
Alisa kini tengah bersiap - siap untuk segera pulang dari rumah Fandi, Kemudian mereka langsung berpamitan kepada orang tua Fandi.
"Mah, pah, aku mau nganterin Alisa, ini sudah malam Takut papanya mencari Alisa" ucap Fandi.
Mereka berdua langsung mencium punggung tangan orang tua Fandi.
"Hati - hati sayang", Mama Mira pun memeluk Alisa,
"Iya mah", ucap Alisa.
Mereka berdua segera menuju mobil dan segera mengemudikan mobilnya,
" Sayang, secepatnya aku akan membicarakan pertunangan kita kepada Papa sama Mama, Dan aku juga akan segera Datang kerumahmu untuk melamar mu secara resmi", ucap Fandi.
"Iya mas", jawab Alisa.
Alisa sekarang sudah berada didalam kamarnya sekarang, sudah tiga puluh menit yang lalu Fandi mengantarkannya pulang.
Dia kini tengah berbaring di atas ranjang nya, rasa kantuknya terus saja menyelimuti nya sampai akhirnya Alisa terlelap.
Fandi yang sedang dalam perjalanan sepulangnya mengantar Alisa kini tengah menuju kembali ke rumah orang tuanya, ia ingin membicarakan perihal lamarannya kepada Alisa.
Papa dan mama Fandi yang melihat Fandi kembali kerumah merasa heran, "gak biasanya Fandi pulang lagi kesini, apa ada yang ketinggalan ya ??", Gumam Mama Mira.
Fandi langsung menuju ke ruang tengah ke tempat Orang tuanya berada, "Mah pah??" Ucap Fandi sambil duduk di sofa tersebut.
"Iya Fand ada apa??" Tanya Mama Mira
"Aku mau bicara sama mama dan papa tentang pertunangan ku dengan Alisa", ucap Fandi. "
"Aku mau secepatnya kita kerumah Alisa mah, bertemu orang tuanya", ucap Fandi.
"Mama setuju saja Fand, Mama sudah terlanjur sayang sama Alisa".
"Ya sudah kalau gitu besok anterin Mama Fand, besok kita belanja keperluan untuk kita bawa kerumah Alisa", Sejenak mata Fandi pun langsung berbinar - binar, kemudian Fandi langsung memeluk Mamanya.
"Ya sudah ma, aku mau kekamarku dulu, mau istirahat", ucap Fandi.
Fandi pun langsung menaiki tangga rumahnya dan segera menuju kamarnya.
Keesokan harinya Fandi dan Mamanya sudah siap untuk pergi berbelanja untuk seserahan yang akan dibawa kerumah Alisa.
"Fand, kita mampir ke butik Tante diyah dulu, Mama mau beliin baju untuk Alisa" Ujar Mama Mira.
"Iya Mah", Fandi pun segera melajukan mobilnya butik teman Mama nya.
Setelah sampai mereka langsung masuk kedalam butik tersebut dan langsung disambut oleh karyawan Tante diyah.
"Selamat pagi Bu, ada yang bisa saya bantu", ucap karyawan tersebut.
__ADS_1
"Saya mau bertemu ibu diyah" ucap Mama Mira.
"Sebentar Bu, saya ingin menghubungi ibu diyah terlebih dahulu", ucap karyawan tersebut.
Tak lama kemudian Tante diyah keluar dari ruangannya untuk menemui Mama Mira.
"Halo jeng", ucap Mama Mira.
"Halo juga jeng, lama kok gak pernah kesini" ucap Tante diyah. Kemudian Tante diyah melihat seorang laki-laki tampan yang berdiri dibelakang Mama Mira.
" Jeng, itu siapa" tanya Tante diyah.
"Oh iya perkenalkan ini Fandi, putraku satu - satunya". Ucap Mama Mira kepada Tante Diyah.
"Wah... anak jeng Mira ganteng ya", ucap Tante diyah.
Fandi hanya tersenyum melihat dua Orang yang sedang membicarakan nya.
"Oh iya jeng saya kesini mau lihat gamis yang paling bagus untuk calon istrinya Fandi", ucap mama Mira
Kemudian Tante Diyah segera menunjukkan koleksi gamisnya yang paling mahal dan terlaris di butik nya ini, Setelah menukan apa yang dicari , mama Mira segera berpamitan kepada Tante Diyah.
" Makasih ya jeng", ucap Mama Mira.
Iya jeng sama sama" Jawab Tante Diyah.
Sesudah itu Fandi segera melajukan mobilnya kembali menuju salah satu pusat perbelanjaan dikota ini.
"Kita mau beli cincin sayang untuk kalian tunangan", ucap Mama Mira
Fandi pun akhirnya mengikuti langkah mamanya dengan begitu semangat.
Sampai akhirnya mereka merasa lelah, Mereka pun akhirnya berhenti disalah satu food court untuk istirahat dan untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.
Setelah mereka menghabiskan makanannya, dan dirasa sudah lengkap semua akhirnya mereka langsung keluar dari mall tersebut dan langsung pulang.
"Mama pasti capek kan??" tanya Fandi kepada mamanya.
"Sedikit lah Fand, tapi gak apa - apa, Mama sangat bersemangat hari ini", ucap Mama Mira.
Kini Fandi sudah berada di kamarnya sambil membaringkan tubuhnya, lalu dia meraih ponselnya yang ada di meja nakas di sebelah tempat tidurnya, kemudian ia mencari kontak Alisa dan langsung menghubunginya.
Rasanya jika dia tidak mendengar suara Alisa satu hari saja maka dia tidak akan bisa tidur malam ini, Fandi akui bahwa dia sudah teramat bucin kepada Alisa.
Suara Nada sambung sudah didengar Fandi, dan tak perlu menunggu lama Alisa sudah mengangkat panggilan dari Fandi,
Fandi langsung saja tersenyum mendengar suara wanita yang amat dicintainya itu,
"Halo mas, Assalamualaikum" Ucap Alisa.
__ADS_1
"Waalaikum salam sayang" Jawab Fandi.
"Sayang aku cuma mau ngasih tau kalau Minggu depan aku dan keluargaku mau silaturahmi ke rumah kamu sayang", ucap Fandi.
"Kenapa mendadak mas??", TanyaAlisa.
"Mama mau kita agar cepat cepat tunangan sayang, biar sudah ada ikatan" ucap Fandi.
"Hmmm... yang mau cepat - cepat itu Mama atau kamu sendiri mas, jangan - jangan kamu ya yang maksa Mama supaya dipercepat", ucap Alisa menggoda.
"Ya nggak lah sayang, mana mungkin aku nyuruh mempercepat pertunangan kita malah itu nyuruh supaya kita cepat nikah", ucap Fandi sambil terkekeh.
"Kamu apa - apa an sih sayang ditanya in bener - bener malah dibercandain", ucap Alisa kesal.
Fandi pun tersenyum saat Alisa keceplosan memanggil dirinya sayang, " Wah, ternyata ada yang mulai berani manggil aku sayang nih", ucap Fandi sambil terus menggoda Alisa.
Alisa langsung saja menutup mulutnya.
"Mas kamu apaan sih, kamu gak suka ya kalau aku panggil kamu sayang, ya udah aku bakalan tetap panggil kamu Pak. Fandi", ucap Alisa semakin kesal.
Fandi yang mendengar Alisa semakin kesal kepadanya malah terus - terusan menggoda Alisa.
"Sayang, aku tuh lebih suka jika kamu panggil honey atau hubby" Ucap Fandi .
"Apaa???" Alisa pun semakin merajuk, dia sudah amat kesal dan menahan malu karena ulah calon suaminya tersebut.
"Lebih baik aku matikan saja telfonku", gumam Alisa.
"Mas, jika kamu terus saja membuatku kesal lebih baik aku matiin aja telfonnya" ucap Alisa mengancam.
Fandi yang merasa diancam oleh Alisa segera diam dan meminta maaf kepada Alisa.
"Ya udah aku minta maaf ya sayang", ucap Fandi memelas.
"Ya sudah mas aku mau istirahat" ucap Alisa.
"Tapi kamu maafin aku kan sayang ??" Tanya Fandi.
Tapi sebelum pertanyaan nya dijawab oleh Alisa, tiba - tiba saja panggilannya langsung diputus oleh Alisa.
"Lho... kok beneran marah, kan aku cuma bercanda aja", ujar Fandi.
"Ya udah Nanti aku telfon lagi, paling cuma ngambek biasa", Ucap Fandi.
Setelah meletakkan ponselnya, Fandi pun juga ikut beristirahat di dalam kamarnya.
***Hai readers, hari ini aku up 2 episode, aku harap semua nya bisa puas dengan karyaku.
Jangan Lupa Rate bintang 5, like dan Vote sebanyak banyaknya ya.
__ADS_1
Makasih
😘😘😘😘***