
Alisa pun masih diam, ia kini mencoba tersenyum untuk menutupi kekesalannya kepada suaminya dihadapan Nisa dan Denis.
Setelah 10 menit yang lalu mereka sampai Alisa segera duduk, Minuman dingin yang di suguhkan Denis untuk nya pun sudah habis tak bersisa karena rasa hausnya sedari tadi menahan kesal.
Fandi masih dapat merasakan kekesalan istrinya,
Alisa pun pergi kini tinggal Denis dan Fandi yang masih berada di ruang tamu bersama Denis.
Alisa masuk kedalam kamar Nisa, Nisa pun tersenyum melihat kedatangan Alisa.
" Assalamualaikum Disya cantik ", Ujar Alisa masuk kedalam kamar tersebut.
" Waalaikum salam mbak, sudah lama ??",Tanya Nisa kepada Alisa.
" Baru saja Nis, bagaimana kabar kalian ??", Tanya Alisa sambil melihat Disya yang tengah terlelap.
" Alhamdulillah mbak, kabar kami baik, Disya juga gak rewel ", Jawab Nisa.
Alisa kemudian menyerahkan paper bag yang ia bawa tadi, Dan Nisa pun menerima nya dengan senyum lebarnya.
Arah mata Nisa kini menuju ke arah bocah tampan itu, Rafa tengah menatap Disya kecil yang sedang berada di box bayinya.
" Hai tampan, kamu sudah besar ternyata, padahal kayaknya Tante gak lihat kamu baru satu bulan ini ", Ujar Nisa sambil memegang pipi Rafa.
" Rafa sudah besar Tante, Rafa juga bisa jaga Adek Disya", Jawab Alisa mewakili Rafa.
Nisa pun tersenyum, Kalau sama Abang Rafa, Disya pasti senang ", Jawab Nisa lagi.
Alisa dan Nisa pun tertawa, kini Alisa dapat melupakan sejenak kekesalannya kepada Fandi tadi.
Diluar Denis dan Fandi juga saling berbicara.
" Bos, kayaknya ada yang aneh dari sikap Bu bos ", Tanya Denis.
Fandi pun membuang nafasnya kasar, Denis yang melihatnya dapat menebak jika pasti ada sesuatunya yang membuat Istri dari bosnya itu terlihat aneh.
" Istriku lagi marah Den, gara-gara tadi di mall ", Jawab Fandi.
" Memangnya bos ngapain tadi ??", Tanya Denis tak mengerti.
Fandi kembali membuang nafasnya, jika Fandi bercerita pasti akan menjadi bahan olok-olok an Denis kepadanya, sekertaris nya ini sangat suka jahil kepada bosnya sendiri.
" Nggak apa-apa, gak usah dibahas den, nanti istriku dengar ", Jawab Fandi.
Denis pun tertawa membuat Fandi mendelikkan matanya,
__ADS_1
" Ngapain kami ketawa den, ada yang lucu ??", Tanya Fandi.
" Aku baru tahu, ternyata si bos takut sama istri ", Ujar Denis.
Fandi kemudian meninju lengan Denis, " Dasar, awas kamu den, Kalau gak lagi program aku gak bakalan kayak gini ", Gumam Fandi.
Fandi memang melakukan program setiap malam dengan istrinya, tapi itu masih belum dimulai, jika Istrinya ngambek seperti ini bisa dipastikan progam yang akan Fandi rencanakan akan gagal.
" Sudah den, jangan banyak bicara, aku pusing ", Fandi pun menyandarkan punggungnya di sandaran sofa milik Denis,
Mata Fandi pun terpejam, Ia masih memikirkan bagaimana caranya untuk merayu Istrinya kembali dan meluluhkan hatinya.
Didalam kamar, Nisa dan Alisa masih sibuk bercengkrama sampai akhirnya Disya terbangun, bayi itu menggeliat dan matanya seketika terbuka, bayi itu terlihat ingin menangis, mungkin ia mencari Mamanya dan menginginkan ASI dari mamanya.
Nisa pun dengan cekatan menggendong tubuh mungil putrinya, lalu ia duduk dan mulai untuk memberikan asi kepada Disya.
Rafa sudah merengek minta keluar, mau tak mau Alisa harus mengantar Rafa kepada Fandi karena anak itu sedari tadi mencari Daddy nya.
Saat melihat Daddy nya Rafa tersenyum lebar, anak itu berlari dan secepatnya menghampiri Daddy nya.
Alisa pun kembali setelah mengantar Rafa, ia masih malas untuk berdekatan dengan Fandi,
Badan Fandi digoyang-goyang oleh tangan kecil Rafa membuat Fandi tiba-tiba membuka matanya,
" Mommy mu mana sayang ??", Tanya Fandi yang tak melihat Alisa duduk disampingnya.
" Den, lihat istriku ??", Tanya Fandi kepada Denis.
" Bu bos masih didalam, tadi cuma ngantar Bos kecil keluar ", Ujar Denis.
Fandi pun kemudian berdiri, ia berjalan sambil menggendong Rafa menuju ke halaman luar rumah Denis.
" Mau kemana bos ??", Tanya Denis.
" Aku mau cari udara segar ", Jawab Fandi.
Denis pun membiarkan bosnya diluar, mungkin ia saat ini benar-benar membutuhkan udara segar.
Alisa merasa sudah lama ia berada disini,
" Nis, mbak pulang dulu ya ",Ujar Alisa berpamitan, Nisa pun mengangguk dan berjalan mengantar Alisa keluar dari kamarnya.
Setelah berada di ruang tamu Alisa sama sekali tak menemukan suami dan anaknya.
" Den, mas Fandi kemana ??", Alisa terlihat mencari suami dan anaknya.
__ADS_1
" Pak bos ada didepan, katanya mau cari udara segar ", Jawab Denis.
Alisa pun mengangguk, kemudian ia segera keluar untuk mencari Suaminya, pandangan mata Alisa masih mencari sosok kedua lelakinya itu,
" Mas ", Panggil Alisa saat melihat Fandi sedang berada di bawah pohon sambil duduk di salah satu bangku disana.
Memang di dipan rumah Denis ada beberapa pohon dan ada kursi untuk Denis dan Nisa bersantai.
Fandi pun menoleh, ia melihat istrinya memanggilnya dan seketika Fandi langsung tersenyum.
" Ayo kita pulang ", Ajak Alisa, Fandi kemudian kembali menghampiri istrinya, Ia dapat melihat wajah Alisa yang sudah Kembali seperti semula.
" Alhamdulillah udah gak ngambek lagi kayaknya ", Gumam Fandi dalam Hatinya.
Fandi pun menyerahkan Rafa, dan Fandi pun berpamitan terlebih dahulu kepada Denis.
" Oh ya sampai lupa, kamu boleh cuti selama 3 hari den, ingat tiga hari gak lebih ", Ujar Fandi kepada Denis.
Denis pun tersenyum lebar" Beneran bos, Terimakasih bos, bos sangat pengertian sekali ", Ujar Fandi yang terlihat sangat senang.
" Ya sudah kami pulang dulu, jika ada apa-apa jangan sungkan kabari kami ", Ujar Fandi.
" Baik bos Terimakasih, Fandi Kemudian mengeluarkan Amplop berwarna coklat,
" Ini buat Disya ", Ujar Fandi sambil memberikan Amplop Tersebut kepada Denis.
Denis kembali tersenyum " Sekali lagi terimakasih bos, bos sudah banyak membantu kami ", Ujar Denis.
Fandi pun cuma mengangguk, ia kemudian berjalan ke arah mobilnya dan segera masuk,
" Kami pulang dulu den, Assalamualaikum ", Ucap Fandi sambil menutup kaca mobilnya.
" Waalaikum salam bos, hati-hati dijalan", Jawab Denis sambil melihat mobil bosnya yang sudah hilang di belokan jalan rumah Denis.
Denis kemudian masuk, ia kemudian menutup pintunya dan berjalan menuju ke arah kamarnya untuk melihat istri dan anaknya.
" Mbak Alisa sudah pulang Bang ??", Tanya Nisa kepada suaminya.
" Iya yang, udah pulang barusan, ini ada titipan dari pak bos ", Denis pun menyerahkan amplop coklat tersebut kepada istrinya.
" Apa ini bang ??", Tanya Nisa.
" ini buat Disya kata nya pak bos, kamu simpan aja ", Nisa pun membuka amplop tersebut.
" Bang, banyak sekali ??", Tanya Nisa.
__ADS_1
" Nggak tau yang, Gak apa-apa yang itu rezeki Disya kamu simpan aja", Ucap Denis.
Nisa pun mengangguk dan kemudian menyimpan uang pemberian dari bosnya tersebut.