
Alisa sudah keluar dari dalam kamar tersebut dan sudah mengenakan gamis yang ada disana, benar dugaan Alisa, didalam kamar tersebut tersimpan berbagai macam gamis dan kemeja milik suaminya yang pernah ia simpan disana karena kejadian yang tak terduga yang beberapa kali terjadi.
Alisa kemudian duduk ia mendapati makanan yang sudah tertata rapi di atas meja tersebut.
" Mas ayo kita makan ", Ajak Alisa kepada suaminya, Fandi pun segera beranjak, ia tak mau istrinya menunggu dan segera Fandi duduk di samping istrinya.
Mereka kemudian segera makan, banyak sekali makanan di depannya, beberapa makanan yang menjadi salah satu makanan terlaris di resto ini.
" Makanan di sini makin lama makin enak and, pantas saja banyak pengunjung yang datang ", Ujar Alisa.
" Alhamdulillah sayang, mas juga tak menyangka, koki yang ada di dapur bisa mas andalkan, awalnya mas dulu sempat ragu, tapi dia terus bekerja keras sehingga menciptakan berbagai macam makanan yang enak dan itu yang membuat mas mempertahankan nya dan di juga masih tetap ingin disini ", Ujar Fandi.
Setengah jam kemudian mereka sudah selesai menikmati makanan mereka, Fandi kemudian berjalan masuk kedalam kamar dan berniat untuk segera mandi juga dan sholat, Fandi tak mau melewatkan sholat Ashar nya.
Beberapa saat kemudian salah satu karyawan sudah datang kembali untuk mengambil sisa piring makanan di ruangan tersebut, Setelah selesai mereka pun keluar dan menutup kembali pintu ruangan tersebut.
Fandi pun juga sudah selesai, ia kemudian berjalan kembali menuju meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit,
" Mas aku mau keluar dulu, nanti jika sudah selesai aku akan kembali ", Setelah mendapat izin dari suaminya Alisa segera keluar, ia kemudian menuju dapur resto untuk memesan kembali makanan untuk ia bawa pulang nanti.
Alisa duduk kembali di meja yang kosong, matanya masih melihat ke arah pengunjung yang berdatangan, Alisa pun bersyukur melihat semua pencapaian yang telah didapat oleh suaminya selama mendirikan resto ini.
Setengah jam kemudian, makanan sudah selesai dan sudah ada di atas meja kasir, Alisa pun kembali masuk dan melihat apakah suaminya sudah selesai atau belum,
Fandi baru saja mematikan laptopnya dan sudah membereskan meja kerjanya Kembali.
" Mas sudah ??", Tanya Alisa kepada suaminya.
" Sudah sayang, ayo kita pulang ", ajak Fandi sambil menggandeng tangan istrinya, Alisa kemudian mengambil makanan dan kasir yang sedang berjaga pun memberikan nya dengan senyuman.
" Terimakasih ", Ucap Alisa.
" Sama-sama Bu ", Jawab kasir baru yang juga baru mengetahui jika Alisa adalah istri pemilik dari resto tempat ia bekerja.
__ADS_1
Fandi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Fandi sangat menikmati udara senja sambil menikmati pemandangan yang sudah hampir malam.
Banyak lampu yang sudah hidup di berbagai taman kota yang mereka lewati,
Fandi pun masih terus menatap ke arah samping membuat Fandi pun menoleh ke arah istrinya.
" Kamu kenapa sayang ??", Tanya Fandi.
" Aku ingin ke taman ini mas, Pemandangan malamnya bagus, kapan-kapan kita kesini ya??", Pinta Alisa.
Fandi kemudian mengelus puncak kepala istrinya,
" Iya, nanti kita ajak Rafa juga sayang ", Ujar Fandi.
Setengah jam kemudian mereka pun sudah Sampai di halaman rumah mereka, Alisa pun segera keluar dan ia juga menunggu Fandi yang hendak keluar dari mobilnya.
Fandi pun menenteng makanan yang ia bawa dari resto, makanan yang ia bawa untuk bi Jum, Bu sum, dan pak Udin.
Mereka pun masuk kedalam rumah, dan Fandi pun menyerahkan makanan tersebut kepada Bi Jum,
" Terimakasih den Fandi ", Ujar bi Jum, Fandi kemudian berjalan dan mencari Istrinya, sedang kan Alisa kini sudah berada di kamar Rafa, anak itu terlihat senang saat mommy nya datang dan menggendongnya.
Fandi kemudian datang dan Bi sum yang ada di dalam pun segera keluar,
Fandi pun masuk dan Rafa juga terlihat senang dan merentangkan tangannya ke arah Daddy nya,
Fandi pun langsung menyambutnya, ia pun menggendong putranya dan membawanya bermain dengan berbagai mainan yang Fandi belikan.
Satu jam kemudian, setelah sholat Maghrib, raga terlihat sudah menguap, anak itu sudah kelelahan bermain dan Sekarang dia sedang menghabiskan susu di botolnya,
Matanya perlahan sudah mulai terpejam, tak lama kemudian Rafa pun sudah tidur dan Alisa memindahkan nya ke dalam box bayinya.
Bi sum pun masuk, dan ia melihat Rafa yang sudah tidur,
__ADS_1
" Sudah tidur den Rafa nya Bu ?", tanya bi sum.
" Sudah bi, kalau begitu saya tinggal dulu ya Bi ", Alisa kemudian keluar dan Bi sum pun dapat beristirahat lebih awal.
Alisa pun masuk kedalam kamarnya, dan Fandi sedang berada di dalam dan sedang memperhatikan dirinya yang baru saja masuk, mata Fandi masih terus menatap kemana arah langkah kaki istrinya, tatapan yang penuh hasrat dan nafsu, begitulah yang dilihat oleh Alisa.
Alisa kemudian melepas jilbabnya, ia kemudian berjalan ke arah kamar mandi dan segera mengganti piyama yang ia ambil dari dalam lemari nya.
" Sayang, kamu jangan pura-pura lupa ya ", Fandi mengingatkan dan membuat Alisa kembali mengambilkan piyama yang ia ambil dan mengambil lingerie yang berwarna hitam.
Alisa berjalan dengan sedikit cemberut dan Fandi pun seketika menahan tawanya,
malam ini pasti rencana nya akan berjalan dengan lancar.
Fandi masih menunggu istrinya keluar dan ia kini sudah mengamankan celana boxer nya saja dan bertelanjang dada, Fandi sudah mempersiapkan semuanya dan bisa dipastikan malam ini ia akan menang.
Alisa melihat pantulan dirinya di cermin, ia merasa malu, apalagi melihat pakaian yang ia pakai,belahan dadanya terlihat dan panjang baju tersebut hanya sampai di bawah pusar saja.
" Kenapa orang membuat bahkan memakai pakaian ini ", Gumam Alisa dalam hatinya.
" Kalau bukan karena mas Fandi aku gak akan pernah pakai baju kurang bahan seperti ini ", Alisa merasa risih, tapi Demi suaminya Alisa pun tak masalah dan ikhlas memakainya.
Alisa pun kemudian keluar dengan penuh keberanian, ia mendekat dan naik ke atas ranjang,
Fandi pun tersenyum dengan perlahan ia membalikan badannya dan melihat bagaiman istrinya sekarang.
Fandi membelai pucuk kepala istrinya, ia kemudian mendekat dan memeluk istrinya,
" Kamu sudah siap sayang ??", Fandi pun menatap lekat mata istrinya, dan Alisa pun mengangguk.
Wajah Fandi pun mendekat ia kecup bibir Istrinya dengan lembut, dan ia pun membelai wajah istrinya dengan penuh rasa sayang.
" Semoga apa yang kita inginkan cepat di beri oleh Allah SWT ",
__ADS_1
Fandi kemudian membaringkan tubuh istrinya dan tak lama kemudian percintaan antara pasangan Suami istri itu pun terjadi.