Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
84


__ADS_3

Alisa pun nampak tersenyum setelah menerima panggilan dari Suaminya tersebut.


" Al, suami Lo romantis banget sih, perhatian lagi ", Ucap Shinta yang melihat senyum Alisa yang masih terukir semenjak tadi.


" Alhamdulillah Shin, mas Fandi sangat perhatian kepadaku ", Ujar Alisa kepada Shinta yang masih serius dengan camilannya yang ia pegang dari tadi.


Di dapur, Bibi sekarang tengah mondar-mandir membawa beberapa makanan untuk disiapkan di meja makan,


Setelah selesai, Bibi kemudian berjalan untuk menemui Alisa dan teman-teman nya untuk memberitahukan bahwa makan siang mereka sudah siap.


" Non, makan siang nya sudah siap", Ujar Bibi kepada Alisa.


" Makasih ya bi", Ujar Alisa tersenyum kepada Bibi.


" Bibi pun kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya kembali yang belum selesai


Alisa dan teman-teman nya kini tengah duduk di meja makan secara bersama-sama,


Alisa terlihat sangat lahap sekali membuat teman-teman melihatnya dengan aneh.


" Al, Lo yakin makan segitu banyaknya ??", Tanya Vina heran yang melihat piring Alisa yang sudah dipenuhi dengan nasi dan berbagai macam lauk dan sayuran.


Alisa hanya tersenyum melihat teman-teman yang ternganga, " Gue heran ya ternyata bumil makannya banyak banget ", Ucap Melly sambil terkekeh.


" Aku juga gak tau, kenapa aku bisa makan banyak kayak gini, mungkin bawaan bayi kali ya ", Ucap Alisa sambil mengelus perut buncitnya.


Setelah mereka menghabiskan makanannya, mereka kini tengah berada dihalaman samping untuk bersantai di tepi kolam renang,


" Al, disini enak banget tau, gue jadi gak mau pulang nih ", Ucap Fira sambil memainkan air dikakinya.


" Wah, enak aja Lo, Lo mau gangguin Alisa sama kak Fandi ya ",Ucap Vina.


Fira pun hanya cengar-cengir sambil tetap memainkan air di kolam renang tersebut.


Alisa hanya menggeleng kepalanya melihat teman-teman nya memperdebatkan dirinya.


Waktu pun sudah menunjukkan pukul dua siang, Teman-teman Alisa pun sudah pulang sejak 30 menit yang lalu.


Alisa kini sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang nya yang empuk, ia merasakan pinggangnya yang sudah sangat pegal-pegal karena terlalu lama duduk.


Tak lama kemudian Alisa sudah terlelap dalam tidurnya.


***

__ADS_1


Didalam ruangan Fandi, Fandi kini tengah menatap laptopnya dengan sangat serius,


Setelah beberapa lama, ponsel Fandi kini tengah berbunyi, dengan sangat cepat tangan Fandi kini tengah mengambil ponselnya yang berada di meja kerjanya tersebut.


" Halo Pak ", Ucap Pak Deny yang berada disalah satu proyek pembangunan resto milik Fandi.


" Iya Halo pak Deny, ada apa ??", Tanya Fandi kepada Pak Deny.


" Begini Pak, Minggu depan seperti nya Bapak harus memantau langsung pembangunan proyek Resto Bapak yang ada di Surabaya ",Ucap pak Deny karena ada sedikit masalah dalam pembangunan Resto tersebut.


" Bagaimana bisa Pak Deny, apa kendalanya??", Tanya Fandi yang masih menatap laptop yang masih menyala tersebut.


" Maaf Pak, tapi ini tidak bisa dibicarakan lewat telfon, biar lebih jelas Bapak harus memantau langsung di Surabaya Minggu depan ", Ucap Pak Deny.


" Baik Pak, saya usahakan akan berangkat kesana ", Ucap Fandi.


" Baik Pak, terimakasih ", Ujar pak Deny sambil mengakhiri panggilannya.


Fandi pun mengusap wajahnya dengan keras, ia tiba-tiba terfikir akan istrinya yang sedang hamil saat ini, " Tak mungkin jika aku meninggalkan Alisa dengan kondisi seperti ini ", Ucap Fandi Frustasi.


Fandi sekarang menjadi tidak berkonsentrasi lagi terhadap laptopnya.


Ia kemudian mematikan laptopnya dan berjalan menuju ke arah sofa, Fandi kemudian merebahkan tubuhnya karena Fandi merasa kepalanya mendadak sangat pusing.


Fandi kini tengah terlelap di atas sofa nya tersebut,


Kemudian Fandi mengangkat tangannya untuk melihat jam di tangannya,


Terlihat sudah menunjukkan pukul Lima sore, segera Fandi melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada di dalam ruangannya, ia kini tengah mengambil wudhu karena dia belum menjalankan sholat ashar.


Setelah selesai sholat Fandi pun segera menyelesaikan pekerjaan nya, ia tidak mau kali ini ia membawa pekerjaan ke rumah lagi, malam ini Fandi berniat untuk mencurahkan segala waktunya khusus untuk istrinya.


***


Didalam kamarnya, Alisa kini tengah selesai mandi dan sudah selesai berdandan, Alisa ingin terlihat cantik ketika suaminya pulang nanti.


Alisa kini tengah berjalan-jalan diteras rumahnya sambil menunggu Fandi pulang,


Satpam rumahnya kini juga tengah melihat Nyonya rumahnya dengan tatapan aneh.


Kemudian satpam tersebut segera menghampiri Alisa yang berada diteras rumah,


" Nyonya, ada yang bisa saya bantu ??", Tanya Pak Norman.

__ADS_1


"Nggak Pak, saya cuma lagi jalan-jalan saja ",Ucap Alisa kepada Pak Norman.


"Oh..., Ya sudah kalau begitu Nyonya, saya Ke depan dulu ", Ucap pak Norman kembali menuju pos jaga.


Dilain tempat Fandi kini tengah melajukan mobilnya menuju kearah rumahnya,


Tapi ditengah jalan Fandi melihat toko bunga yang masih buka, segera ia menepikan mobilnya dan segera turun menuju ke dalam toko bunga tersebut.


Setelah masuk kedalam toko, mata Fandi langsung tertuju pada bunga mawar merah yang sudah di tata rapi lengkap dengan pembungkus yang sangat cantik.


" Mbak saya ambil yang ini ", Ucap Fandi kepada pegawai tersebut.


" Baik Mas ", Jawab pegawai tersebut dan langsung berjalan ke arah meja kasir.


" Semua totalnya Dua ratus ribu Mas ", Ucap pegawai tersebut.


Fandi pun langsung mengambil dompet yang ada di sakunya dan segera mengeluarkan uang lembaran seratus ribu dua lembar.


Setelah membayar bunga tersebut Fandi segera kembali menuju mobilnya.


Fandi terlihat tersenyum saat melihat bunga yang ia letakkan di samping tempat duduknya, dengan segera Fandi kemudian menyalakan mesin mobilnya kembali dan melanjutkan perjalanan untuk pulang.


Tak sampai setengah jam Fandi sudah tiba didepan gerbang Rumahnya, Pak Norman yang melihat mobil Fandi segera membukakan pintu tersebut.


" Selamat sore Tuan ", Ucap Pak Norman tersenyum saat Fandi sudah membuka kaca mobilnya.


"Selamat sore juga Pak, Terimakasih ", Ucap Fandi sambil melajukan mobilnya kembali menuju halaman rumahnya.


Alisa yang masih mondar-mandir di teras rumah langsung saja tersenyum ketika melihat mobil suaminya sudah sampai di halaman.


" Mas ", Panggil Alisa ketika Fandi sudah berjalan menuju ke arah nya.


" Assalamualaikum Sayang ", Ucap Fandi.


" Waalaikum salam Mas ", Jawab Alisa sambil mencium tangan Fandi.


Fandi kemudian mencium kening istrinya, " Kamu ngapain di luar sayang ??", Tanya Fandi.


" Aku lagi nungguin kamu mas ??", Jawab Alisa dengan manjanya.


" Lebih baik kita masuk sayang, ini udah senja dan udah hampir Maghrib ", Ucap Fandi sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Alisa .


Mereka pun berjalan beriringan menuju kamarnya, " Mas mandi dulu ya sayang, udah gerah nih ", Ucap Fandi sambil melepas kemejanya.

__ADS_1


Alisa pun hanya mengangguk sambil tersenyum,


Fandi pun kini tengah membersihkan badannya sedangkan Alisa kini menyiapkan baju untuk suaminya.


__ADS_2