Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 33


__ADS_3

Rafa sudah berdiri tepat dihadapan Disya, Rafa menunggu Disya untuk memasangkan dasi dikerah kemejanya, Rafa pun tersenyum ketika melihat Disya yang berjinjit untuk memasangkan dasi untuknya.


"Kamu ternyata pendek ya sayang, buktinya kamu pasang dasi di leherku aja minta di gendong segala", Ucap Rafa sambil menggendong tubuh istrinya.


Disya yang mendapat perlakuan tiba-tiba dari Rafa merasa takut akan jatuh,


"Kak, aku takut jatuh", Disya pun masih menyeimbangkan tubuhnya, takut ia jatuh, dan salah satu caranya adalah mendekatkan tubuhnya di badan Suaminya, dan itu membuat Suaminya seketika mendelikkan matanya.


Betapa tidak, benda kenyal milik istrinya saat ini tengah menempel di dadanya juga, ia dapat merasakan itu.


Disya kemudian meminta untuk diturunkan,dasi yang ada di kerah leher Suaminya juga sudah terpasang dengan rapi.


"Kita sarapan dulu ya kak, ayo", Rafa kemudian mengangguk dan keluar bersama dengan istrinya menuju ke arah meja makan.


Disana sudah ada Alisa, Fandi dan juga Ghina, Pagi ini Ghani tidak dapat ikut sarapan karena sehabis shubuh tadi Ghani sudah mendapat telfon jika ada operasi mendadak, jadi Ghani harus cepat datang ke rumah sakit.


Ghina juga sudah berpakaian rapi, dan dia akan berangkat bersama degan Rafa ke kantor.


Setelah sarapan selesai Rafa pun berpamitan, Disya kemudian mencium tangan Rafa dan tak lupa ciuman di kening Disya yang akan menjadi kebiasaan mereka setelah menikah.


"Kakak berangkat dulu ya,Tunggu aku pulang ya sayang, Assalamualaikum", Disya pun mengangguk dan tersenyum kepada Rafa.


"Waalaikum salam, Hati-hati ya kak", Ucap Disya sambil mengantar Rafa ke depan, Ghina sudah masuk kedalam mobil kakaknya, kemudian ia menurunkan kaca mobil kakaknya dan berpamitan kepada Disya.


"Kak aku berangkat dulu, Assalamualaikum, sampai jumpa nanti sore",


"Iya, waalaikum salam", jawab Disya sambil melambaikan tangannya.


Rafa dan Ghina kemudian berangkat dan disusul oleh mommy dan Daddy nya yang baru saja keluar dari rumah.


"Sya, sayang, Mama dan papa berangkat dulu ya, kamu gak apa-apa kan dirumah sendiri??", Tanya Alisa yang merasa kasihan kepada menantunya, seharusnya Rafa dan Disya berbulan madu, tapi karena masalah pekerjaan yang menumpuk akhirnya mereka harus menundanya.


"Iya ma, Disya gak apa-apa kok, Disya hari ini banyak pekerjaan, dan pastinya Disya akan sibuk dan gak akan merasa kesepian", ucap Disya agar tak membuat Mama mertuanya khawatir.

__ADS_1


"Ya udah, tapi jangan capek-capek ya, Nanti kalau kamu bosen kamu ke kantor Rafa aja, gak apa-apa kok", Sambung Fandi kepada Disya.


"Iya Pah, Kantor kak Rafa yang dulu papa Disya pernah kerja disana itu???", tanya Disya, dan Fandi pun mengangguk.


"Iya Pah, makasih, nanti kalau Disya bosen Disya pasti kesana", ucap Disya.


Alisa dan Fandi kemudian berangkat dan tak lupa Disya mencium tangan kedua mertuanya.


"Hati-hati mah, pah", ucap Disya.


"Iya sayang, Assalamualaikum", ucap Alisa. dan Alisa kemudian memasuki mobil dan segera berangkat.


"Waalaikum salam mah, hati-hati dijalan", jawab Disya.


Setelah Alisa dan Fandi pergi, Disya pun segera kembali ke dalam rumah, ia kemudian masuk kedalam kamar nya lagi dan memulai aktivitas pertamanya.


Ghani tepat pukul 8 pagi keluar dari ruang operasi, Wajahnya terlihat sangat lelah meskipun masih pagi, dan perutnya juga sudah meronta minta diisi, Setelah Ghani membersihakan dirinya, kini Ghani sudah berada didalam ruangannya dan sedang menyandarkan tubuhnya.


"Ia melihat jam di pergelangan tangannya dan menunjukkan angka 8 lewat 10 menit, dan Ghani sudah benar-benar sangat lapas saat ini.


Ghani belum mengabari Ratna sama sekali, semenjak kepulangan nya dari Surabaya Ratna sudah bilang kepada Ghani jika ia sedang banyak tugas dan tidak bisa diganggu, dan Ghani memaklumi itu semua.


Ratna yang saat ini berada di kampusnya dan ia baru menyadari jika ia belum.menyentuh ponselnya dari tadi malam, ia kemudian merogoh ponselnya yang ada di dalam tasnya, ia kemudian mencari nomor kontak dokter kesayangan nya, dan kemudian segera menghubungi nya.


Panggilan pun tersambung dan dari tempat lain Ghani langsung saja menerima panggilan itu.


"Halo mas, Assalamualaikum", ucap Ratna, dan Ratna masih menunggu jawaban dari si penerima telfon tersebut.


"Waalaikum salam, akhirnya kamu hubungi aku dulu", ucap Ghani.


Ratna pun mengerutkan keningnya, kenapa Ghani menuggu dirinya, bukannya biasanya ia yang tak kenal waktu menghubungi nya.


"Hmm..., maksud kamu apa mas??", Tanya Ratna tak mengerti.

__ADS_1


"Bukannya kamu bilang kamu banyak tugas yang harus dikerjakan, jadi aku gak ganggu kamu dulu, aku mau kamu selesaikan dulu tugas kuliahmu dulu", Ucap Ghani.


"Maaf ya mas, bukan bermaksud seperti itu, aku gak masalah jika mas mau menelfonku kapan aja, kalau mas gak telfon rasanya sepi", ucap Ratna.


"Kmu sudah makan mas??", Tanya Ratna lagi yang seperti mendengar suara Ghani yang berbeda lagi ini.


"Belum, aku baru aja keluar dari ruang operasi, dan ini masih nunggu sarapan ku datang",


"Kamu gak sarapan di rumah mas??", Tanya Ratna.


"Nggak, aku tadi berangkat habis shubuh, ada Operasi mendadak, oh ya kamu pulang jam berapa.??", Tanya Ghani.


"Nanti siang aku sudah pulang mas, kenapa??", Tanya Ratna.


"Nggak apa-apa, hati-hati ya dijalan", Jawab Ghani.


Tak lama terdengar suara orang mengetuk pintu dan kemudian Ghani mengakhiri panggilan telfonnya.


Ghani berjalan menuju ke arah pintu ruangannya dan terlihat suster yang menerima sarapannya dibawah.


"Terimakasih sus", ucap ghani kepada suster yang sedang berjaga di depan.


Ghani segera memakan makanan nya karna perutnya benar-benar sudah lapar saat ini.


Di kampus Ratna saat ini, Rio tengah mencari Ratna, ia ingin melihat Ratna yang mulai beberapa hari kaku pergi ke Surabaya.


"Hay rat,Kapan Lo datang??", Tanya Rio yang kini sudah duduk di samping Ratna.


Ratna kemudian menoleh kearah Rio, Rio yang selalu dekat dengannya seperti ini pasti akan membuat Ghani sangat cemburu.


"Aku datang kemarin , Kenapa.?", Tanya Ratna.


"Oh, nggak Rat, cuma mau tanya aja, kok bisa kami diajak sama dokter itu ke pernikahan saudaranya??", Tanya Rio, Rio merasa harus tahu apa alasan Ghani sehingga membawa Ratna kesana, Rio tak mau sampai Ratna di apa-apa akan sama doktee itu.

__ADS_1


"Oh itu, yang nikah itu kakaknya mas Ghani, dan ternyata Mama juga di undang, jadi aku gak berangkat sama mas Ghani, aku berangkat sama mama dan ayah" Jawab Ratna.


Rio pun masih penasaran, tapi ia tak maju terlalu banyak tanya, ia takut Ratna akan beranggapan jika ia terlalu ingin mencampuri urusan pribadinya.


__ADS_2