah selama ini telah berbohong kepadamu, tapi Papa juga tidak mau jika kamu terus dimanfaatkan oleh Anton". Ucap Papa Ardi melanjutkan.
Sejenak Alisa langsung mengangkat kepalanya dan meminta penjelasan lebih dalam lagi mengenai Anton.
"Apa hubungannya dengan Anton pah??" tanya Alisa.
"Sayang,Papa tahu selama ini kamu menjalin hubungan dengan Anton, Papa sudah menyelidiki siapa Anton sebenarnya, dan Papa juga tau jika selama ini kamu hanya dimanfaatkan oleh Anton" ucap Papa Ardi menjelaskan.
Alisa pun diam sejenak dia masih bergelut dalam pikirannya, "Ternyata Papa lebih dulu tau tentang Anton dari pada aku", gumam dalam hatinya.
__ADS_1
Alisa pun langsung memeluk Papanya, dia sekarang sadar betapa buruknya hidup nya dulu, dia rela melakukan hal apapun untuk Anton mantan kekasihnya yang matre itu.
"Maaf kan Alisa pah, tidak seharusnya Alisa menyalahkan Papa, Sekarang Alisa sudah sadar bahwa Papa melakukan semuanya hanya demi Alisa". Ucap Alisa yang kembali terisak.
"Dan Alisa juga sangat bersyukur, karena ini Alisa sekarang bisa berubah menjadi Alisa yang bisa patuh sama Papa dan Alisa juga bisa hidup mandiri". Ucap Alisa masih dengan tangisnya.
"Alisa patut berterimakasih kepada Papa, karena jika Papa tidak merencanakan sesuatu , pastinya Alisa juga tidak akan bisa bertemu dengan mas Fandi", ucap Alisa melanjutkan.
"Kamu harus tau sayang, Fandi sangat mencintaimu dengan tulus, dia tidak memandang status sosial kita, dan asal kamu tahu Fandi juga sudah tau siapa kamu sebenarnya", ucap Papa Ardi.
"Maksud Papa apa", Tanya Alisa kaget.
"Sehari setelah Fandi menyatakan cintanya kepada mu, Fandi sudah Papa panggil untuk menemui Papa di kantor, awalnya Fandi nampak kaget setelah tau bahwa Papa adalah seorang Presedir "Bachtiar Group".
Dia hanya mengira Papa itu kerja di salah satu divisi dikantor kita", ucap Papa Ardi.
Alisa pun tersenyum mendengarnya, "Ternyata mas Fandi juga ikut andil dalam rencana ini", gumam Alisa.
Papa Ardi pun sudah lega karena sudah menceritakan semua rahasia yang menjadi bebannya selama ini dan Alisa pun juga sudah memaafkan dirinya.
"Ya sudah sebaiknya kamu segera istirahat sayang, dan besok kita akan kembali kerumah kita yang dulu", ucap Papa.
Papa Ardi pun tersenyum, " Sayang Papa tidak mungkin menjual rumah yang terlalu banyak kenangan bersama Mama mu, Papa akan mempertahankannya sampai kapan pun", ucap Papa Ardi.
"Makasih ya pah, Papa tidak menjual rumah itu, seperti Papa, Alisa juga menyimpan sejuta kenangan bersama mama didalam rumah itu", ucap Alisa tersenyum.
"Terimakasih Ya Allah, akhirnya aku bisa kembali kerumah yang amat aku rindukan", ucap Alisa dalam hatinya.
"Pah, Alisa boleh tanya satu hal??" Tanya Alisa.
"Apa sayang, tanyakan apapun, pasti akan Papa jawab", ucap Papa Ardi.
"Apa Kakek juga ikut campur dalam rencana Papa ini??", tanya Alisa lagi.
"Pastinya sayang, ide ini semua dari Kakek mu", jawab Papa sambil tersenyum.
"Jadi Kakek sama Papa ternyata sekongkol buat bohongin aku, begitu juga mas Fandi??" Ucap Alisa pura - pura kesal.
"Awas kamu mas, ternyata kamu juga ikut - ikutan, aku gak akan terima telfon kamu hari ini", Ucap Alisa.
__ADS_1
"Coba aja telfon pasti aku biarin sampai kamu Kapok", ucap Alisa yang seketika membuat Papa Ardi tertawa.
"Wah ternyata malam ini bakalan gak bisa tidur kamu Fand, Alisa bakalan ngerjain kamu habis - habisan", gumam Papa Ardi sambil terkekeh.
"Ya sudah sayang kamu istirahat dulu, udah malam, kan besok mau kuliah juga", ucap Papa Ardi.
"Iya pah, Alisa besok juga kerja", seru Alisa.
"Emang kamu mau terus kerja sayang", tanya Papa Ardi.
"Iya pah, Alisa bakalan terus kerja, Alisa sudah cinta banget sama pekerjaan Alisa", ucap Alisa.
"Emang Kamu cinta sama pekerjaannya apa cinta sama yang punya kerja??" tanya Papa Ardi dengan candaan nya.
Seketika wajah Alisa tiba - tiba memerah karena malu, Papa Ardi pun kembali terkekeh,
"Ya sudah sayang Papa juga mau istirahat", ucap Papa Ardi sambil keluar dari kamar Alisa.
***
Di lain tempat, Fandi yang sudah tiba dirumahnya kini ia sedang berada di kamarnya, dia juga sudah mengganti kemejanya dengan kaos rumahan yang nyaman untuk ia pakai untuk istirahat,
Tak lupa juga ia langsung meraih ponselnya yang ia taruh di atas meja nakasnya,
Tak perlu berpikir lama ia langsung saja mencari kontak telepon Alisa, seketika ia langsung menghubungi wanita yang baru beberapa jam lalu telah resmi menjadi tunangannya tersebut,
Nada tunggu panggilan pun berbunyi, tapi setelah menunggu lama tidak ada jawaban, sampai suara layanan operator kini yang sedang berbicara.
"Al, kamu kemana sih kok gak jawab telepon dari aku", ucap Fandi.
Fandi terus mengulang kembali memencet tombol hijau dilayar ponselnya , tapi sampai beberapa kali juga Alisa tidak meresponnya.
Fandi pun sampai frustasi dibuatnya, sepertinya Alisa berhasil untuk memberi pelajaran kepada Fandi.
Untuk kesekian kalinya Fandi menelfon Alisa, kini ia sudah tidak lagi menghubungi Alisa, dia berniat untuk menghubungi calon mertuanya, Fandi pun segera mencari kontak Papa Ardi, setelah menemukan kontak ponselnya Fandi langsung menghubunginya, tanpa menunggu lama panggilan tersebut sudah dijawab oleh Papa Ardi.
"Halo, Assalamualaikum Om", ucap Fandi.
"Waalaikum salam Fand", jawab Pak Ardi sambil tersenyum ia tau Fandi menelfon ya karena Alisa tidak merespon panggilannya.
__ADS_1