
Malam harinya Fandi masih enggan untuk memejamkan matanya, melihat istrinya yang sudah tertidur membuat Fandi segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ruang kerjanya, di tarik kenop pintu kamarnya dengan sangat pelan agar tak membangunkan istrinya, kemudian segera ia tutup kembali dengan pelan juga.
Segera Fandi ke ruang kerjanya dan kemudian langsung meraih ponselnya, Fandi teramat sangat penasaran dan langsung ingin menelfon Mamanya.
Fandi menelfon Mama nya tepat pukul 10 malam, semoga saja Mama Mira belum tidur sehingga Fandi tak akan di marahi oleh sang Mama malam ini.
Panggilan pun tersambung, benar saja Mama nya kini sudah tidur sejak satu jam yang lalu, berbeda dengan Pak Dimas yang kini masih asyik dengan acara televisi nya sehingga tak mendengar jika ponsel istrinya berbunyi.
Nada tunggu berangsur lama tapi tak ada yang menjawab sama sekali, Fandi pun mencoba sekali lagi untuk menghubungi Mama nya kembali, jika kali ini tak diangkat Fandi akan mencoba esok pagi tapi tanpa sepengetahuan Alisa tentunya.
Mama Mira yang mulai terganggu dengan suara Ponselnya akhirnya terbangun dan mengambil ponsel nya yang berada di atas meja nakas.
Mama Mira pun mengernyitkan keningnya kala melihat nama penelfon di layar ponselnya.
" Fandi , mau apa anak itu telfon malam-malam seperti ini ", Gumam Mama Mira sambil menggesek layar ponselnya.
Segera Mama Mira mengangkat telfon karena takut terjadi sesuatu sehingga Fandi menelfon malam-malam begini.
" Halo Fand??, ada apa ??", tanya Mama Mira.
" Halo mah, akhirnya Mama angkat juga telfon dari aku ", Ujar Fandi lega karena ia sudah gelisah dari tadi pagi , mulutnya sudah gatal karena ingin menanyakan perihal Heni yang pastinya Mama nya juga tak asing dengan Wanita itu.
" Iya Fand, ada apa ??, Kenapa kamu seperti panik gitu ??", Tanya Mama Mira mulai gelisah.
" Mah, Fandi mau tanya tentang Heni ", Ujar Fandi langsung pada poin Nya.
" Kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang Heni??, Apa kalian saling kenal ??", Tanya Mama Mira yang mulai curiga dengan putranya tersebut.
" Nggak lah mah, tapi Fandi kok merasa wajah Heni tak asing buat Fandi, apa Mama kenal dengan Heni ??", Tanya Fandi balik kepada Mama nya.
Mama Mira pun berpikir, memang sepertinya Mama Mira juga tak asing dengan wajah Heni, tapi kapan ia melihat wajah Heni, bukannya mereka bertemu saat Heni baru bekerja di tempat putranya.
" Fand,,, Mama juga merasa tak asing dengan wajah Heni, tapi Mama lupa siapa dia ?", Ujar Mama Mira.
" Ternyata dugaan Fandi benar Mama pun punya pikiran sama dengan Fandi ", Ujar Fandi.
" kenapa kamu tau jika Mama punya pikiran yang sama denganmu ??", Tanya Mama Mira penasaran.
" Fandi pernah lihat Mama memperhatikan Heni dari kejauhan ",
__ADS_1
"Memang Fand, semenjak kedatangan Heni, Mama rasa Heni wajah nya sangat familiar buat Mama ",.
" Kita harus cari tahu ma ", Ujar Fandi.
" Iya Fand, sebaiknya kita susun rencana, jangan sampai Heni tahu jika kita menyelidikinya ", ujar Mama Mira.
" Baik ma, kalau begitu Mama lanjutin istirahat Mama, maaf jika Fandi mengganggu istirahat Mama ",
" Iya, ya sudah kamu cepat istirahat, kamu kan baru sembuh ",
" Iya ma, kalau begitu Fandi tutup dulu telfonnya ", Ujar Fandi .
Setelah mematika ponselnya Fandi segera kembali ke kamarnya ia sangat khawatir jika nantinya istrinya terbangun dan mencarinya.
Begitu juga dengan Mama Mira, Mama Mira kini juga menarik selimut nya kembali dan melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu karena Fandi menelfon.
Keesokan harinya Tania sudah bersiap dengan busananya yang ia pakai saat bekerja di rumah Fandi,
Setelah merasa penampilannya tak dikenali orang lain Tania segera berangkat menuju rumah Fandi dan Alisa.
Fandi pagi ini terlihat menunggu kedatangan mamanya, ia ingin sekali membicarakan hal ini dengan Mama nya berdua saja,
" Kamu kenapa Fand ??", Tanya Mama Mira yang melihat Fandi sedang menunggunya.
" Fandi nunggu Mama datang, kok tumben Mama agak siang ??", Tanya Fandi.
" Iya Mama tadi masih mampir ke supermarket",
" Ma, kita kapan mau mulai rencana kita ??", Tanya Fandi.
" Sabar Fand, Mama akan menyelidiki heni dulu, kamu sabar dulu ", Ujar Mama Mira.
" Ya sudah, Fandi serahkan semuanya sama Mama, Fandi percaya sama Mama ", Ujar Fandi.
Fandi dan Mama Mira kemudian masuk bersama kedalam rumah untuk menghampiri Alisa yang kini tengah menuruni tangga sambil membawa Rafa dalam gendongannya.
" Mas ma, kita sarapan dulu ", Ajak Alisa kepada suami dan Mama mertuanya.
" Mama sudah sarapan sayang, kamu saja dengan Fandi sarapan dulu, nanti kesiangan ", Ujar Mama Mira.
__ADS_1
" Sini Rafa biar Mama gendong ", Mama Mira pun mengambil Rafa dalam gendongan Alisa.
Rafa kemudian dibawa ke arah ruang tengah yang kini sudah tertata banyak mainan.
Tak lama kemudian Tania datang dari arah pintu utama.
" Assalamualaikum Bu ", Ucap Tania saat masuk kedalam rumah besar tersebut.
Bu Mira pun memperhatikan Tania mulai dari atas sampai bawah.
" Waalaikum salam ", Jawab Bu Mira yang melihat kearah Tania.
" Saya, kebelakang dulu Bu ",
Tania kemudian berjalan ke belakang, terlihat Tania melirik ke arah meja makan memperhatikan Fandi dan Alisa yang tengah sarapan hanya berdua.
Setelah meletakkan tas nya di belakang, Tania kemudian berjalan kembali ke depan untuk segera menghampiri Rafa dan Bu Mira.
" Sini sayang sayang, sama mbak Heni ", Ujar Heni sambil mendekat ke arah Rafa, bayi tersebut pun tersenyum sumringah terhadap Tania yang terlihat tulus menyayangi Rafa.
Fandi dan Alisa kini sudah berada di dalam mobil menuju kantor yang mereka tuju masing-masing.
" Hati-hati dijalan ya mas, kamu jangan telat makan", Ujar Alisa sambil mendaratkan satu kecupan mesra di bibir Suaminya.
" Itu hadiah untuk suamiku yang selalu sabar mengantar aku ke kantor ", ujar Alisa.
" Makasih sayang, Balasannya nanti malam ya ", Ujar Fandi sambil mengedipkan matanya sebelah.
" Aku tunggu mas ", Jawab Alisa sambil tersenyum manis.
Fandi kemudian meninggalkan Alisa di Halaman kantornya, Alisa sudah tidak ingin suaminya menunggunya sampai ia masuk karena Alisa tak ingin jika suaminya datang kesiangan.
Alisa kemudian masuk kedalam kantornya setelah mobil suaminya sudah tak terlihat lagi, tapi sebelum ia sampai di depan lift, Papa Ardi sudah menyapa nya terlebih dahulu yang sedang ada di sofa yang ada di loby kantor.
" Sayang ??", Sapa Papa Ardi sambil menurunkan surat kabar yang sedari tadi ia baca.
Alisa kemudian menoleh ke arah Papa nya,
" Papa ", Ujar Alisa dan kemudian langsung menghampiri Papa nya.
__ADS_1
Alisa kemudian memeluk Papanya, ia terlihat merindukan Papa nya setelah tak bertemu selama satu Minggu ini.