Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 52


__ADS_3

Seperti halnya dengan Rafa dan Disya, siang ini juga Zian pulang dari Bandung dan kembali ke Jakarta.


Zian Belum sama sekali mengabari Ghina tentang kepulangannya, menurut Ghina, Zian akan pulang nanti malam dan Ghina sama sekali belum tahu jika Zian pulang siang ini juga.


Zian sampai di Jakarta pukul 1 siang, ia langsung saja segera menuju ke apartemen tempat ia tinggal, sebenarnya Rumah kakek neneknya juga kosong, tapi Zian kekeh ingin tinggal sendiri di apartemen hasil ia kerja selama ini.


Tania, sebenarnya ingin ikut bersama Zian, menemani putranya itu, walaupun Tania tahu Zian itu sangat mandiri, tapi ibu mana yang tega melihat anaknya harus hidup sendiri, menyiapkan makanan nya sendiri dan tentu saja melakukan pekerjaan rumah sendiri juga.


"Mama mau menemani kami di apartemen nak, Mama ingin mengurus kamu", Kata-kata Tania masih saja terus terngiang di pikiran Zian, apakah ia salah tidak memperbolehkan Mamanya ikut bersamanya, dan sedangkan dirumah, Papanya juga sangat membutuhkan Mamanya tentunya.


Zian merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya, setelah ia sampai beberapa menit lalu, Zian langsung saja beristirahat karena badannya masih sangat lelah.


Zian kemudian beranjak, ia kemudian melepas kaosnya dan segera menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya, dan setelah itu nantinya Zian akan menghubungi Mamanya terlebih dahulu dan setelah itu baru Ghina.


Zian keluar dari kamar mandi dengan badan yang cukup segar, aroma sabun mandinya kini menyeruak di dalam kamarnya membuat orang yang ada di dalam kamarnya itu dapat mencium bau maskulin dari sabun mandi milik Zian.


Zian membuka lemarinya, mencari kaos tipis yang biasa ia kenakan sehari-hari jika sedang bersantai, Zian kemudian segera meraih ponselnya dan berniat untuk menelfon Mamanya, Zian harus mengabari Mamanya jika ia sudah sampai, dan Zian juga tak mau membuta Mamanya khawatir jika ia tak menghubunginya.


Panggilan pun tersambung, dapat Zian dengar suara dari wanita yang beberapa jam yang lalu ia tinggalkan, Zian dapat merasakan jika Mamanya juga sedih karena ia kembali lagi ke Jakarta.


"Halo mah, Assalamualaikum", Zian mulai membuka suaranya.


"Waalaikum salam sayang, kamu sudah sampai??", Terlihat Tania memang sangat menghawatirkan putranya itu, ia seketika menanyakan apakah putranya itu benar-benar sudah sampai atau belum.

__ADS_1


"Alhamdulillah ma, Zian sudah sampai, Zian sudah sampai di apartemen, dan Zian juga sudah selesai mandi", terdengar kelegaan dari bibir Tania,


"Alhamdulillah kalau kamu sudah sampai, istirahat dulu, jangan kemana-mana,besok sudah kerja lagi kan??", Tanya Tania menebak.


"Iya ma, kan Zian cuma ambil cuti seminggu, jadi besok sudah kembali kerja lagi", Bukannya Zian tak menjelaskan sebelumnya kepada Mamanya, tapi Zian perlu memberitahu kan hal itu lagi agar Mamanya mengerti.


Setelah menghubungi Mamanya akhirnya Zian juga menghubungi Ghina, Ghina yang saat ini sedang berada dikamarnya tiba-tiba dikagetkan dengan suara ponselnya, segera ia menghampiri dan mengambil ponselnya tersebut, dapat ia lihat jika saat ini Zian sedang menelfonnya, dengan senyum yang mengembang akhirnya Ghina menggeser layar hijau pada ponselnya.


"Halo sayang, Assalamualaikum",Ucap Zian kepada Ghina.


"Waalaikum salam mas, kamu nanti check in jam berapa??", Tanya Ghina memang belum mengerti jika Zian sudah di Jakarta.


"Aku sudah ada di Jakarta sayang, aku baru aja sampai", Mata Ghina pun membulat, ia tidak percaya, bukannya Zian bilang akan pulang nanti malam, dan ini kan masih jam 3 siang tapi Zian sudah berada di Jakarta.


"Aku gak bercanda sayang, aku beneran udah di Jakarta", Ucap Zian meyakinkan.


"Alhamdulillah mas, Aku seneng kamu udah pulang, jadi besok aku gak kesepian lagi",


"Hm.. mas, aku mau bicara sesuatu sama kamu besok", Ghina ingin sekali menceritakan kejadian selama ia di kantor, dan Ghina pikir pasti Zian akan kaget dengan apa yang ia katakan.


"Kenapa besok, gak sekarang aja, mas penasaran", Ucap Zian yang memang benar-benar penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Ghina kepadanya, banyak hal yang terlewat seminggu ini, dan pastinya Ghina akan cerita panjang lebar kepadanya besok.


"Besok aja mas, kalau lewat telfon kurang enak aja, kepanjangan mas kalau di telfon", Banyak sekali yang akan Ghina ceritakan termasuk insiden foto anehnya yang dipajang di loby kantor, foto dirinya saat bersama dengan Daddy nya di dalam ruangannya.

__ADS_1


"Ya udah mas, sebaiknya kamu Istora dulu, kamu pasti capek kan",


"Iya sayang, mas istirahat dulu, sampai ketemu besok di kantor ya", Akhirnya panggilan mereka terputus dan Zian memutuskan untuk segera beristirahat karena badannya sudah sangat lelah sekali.


Malam harinya, semuanya berkumpul, Ini lah yang sangat di tunggu oleh Ghina, ia akan mendapatkan oleh-oleh yang sengaja sudah di pesan dari awal oleh Ghina kepada Disya kakak iparnya.


Ghina mendapat tas dan berbagai macam makanan khas Bali, begitu juga dengan Mommy dan Daddy nya, semuanya lebih banyak mendapatkan makanan khas dari pulau Dewata tersebut, hanya saja ada sesuatu yang khusus dibeli oleh Disya untuk Mommy dan Mamanya, Disya membelikan beberapa kerudung untuk Mommy dan Mamanya tentunya, dan dalam.wakyu dekat ini Disya bersama Rafa akan berangkat ke Surabaya untuk sekedar melepas rindu dengan Mama dan papanya.


Semuanya sudah mendapat jatah sendiri-sendiri, Bibi juga mendapat bagian, semuanya yang ada di rumah itu sudah mendapat bagian semuanya tanpa tertinggal satu pun, dan Disya yang melihat ekspresi wajah bahagia mereka juga ikut merasa bahagia.


"Makasih ya Non Disya dan Den Rafa", ucap bibi kepada keduanya dan keduanya juga menyambut nya dengan senyuman.


"Sama-sama bi, Semoga bibi suka ya", Jawab Disya yang langsung diangguki oleh Bibi.


Akhirnya pembagian oleh-oleh pun sudah selesai dan semuanya kini sudah kembali ke kamar masing-masing.


Rafa dan Disya juga ikut masuk kedalam kamar mereka, mereka sudah berniat untuk segera istirahat kembali karena Rafa besok.sufah mulai akan bekerja kembali, memimpin Wiratama Corp yang selama satu Minggu ini diambil alih oleh Daddy nya karena urusan bulan madunya.


Mereka kini terlihat tidur saling berpelukan, tidur saling menghadap satu sama lain, tanpa memunggungi pasangan mereka tentunya,


Rafa masih harus berpuasa, yah mungkin masih satu Minggu kedepan dan Rafa juga harus bisa kuat, harus bisa menjaga dirinya jika melihat Disya yang terkadang berpenampilan seksi ketika berada di dalam kamar bersama dengan dirinya.


Rafa harus bisa mengendalikan dirinya, ini merupakan suatu ujian besar menurut Rafa, ia bisa menyentuh tetapi tidak bisa melakukan hal lebih kepada istrinya.

__ADS_1


__ADS_2