
Satu Minggu kemudian tepat hari ini adalah hari dimana Fandi akan menempati posisi tertinggi di perusahaan keluarganya.
" Selamat pagi Pak ", Ujar bag. resepsionis yang melihat pak Dimas berjalan dengan Fandi masuk kedalam kantor megahnya.
" Selamat pagi juga ", Ujar pak Dimas.
Fandi hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya membuat para resepsionis tersebut terpana akan ketampanan Fandi pagi ini.
Mereka menuju lift khusus petinggi perusahaan Tersebut dan akan menuju ruang utama Presdir.
Para pegawai kantor tersebut masih belum mengetahui akan adanya Presdir baru di kantor tersebut, hanya bagian orang kepercayaan saja yang mengetahuinya.
Tepat pukul 9 pagi, semua pegawai dikumpulkan di loby utama kantor tersebut untuk menyaksikan peresmian Presdir baru yang akan di pegang oleh Fandi.
" Selamat pagi semuanya, terimaksih anda semua sudah berkenan berkumpul di tempat ini,
Saya mau memberitahukan bahwa saya akan pensiun dari pekerjaan saya dan maka dari itu posisi yang saat ini sedang kosong akan di gantikan oleh putra tunggal saya ", Ujar pak Dimas sambil menoleh ke arah samping tepat keberadaan Fandi sekarang.
Fandi kemudian tersenyum dan berbicara kepada semua karyawan nya.
"Selamat pagi semuanya, Perkenalkan nama saya Fandi Wiratama", Ujar Fandi.
" Mulai hari ini saya akan bekerja sama dengan anda semuanya jadi saya mohon bantuan dari anda semua ", Ujar Fandi tersenyum.
" Anda yang ingin bertanya ??", Tanya Fandi kepada semua karyawan yang sedang berkumpul di situ termasuk meta yang sedari tadi menatap Fandi dengan tatapan kagum.
" Saya Pak ", Ujar Meta.
" Iya silahkan ", Ujar Fandi.
" Apa bapak sudah punya kekasih ??", Tanya Meta penasaran karena Fandi tidak terlihat sudah beristri dan mempunyai seorang anak.
" Alhamdulillah saya sudah punya istri dan anak ", Ujar Fandi yang membuat semua pegawai wanita tersebut merasa kaget dan patah hati, termasuk Meta.
" Ada yang lain ??", tanya Fandi lagi.
Semuanya pun terdiam dan tidak ada yang bertanya sama sekali.
" Baiklah, kalau begitu, saya kira sudah cukup perkenalan saya, dan anda semua bisa kembali keruangan masing-masing ", Ujar Fandi dengan tegas.
Mereka pun kembali ke ruangan mereka masing-masing, dan Fandi juga segera menuju ke ruangan nya.
Meta yang sangat terkejut dengan perkataan Fandi hanya terdiam pasrah karena tak bisa mendekati Presdir baru itu, Tapi Meta sedikit lega karena ia masih bisa melihat Fandi setiap hari sebagai sekertaris Fandi.
__ADS_1
Di dalam ruangannya Fandi segera menelfon bagian kepegawaian untuk segera datang keruangannya.
" Ada yang bisa saya bantu pak ??", Tanya pak Didit yang menjabat sebagai kepala bagian kepegawaian.
" Begini pak Didit saya ingin anda mencarikan sekertaris baru untuk saya ", Ujar Fandi.
" Tapi Pak, bukannya sudah ada meta yang akan menjadi sekertaris bapak, dan tentunya bisa membantu Bapak ", Ujar Pak Didit.
" Saya tahu Pak, tapi saya merasa tidak nyaman jika yang harus setiap hari mendampingi saya adalah seorang wanita, saya hanya ingin menjaga perasaan istri saya, dan saya inginkan sekertaris saya adalah laki-laki", Ujar Fandi.
" Baiklah pak, apa harus saya memecat Meta ??," Tanya pak Didit.
" Oh.. tidak Pak, tolong pindahkan dia di divisi yang menurut anda cocok untuk Meta ", Ujar Fandi.
" Baiklah kalau begitu pak, saya permisi dulu ", Ujar Pak Didit.
Pak Didit pun bingung dengan atasan barunya tersebut, " Bukannya biasanya bos meminta sekertaris yang cantik, ini malah minta laki-laki ", Gumam Pak Didit dalam hatinya.
Fandi memukai pekerjaan nya pagi ini, dia akan memulai belajar memahami semua berkas-berkas yang berkaitan dengan perusahaan nya.
Fandi masih serius dan berkonsentrasi penuh dengan apa yang sedang ia baca, Dari balik kaca meta masih sibuk memperhatikan Fandi, hingga seseorang yang baru datang secara tiba-tiba mengagetkan Meta.
" Maaf mbak anda dipanggil pak Didit untuk datang keruangan nya ", ujar bagian OB yang kebetulan sedang membersihkan tempat tersebut.
Meta pun segera menuju ke ruangan Pak Didit yang berada di lantai 5 dia harus turun lima lantai karena ruangan Presdir berada di lantai 10.
" Permisi pak, Anda memanggil saya ", Ujar Meta yang masuk kedalam ruangan pak Didit.
Pak Didit merupakan karyawan yang sudah lama bekerja dengan Pak Dimas sehingga bisa menjabat sebagai kepala bagian kepegawaian di kantor tersebut.
Pak Didit tidak muda lagi, rambutnya sudah memutih dan itu yang membuat pak Didit dihormati karena diantara banyak pegawai pak Didit lah yang sudah berumur.
" Iya, silahkan duduk ", Ujar Pak Didit.
" Meta, Mulai besok kamu akan saya pindahkan di divisi kepegawaian ", Ujar pak Didit.
" Kenapa saya dipindahkan Pak, apa kinerja saya buruk ??", tanya Meta.
" Tidak, kinerja kamu sangat bagus,Tapi kamu harus di pindahkan atas permintaan pak Fandi sendiri", Ujar Pak Didit.
" Tapi Pak Fandi tidak akan punya sekertaris lagi pak, bagaimana dia bisa bekerja tanpa adanya sekertaris ??", Tanya Meta.
" Saya sudah mendapatkan pengganti mu ", Ujar pak Didit.
__ADS_1
" Jadi mulai besok kamu sudah bekerja disini", Ujar pak Didit melanjutkan.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu ", Ujar meta bangkit dari tempat duduknya.
Meta berjalan dengan langkah lesu, " Kira-kira siapa yang akan menggantikan ku, apa dia lebih cantik atau lebih sexy dari ku ", Ujar Meta.
" Lebih baik aku cari tau besok " Gumam meta dalam Hatinya.
Di dalam ruangannya Fandi kini tengah menelfon Alisa untuk memberitahu kan hari pertama dia bekerja di perusahaan Papa nya.
" Halo sayang, assalamualaikum ", Ucap Fandi.
" Waalaikum salam mas, bagaimana hari pertama mu ??", Tanya Alisa.
" Alhamdulillaah sayang, semua berjalan dengan lancar ", Ujar Fandi.
" Alhamdulillah kalau begitu mas, aku senang mendengar nya ", Ujar Alisa.
" Iya sayang, tapi maaf ya mas harus jujur sama kamu, kamu jangan salah paham dulu ", Ujar Fandi.
" Iya mas, ada apa??",
" Sekertaris mas itu seorang wanita dan jujur saja mas sangat tidak nyaman ", Ujar Fandi.
" Tidak apa-apa mas, asalkan kamu mau menjaga pandangan mu ", Ujar Alisa mengingat kan.
" Iya sayang, mas akan menjaga pandangan mas dari wanita lain, dan dari itu mas sudah minta untuk besok sekertaris mas sudah harus diganti dengan laki-laki ", Ujar Fandi.
" Alhamdulillah kalau begitu mas, tapi apa tidak terlalu berlebihan ??",Tanya Alisa.
" Mas hanya ingin kamu tidak salah paham sama mas, dan mas akan berjaga-jaga dari sekarang ", Ujar Fandi.
Alisa pun tersenyum mendengar kejujuran suaminya.
" Terimakasih ya mas karena kamu mau menjaga perasaan ku ", Ujar Alisa.
" Iya sayang, mas akan melakukan itu demi kamu, asal rumah tangga kita baik-baik saja mas akan melakukan nya ", Ujar Fandi.
" Ya udah mas kerja lagi ya ", Ujar Fandi.
" Iya mas, Assalamualaikum ", Ucap Alisa mengakhiri.
" Waalaikum salam ", Jawab Fandi yang juga mengakhiri panggilannya.
__ADS_1